Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Perbincangan Antara Alif dan Amir
Alif semakin takjub ketika melihat kamar yang satunya lagi , ia tidak menyangka di dalam bawah tanah ada kamar sebagus itu . Kamar yang di desain sangat bagus , tempat tidur dengan kasur empuk dan di samping ada meja kursi rias dengan cermin berbentuk oval di tepi di desain kayu berukiran berbentuk bunga .
Alif duduk sambil bercermin melihat dirinya di dalam cermin tersebut . Tiba-tiba ada sosok pria tampan muncul di cermin membuatnya terkejut . Alif langsung berdiri dan menoleh ke belakang dengan perasaan takut tubuhnya bergetar dan terdiam di tempat .
Sosok pria tampan berdiri di hadapan Alif tersenyum namun terlihat sedih . "Kamu berhasil membuka pintu itu dan masuk kemari , terimakasih kamu sudah membantuku keluar dari tempat ini dengan mudah ," katanya sambil melipat tangannya di dada wajahnya berubah datar .
Awalnya Alif sangat ketakutan jantungnya yang berdegup kencang mulai normal ketika melihat pria didepannya seolah menyimpan luka yang sangat dalam .
"Siapa kamu bagaimana bisa kamu masuk kemari dan apa maksud dengan perkataanmu tadi ?" tanya Alif menatap pria itu dengan tajam .
"Aku Amir Yasri , aku meninggal diusia muda dan tempat inilah aku terkubur hidup-hidup dan akhirnya meninggal tanpa ada orang yang tahu ," jawabnya dengan Isak tangis .
Deg
Jantung Alif kembali berdegup kencang kali ini ia merasa benar-benar ketakutan tapi ia tidak bisa keluar karena tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa bergerak . Ternyata ia berbicara dengan arwah penasaran yang dikira manusia biasa yang nyelonong masuk ke dalam kamarnya tanpa ijin .
Ada rasa ingin tahu dengan masa lalu pria di dekatnya saat ini di sisi lain ada rasa takut yang membuatnya bergidik ngeri sampai menelan salivanya dengan susah .
Pria itu menatap wajah Alif dengan perasaan antara takut dan dendam , ia sangat senang karena bisa bertemu dengan manusia yang berhati bersih seperti Alif , selama ini ia mencari tidak pernah ketemu .
Alif memberanikan diri duduk di kursi sambil menetralkan degup jantungnya ,sedangkan pria itu duduk di tempat tidur dengan wajah menunduk . Rasa penyesalan dalam dirinya membuatnya terasing , sepi , sunyi , hampa dan tanpa tujuan yang jelas karena sekarang ia sudah menjadi arwah .
"Apa yang ingin kamu ungkap sebenarnya ?" tanya Alif memberanikan diri bertanya pada pria itu .
"Aku ingin mati dengan tenang dan aku ingin tubuhku di kubur dengan layak dan didoakan , sudah cukup aku mati dalam dunia yang tidak ada rasa tenang dan nyaman , aku ingin bertemu dengan kekasihku Juwita ," kata Amir dengan Isak tangis .
"Dimana kerangkamu biar nanti aku dan keluargaku yang mengurusnya ?" tanya Alif dengan nada bergetar . Ia sendiri merasa ketakutan tapi rasa kasihan yang ada di dalam dirinya membuatnya ingin menolong .
Ada di bawah kolong tempat tidur , dulu waktu kebakaran aku berlindung di bawah agar aman dari kebakaran dan ternyata justru tertimbun tanah dan akhirnya aku kehabisan napas dan meninggal ,“ jelas Amir .
Alif merasa terharu mendengar penjelasan Amir , rasa takut semakin lama semakin hilang berganti dengan rasa iba tanpa terasa airmatanya menetes , ia menghapus dengan menggunakan tangannya .
“Kamu menangis ?" tanya Amir menoleh ke arah Alif . “Aku terharu mendengar ceritamu , jujur baru kali ini aku melihat sosok hantu dan bisa berbicara dengan manusia , sebelumnya aku belum pernah melihat hantu sepertimu ," jawab Alif .
"Apa kamu tidak takut melihat wujud seramku ?' tanya Amir menatap Alif dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Alif mengerutkan dahi .
“Apa maksudmu ?" Alif belum menyadari bahwa Amir lah sosok makhluk berwujud asap hitam bermata menyala seperti api .
"Wujudku lainnya adalah asap hitam yang mempunyai mata menyala ," jawab Amir tiba-tiba ia berubah wujud menjadi sosok makhluk menyeramkan seperti asap dengan mata menyala sangat tajam sambil berteriak melengking .
Alif sangat takut seketika ia langsung berlari keluar dari kamar tersebut menaiki tangga sedangkan makhluk itu berubah wujud menjadi pria tampan sambil tertawa senang sudah mengerjain Alif .
Di dalam kamar Alif mengatur napas dan kembali menutup papan di lemari dengan sempurna . Setelah berdegup normal ia merapikan sisa pakaiannya memasukan ke dalam lemari dengan sangat rapih .
"Seram sekali wujud setan itu eh makhluk itu bikin takut saja ," kata Alif sambil bergidik mengingat wujud seram makhluk astral itu . "Eh tapi kok tampan sekali ya wajahnya ketika jadi manusia , apakah dia memang setampan itu waktu mudanya ?" tanya Alif memuji makhluk tersebut sambil manggut-manggut.
Manaf sedang berjalan melewati kamar kakaknya melihat pintu kamar terbuka ia ingin masuk tapi setelah mendengar perkataan Alif ia ragu dan sedikit takut . "Maksud kak Alif makhluk apa ya ?" gumam Manaf kemudian memilih pergi .
Samsuri dan Murni duduk di teras belakang rumah sambil minum kopi . Hari ini hari libur sekolah mereka sekeluarga merapikan rumah dan merubah posisi ruang tamu dan lainnya agar tampak beda dengan suasana baru .
"Apa kamu akan pergi ke rumah Jaladara lagi ?" tanya Murni melihat pemandangan di belakang rumahnya sambil menghirup udara siang hari yang cerah .
"Tidak , aku akan membuat rencana untuk mengelabuhi musuh bebuyutan itu , karena aku yakin semua ini adalah ulah dia ," jawab Samsuri dengan yakin .
Samsuri sudah menduga sebelumnya bahwa Pamungkas adalah dalang dari kekacauan rumahnya . Samsuri tidak tahu kalau di dalam rumah ada sosok makhluk astral yang selalu mengganggunya .
“Kenapa tidak minta bantuan sama Jaladara biar cepat selesai urusannya ?" Murni menatap tajam suaminya merasa ada yang disembunyikan suaminya .
“Aku tidak mau meninggalkan kalian di saat kita tertimpa kesusahan , aku akan selalu ada buat kalian semua ," jelas Samsuri meneguk minumnya .
"Aku takut kamu kenapa-kenapa," sahut Murni menoleh melihat wajah suaminya . Samsuri merasa bersalah kepada istri dan anak-anaknya . "Semoga aku bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut," batin Samsuri .
Manaf menghampiri kedua orang tuanya dan duduk di samping ibunya sambil meletakan es teh yang ia buat . Tidak lama Abdul bergabung dengan mereka .
"Ada apa dengan kalian ?" tanya Samsuri melihat anak ada istrinya heran . Tidak biasanya anak dan ibunya kompak tapi ia sangat senang melihat rumah tangganya bertahan sampai sekarang .
"Bapak ibu , tadi aku lewat depan kamar kak Alif dan aku mendengar kak Alif bicara sendiri katanya melihat hantu seram sekali ," jelas Manaf tiba-tiba merasa kulit tubuhnya merinding , ia menoleh ke kanan dan ke kiri .
Samsuri dan Murni saling berpandangan . "Mungkin kak Alif sedang membaca buku atau sedang ada tugas sekolah ," kata Murni padahal tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya .
Manaf hanya mengangguk setuju sedangkan hatinya penuh tanda tanya .