Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Quality Time
"Waktu yang berkualitas itu sangat penting apalagi dihabiskan dengan seseorang yang penting pula ada saat nya dimana kita harus mengesampingkan kesibukan dunia dan menghabiskan waktu dengan nikmat Allah yang berharga"
Kulihat lelaki tampan itu masih terpejam dengan tenangnya diiringi dengan semerbak nafas beraroma mint membuat siapa pun akan nyaman di dekat nya
Kini jam itu menunjukan waktu yang tepat untuk menunaikan ibadah yang doa nya seperti anak panah. iyah tahajud, sholat yang dikerjakan di waktu sepertiga dari malam begitu banyak keutamaan saat melaksanakan ibadah tersebut tak salah jika banyak mereka yang menggunakan waktu ini untuk mencurahkan segala rasa nan gundah kepada sang pemilik semesta
Tangan ku terulur mengelus pipi putih nya mencoba membangunkan nya untuk segera tahajud bersama, namun suhu badan nya terasa agak berbeda sedikit naik dari biasanya
Dia demam?
Ku sentuh keningnya mencoba meyakinkan dugaan ku, ternyata lelaki tampan itu benar sedang demam.
pikiranku berkecamuk antara ingin membangunkan nya atau tidak perlu?
Namun tiba tiba mata indah itu terbuka memperlihatkan retna hitam membulat sempurna diiringi sebuah senyum khas nya, ia menatapku cukup lama entah apa yang ada dipikiranya lalu beralih melirik jam yang menempel di dinding kamar.
Setelah itu lagi lagi sajadahku tepat berada di sampingnya mengaminkan setiap doa nya dan mengikuti setiap gerakan nya sungguh dalam setiap hari waktu inilah yang aku tunggu tunggu.
Dilanjutkan tilawah Al Qur'an sampai adzan merdu berkumandang memanggil setiap insan untuk melaksanakan kewajiban nya, begitupula aku dengan Arsa yang menjawab panggilan itu dengan menunaikan shalat subuh
♡♡♡
"By kamu demam tau" Ujarku pada Arsa kini kami masih rebahan di kasur nyaman ini belum beranjak untuk keluar setelah shalat subuh
Ia terlihat menyentuh keningnya "Iyah kayak nya aku demam, kenapa emangnya sayang?" Tanya dia
"Ko kenapa sih By, kalau sakit itu harus istrihat di rumah, lagi pula harusnya minggu depan kan kamu masuk kerja jadi ga ada salah nya untuk ga kerja" Lelaki itu kadang terlalu giat bekerja sampai lupa kondisi kesehatan nya sendiri
"Cuma demam Honey kamu ga perlu khawatir" Jawab Arsa masih kekeh ingin bekerja.
"Ga apa apa untuk sesekali ga tugas juga beb"
Semenjak kami Honeymoon panggilan sayang itu menjadi bervariasi
"Itung itung quality time bareng istri By" Timpal ku lagi
"Gimana mau ga?"
"Hemm, yaudah" Jawab nya pasrah
"God boy" Ujar ku mengacak ngacak rambut hitamnya membuat sang empunya menatap tajam ke arah ku
"Biar aku bikinin bubur nya untuk kamu yah" Kataku terkekeh
"Makasih istri" Ujar nya.
"Sama sama suami"
Seperti yang aku bilang, aku akan memasakan bubur untuk nya, kenapa harus bubur karna... you know lah sudah jadi kebiasaan jika orang sedang sakit di beri makanan berbahankan beras itu.
Sebenarnya saat itu bunda sering mengajarkan cara membuat bubur nasi tersebut namun karna aku sedikit pelupa dan takut salah akhirnya aku serching di internet "Resep membuat bubur nasi" begitu ketik ku dengan cepat tampilan resep itu berjejer dengan rapi
Bahan bahan yang disebutkan tersebut sudah ada di depan mata tinggal cara membuat nya saja. setelah belajar di internet dan melihat beberapa vidio di salah satu aplikasi akhirnya bubur telah siap tersaji dengan ayam suwiran ditaburkan di atasnya lemgkap bersama dengan kerupuk nasi uduk nya.
Baru saja kaki ini melangkah untuk memanggil seseorang namun ternyata orang itu sudah ada di meja makan sedari tadi aku sedikit malu kalau saja dia menyaksikan ku sedang memasak dengan melihat di smartphone tadi.
"Bubur ayam buatan Salwa abidhar anak nya pak Izhar sudah jadi, silahkan dinikmati tuan muda"
Matanya terlihat menyipit diiringi tawa yang renyah saat mendengar perkataan ku yang tadi
"Siap laporan diterima komandan" Jawab Arsa sambil menepelkan tangan hormat seperti tentara
"Bismillahirrahmanirrahim" Lalu hendak menyendokan makanan nya ke dalam mulutnya
Wajahku terlihat cemas saat bubur itu berhasil mendarat di mulutnya namun reaksinya hanya terdiam bungkam
Tubuh kekar namun harum itu berhambur memeluku membuatku menyeryitkan dahi "Your cooking is very good Honey" berkali kali mengecupku san mengacak hijab ku mungkin menurutnya itu tanda terima kasih membuat jantungku berdetak kencang disana dan membuat pipi ku merah padam
Namun di sisi lain ada sepasang mata yang memandang tak suka akan perbuatan ke dua orang tersebut, hatinya bergejolak panas matanya memerah menahan amarah. lalu pergi begitu saja setelah berucap "Awas kau, lelaki itu akan jadi miliku secepatnya"
♡♡♡
Ternyata Arsa tak sepenuhnya libur. dia masih berkutat dengan laptonya menyelesaikan pekerjaan nya mengirimkan beberapa email berisi file file kepada pekerjanya di kasur tempat tidur.
Huh dasar keras kepala
"Katanya mau libur tapi masih kerja" Aku menyindir seseorang yang tengah fokus mengetik itu
Namun lelaki itu hanya diam saja akhirnya aku melocat ketempat tidur tanpa perduli lelaki itu terlonjat kaget lalu menyenderkan kepalaku di kaki nya
"Hubby udah!"
"Hemm" Berdehem masih fokus dengan benda itu
"Ikh yaudah lah" akhirnya mengambil remot di nakas lalu menyalakan televisi berukuran besar itu, mengganti ganti chanel namun tak membuatku tetarik melihat nya akhirnya memilih untuk menonton kartu sejuta umat apalagi kalau bukan si kembar seiras "Upin & Ipin" Sudah lama juga tak menonton asal negri tetangga tersebut
"Upin dan Ipin inilah dia kembar seiras itu biasa upin dan Ipin ragam asyik nya kau disenangi siapa jua Upin dan Ipin selamanya..... " Asyik bernyanyi mengikuti soudtrack film kartun tersebut sambil cekikan saat film itu dimulai
"Dasar masa kecil kurang bahagia" Sekarang giliran Arsa menyindir istrinya
Lalu pandangan ku beralih kepada lelaki itu "Biarin dari pada yang tadi janji quality time malah sibuk sama laptop" Membalas sengit sindiran itu
"Jadi ada yang nyindir nih" Menutup layar laptopnya dan menaruh di nakas merebahkan tubuh disamping istrinya
"Lagian kamu bilangnya mau libur tapi malah sibuk sama laptonya" lalu melanjutkan nonton kartun si kembar lagi
"Ululu bidadari cantik aku lagi ngambek nih, maafin aku yah" mengecup pipi tembam itu membuatku mendadak menegang
"Ih pipi nya merah blush on nya ketebelan tuh Sya" Aku tahu dia hanya menggoda ku saja.
"Hubby ikh nyebelin"
"Bercanda sayang" Masih mengecup pipi ku berulang kali "Mau es krim, coklat atau seblak hmm?" Ah ini baru lelaki idaman yang mengerti moodboster nya para ciwi ciwi
"Emm es krim aja deh" Rasa manis bercampur dingin itu menggoda imanku apalagi saat masuk ke dalam mulut rasanya manis dingin itu lumer bercampur aduk membentuk sebuah kelezatan yang nikmat
"Yaudah aku telefon bu Elle agar mengantarkan es krim ke kamar" Lalu meraih hendphone nya menyuruh kepala palayan mengantar kan es krim tersebut.
Aku kira dia mau beli tau nya nyuruh orang. tapi ga apa apa lah intinya es krim
Tak lama kemudian makanan yang ku mau tepat di depan mataku tiga rasa itu ditumpuk menyatu di atas mangkuk tersebut yaitu coklat, starberry, dan vanila ditambah banyak nya topping di atasnya yang mengguggah selera.
Satu suapan, dua suapan dengan lahap nya menyuapkan makanan itu kedalam mulutku sampai lupa dengan orang disampingku
"Jadi ga ada niatan untuk nawarin gitu" Ujar Arsa
"Engga" Nyengir tanpa dosa "Kamu kan lagi demam sayang" Mengecup bibir nya sekilas
"Ga apa apa deh ga nyobain rasa bibir kamu lebih manis kok"
Blush
Pipi ku memanas seketika mendengar celotehan dari lelaki berwajah tampan tersebut
"Ih Hubby" Cemberut malah membuat lelaki itu tertawa keras
♡♡♡
Assalamu'alaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up hehe😍
ceritanya bagus kok😊