Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hujan Cinta
Gea baru sampai di rumahnya
"Makasih ya kak, udah nganterin gea"
"Iya dek. Emm kamu gak keberatan kan kakak panggil adek??"
"Iya gak papa"
"Ya udah cepetan masuk terus istirahat. Sampai ketemu besok di kampus ya"
"Iya, kak Yoga juga cepet pulang dan istirahat ya"
"Pasti dek".
Gea keluar dari mobil Yoga dan masuk kedalam rumah. Ia segera mandi dan mengganti pakaiannya kemudian sholat Zuhur.
.
Angga baru sampai dirumah, ia begitu cemas karena kata anak buahnya ia tidak menemukan Gea saat di hotel. Angga langsung membuka pintu kamar gea dan melihat Gea yang baru selesai sholat
"Gea" Angga langsung masuk dan akan memeluk Gea namun Gea menghindar.
"Jangan sentuh Gea setelah Kak Angga menyentuh wanita lain!. Keluar dari kamar Gea!"
"Ge, Aku gak ngapa ngapain sama Mulan. Tolong percaya"
Angga menatap Gea mencoba untuk meyakinkan dia kalau tidak terjadi apa apa diantara Angga dan Mulan. Disaat Angga semakin dekat ke arah Gea, baru terlihat Bekas cap bibir merah di kerah baju Angga.
"STOP! Jangan mendekat. Sekarang keluar dari kamar Gea kak!"
Angga pun pasrah, ia menuruti perkataan gea yang menyuruhnya pergi. Gea terduduk lemas di ranjangnya
"Bagaimana bisa ngomong gak menyentuh tapi pulang bawa bekas dimana mana!" hati gea terasa sakit jika teringat ucapan Angga yang seolah menutupi kebohongannya.
Angga kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, saat melepas bajunya, ia baru melihat bekas lipstik dikerah bajunya.
"Pasti Gea lihat ini dan mengira aku melakukan hal yang tidak tidak dengan mulan!" Angga pun langsung membuang bajunya ke tong sampah kemudian mengguyur badannya di shower.
.
Malamnya Angga turun dari kamarnya dan akan makan malam. Ia baru ingat kalau bibik izin mudik di weekend ini. Angga mengetuk kamar Gea
Tok
Tok
"Ge buka pintunya"
"Males!"
"Kak Angga dobrak sekarang ya!. 1.2.3...."
Saat angga berusaha mendobrak pintu, malah gea membuka kunci pintunya. Alhasil Angga menumbur Gea hingga mereka terjatuh di lantai dengan posisi Angga berada di atas Gea. Angga menatap Gea yang terpejam matanya. Perlahan Angga mendekatkan wajahnya dan....
"Uhhhh berattttttnya" keluh Gea.
"Upss maaf" Angga langsung bangkit dan membantu Gea untuk berdiri.
"Maaf ya Ge"
"Ngapain sih kak?"
"Kamu pasti belum makan kan?"
"Gak laper!"
"Eleh jangan bohong! bohong itu dosa loh!"
"Gea gak nafsu makan!"
"Ya udah kalau gak mau makan. Temenin kak Angga makan pokoknya!" Angga langsung menarik tangan Gea dan mengajaknya keluar rumah.
"Mau kemana sih kak??"
"Makan pecel lele di deket sini". Angga pun terus menggandeng tangan Gea sampai ke pondok pecel lele yang tak jauh dari komplek rumahnya. Mereka pun berjalan kaki kedepan dan hanya menggunakan sandal jepit.
"Eh den Angga, mau pesen apa??"
"Ayam goreng 2, cah kangkung seafood, capcay, tempe tahu ya pak"
"Siap den. Si eneng mau pesen apa??"
"Saya engg...."
"Samain aja pak, tapi sayurnya satu aja. Nanti gak habis kalau saya sendiri"
"Asiappppp".
Bapak itu langsung membuatkan pesenan Angga.
"Gea gak mau makan kak".
Angga menggenggam tangan Gea dan menatapnya
"Udah kamu jangan cemburu. Kak Angga dan mulan gak ngapa ngapain kok tadi. Bekas lipstik yang kamu lihat tadi itu dia sengaja. Awalnya dia mau nyium leher kakak tapi kakak ngehindar. Percaya sama kak Angga"
Gea menatap Angga untuk mencari kejujuran di matanya. Sepertinya ucapan Angga itu memang benar, tapi ntahlah Gea masih belum bisa percaya sepenuhnya.
"Kak Angga masih cinta yaa sama mba Mulan??"
"Kalau cinta sepertinya enggak lagi. Tapi kak Angga gak bisa lepas gitu Aja Mulan"
"Kenapa?"
"Ada hal yang belum bisa kak Angga ceritain sama Gea. Nanti suatu saat setelah masalah ini selesai, baru kak Angga akan ceritain semuanya sama kamu"
"Iya"
"Yakinlah, cuma kamu yang udah ngerasain ciuman pertama kak Angga" Angga berbisik ke telinga Gea dan sukses membuat Gea kaget dan wajahnya langsung merona. Gea menatap ke arah Angga dan melebarkan matanya seolah tak percaya. Karena yang ia tau Angga itu sudah lama pacaran dengan Mulan yang terkenal cantik dan sexy itu. Bagaimana bisa Angga tidak sekalipun melakukannya.
"Udah deh Geee jangan natap gitu. Gemesin tau!!!" Angga mencubit pipi merah gea yang begitu menggemaskan.
"Aww sakitttt" Gea mengusap usap pipinya
"Udah yukk kita makan dulu, keburu laperrr nih".
Angga dan gea segera berdoa sebelum makan kemudian mereka menikmati makanan mereka.
Setelah selesai makan mereka langsung pulang kerumahnya.
Sepanjang perjalanan Angga terus menggengam erat tangan Gea, tak perduli seberapa banyak orang lewat menyaksikan mereka. Saat hampir sampai di gerbang utama komplek, hujan pun langsung turun tanpa aba aba. Angga menarik tangan gea untuk berteduh di atap Gerbang.
"Bang Angga, bawa ke pos sini bang ceweknya. Kasihan kan hujan. Basah". Satpam komplek menyapa Angga
"Iya pak" Angga akan mengajak gea pindah ke pos satpam tapi gea menahannya.
"Ada apa ge?? kita kesana aja"
"Disini aja kak, Gea malu disana banyak cowok. meskipun bapak bapak sih"
"Ya udah kalau gak mau".
"Disini aja pak. Bentar lagi terang kayaknya".
Hujan pun terus turun namun tak sederas tadi, dan malam mulai larut
"Kita pulang aja yuk kak, udah malem banget ini" Gea melihat ke jam tangan mungil di tangannya.
"Gak papa kalau basah??"
"Nanti ganti baju pas dirumah".
"Ya udah kalau gitu, malem ini kita hujan hujanan yah".
Angga dan Gea meneruskan perjalanannya menuju rumah dengan menikmati dinginnya hujan malam ini. Sesekali mereka berlarian dan saling mengajar, sesekalinya Angga menggendong gea sampai dirumah mereka. Angga langsung membawa Gea ke kamar atas dan menurunkannya di kamar mandi.
"Kak Angga ngapain??"
"Mau mandi bareng"
"Hah?? Eh itu anu, Gea lagi mens kak. Malu!"
Duaaarrrrrrrrrrrr
Gea langsung masuk menutup pintu dengan cepat dan Angga masih bengong di depan kamar mandi.
"Baru juga mau mandi bareng! udah di tolak mentah mentah. Sabar ya jun!" Angga melihat kebawah miliknya yang sudah akan berontak ingin keluar!.
.
.
.
.