NovelToon NovelToon
Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Citra Gtw

Ini adalah cerita dewasa yang ditokohutamai oleh anak remaja. Jadi, anak di bawah umur, tetep enggak boleh baca, ya 😉

💃💃💃

Zeo adalah anak SMA yang sangat cantik sehingga membuatnya menarik perhatian para murid laki-laki. Sialnya, di usia 18 tahunnya ini, dia malah mencium seorang laki-laki paruh baya. Lebih sialnya, laki-laki itu adalah seorang guru di sekolahnya. Bagaimanakah Zeo menghadapi kerumitan hidupnya saat ini?

Season 2

Zeo sudah menikah. Namun, di tengah-tengah kehidupan pernikahannya, ia malah terjebak oleh cinta di masa lalu.

Instagram: @citragtw_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Gtw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Perhatian Samar

Zeo tidak menyangka bisa tertawa karena cowok menyebalkan ini. Laki-laki ini tidak hanya membuat hidup Zeo sebagai candaan, dia memang pandai bercanda.

Tiba-tiba Satria memegang tangan kanan Zeo. Wajahnya menjadi serius. “Jadi pacar gue lagi, Ze,” katanya.

Zeo merasakan keseriusan itu dari tatapan mata Satria. Tiba-tiba saja Zeo merasa sesuatu menyentuh hatinya. Sebelumnya Zeo tidak pernah memikirkan, dia langsung menolak mentah-mentah siapapun yang mengatakan itu kepadanya.

“Oke. Gue bakal coba pikirin. Kalo dalam sebulan gue enggak kasih lo jawaban, janji lo enggak bakal bilang kayak gitu ke gue lagi,” sahut Zeo memberi kesempatan.

Sekarang Zeo memutuskan untuk memikirkannya. Lagipula usianya sudah delapan belas tahun. Tidak ada salahnya untuk mulai mencoba.

“Kecuali kalo lo kasih gue jawaban iya, gue enggak bakal ganggu lo lagi,” balas Satria malah melawan. Kemudian dia segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan Zeo dengan wajah semringah.

Meskipun menyebalkan, akhirnya Zeo malah tertawa sembari memasuki rumahnya. Sama seperti dugaannya, Zeo tidak bisa langsung tidur. Rupanya Tiwi sudah menunggunya dengan mata memerah. Tentu saja pembicaraannya dengan Satria tadi tidak sebentar. Karena Tiwi sudah menunggunya, akhirnya Zeo juga menceritakan tentang pekerjaannya.

Sial, sial, dan sialnya bagi Zeo: sepulang bekerja dia tidak bisa langsung tidur, tidur pun dia tidak bisa merasakan nyenyak karena Tiwi membangunkannya lebih dini, dan dia sampai di sekolah terlalu pagi. Tidak banyak orang saat itu. Tiwi adalah kesialan dalam hidup Zeo. Meski begitu kesalnya, Zeo tidak pernah menyesali keputusannya itu.

Di halaman parkir sekolah, hanya ada dua kendaraan di sana. Itu membuat pandangan Zeo tertarik. Sebuah sepeda motor dan mobil hitam. Ah, sial! Di tempat yang sepi ini, kenapa harus Bara yang Zeo temui?

Kaki Zeo hendak berjalan mundur untuk pergi secepat mungkin. Tiba-tiba ….

“Hei, kamu!”

… Rupanya Bara sudah mendapatkan Zeo lebih dulu. Tidak mungkin bagi Zeo melawan perintah guru sedangkan dirinya hanya seorang siswi. Dengan terpaksa Zeo mendekati Bara.

“Ada apa, Pak?” tanya Zeo.

Tiba-tiba Bara mengeluarkan setumpuk buku dari dalam mobilnya dan memindahkannya ke tangan Zeo.

“PAK!” jerit Zeo tidak terima.

“Tolong bantu bawa, ya,” kata Bara dengan tenangnya menjelaskan kelancangannya.

“Kenapa saya sih, Pak? Saya sekolah di sini bayar Bapak untuk ngajarin saya, bukan untuk nyuruh saya bawa buku gini!” protes Zeo.

“Makanya saya minta tolong,” jelas Bara.

“Menyebalkan,” gerutu Zeo.

“Lagian karena murid kayak kamu, saya jadi enggak dapat bayaran penuh,” sindir Bara.

“Bapak nyindir saya?” sahut Zeo.

“Enggak. Saya terus terang, kok.”

Aish. Bara benar-benar menyebalkan. Di antara guru-guru memang ada beberapa yang disebut Guru Menyebalkan. Sedangkan Bara ini adalah yang terparah.

Akhirnya Zeo pun berjalan di samping Bara dengan tumpukan buku itu.

“Ini dibawa ke mana, Pak?” tanya Zeo.

“Ke depan kamu.”

Brak!

“Aish!”

Zeo tidak melihat jalan sehingga dia tertabrak pintu. Itu pintu perpustakaan. Belum ada yang membuka rupanya.

Bara yang terkejut segera meletakkan bukunya. Kemudian dia berjongkok untuk membantu Zeo.

“Kamu enggak papa?” tanya Bara khawatir.

“Sakit, Pak,” jawab Zeo jujur.

Tangan Bara menyentuh dahi Zeo. “Ah,” jerit Zeo.

Dahi Zeo memang tidak mengeluarkan darah, tetapi memerah. Sepertinya Zeo bergerak terlalu keras tadi. Salahnya sendiri malah sibuk melihat Bara yang berada di sampingnya.

“Enggak bisa dibiarin. Ayo ikut saya.” Bara menarik tangan Zeo, lalu segera bangun. Dia pun menggeret Zeo pergi ke UKS.

1
Karmani
lanjut autor
Atika Oktaviana
wkwkwkwkwk... gila ga kebayang malu nya 😂😂😂😆
Humanoid
Hmm.. karakter Zeo setelah 6 tahun lumayan juga.. 😂
Humanoid
Tim Zeo-Satria.. 😍
Humanoid
So far cukup menarik cerita nya..
Humanoid
Yang penting dapat uang halal ya Zeo..
Humanoid
Oppa Gong Yoo juga sudah 42 Th.. Tapi still hot..
jeong hyang
lh Satria ky gk bisa dapetin cwe yg lebih, thooorr ni kisah seputar hidup zeo,bara,Tiwi, satria,Hendri dh
re
Next
Nadiyah1511
aq ampe lupa alur'y thor
Berdo'a saja
👍👍👍👍
Berdo'a saja
hemm
Berdo'a saja
emmmmm
Berdo'a saja
kirain zeo cowok
Faridha Hamid
mantaap
Ninie Zika
emang enak zeo jd cwe trlalu murahan che mw so2r aj jd nya hmil lg & nyesel sndri kn
Ninie Zika
zeo nya trlalu murahan bnget2 che ga ad jaim2nya jd cwe amit2 deh
Naci_Ardana
belom paham
Lisna Wati
Haaaaa....haaaaa....
Diana Andy
aduh ngakak Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!