NovelToon NovelToon
Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:345.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: khitara

matia matian seorang gadis cantik yatim piatu bernama Malayka Khumaira Rasyid berusaha mempertahankan dan mewujudkan cita citanya di tengah tengah cercaan dan hinaan.

seorang tuan muda tampan dan masih merupakan kerabat pemilik yayasan tempat ia menuntut ilmu karena mendapat bea siswa mampu memberi suport dan diam diam menjadi penyemangatnya dan bertahta di hatinya.

namun seorang putra mahkota dari sang pemilik yayasan justru berhasil merenggut paksa kehormatannya membuatnya harus rela melepaskan dan melupakan semua impian dan cita cita yang telah mati matian tengah ia perjuangkan

gadis itu memilih pergi, namun setelah sepuluh tahun berlalu ia malah harus bertemu kembali dengannya dan justru membuat dirinya tiba tiba menjadi seorang wanita kedua.

" beri aku seorang anak darimu, setelahnya aku akan membebaskanmu memilih jalan hidupmu " Zain

mampukah ia menerima kenyataan pahit itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 20

Pagi pukul tujuh Alika telah keluar dan hendak mengunci pintu kamarnya, dan ternyata Zain telah berdiri di sana menunggunya.

Zain tertegun menatap penampilan Alika, long dress abaya warna mustard di padukan dengan sepatu sport warna putih juga kerudung warna coklat susu nud yang menjuntai kebawah menutupi dadanya, juga tas panjang warna putih membuat Zain tak berkedip menatapnya.

Alika memang fashionable dan modis namum tetap syar'i. Sesungguhnya ada sebersit rasa malu menggelitik hatinya mengingat apa yang telah di lakukan Zain padanya dengan penampilannya.

Ia merasa seperti orang yang munafik. Akan tetapi Alika mencoba untuk terus meyakinkan dirinya dan berusaha istiqomah dengan pakaiannya.

Sungguh cantik wajah Alika meski ia hanya memakai riasan alakadarnya.

Zain melangkah maju dan segera meraih jemari Alika dan menggenggamnya kemudian membawanya melangkah keluar gerbang asrama dimana ia memarkir mobilnya.

Tak ia hiraukan dan hanya memberi lirikan mata tajam kepada satpam asrama yang berada di dalam pos jaga dan sedang menatapnya.

Pak Sabar ingin sekali beramah tamah dengan pewaris Al kahfi itu, karena jarang jarang orang bawah seperti dirinya bisa sedekat ini dengan pemuda itu.

Tapi apa daya, tatapan Zain mengubur semua angan angannya.

Berbeda dengan Zain, Alika yang melihat kearah pak Sabar... menyapa dengan senyuman hangat kepada pak Sabar.

" berikan senyuman seperti itu hanya untukku ....dan jangan ulangi tersenyum seperti itu kepada orang lain " bisik Zain di telinga Alika sembari merangkul bahu gadis itu posesif dan menariknya agar masuk lebih cepat kedalam mobilnya. Alika tak menjawab sama sekali

Tak berapa lama mobil Zain telah berlalu meninggalkan asrama itu.

Zain terus menggenggam jemari Alika dengan sesekali mengelusnya lembut. Sedangkan tangan kanannya memegang setir mobil.

Zain melirik gadis di sampingnya itu berkali kali dengan senyum yang tersungging di bibirnya.

" menyetirlah dengan benar...perhatikan jalannya, jalannya ada di depan " Alika terdengar berkata dengan sedikit ketus.

Zain tergelak di buatnya, tapi ia juga menurut. Ia melepaskan genggamannya pada tangan Alika dan fokus menyetir.

Melihat wajah Alika yang sedikit merengut tadi saat bicara kepadanya, Zain menjadi gemas sendiri dan merasa lucu. Entah mengapa ia senang di perlakukan gadis itu seperti itu.

Baru terjadi saat ini di dalam hidup Zain, ia menerima perintah dan celaan dari orang lain.

Ia yang biasa di dengarkan, kini ia menjadi yang mendengarkan.

Ah...seperti inikah cinta ? Rasanya sangat tidak masuk akal. Bisik Zain dalam hatinya

Setelah dua jam perjalanan keduanya kini telah berada di sebuah cafe yang ada di puncak.

Pemandangan hijau yang menghampar di bawah sana membuat Alika menyunggingkan senyuman.

Gadis itu berdiri di bibir jurang yang di beri pagar pembatas.

Banyak wisatawan yang mencoba wahana paralayang.

Tiba tiba Zain datang, mengikatkan cadar di wajahnya yang warnanya senada dengan kerudung yang di pakai oleh gadis itu. dan merangkul pinggang Alika.

Zain senagaj membeli cadar di bawah sana. Ia tidak suka wajah cantik Alik menarik perhatian banyak orang terutama kaum adam.

" cih...kau mendandaniku seperti muslimah yang syar'i, tapi kau memperlakukanku seperti pelacurmu " omel Alika dengan ketus.

Zain menduselkan wajahnya pada tengkuk leher Alika.

" jangan bicara seperti itu..ku sakit mendengarnya " kata Zain berbisik.

" aku hanya tidak suka mereka menikmati dan melihat dengan kagum padamu, aku saja yang berhak menikmati wajah mu " lanjut Zain.

Alika terdiam membisu, ia jelas kebingungan bagaimana seharusnya ia bersikap pada pemuda yang memeluknya itu kini.

" kau suka ?! " tanya Zain sembari meletakkan dagunya di pundak Alika.

" hmmm...."

" apa yang kau lihat ?! " tanya Zain penasaran

" mereka...para penerbang paralayang itu, hebat sekali mereka " jawab Alika dengan polosnya tanpa ia sadari Zain merengut di buatnya

" kalau kau mau aku akan terbang dengan parasut itu " kata Zain dan sedah melepaskan pelukannya di pinggang Alika.

" aku juga bisa melakukannya.." lanjutnya.

Alika menoleh kepada Zain sembari mengerutkan keningnya.

" apa maksudmu ?! " tanya Alika kebingungan degan maksud dari kata kata Zain dan perubahan di wajah pemuda itu.

Wajah Zain sekarang terlihat masam dan suram. Jelas pemuda itu kini tengah merajuk karena ucapan Alika yang memuji orang lain di hadapannya.

" kau bilang mereka hebat karena bisa menerbangkan parasut itu, aku juga bisa seperti itu...menerbangkan paralayang seperti ini sering aku lakukan " jawab Zain dan hendak berlalu

" hei hei hei....jangan ngawur " spontan Alika memegang lengan Zain membuat pria itu speacless di buatnya. Di tatapnya tangan Alika yang memegang lengannya.

" sungguh aku biasa terbang dengan paralayang itu, tunggu disini dan lihatlah gayaku..kau akan terpukau melihat keahlianku..." jawab Zain.

" tidak...tidak usah, aku percaya kau bisa melakukannya. Tapi jangan di hadapanku " kata Alika

" kenapa...?! " tanya Zain sembari mendekat.

" kenapa...?! " kembali Zain mengulangi kata katanya.

" tidak apa apa...aku hanya takut kau cedera, itu sangat tinggi " jawab Alika kemudian membut Zain merangsek maju kearahnya dan mendekapnya.

" lalu...apa yang harus aku lakukan agar aku terlihat hebat di matamu ?! " tanya Zain di sela sela pelukannya.

" tidak ada..kau sudah sangat terlihat hebat, apalagi dalam hal marah padaku " jawab Alika masih dalam pelukan Zain.

Zain tertawa di buatnya.

" besok aku tanding basket, support aku ya di arena..." ajak Zain

" dalam rangka apa ?! " tanya Alika.

" biasa...pertandingan persabatan, tapi kali ini ada tropi yang akan kami bawa pulang jika kami menang dan yang jelas nama sekolah kita akan ikut terbawa semakin terkenal " terang Zain, kini keduanya telah duduk berhadapan.

Berbagai makanan ringan dan snack juga minuman tersaji di meja.

" kau tidak butuh aku...aku yakin, penggemarmu akan meneriakan namamu dan kan cukup mensupport dirimu " elak Alika.

" tidak aku ingin kamu.... " pinta Zain lagi

Alika menghela nafas

" kita lihat saja nanti " jawab Alika namun sudah cukup membuat hati Zain bahagia.

Zain tersenyum lebar sembari menatap Alika dalam dalam.

" berhenti melihatku seperti itu...kau seperti orang mesum saja " omel Alika sembari melempar pandangannya ketempat lain, ia sangat malu di tatap seperti itu oleh Zain.

" aku hanya mesum kepadamu " jawab Zain menggoda Alika dan membuat gadis itu melotot kepadanya.

" cih...dasar tak tahu malu " oceh Alika kesal mendengar jawaban Zain.

Sekali lagi Zain tertawa melihat ekspresi Alika yang seperti itu.

" andai ku tahu mencintaimu sangatlah membahagiakan seperti ini, mungkin sudah dari dulu aku merebutmu dari Ohan dan menjadikanmu milikku " bisik Zain dalam hati.

Zain menyuapkan makanan kepada Alika dan gadis itu pun menerimanya. Keduanya benar benar sudah seperti sepasang kekasih yang romantis.

lagi lagi Zain dibuat tersenyum lebar dengan sikap Alika yang ia nilai lebih lunak kini ke padanya.

Zain semakin yakin, ia akan sanggup meraih hati gadis itu secepatnya.

1
aoi_chan
sebenernya aku agak gimana gitu baca novel yg tokoh"nya jder ky gini,,cuma klo alurnya bagus fine" aja sih,,,saran aja sih kak,,,bikin cerita yg latar belakang tokohnya agak simpel gitu,,,klo tajir ya gak usah ampe melintir ky gini,,,agak nya susah buat aku ngehalu klo latar belakang tokohnya aja kurang bisa digapai ky gini🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Siti Nurhasanah
kok bisa? menikah diam²? emang siapa walinya? kan ayahnya masih hidup? bahkan dia punya 2 saudara laki² kalo tak ada ayahnya
Siti Nurhasanah
seperti Shafeea (Gadis Tak Bernasab) yg hanya menyukai tanaman hias berdaun hijau saja tanpa berbunga.
Dwi Rana
bagus
Tuti Tyastuti
kasihan si kake pen ngusap cucu mantu tapi gx bisa🤭🤭
Tuti Tyastuti
waduh si kake nih
Tuti Tyastuti
semoga bahagia semuanya
Tuti Tyastuti
dasar ricko
Tuti Tyastuti
mantap
Tuti Tyastuti
bumil sensitif🤭
Tuti Tyastuti
semangat
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
🤭🤭🤭
Tuti Tyastuti
semoga bahagia alika dan zaidan
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah kake dah sadar dan merstui
Tuti Tyastuti
semangat nadi
Tuti Tyastuti
mewek thor bacanya😭😭
Tuti Tyastuti
syok zaidan lihat kekeny posesif
Tuti Tyastuti
ya kamu terlalu memaksakan nadir
Tuti Tyastuti
itu lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!