NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19: Miss Kim (2)

Los Angeles, 27 November 2013.

Dia tampak tersenyum dengan kiriman surat itu. Dibukanya amplop pembungkus kertas kehijauan, dihirupnya aroma tinta yang tak l

"Akhirnya ...," pikirnya tenang.

Tangan halus dan ramah menyapu lembut pundak lelaki tampan itu. Terlihat garis senyumnya yang tampak lebih mirip keriput di usia 40 tahun.

"Apa akhirnya Min Joon mengirimimu surat?" Suara halus seorang wanita terdengar indah.

"Ya, aku pikir setelah 5 tahun ini dia tidak akan mengirim surat untukku lagi."

"Kenapa harus surat? Kau bisa menelepon, melakukan video call atau sebagainya?"

"Sayang, kau ingin dengar isi suratnya?" abainya melanjutkan ucapan sebelumnya.

"Surat itu untukmu," tolaknya dan duduk di sebelah suami tercinta.

"Kakak ... bagaimana kabarmu dan kakak ipar? Aku harap ada kabar baik yang kalian bagikan untukku. Aku ingin berbagi sesuatu denganmu—"

***♥♥♥***

*Kakak ,bagaimana kabarmu dan kakak ipar? Aku harap ada kabar baik yang kalian bagikan untukku. Aku ingin berbagi sesuatu denganmu. Aku yakin ini terasa aneh bagimu dan kakak ipar, tapi yakinlah aku sedang bersungguh-sungguh. Ini semua tentangnya.

Saat Jin Hee pergi, aku menggila. Aku sempat mengabaikannya dan tiba-tiba membutuhkannya seperti orang gila. Aku menceritakan ini padamu agar kau tahu deritaku. Kakak, bantulah adikmu ini, seorang Park Min Joon yang kehilangan cinta dan hidupnya. Kau harus membantu.

Kau tahu, saat aku kehilangan dirinya, aku menjadi bodoh. Pikiranku larut pada masa lalu. Kepergian Jin Hee, benarkah karena diriku? Atau karena kenangan masa laluku. Kenangan yang tak pernah kauketahui.

Kakak, begitulah aku dua tahun terakhir ini. Aku butuh dukunganmu, tolong doakan Jin Hee dapat kutemukan secepatnya. Agar hilang semua keraguanku tentang dirinya, agar pasti cintaku kepadanya. Meluluhkannya selama bertahun-tahun, haruskah berakhir seperti ini? Berakhir tanpa kejelasan ini begitu menyiksa, aku ingin bertemu dengannya. SEPATUKU! Bunga Mawar Biruku.

Sign

Park Min Joon*.

***

Jepang, 08 November 2013.

Pagi hari, musim gugur yang menyapa hati membuat sepasang jiwa mulai merindukan sesuatu. Merindukan sosok yang pernah datang, sosok yang sebenarnya kini mulai dibenci, sosok baik penuh kebohongan dan membuat siapa pun lupa diri, mungkin seperti itu. Bila jalanan terlanjur sepi, biarlah angin damai yang berembus menembus setiap kenangan masa lampau yang terlalu manis.

***

Seorang wanita muda dengan setelan one piece berwarna putih, serta mantel bermerek terduduk manis di pundaknya, sedang berdiri menatap lurus lukisan besar di sisi ruangan pameran museum kesenian. Pegawai pria yang tampak rapih dengan senyuman merekah, melihat wanita muda itu. Ia bergegas menghampiri.

"Kau ingin membeli sesuatu Nona?" sapanya lembut, seolah meminta perhatian.

"Lukisan ini sangat cantik 'kan?" katanya tersenyum, mengabaikan tatapan pria di sebelahnya.

"Ah ... yang ini? Ya, garisnya memang sangat halus tapi terlihat cukup menipu mata bukan? Kau lihat warna itu, jika diperhatikan lagi, dia sedikit menghijau. Benar 'kan?" terangnya sembari menunjuk salah satu sudut lukisan mewah. Mencoba meyakinkan wanita tersebut bahwa lukisan yang tengah dipandangnya adalah lukisan yang sangat bagus.

Lukisan bergambar gadis menekuk lutut di sebelah meja dan kupu-kupu besar yang terbang di sebelah. Seolah bersedih di balik riang warna di belakang tubuhnya.

"Kau benar! Struktur yang nyata itu mampu menghilangkan kesalahan pada cat air, pelukisnya benar-benar hebat 'kan?" jawab wanita itu tersenyum menatap pegawai pria yang terlihat ramah padanya.

"Nona Kim!" panggil perempuan yang tampak lebih muda darinya. "Kau harus segera datang ke tempat pertemuannya!" lanjutnya perempuan bersetelan jas dengan rambut terkuncir kuda.

"Aku tidak mau!" tolaknya melanjutkan perjalanan meskipun merasa sedikit terganggu.

"Nona! Lukisanmu bukan hanya akan berada di sini saja! Ayahmu bisa marah! Galeri seninya masih akan buka sampai pukul empat sore, jadi kita bisa kembali untuk melihat lukisanmu! Besok juga ada... Nona...," rengek perempuan itu seolah tahu keinginan sesungguhnya.

"Sebentar! Lukisanmu? Anda punya lukisan di tempat ini?" sela pegawai pria itu sedikit bingung mendengar argumen dua perempuan ini.

"Benar! Lukisan butterfly yang tadi adalah milik Nona kami!" jelasnya menggandeng wanita itu.

"Ye? Kau Nona Kim? Astaga! Maafkan aku! Mohon maafkan aku ya!" ucap pegawai itu membungkukkan badannya berulang kali dengan aksen Jepang yang kentara.

"Hey, tidak perlu minta maaf!" ujarnya tak enak hati, "hah, ini tidak seru lagi! Semua ini karena kau. Ayo pergi, Yoon!" lanjutnya merajuk saat identitasnya sudah diketahui. Dengan terburu-buru segera memutuskan meninggalkan galeri seni itu.

***

Ia menaiki mobil sport berwarna hitam, bersama perempuan yang bekerja sebagai asisten. Wanita bergaya urban itu menyetir sendirian, menggambarkan betapa senangnya kehidupan gadis berusia 27 tahun ini. Setibanya di sebuah gedung, wanita modis itu turun dari mobil. Dengan santai lekas menelepon seseorang.

"Ayah, aku ada di bawah," ucapnya sesekali menengok ke dalam gedung.

"Masuklah! Ayah ada di lantai 3, ayah akan menunggumu di depan lift!" Suara orang yang dipanggilnya Ayah, tak terlalu terdengar tua.

"Tidak perlu, aku akan langsung ke dalam. Ayah masuklah lebih dulu ...," lanjutnya mengakhiri pembicaraan singkat namun padat. "Kau pergi saja, aku akan pulang bersama dengan Ayahku!" ucap wanita itu meminta kepada asistennya.

***

Wanita itu pun masuk ke dalam gedung. Caranya berjalan tampak anggun, membuat semua mata mulai tertuju pada gerak gemulai yang tercipta. Terlihat banyak orang berwajah Jepang berdiri dan saling bercakap dalam obrolannya masing-masing. Ruangan itu membuatnya sedikit alergi, karena dipenuhi para investor dan Professor kaya.

"Professor Kim?" Dilihatnya seorang laki-laki bertubuh kurus memanggil orang yang dikenalnya.

"Professor Lee, apa kau sudah lama menunggu?" ucap Ayah wanita itu sangat santun.

"Tidak, Oh? Ini Kim Jin Hee?" ucap pria berkaca mata itu saat melihat seorang wanita yang semakin mendekati kerumunan mereka.

"Iya, perkenalkan ini putriku! Jin Hee, perkenalkan ini Professor Lee. Dia adalah teman dekatku, dulu kami sekolah bersama," lanjut Professor Kim menyodorkan putrinya.

"Kim Jin Hee, senang bertemu denganmu," ucapnya menjabat tangan orang itu.

"Oh, terima kasih. Senang bertemu denganmu, aku tidak menyangka jika kau sopan sekali. Sama seperti mendiang Ibunya. Bukan begitu Professor Kim?"

"Terima kasih banyak."

"Oh, itu putraku! Richard!" serunya saat melihat sesosok pria yang lumayan tinggi, dan cukup tampan datang menghampiri mereka. Alis tebalnya menjadi poin yang membuat Jin Hee menatapnya seketika.

"Itu putranya?" tanya Jin Hee berbisik kepada Ayah, anggukan ringan sang Ayah berarti banyak baginya.

"Perkenalkan ini putraku! Richard Lee, Ibunya seorang Jepang-Jerman! Ayo, perkenalkan mereka!" ujar Professor Lee.

Keduanya saling berjabat tangan, Kim Jin Hee tersenyum kecut, seolah tak ingin berada di sini. Tapi, pria di hadapannya tampak sangat terpukau dengan wajah Jin Hee dan lipstik merahnya.

"Ayah, apa maksud semua ini?" bisik Jin Hee congkak.

"Patuhlah untuk kali ini," singkat ayahnya tersenyum.

"Kalian berdua mengobrol saja ya ... ayo Professor Kim!" ucap Professor Lee mengajak ayah Jin Hee pergi meninggalkan mereka.

***

Bersambung

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!