NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: BlackCat61

"Kau hanyalah sebatas istri pengganti!"

Clara Lyman terpaksa mengubur keinginannya karena paksaan dari orang tuanya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan.

Calon kakak iparnya, Keenan Gibson, merasa ditipu dengan keluarga Clara!

Namun, karena pesta pernikahan sudah di depan mata dan tidak ingin mempermalukan keluarga, Clara dan Keenan akhirnya memutuskan menikah.

Setelah menikah, perlakuan Keenan dingin pada Clara. Namun, Clara tak gentar untuk membuat sang suami menerima dirinya. Masalah kian rumit ketika kakak Clara datang kembali dan ingin merebut Keenan. Di samping itu, benih-benih cinta sudah muncul di hati Clara pada Keenan.

Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Clara? Akankah Clara memperjuangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackCat61, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Meet The First Love

Di sebuah ruang tengah pada sebuah rumah yang cukup besar. Terlihat seorang wanita yang nampak menghela napas kasar berulang kali. Bosan, itulah yang dialami oleh Clara saat ini. Tak ada yang bisa ia lakukan selain menonton acara di televisi secara random.

“Aku benar-benar bosan. Apa yang harus aku lakukan yah? Masak udah? Siramin bunga udah? Aku sudah melakukan semuanya. Apalagi yah? Jika saja aku berkuliah seperti Aida, pasti aku enggak akan kebosanan kayak gini,” gumam Clara

Ia memajukan bibirnya dengan tatapan kesal. Ia bingung harus melakukan apa untuk mengisi waktu kosongnya. Karena ia tipe orang yang ingin banyak melakukan sesuatu yang berguna.

Perhatiannya teralihkan ketika ponselnya yang tiba-tiba berdering. Segera ia mengambil ponsel yang ada di atas meja. Ia tersenyum lebar kala melihat nama ‘Aida’ di sana. Segera ia menggeser ikon hijau di ponselnya itu.

“Halo Aida!” sapa Clara dengan wajah yang kegirangan.

[“Halo Clara! Wah, suaramu terdengar nyaring. Kau sepertinya lagi bahagia nih,” sapa Aida pula.]

Clara terkekeh pelan. “Aku senang karena kau menelponku tau. Asal kau tau yah, aku sangat bosannn bangett saat ini. Aku enggak tau harus melakukan apa. Aku gabut bener dari tadi,” jelas Clara dengan helaan napas pelan.

Terdengar suara kekehan pula di ujung sana.

[“Wah, aku menelpon disaat yang tepat berarti yah. Aku menelponmu karena ingin mengajakmu pergi keluar saat ini. Kau mau enggak?” tawar Aida]

Senyum merekah langsung terlihat di wajah Clara saat mendengar ajakan itu. “Iyakah?! Kau ingin mengajakku keluar? Emangnya kau sudah selesai kuliah?” tanya Clara

[“Udahlah, makanya aku mau ajak kau keluar. Aku juga lagi pusing banget tau habis ujian. Bagaimana? Kalau kau mau, aku akan segera menjemputmu,” ajak Aida]

“Tentu saja aku mau! Kau jemput aku yah. Aku akan menunggumu,” jawab Clara

Ia mematikan panggilan telpon itu. Senyum lebar masih terlihat di wajahnya. Ia bangkit dari duduknya.

“Aku harus segera bersiap-siap untuk pergi dengan Aida. Lebih baik saat ini aku ganti baju dulu,” gumam Clara seraya berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya.

Sebuah motor matic berhenti di depan rumah yang cukup besar. Seorang wanita melepaskan helm yang ia kenakan dan menatap penuh takjub pada rumah di depannya itu.

“Wah, apa Clara tinggal di sini? Ini sih lebih besar dari rumahnya yang pertama,” gumamnya

Wanita itu berjalan ke depan gerbang yang cukup tinggi itu.

“Permisi Pak!” sapanya

Seorang satpam datang menghampiri wanita itu.

“Iyah Nona. Anda mencari siapa?” tanya satpam itu.

“Saya mencari Clara. Saya adalah sahabatnya,” ucapnya

“Oh Nyonya Muda. Ini namanya siapa yah?” tanyanya

“Bilang aja. Aida, sahabatnya sudah datang ke sini,” ucap wanita bernama Aida itu.

“Oh, baik Nona. Tunggu sebentar. Saya akan bilang ke Nyonya Muda dulu,” balasnya seraya berlalu dari hadapan Aida.

Tak lama kemudian, satpam itu kembali dan langsung membukakan gerbang untuk Aida.

“Biar saya yang nanti masukkan motornya, Nona. Nona langsung masuk aja ke dalam,” sahut satpam itu saat Aida akan memasukkan motornya.

“Oh, terima kasih yah Pak,” balas Aida yang berjalan masuk ke dalam rumah besar itu.

Matanya menatap takjub saat melihat sekeliling rumah itu.

“Wah, rumah ini benar-benar sangat artistik. Jika Lucas masuk ke sini, aku yakin dia sudah banyak bacotnya,” gumam Aida

“Aida!”

Aida langsung mengalihkan pandangannya pada sosok Clara yang menuruni tangga dan langsung berlari ke arahnya. Pelukan erat ia terima dari Clara.

“Hmm, akhirnya kau sampai juga. Aku sudah sangat menantikan kedatanganmu tau. Kau itu sangat sibuk akhir-akhir ini, hingga sahabatmu yang cantik itu tak ada teman untuk main,” papar Clara dengan wajah yang sengaja ia buat sedih.

Aida menarik hidung sahabatnya itu. “Kau ini lama-lama semakin manja aja yah. Yok, kita pergis sekarang. Eh, tapi, apa tak apa kau keluar nih?” tanya Aida

Clara mengeryitkan dahinya. “Maksudmu?” tanya Clara heran.

“Maksudku itu, apa kau tak memberitahu kalau kau akan pergi pada suamimu itu? Nanti yang ada dia malah marah lagi,” jelas Aida

Clara menghela napas kasar. “Bukankah kau tau bagaimana pernikahanku berlangsung? Dia itu enggak akan peduli dengan apa yang aku lakukan,” timpal Clara dengan tatapan datar.

Aida jadi agak bersalah menanyakan soal itu pada Clara. Ia merangkul baju sahabatnya itu.

“Udahlah, kau jangan memikirkan hal itu lagi. Saat ini aku ingin mengajakmu untuk bersenang-senang bersama. Ayok!” sahut Aida dengan senyuman lebar.

Clara ikut tersenyum lebar. “Kau benar! Ayok, kita pergi!” balas Clara dengan semangat.

Aida menarik tangan Clara untuk segera pergi. Di dalam hatinya sudah berjanji akan tetap bersama dengan sahabatnya itu.

Aida mulai mengendari motornya itu untuk meninggalkan area rumah tempat Clara tinggal. Senyum lebar terlihat di wajah keduanya. Terutama Clara yang terlihat sangat senang karena bisa keluar untuk menghirup udara yang segar.

“Bagaimana kalau kita pergi ke kafe tempat biasa kita nongkrong sewaktu SMA?” tawar Aida

Clara menganggukkan kepalanya kuat. “Boleh! Sudah lama akun enggak ke sana,” jawab Clara

“Okey!”

Clara melirik ke kanan dan ke kirinya. Ia mengingat berapa dulu ia sangat sering keluar untuk menghabiskan waktu dengan Aida. Semua itu masih terekam dengan jelas di pikirannya.

Apalagi ketika mengingat....

Khayalan tentang masa lalu itu terhenti kala mereka telah sampai di depan sebuah kafe bernama ‘Memory Cafe’. Clara dan Aida berjalan masuk ke dalam kafe itu.

Clara tersenyum lebar kala melihat suasana kafe yang masih sama. “Wah, tempat ini tak ada berubahnya sama sekali yah. Aku sunguh merindukan suasana ini,” ucap Clara

“Apakah itu termasuk aku?”

Sontak Clara dan Aida membalikkan tubuhnya dan melihat dia sosok pria di belakang mereka. Clara menunjukkan wajah yang terkejut kala melihat sosok itu. Entah kenapa, perasaan gugup itu masih ada saat melihat sosok pria di hadapannya itu.

Sosok itu. Sosok yang dulu selalu membuatnya tersenyum. Sekaligus sosok yang membuat dirinya tak ingin tersenyum lagi. Sosok bernama Gibran Ainsley. Her First Love.

“Lucas? Kau ada di sini juga rupanya. Kau mengatakan tak ingin pergi karena ada ujian praktek,” ucap Aida

Sosok berkaca mata bernama Lucas Lincoln itu hanya terkekeh pelan. “Tiba-tiba saja dosennya ada urusan mendadak sehingga ujian praktekku ditunda,” jawab Lucas

Clara masih hanya diam saja. Ia bahkan menundukkan wajahnya karena sosok Gibran yang masih menatapnya terus.

Lucas berdehem pelan. “Hai Clara! Lama tak jumpa. Kau semakin cantik saja nih. Membuat pria di sampingku ini tak bisa lepas untuk memandangimu,” sapa Lucas dengan nada sindiran.

Gibran langsung menyikut perut Lucas.

“Emm, bagaimana kalau kita duduk bersama aja? Ayo,” ajak Aida sambil menarik tangan Clara untuk duduk di salah satu kursi.

Gibran dan Lucas juga mengikuti langkah kedua wanita itu. Lucas duduk di hadapan Aida, sedangkan Gibran duduk di hadapan Clara yang seperti mengalihkan pandangan darinya. Hal itu membuat Gibran tersenyum miris.

“Pelayan!” panggil Gibran

Seorang pelayan datang menghampiri mereka. “Iyah, Tuan. Mau pesan apa?”

“Aku pesan satu americano dan satu vanilla latte,” ucap Gibran

Clara cukup tertegun kala Gibran masih mengetahui minuman yang ia sukai. Tapi itu dulu.

“Aku pesan Chamomile Tea satu,” jawab Clara yang membuat ketiga orang itu langsung memandang heran padanya.

“Sejak kapan kau menyukai teh, Ra? Teh bunga lagi?” tanya Aida

“Sejak lama. Aku lebih suka yang menenangkan dibandingkan dengan kemanisan,” jawab Clara

“Biar aku saja yang vanilla latte. Lucas, kau mau apa?” tanya Aida

“Americano satu”

“Baik! Silahkahkan ditunggu pesanannya”

Clara melihat ke arah luar jendela. Ini benar-benar awkward dengan keberadaan Gibran di sini. Ia benar-benar tak ingin melihat pria itu. Ia tak mau merasakan goyah lagi karena melihat wajah pria itu.

“Apa kau masih membenciku, Clara?” tanya Gibran, yang membuat semua orang langsung menatap ke arahnya, terutama Clara.

1
Holipah
lanjut kak
infinite soul
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
moonjuice
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Holipah
lanjut
moon struck traveller
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
BlackCat61: Siap. Selalu tunggu yah
total 1 replies
Harlina Mami
cerita x cukup bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!