NovelToon NovelToon
Dewi Fortuna (Fake Marriage)

Dewi Fortuna (Fake Marriage)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Dewi Anggraeni dipaksa menikahi seorang juragan kaya yang sudah beristri. Dengan bantuan temannya ia berhasil lari lalu bersembunyi. Masih berbalut pakaian pengantin, Dewi bersembunyi di dalam bagasi.

***

Devan Kusuma Wijaya begitu terkejut, saat mendapati seorang pengantin perempuan yang nyasar di dalam bagasi mobilnya. Namun, alih-alih mempermasalahkan, Devan malah menawarkan sandiwara pernikahan. Dewi pun terpaksa menerima karena mendapat ancaman.

Bak Dewi Fortuna yang dikirimkan oleh Tuhan, Dewi datang tepat saat dirinya hendak dijodohkan. Sebuah ide pernikahan palsu pun terbesit di pikiran Devan, agar dirinya terbebas dari perjodohan.

Apakah pernikahan palsu mereka akan berjalan lancar? Ikuti kisahnya ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Janji

...****************...

Pagi hari yang cerah, sinar mentari pun merebak ke segala arah. Pagi itu Dewi terbangun lebih dulu. Bibirnya tersenyum lucu melihat sosok Devan yang masih bersembunyi di balik selimut berbulu.

"Pules banget yang tidur di sofa. Besok-besok di situ terus aja, ya!" gumam Dewi tanpa memudarkan senyumannya. Tentu saja Devan tidak mendengar perkataannya.

Dewi menyibak selimut lalu menjuntaikan kakinya ke lantai. Berjalan ke arah jendela lantas membuka tirai. Cahaya mentari pun mendesak masuk ke dalam ruangan. Tubuh Devan yang masih tertidur pun jadi sorotan.

"Woy, tutup gordennya! Silau, tahu!" teriak Devan karena tidurnya telah terganggu oleh cahaya mentari yang menusuk retinanya.

Dewi menoleh ke arah Devan. Ia sungguh tidak ada maksud untuk mengganggu tidur lelaki itu. "Eh, maaf, Mas Devan. Aku nggak sengaja bangunin kamu," ucapnya menyesal. Lalu menutup gordennya lagi.

Devan berdecak. Tidurnya sudah terganggu dan tidak bisa tertidur kembali. "Kamu pasti sengaja," decak Devan sambil menyibak selimutnya dengan kasar.

"Ih, udah dibilang nggak sengaja. Kalau nggak percaya, ya, udah."

Pembelaan Dewi tak didengar oleh Devan lantaran lelaki itu sudah melengos masuk ke dalam kamar mandi.

"Jadi orang, kok, emosian banget. Heran, deh," cicit Dewi. Ia pun menghela napas kasar. Mungkin memang seperti itu sikap dasar seorang Devan.

Dikarenakan Devan sudah bangun, Dewi membuka gorden itu kembali. Ia menghirup napas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Udara pagi memang sangat menyegarkan. Sinar mentari pagi juga sangat bagus untuk kesehatan tulang. Jadi, membiarkan sinar mentari masuk ke dalam kamar juga sangat berguna untuk menghangatkan ruangan.

Dewi mengambil handuk dan baju ganti di dalam lemari kecil yang disediakan untuknya di kamar itu. Lalu duduk di tepi ranjang untuk menunggu giliran.

Biasanya, Devan selalu bangun lebih awal. Lelaki itu akan pergi sebelum Dewi terbangun dari dunia mimpi. Kini, sungguh di luar kebiasaan Devan bangun terlambat, tetapi Dewi tak mau banyak berpendapat.

"Wi!"

Teriakan Devan dari dalam kamar mandi membuat Dewi yang tengah melamun kembali terjaga. "Iya," sahutnya kemudian.

"Ambilkan handuk, dong." Devan memerintah seperti pada istrinya saja.

Dewi celingukan mencari handuknya di mana dan setelah ketemu, ia memberikannya pada Devan.

"Ini handuknya," teriak Dewi di depan pintu kamar mandi.

Devan pun menjulurkan tangannya dari dalam. "Mana?" katanya tanpa melongokkan kepala.

Melihat tangan Devan, tiba-tiba senyuman seringai terbit di bibir Dewi. Ia ingin menjahili suami palsunya itu. Dewi memberikan handuknya, tetapi tak lantas melepaskan. Membuat handuk itu tertahan dan tidak bisa diambil oleh Devan.

"Wi, jangan bercanda! Lepasin, nggak?"

Dewi malah terkikik mendengar peringatan Devan. Alhasil, Devan menjadi kesal. Ia melepaskan handuknya lalu membuka pintu kamar mandi lebar-lebar.

"Aargh!"

Dewi sontak menjerit sambil menutup kedua matanya dengan handuk yang masih di tangannya. Ia takut jika kedua matanya akan terkontaminasi oleh sesuatu yang belum bersertifikat halal.

Devan tergelak melihat Dewi yang kualat dengan ulahnya sendiri. "Kenapa tutup mata? Bukannya kamu sengaja menahan handuk itu biar bisa melihat ini?"

"Hih, apaan sih, Mas. Cepat pake handuknya!" titah Dewi tanpa membuka matanya.

"Handuknya juga masih di kamu."

Dewi tercekat. Ia baru sadar dengan handuk yang dia pegang. Dengan cepat handuk itu diberikan kepada Devan. "Nih, ambil!" serunya.

Bukannya langsung mengambil, Devan malah berjalan mendekati Dewi. Gelak tawanya kini berganti dengan seringai.

Tiba-tiba saja Dewi merasakan hawa dingin menyerang tubuhnya. Bulu kuduknya pun berdiri semua. "Ini handuknya, Mas." Dewi mengulangi perkataannya sambil mengibaskan handuk itu di depan Devan.

Perempuan itu tersentak manakala tangan Devan malah menyentuh pergelangan tangannya. Dewi pun beringsut mundur. Handuk di tangannya dijatuhkan begitu saja, sedangkan kedua mata Dewi masih enggan terbuka.

"Mas Devan jangan macam-macam, ya! Aku akan teriak, Mas." Dewi mengancam penuh peringatan. Keringat dingin pun sudah mulai bercucuran. Pikiran negatif tentang Devan sudah berjejal di kepalanya. Sungguh, dalam hati perempuan itu hanyalah ada makian untuk Devan.

"Kenapa harus teriak, Wi? Bukankah kamu mau melihat ini atau ...." Devan dengan sengaja menempelkan tangan Dewi dengan dada polosnya lalu menurunkannya ke bawah dengan perlahan.

"Mas Devan!" Dewi memekik. Dengan sekuat tenaga perempuan itu menarik tangannya hingga terlepas. Tanpa membuka mata, Dewi langsung berjongkok sambil menutup kepala. Tubuhnya gemetar diiringi suara tangisan. Ketakutan benar-benar membingkai wajah cantiknya. "Ampun, Mas. Maafkan aku! Aku janji nggak bakalan ngerjain Mas lagi, tapi tolong lepasin aku, Mas. Aku mohon ...."

Dewi memelas minta dikasihani. Tangisnya pun pecah memilukan hati. Devan yang melihat itu pun jadi kelabakan. Lelaki itu tidak berniat berbuat demikian.

"Wi, kok, malah nangis? Aku cuma bercanda. Coba lihat aku sebentar!"

"Nggak mau! Aku beneran nggak mau lihat tubuh Mas Devan. Mas Devan pergi!" pekik Dewi lagi.

Devan meringis merasa bersalah. Kedua kakinya pun ikut berjongkok dan menghadap pada Dewi. Tangannya terulur menyentuh pundak Dewi. "Wi ...."

"Jangan sentuh aku!"

Baru saja tangan Devan melekat di pundak Dewi, perempuan itu langsung menepis tangan Devan lalu histeris lagi. Dewi semakin merapatkan tubuhnya dengan tempat tidur yang dijadikan tempatnya bersandar.

Devan semakin frustrasi. Lelaki itu tidak menyangka jika becandaannya akan membuat Dewi setakut ini. Ia pun memberanikan diri untuk mencekal kedua lengan Dewi.

Tentu saja perempuan itu berontak minta dilepaskan. Prasangka buruk tentang perilaku Devan sudah memenuhi isi kepalanya.

"Dengerin dulu! Aku cuma bercanda. Buka mata kamu! Aku masih pakai celana."

Perkataan itu membuat getaran di tubuh Dewi sontak berhenti. Itu tandanya tangisnya sudah mulai terkendali. Perlahan kedua matanya terbuka. Memastikan perkataan Devan itu benar adanya.

Benar saja. Kala mata itu terbuka sempurna, Dewi melihat bagian bawah tubuh Devan masih mengenakan celana panjang yang dipakainya semalam. Akhirnya Dewi bisa bernapas lega, tetapi tidak bisa dipungkiri kemarahannya belum sepenuhnya reda.

"Dasar Mas Devan jahat! Bisa-bisanya bohongin aku kayak tadi." Dewi memukul bahu Devan kencang sekali. Membuat lelaki itu berdesis kesakitan menahan perih.

"Ssh ... tangannya pedes banget, sih!"

"Rasain!" Dewi memalingkan wajahnya yang kini terlihat sembab dan banjir air mata. Hal itu membuat Devan kembali menyunggingkan tawa.

"Iya, maaf. Nggak lagi-lagi, deh. Janji." Devan menyodorkan jari kelingking di depan wajah Dewi. Sejenak pandangan Dewi menatap jari kelingking itu lalu beralih pada wajah Devan lagi.

Ada raut penyesalan tersirat dari sorot matanya yang legam. Dewi pun akhirnya memaafkan. Toh, di sini dia sendiri yang memulai mengerjai Devan.

"Janji?"

"Iya." Devan mengangguk sambil tersenyum.

Merasa yakin, Dewi pun menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Devan. Keduanya sama-sama tersenyum dan saling pandang.

Devan merasakan hal yang berbeda dalam hatinya. Melihat apa yang dilakukan Dewi barusan membuatnya tahu akan satu hal. Bahwasanya Dewi bukanlah perempuan gampangan yang rela menggadaikan kehormatannya dengan mudah. Tidak seperti perempuan-perempuan yang selama ini mendekati Devan.

...****************...

...To Be Continued...

Slow up, ya. Masih tahap revisi bab sebelumnya. Soalnya banyak yang belum 1k kata. Do'ain biar cepet kontrak dan retensinya tinggi. Jangan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, nanti retensinya anjlok semua 😭

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
END??
kasihan Devan sama Dewi belum sampai finish
°ammy🌾👉ig: amih_amy: aku lagi kejar novel baru dulu, Kak. Itu ikutan event soalnya 🙏🥰
total 2 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kmn ini si Dewi ka tamatin dulu atuh jng gantung
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih 🥰😘
total 3 replies
angie widya
kaya aku wae , sendirian 😅😅😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
manis banget sih mereka berdua.udah bawa aja Dewi pulang .romantisannya lanjutkan di rumah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
ternyata Dewi mengiyakan ajakan Angga karena ada misi menolak dan menyadarkan Angga jika dirinya sudah jatuh cinta sama Devan dan tidak bisa pisah dari suaminya.
angie widya
kemana aj 😁😁
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
KK up LG dunk berasa kurang nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: up LG y ka
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
susul Van,jangan biarin Dewi pergi berdua dangan laki² yang menjadi hama dalam rumah tangga.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tolak secara halus Dewi,jangan membuat kesalahan lagi dengan mendatangkan laki² lain dalam rumah tangga.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
jalan hidup yang harus di jalani Devan sama Dewi mungkin dengan cara seperti itu.
MamAzka🥰
jsn mau Wi ,, klau kmu mmang mnghargai pernikahan ini , klau kmu pergi sma ajah kmu memasukan orngketiga di pernikhanmu , lgian kmu baru baikan sama Devan , udah dia di usir sama kmu , ehkmu nya pergi sma oranglain , gkbklan bkin sakithari itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
klo km g bikin drama g ad cerita buat km Devan
°ammy🌾👉ig: amih_amy
Bab selanjutnya baru update. Silakan dibaca 🥰
Ika Sujarwo
jgn karena emosi trus minta cerai wi, bicara baik² dan temukan solusinya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
apa tidak bisa di selesaikan tanpa ada perpisahan??meski terlanjur kecewa,tapi mereka bisa memperbaikinya lagi dari awal.tanpa harus berpisah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
setelah ini sudahi sandiwaranya ya Dew..
MamAzka🥰
yakin ingin ceraib, jan ego yang di gdein Wi, mskipun Devan slah tpikan dia sllu memperlakukanmu dgn baik , lagian kamu mncintainya ,, kalau cra kamu ingin Devan lebih berjuang lagi sih Ok , nahlho kalau Devan nyerah gimna , pikirkan lagi meskipun akupun inginya kalian bersma terus ,
Ika Sujarwo
devan, dewi sudahi kesalahpahaman kalian. saling jujur aja kl kalau kalian saling membutuhkan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
cemburu mengalahkan logika ,menjungkir balikkan pikiran, membuat sandiwara jadi terbongkar kedoknya 😂😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
pasti Kezia ngidam pengen ngelus² si Devan nih 😂i
°ammy🌾👉ig: amih_amy: orang ngidam mah bebas, Kak 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!