NovelToon NovelToon
Bocah Itu Istriku!

Bocah Itu Istriku!

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.3
Nama Author: Leo Nil

Ferdian Juni tidak menyangka jika terlalu lama melajang malah membuatnya berjodoh dengan seorang gadis belia bernama Jiyaning Admaja.

Gadis yang masih kinyis-kinyis dan sedang asyik-asyiknya menikmati masa SMA harus menjadi istrinya yang hampir berkepala tiga. Hanya karena sebuah wasiat konyol dari mendiang sang kakek buyut untuk mempertahankan garis keturunan?

Sinting!

Namun, untuk menolak hal itu, Ferdian tak mampu. Jadilah, ia membuat kesempatan dengan Jiya mengenai hubungan pernikahan mereka yang pura-pura itu.

Lantas bagaimana kisah mereka? Penasaran, yuk baca!

HARAP TINGGALKAN KESAN DAN PESAN JIKA MEMBERI ULASAN. SETIDAKNYA HARGAILAH PENULIS. INGAT YAH, MENULIS ITU NGGK SEMUDAH MEMBACA, JADI HARGAI!!
TERIMA KASIH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leo Nil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngambek?

Seumur-umur aku baru tahu. Kalau cemburunya cewek lebih seram dari pada apapun. Seperti yang Jiya lakukan tadi.

Setelah meluapkan semua unek-uneknya tentang Gisel. Secara nggak langsung, bocah itu memberi tahu kalau dia cemburu.

Jujur, ini lucu buatku. Karena aku tak pernah menduga kalau Jiya bakal berreaksi seperti ini setelah bertemu dengan Gisel.

Selain itu, Gisel juga. Entah mengapa aku merasa dia memandang Jiya tajam layaknya seorang rival.

"Ah, bangsat! Gue pengin ngejambak bibirnya yang mirip jambu air!" teriak Jiya tiba-tiba.

Bocah rese itu bahkan sudah menyingsingkan lengan seragamnya sendiri. Dan bergegas untuk pergi keluar lagi.

"Heh, mau kemana?" tanyaku kaget.

Jiya hanya menolehkan wajahnya sebentar ke arahku. "Ngasih pelajaran ke si *****! Lagian, dia niat kerja apa ngegoda atasan sih? Pakai baju kok ketat gitu, mirip lemper di acara nikahan sumpah."

Bisa-bisanya, bocah setan itu ngesamain body goals Gisel sama lemper yang notabene jajanan pasar. Aduduh, humorku astaga ...

Sayangnya, aku nggak jadi ngakak ditempat. Karena bahaya banget kalau ngelepasin Jiya keluar kandang. Bisa-bisa, bocah setan itu ngacak-ngacak seisi kantor ini malah.

"Kenapa Om Ferdi berdiri di depan pintu? Minggir, nggak? Jiya mau ngehajar dia!" katanya ngegas, sambil ngegeser tubuhku yang sengaja diam aja di depan pintu.

"Om Ferdi!" teriaknya di dekat telingaku.

"Ji," panggilku pelan.

"Minggir, ih!"

Aku menggelengkan kepala, menolak keras. "Nggak, mau."

"Ah, rese! Jiya sebel sama Om Ferdi. Hari ini pokoknya Jiya mau balik aja ke rumah Papi, titik!"

Setelah itu dia langsung menarik knop pintu yang sempat kutahan, kemudian pergi melenggang begitu saja melewati Gisel.

Seriusan, Jiya ngambek? Batinku, saat melihat bocah setan itu telah jauh melangkah pergi.

Kupikir itu cuma ancaman bawang dari Jiya. Namun kenyataannya, bocah rese itu benar-benar pergi meninggalkan rumah Momi. Parahnya lagi, dia pergi nggak bilang-bilang dan membuat khawatir semua orang.

Saking khawatirnya, Momi bahkan sampai nggak makan dan ngedrop. Hadeh, kapan sih, bocah rese itu tobat buat berhenti berulah?

Kayak, ada aja hal-hal menyimpang dan bikin kesal yang Jiya lakukan tiap hari.

"Mom, Ferdi pamit ke rumah Tante Vivi dulu, yah. Soalnya Ferdi yakin, kalau Jiya ada di sana." Aku berkata, seraya meraih tangan Momi untuk mengajaknya bersalaman.

Wanita yang melahirkanku itu hanya mengangguk pelan sembari tersenyum tipis. "Jangan galak-galak, yah sama Jiya. Dia emang lagi difase memberontak. Jadi Fer, kalau bisa kamu selalu jadi air buat nenangin sifat Jiya yang memang keras."

Aku menganggukkan kepala, dan menerima saran dari Momi itu. Toh, yang dikatakan olehnya memang benar. Terkadang harus ada orang yang mengalah, tapi bukan berarti dia kalah.

Lagi pula, percuma juga membalas api dengan api. Bukannya mereda, apinya malah semakin menyala-nyala dan membara.

"Ferdi pergi dulu, assalamualaikum."

Walaupun belum begitu tahu seluk-beluk tentang jalan menuju rumah Jiya. Namun, aku tetap memaksakannya, berbekal dari alamat dan hanya melihat google maps. Aku nekat pergi, menjemput bocah setan itu sendirian.

Hampir dua jam tempuh perjalanan dari rumahku. Akhirnya, aku sampai juga di depan bangunan bertingkat dengan pagar teralis besi di depannya.

Salah satu rumah dengan arsitektur yang begitu indah dan cukup memikat mata, bagi siapapun yang melewati jalan depan rumah ini tentunya.

"Apa ini rumah, Jiya?" monologku seraya melihat-lihat bangunan itu dengan saksama.

"Maaf, Aden nyari siapa, yah?" sapa seseorang yang kusimpulkan jika dia adalah satpam yang bertugas untuk menjaga pos depan rumah ini.

"Saya Ferdian Juni, ngomong-ngomong apa bapak bisa panggilkan si pemilik rumah?" balasku sopan.

"Apa Aden, sudah membuat janji sebelumnya? Habis, tuan dan nyonya jarang sekali di rumah. Sudah begitu, nona Jiya juga ..."

"Siapa, pak?" tanya seseorang yang aku yakin sekali kalau itu suara milik Tante Vivi.

"Eh, Ferdi? Ya ampun mantu mamah yang paling ganteng, kenapa nggak masuk-masuk ke dalam?" ujar Tante Vivi, sambil mengusap puncak kepalaku sayang, mirip ana di TK.

Wanita berumur itu terlihat baru saja pulang dari tempat kerjanya. Itu terlihat dari jubah putih khas perawat rumah sakit yang masih saja melekat dengan rapi di tubuhnya.

"Tumben kamu ke sini, ngomong-ngomong Jiya mana? Kamu nggak ke sini sendirian 'kan, Fer?" tanya Tante Vivi, seolah-olah bisa membaca isi kepalaku saat ini.

Aku yang ditanya begitu hanya tersenyum tipis, sambil menggaruk bagian belakang kepalaku sendiri.

"I-iya Tante."

Kukira, Tante Vivi akan memarahi diriku. Nyatanya, wanita berumur yang kini sudah menjadi mertuaku itu malah tersenyum. Persis seperti apa yang Momi sering lalukan padaku dulu, jika aku membuat kesalahan yang tak disengaja.

"Masuk aja, Jiya pasti ada dikamarnya sekarang sambil nyakar-nyakar tembok."

Eh!

"Nggak usah kaget, kebiasaan anak Mamah emang gitu. Oh iya Fer, jangan panggil Tante, tapi panggil Mamah yah."

Aku mengangguk pelan sebagai jawaban. Kemudian mengikuti saran Mamah Vivi untuk segera menghampiri Jiya di kamarnya.

Kunaiki anak tangga perlahan, sambil memikirkan kata-kata apa yang cocok untuk kusebut nanti di depan Jiya. Jangan sampai aku mengatakan hal-hal yang tidak perlu dan malah membuatnya merasa kesal nanti.

Tak terasa, terlalu dalam berfikir. Kakiku sudah sampai saja di depan pintu bercat krem itu. Kamar pojok, yang Mamah Vivi bilang kalau itu tempat kesukaan Jiya.

Hm, memangnya apa sih yang membuat kamar ini istimewa?

Kuketuk pelan pintu itu, yang rupanya tak dikunci. Segera saja, aku melangkah masuk ke dalam dan merasa syok berat.

"Kim Taehyung, Om Ferdi jahat banget sama Jiya tahu. Masa dia main belakang sama sekertarisnya yang mirip lemper itu."

Aku ternganga, saat melihat Jiya mengaduh pada potret tujuh orang pria yang tertempel di dinding kamarnya. Potret yang begitu jelas, dan langsung memberiku kesimpulan kalau Jiya itu seorang KPopers garis keras.

"Yoongi, apa aku kerjain Om Ferdi aja, yah? Sekali-kali Om bangkotan itu perlu dihajar sampai nangis kejer."

"Kook, kamu pasti setuju sama ide brilian Jiya, kan?" kata Jiya lagi, masih belum menyadari kehadiranku.

Gila sih, aku tak pernah membayangkan akan melihat hal begini. Bahkan aku berdiri seperti orang bodoh sampai Jiya menyelesaikan semua unek-uneknya, dan curhat kepada satu-persatu potret di dinding itu.

"Ji, kamu ngapain?" ujarku pada akhirnya.

Yang kontan membuat Jiya menoleh ke arahku dengan pandangan tak kalah terkejutnya.

"Om Ferdi! Sejak kapan Om di situ?" teriaknya yang langsung memenuhi seluruh penjuru ruangan.

1
Melia Gusnetty
nahh..tuu baru laki luu fer.....👍
Melia Gusnetty
si ferdi goblok...gk bs tegas jd orang...
Melia Gusnetty
knp gk kuliah si jiya thort...kok malah jd OB...secara kn ank horang kaya...suami tajir melintir...kok mau2 nya jd OB...🤦‍♀️
Melia Gusnetty
emang bs ngadapin si lukman dn mafia sendiri...
Melia Gusnetty
kualat gk pamit sm istri ...wlu pun istri yg sll lu bilang bocah setan..gitu2 dia istri lu..
Melia Gusnetty
aduuhh...kpn si ferdi gk ngatain istri nya bocah setan siiih.....dasar laki setan...😏🤭
Melia Gusnetty
jgn lh bocah setan thort..tolong lh agk d perhalus bhs nya thort...bocah ingusan boleh juga lh tuu..dr pd bocah setan..kesan nya kasar skl utk seorang yg berpendidikan apa lg dh seorang CEO...
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁
Andriyati
lagian ferdi aneh,, masak kerja ampe gila"an gitu sampe gak punya waktu buat istri
Mbak anee
lanjut
Mbak anee
jangan2,ferdi seorang mafia
Mbak anee
gasken
Mbak anee
jiya cembokur ma gisel
Mbak anee
😅😅😅
Mbak anee
ngakak thor
Mbak anee
keren
Myca
halah, mamah papah ku itu lho beda 10 th, aku tetep lahir di dunia🗿
_ASMODEOUS_: mamah papah ku beda 30 th 🗿
total 1 replies
Ria Ufrida
😆😆😆😍😍😍
Atmita Gajiwi
/Rose//Rose//Rose//Rose//Heart/
Leo Nil: makasih dukungannya ka/Joyful/
total 1 replies
Rahma Putri
Luar biasa
Leo Nil: makasih bintangnya ka/Drool/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!