NovelToon NovelToon
PURITY OF LOVE 2

PURITY OF LOVE 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: nanayu

IG : nanayu_95

Syarat msuk Grup "Tuliskan satu nama pemeran antagonis novel Author"

Sinopsis :

"Hanya karena persahabatan, bagaimana kau mau menikahi laki-laki itu? " Mama Zola tak percaya keputusan putrinya saat ini.

Ella Levina Victorya Winjaya, gadis cantik periang dan keras kepala bersedia menerima keinginan sahabatnya Deca Felista menggantikannya dijodohkan oleh seorang laki-laki yang tidak memiliki keluarga.

Pernikahan atas dasar rasa kasihnya pada sahabatnya itu, membuat dirinya terjebak oleh lingkaran hubungan rumit dengan laki-laki yang tak pernah dia cintai.

Akankah Ella menerima laki-laki yang sudah digariskan menjadi suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran Kacau

Mereka telah sampai dirumah, saat Bi Rumi membukakan pintu, Dylan segera membawa Ella masuk kedalam. Dia membantu Ella duduk di sofa.

Tak berselang lama, Zola turun ke bawah dan melihat putrinya sudah pulang, dia segera menghampirinya.

"Sayang kau sudah pulang? Ada apa dengan tanganmu? " seru Zola khawatir melihat tangan putrinya terluka.

Zola langsung duduk disamping Ella dan melihat lukanya. Sedangkan Dylan duduk tidak jauh dari mereka.

"Ma, Ella baik-baik saja. Tadi Ella ceroboh menumpahkan coklat panas. Maafkan Ella." ujar Ella merasa bersalah.

"Lain kali lebih hati-hati sayang. Mama tidak mau kau terluka" ucap Zola mulai membuka perban yang tadi dibalut oleh Dylan saat diresto.

Zola segera memangil Bi Rumi untuk membawakan obat luka. Zola segera mengobati lagi luka Ella, karena Zola takut jika luka itu membekas permanen.

"Ma, Kak Ella? " ucap Hazel yang sedang berjalan menghampiri mereka.

Dylan sejenak melihat Hazel yang sudah berdiri didepan Ella dan Zola.

"Ma, tangan Kak Ella kenapa? " tanya Hazel penasaran melihat luka ditangan Kakaknya.

"Kakak tidak sengaja menumpahkan coklat tadi. Oh ya, tumben adikku yang nakal ini dirumah. Biasanya keluyuran tak jelas." ledek Ella.

"Memangnya tidak boleh? Hazel bosan terus bersama Gio. Dia makin lama makin menyebalkan." seru Hazel kesal dan mendudukkan tubuhnya di samping Kakaknya.

Setelah kemarin dia dan Gio menghadiri acara dengan teman-temannya waktu itu. Tanpa disangka, Hazel yang hanya menemani Gio saja malah dijadikan ketua Tim Basket disekolahnya. Membuat Hazel kesal akibat ulah Gio yang terus membuat teman-temannya ikut memilih Hazel. Walau berat hati, Hazel terpaksa menerimanya. Bagaimanapun juga Hazel bukanlah orang yang suka melepas tanggungjawab begitu saja. Dia akan melakukannya walau hal itu sangat tidak dia sukai.

Hazel melirik pada Dylan yang duduk didepannya dengan wajah penasaran. "Kak, dia siapa? " bisik Hazel di telinga Ella. Sedangkan Zola masih sibuk membalut luka Ella dengan perban baru.

"Perkenalkan dia Dylan, calon kakak iparmu" ucap Ella tersenyum.

"Apa!!! Bagaimana bisa?? " teriak Hazel tak percaya.

"Bisa saja, kau ini aneh " balas Ella sedikit kesal.

Hazel terus melihat Dylan dengan rasa penasaran. Dylan tersenyum dan memperkenalkan diri. "Senang bertemu denganmu, aku Dylan"

"Ah, iya. Aku Hazel, adik Kak Ella." balas Hazel.

Hazel kembali menoleh pada Ella dengan wajah bingung. "Kak, lalu Kak Adam bagaimana? Memangnya kalian sudah putus?" tanya Hazel yang sedikit membuat Dylan terkejut.

"Kau ini, diamlah. Kakak dan Adam sudah tidak ada hubungan apa-apa. Jadi tidak usah membicarakannya lagi." tegur Ella.

"Tapi bukankah kakak mencintai kak Adam? " tanya Hazel tidak lihat situasi.

Ella sejenak melihat Dylan, mereka berdua sejenak beradu pandang, sampai Dylan menoleh kesamping menghindari tatapan Ella.

Ella segera menyikut tubuh Hazel cukup keras, dan melototkan mata padanya. "Bicara lagi, akan kujodohkan kau dengan Mia!!" bisik Ella dengan penuh ancaman.

Hazel langsung terdiam mendengar ancaman Kakaknya. Walaupun dia tahu, Kakaknya tidak mungkin melakukan itu.

"Sudah selesai, Ella usahakan lukanya jangan sampai terkena air ya. Biar cepat sembuh." pinta Zola sambil menutup kotak P3K dan menaruhnya dimeja.

"Iya Ma. Terima kasih" balas Ella sambil mencium pipi Mamanya.

"Dylan, kau mau minum apa? Bibi sampai lupa menawarimu minuman" ucap Zola tersenyum pada Dylan.

"Tidak perlu Bi, Dylan juga mau pulang." tolak Dylan halus.

"Kak Dylan rumahnya dimana? Kok aku tidak pernah lihat Kakakku mengajakmu kemari?" tanya Hazel penasaran.

Ella ingin sekali membungkam mulut adik nakalnya ini. Tapi disana ada Dylan, mana mungkin dia lakukan itu.

"Rumahku dekat dengan Taman Rekreasi Yudistira. Dan aku memang jarang kemari." jawab Dylan.

"Oh, lumayan dekat dong dari sekolahku. Kapan-kapan aku akan mampir, bolehkan?" pinta Hazel antusias.

"Boleh, mampirlah" balas Dylan dengan senang hati.

Setelah mengobrol cukup lama, Dylan pamit untuk pulang ke rumah. Karena memang dirinya sudah merasa lelah karena seharian melakukan meeting dengan klien Pamannya.

~~

Pertemuan antara orangtua Ella dan Paman juga Bibi Dylan telah tiba. Mereka sepakat bertemu di rumah Ella karena sepantasnya pihak laki-laki yang berkunjung ke kediaman pihak wanita.

Rey dan Zola menyambut keluarga Borris dengan senang hati. Mereka asyik mengobrol dengan diselingi banyak candaan. Vernon terlihat sangat senang saat mengetahui kalau keponakannya akan menikahi Putri dari Reymond, laki-laki hebat sekaligus pebisnis profesional. Jika dibandingkan dengan perusahaannya, tentu bukanlah apa-apanya dengan milik Rey. Karena itu Vernon sangat beruntung bisa berkerabat dengan keluarga Rey.

Jane lebih senang lagi saat tahu Ella dari keluarga Winjaya. Entah kenapa dia memang menyukai gadis itu lebih dulu. Sikap dan aura gadis itu memang berbeda dari gadis lain. Dia juga senang bisa bercengkrama dengan Zola, mamanya Ella. Wanita itu sangat ramah dan baik hati. Jane begitu kagum dengan kepribadian Zola. Walaupun usia Zola tak beda jauh dari Jane, tapi Zola lebih terlihat masih muda tanpa terlihat keriput. Wanita itu cocok jadi Kakak dari Ella bukan jadi Mamanya.

Setelah cukup lama berbincang, Zola mengajak semua orang makan malam. Ella yang dari tadi hanya diam dan tersenyum saja merasa mulai bosan. Tapi tidak untuk Dylan. Dia terus memperhatikan Ella dalam diamnya. Dalam pikiran Dylan, dia masih ingin tahu alasan Ella menikah dengannya. Karena saat pertemuannya dengan Ella saat itu, Dylan belum sempat menanyakan lagi hal itu padanya.

Apalagi, akhir-akhir ini perusahaan Pamannya sedikit ada masalah. Mau tidak mau, Dylan mengesampingkan rasa penasarannya dan lebih memilih membantu menyelesaikan masalah dikantornya. Itu pun Dylan diam-diam bekerja keras dibalik layar dan tidak membiarkan Pamannya tahu.

Setelah selesai jamuan makan malam, Ella pamit ke taman samping untuk bersantai sejenak disana, tapi Zola meminta Ella untuk mengajak Dylan mengobrol bersamanya. Ella dengan terpaksa mengikuti perintah Mamanya dan membiarkan Dylan ikut bersamanya.

Ella tahu, jika dia hanya berdua dengan Dylan, pasti laki-laki itu akan kembali menanyakan alasannya waktu itu. Ella jadi sedikit takut jika rencananya terbongkar dan malah orangtuanya tahu. Ella akan dalam masalah.

Saat sampai di taman, Ella duduk lebih dulu disusul oleh Dylan yang duduk agak jauh dari Ella. Tak berselang lama, Bi Rumi datang membawakan minuman untuk mereka. Pasti itu suruhan Mamanya. Bi Rumi kembali ke dalam rumah meninggalkan mereka berdua.

"Kau suka bunga? " tanya Ella mencoba mencairkan suasana.

"Apa itu sebuah pertanyaan? " tanya balik Dylan dengan tenangnya.

"Itu memang pertanyaan. Kau dengar kan aku mengatakannya dengan intonasi berbeda." jelas Ella.

"Tapi kurasa bukan. Kau hanya ingin mengalihkan pembicaraan denganku bukan." ujar Dylan.

'Astaga, bagaimana dia bisa tahu. Jika aku lama-lama dengannya, yang ada aku dalam masalah' gumam Ella dalam hati.

"S-siapa yang mengalihkan pembicaraan" bantah Ella.

"Kau, " jawab Dylan cepat.

"Aku? Hahaha, aku hanya bertanya saja tadi" ucap Ella gugup dan berusaha mengalihkan pandangannya.

"Aku laki-laki. Dan laki-laki tidak menyukai bunga, kecuali untuk diberikan pada kekasihnya." jelas Dylan to the point.

Dylan memajukan wajahnya semakin dekat dengan Ella. "Kali ini jawab dengan jujur, apa rencanamu?" Dylan bicara dengan wajah serius, terus melihat Ella dengan intens.

Ella merasa bingung ditatap oleh Dylan seperti itu. Dia ingin segera pergi dari sana. Memilih meninggalkan Dylan.

Ella mencoba berdiri dan melangkah pergi, tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Dylan cukup pelan. Tapi tubuhnya seakan tak siap menahan dan malah terhuyung ke belakang.

Ella langsung terjatuh dipangkuan Dylan. Tangan Dylan refleks memegang pinggang Ella dan mereka saling menatap satu sama lain. Ella merasa jantungnya berdegup cepat, dia tak henti menatap sorot mata Dylan yang begitu dalam baginya. Bahkan saat bersama Adam, perasaan itu sama sekali tidak dia rasakan.

Dylan juga sama terpaku dengan Ella yang ada dipangkuannya. Dia menelitik wajah Ella yang cantik nan putih mulus itu. Dylan tak bisa melepas pandangannya saat ini. Wajah Ella seperti membiusnya seakan ingin sekali berlama-lama menatapnya.

Mata Dylan beralih ke bibir tipis Ella. Dia bersusah payah menelan salivanya dengan kasar. Bibir itu seperti sebuah candu tersendiri untuknya. Sudah lama pikiran Dylan tidak sekacau ini. Ella mampu membuatnya tak bisa berkutik untuk terlepas darinya.

Tanpa sadar, tangan Dylan mulai terangkat untuk menyentuh bibir itu. Dengan pelan, dia mengusap lembut bibir Ella. Ella terlihat menutup matanya merasakan sentuhan Dylan. Ella begitu pasrah saat tangan laki-laki itu menyentuhnya. Biasanya Ella sama sekali tidak suka akan hal itu. Ella selalu menjaga jarak pada laki-laki termasuk pada Adam.

Dylan semakin merasa kepanasan. Dia ingin sekali menikmati bibir itu, apalagi melihat Ella yang menutup mata dan diam tanpa ada perlawanan. Dan juga tempat itu juga sepi, tidak ada orang sekalipun, memudahkan Dylan untuk mencium Ella.

Dengan perlahan, Dylan mendekatkan wajahnya pada wajah Ella. Lebih dekat dan hampir menyentuh bibirnya, akan tetapi....

"Kak Ella!!! " teriak Hazel yang tiba-tiba nongol dari pintu dan tanpa sengaja melihat mereka hampir berciuman. Hazel sontak berbalik badan.

Bsb.....

.

.

.

.

.

Sbenarnya pngin up 3 eps,, tp tngan Nana gk kuat,,😥

Tk usahain seandainya masih sanggup, insyaallah nnti Up lagi. ...Wkwk

Trus Kasih jejak Cinta kalian ya guys,, sprti biasa.. 😘😘

1
Penta Ning Thiyas
karya yg bagus
Siti Aminah
kasian ella...sifatny yg baik hati dan polos d manfaatkan sm deca yg punya sifat iri dn dengki...ular kepala manusia
Febri Ana
ular kadut tuh si Deca
Febri Ana
parah sahabat penghianat
Febri Ana
lanjuutt mantaappp
Hasnah Se
kayaknya suka bacanya
Theresia Evana Gusani
seru
Elisnawati Madua
waw, ternyata masalah nya cukup kompleks 🙂
Tini Mimi RaniNradit
musuh dalam selimut si deca
Tini Mimi RaniNradit
sudah sy duga,,,ternyata pagar makan tanaman
Nayra Syafira Ahzahra
Dilraba Dilmurat😊😊 artis Tiongkok, keturunan Uighur 😊😊 dinobatkan sebagai wanita Tercantik se Asia tahun 2017👍👍👍
Nayra Syafira Ahzahra
cium aja🤭🤭🤭 daripada nyerocos muluuu🤣🤣🤣
Nayra Syafira Ahzahra
betulkan....pasti Adam😠😠😠
Nayra Syafira Ahzahra
Deka kayaknya suka Ama Adam, pacarnya Ella
Nayra Syafira Ahzahra
anak lelaki yang di tolong oleh Ella waktu Kecil thor 😊😊 jodohnya Ella🙏🙏
Nayra Syafira Ahzahra
aQ suka visualnya Ella thor 😊😊
n
jijik banget liat kelakuan deca
Juwita Rara
aku jatuh hati dgn novel mu thor🤣🤣🤣🤣🤣
Mr Lie
otw
Elsi Anolova
hazel......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!