Adira adalah seorang gadis cantik yang memutuskan untuk langsung menerima lamaran dari pria yang tidak ia kenal untuk membalas sakit hati setelah mendapati kekasihnya berselingkuh.
Sifat Andira yang terkadang ceroboh telah membuatnya terkejut ketika di hari pernikahannya ia melihat calon suaminya yang ternyata adalah seorang pria buruk rupa.
Arkan adalah seorang CEO yang memiliki wajah buruk rupa setelah kecelakaan yang ia alami. Tunangannya meninggalkannya di saat terpuruknya sehingga membuat Arkan tidak percaya lagi pada wanita manapun yang bisa menerima segala kekurangannya. Arkan tidak peduli dengan istri yang di pilihkan oleh orang tuanya yang tidak lain adalah Adira.
Bagaimana kehidupan rumah tangga Adira dan Arkan ? Apakah Adira akan menyesali keputusannya dan Arkan tetap tidak mempercayai Adira ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertamakali Setelah Enam Bulan
Mobil yang dikendarai Arkan berhenti di sebuah hotel mewah. Arkan sudah memesan kamar VIP khusus untuknya makan malam romantis dengan sang istri. Adira pikir mereka akan menghadiri sebuah pesta sampai akhirnya Arkan membawanya masuk kedalam sebuah kamar.
"Untuk apa kita ke sini ?" tanya Adira bingung melihat tidak ada siapa-siapa di dalam kamar untuk mereka temui.
Belum sempat Arkan menjawab pertanyaan Adira, pintu kamar di ketuk dari luar. Arkan segera membuka pintu kamar. Beberapa orang pelayan hotel masuk sambil membawa troli yang berisi makanan dan langsung membawanya ke balkon. Lima menit kemudian mereka semua keluar setelah menyelesaikan tugasnya.
"Selamat menikmati, tuan nona." ucap salah satu pelayan memberi hormat.
"Terima kasih." hanya Adira yang menjawab.
Arkan kembali memegang tangan Adira dan membawa istrinya ke balkon. Terdapat sebuah meja kecil dengan dua buah kursi. Di atasnya sudah tersusun beberapa jenis makanan serta di hiasi dengan dua buah lilin. Alunan musik romantis juga terdengar mengalun di sana.
Adira terkejut sekaligus terkesan dengan apa yang dilihatnya. Tapi sedetik kemudian ingatannya kembali pada kejadian sore tadi. Apa Arkan mendengar apa yang di katakan oleh Leo tadi ?
"Arkan." panggil Adira yang menghentikan langkah Arkan untuk duduk.
"Apa kau mendengar pembicaraan ku dengan Leo tadi ?" Adira memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku tidak mendengar apapun." bohong Arkan.
Syukurlah dia tidak mendengarnya. Batin Adira. Adira membuang napas lega mendengar jawaban Arkan.
"Aku minta maaf." Adira mengulangi permintaan maafnya karena Arkan tadi tidak menanggapinya.
"Maaf untuk ?" Arkan balik bertanya.
Astaga. Apa aku harus mengatakan jika aku minta maaf karena telah mencium dan memeluknya. Memalukan sekali. Kata Adira dalam hati.
"Untuk apa ?" Arkan mengulangi pertanyaannya.
"Em, maaf karena tadi aku telah lancang men.." Adira menelan ludahnya kasar karena ia harus mengatakan juga.
"Men ciuman da dan memeluk mu tadi." kata Adira terbata.
Adira menunduk setelah mengatakan itu. Ia siap untuk menerima jika Arkan memarahinya.
"Kau melakukan itu hanya karena ada mantan kekasih mu ?" suara Arkan terdengar datar. Tidak bisa di tebak apakah pria ini marah atau tidak. Sementara Adira tidak berani mengangkat pandangannya untuk melihat ekspresi Arkan saat ini.
"Maaf." Adira hanya mampu meminta maaf karena perbuatannya.
"Kau tidak jijik dengan luka di wajah ku ?" tanya Arkan lagi.
Adira menggeleng. Masih menunduk. Arkan maju selangkah berdiri lebih dekat di depan Adira. Arkan melepaskan masker dan meletakkan di atas meja. Kemudian ia mengambil sebelah tangan Adira dan meletakkan di pipinya. Adira langsung mengangkat kepalanya. Terkejut, Arkan mengizinkan ia untuk menyentuh wajahnya.
Sungguh Adira tidak merasa jijik maupun takut dengan wajah Arkan dengan bekas luka bakar di kedua pipi pria itu. Adira mengangkat sebelah lagi tangannya untuk memegang pipi Arkan yang satu lagi. Jari-jari halus Adira mengusap bekas luka itu. Hati Adira merasa terenyuh. Arkan pasti telah melewati masa-masa yang sulit dalam hidupnya.
"Lakukan lagi seperti tadi."
Entah mengapa kalimat ambigu itu terdengar seperti Arkan menyuruhnya untuk mencium pria itu lagi. Kedua tangan Adira menangkup wajah Arkan dan membuatnya menunduk. Adira sedikit berjinjit untuk dapat mencapai pipi Arkan.
Cup
Cup
Adira mencium pipi kanan dan kiri Arkan di atas luka bakar itu secara bergantian dengan mata yang terbuka. Ia tulus melakukan itu. Belum sempat Adira menjauhkan wajahnya Arkan tiba-tiba menahan belakang kepala Adira dan langsung menyambar bibir merah wanita itu.
Arkan hanya mengecup lalu melepasnya untuk melihat bagaimana reaksi Adira. Meskipun terkejut tapi Adira tidak menolak. Kemudian Arkan kembali mengecup bibir itu lagi dan lagi-lagi Adira hanya diam. Arkan yang awalnya hanya mengecup memberanikan diri untuk me ***** lebih dalam bibir milik wanita yang sudah menjadi istrinya. Adira bahkan mengalungkan kedua tangannya di leher Arkan untuk menahan agar tubuhnya tidak ambruk.
Ciuman pertama kali setelah enam bulan mereka menikah. Pertama kali juga buat Adira seumur hidupnya. Adira hanya diam, tidak membalas ciuman Arkan. Ia belum memiliki pengalaman untuk itu. Adira membuka mulutnya saat lidah Arkan berusaha menerobos celah bibirnya. Arkan semakin memperdalam ciumannya. Mengeksplorasi seluruh rongga mulut wanitanya sehingga Adira kehabisan napas baru Arkan melepaskan tautan bibirnya.
Arkan memberi jeda beberapa saat untuk Adira menghirup oksigen di sekitarnya sebelum ia kembali menikmati bibir itu untuk keduanya kalinya. Meskipun hati Arkan belum bisa menerima Adira sepenuhnya tapi tidak dengan tubuhnya. Arkan hanyalah seorang laki-laki normal yang memiliki hasrat kepada seorang wanita. Apa lagi wanita itu istrinya. Wanita yang halal untuk ia sentuh.
Iringan musik romantis seakan mendukung apa yang di lakukan oleh pasangan suami istri itu. Arkan dan Adira seperti terhanyut dalam suasana sehingga suatu bagian dari tubuh Arkan bereaksi ingin meminta lebih. Sedangkan Adira merasakan darahnya berdesir hebat karena sensasi yang belum pernah dialaminya sebelum ini.
Arkan segera mengakhiri ciuman panasnya di saat ia merasa sudah di ambang batas. Arkan belum siap untuk melangkah lebih jauh sebelum ia memastikan ketulusan hati Adira. Arkan mengusap bibir Adira yang basah dengan ibu jarinya. Sedangkan Adira masih terengah-engah mengatur napasnya. Juga mengatur irama jantungnya yang berdetak kencang karena perbuatan dan sentuhan suaminya.
Arkan dan Adira menikmati makan malam dengan suasana hati yang sama-sama berdebar.
"Terima kasih." ucap Adira setelah mereka sampai di rumah. Seperti biasa Arkan hanya mengangguk menanggapi perkataan Adira.
Adira langsung menuju ke kamar. Sedangkan Arkan pergi ke ruang kerjanya. Adira merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah berganti pakaian. Jantungnya masih berdebar mengingat saat Arkan mencium bibirnya dan makan malam romantis. Ini seperti sebuah kencan.
"Astaga. Kenapa aku seperti remaja yang sedang jatuh cinta." Adira memegang dadanya yang masih berdebar.
Entah sudah berapa lama Adira berbaring dan mencoba memejamkan mata tapi ia masih belum mengantuk. Adira membekukan tubuhnya saat mendengar suara pintu kamar terbuka. Ia yakin itu pasti Arkan. Adira memejamkan mata dan pura-pura tidur.
Sebelum naik ke tempat tidur, Arkan lebih dulu berganti pakaian. Arkan tahu jika Adira belum tidur karena itu ia tidak mematikan lampu kamarnya. Arkan berbaring dan perlahan mendekatkan diri kepada Adira. Arkan melingkarkan tangannya memeluk Adira dari belakang.
"Tidurlah. Ini sudah larut malam." bisik Arkan dari belakang.
Arkan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Adira dan mengikis jarak antara mereka. Tubuh Arkan kini benar-benar sudah menempel pada tubuh Adira. Adira hanya mampu membekukan tubuhnya dalam pelukan Arkan. Pelukan yang terasa nyaman berhasil membuat Adira mengantuk dan akhirnya tertidur.
Tidak hanya Adira, Arkan juga merasakan dadanya berdebar karena ciuman yang mereka lakukan tadi. Tapi Arkan berusaha keras untuk tidak menyentuh Adira lebih dalam. Yang hanya bisa ia lakukan saat ini hanyalah sebatas memeluk dan mencium sang istri untuk mengurangi gejolak hasrat dalam dirinya.
blom lahiran c Adira 🤔
makasih Thor 🙏
biarin aja kasih pelajaran para paksu 🤗🤣🤣🤣
tuh c pelakor masih aja kek belatung nangka 😏🤦😠😠