Selepas kepergian Lucas, kehidupan di nirwana menjadi semakin kelam lantaran ancaman dari bangsa vampire yang ingin menguasai dunia.
Sahira Anandya Lestari, bidadari dari negeri khayangan itu kembali ditugaskan oleh sang ratu Keira untuk pergi ke bumi dan menjaga bumi dari serangan para vampire.
Dengan ditemani dua sahabatnya, Nur Alessia dan Nawal Melodia, Sahira pun turun ke bumi dan menyamar sebagai manusia.
Kehidupan di bumi sudah berubah drastis dari ketika mereka terakhir kali tinggal disana, ya sekarang teknologi di bumi makin canggih dan membuat bangsa vampire tertarik untuk menguasai bumi.
Di bumi, mereka justru dipertemukan dengan orang-orang yang menyebalkan, sebut saja salah satu dari mereka ialah Dewa Ganendra, si ketua geng motor yang tampan dan liar.
Siapa yang menyangka jika Dewa Ganendra adalah reinkarnasi dari Lucas mantan kekasih Sahira dulu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa itu?
Saka pun menatap Sahira dengan tajam, sorot matanya seakan menunjukkan bahwa dia sangat ingin Sahira pergi dari bumi karena ia tak mau menyakiti wanita itu.
"Kalau lu masih terus maksa kita buat pergi dari bumi, sampai kapanpun kita gak akan pernah mau nurut sama kata-kata lu itu!" ujar Sahira.
"Lo kenapa keras kepala banget sih?! Gue bilang balik ya balik, gausah ikut campur urusan bangsa vampire di bumi!" bentak Saka.
"Gue harus ikut campur!" tegas Sahira.
"Kenapa? Karena lo takut bangsa vampire jadi penguasa di dunia ini, iya? Dengar ya Sahira, gak selamanya bangsa kalian yang akan jadi pemimpin! Suatu saat nanti, bangsa vampire lah yang dianggap sebagai raja di dunia!" ujar Saka.
"Jangan mimpi lu Saka! Sebelum lu berharap jadi pemimpin, lu harus langkahi dulu kita bertiga!" tantang Nur.
"Dengan senang hati akan gue lakukan, tapi sayangnya raja Paulus tidak memberi perintah gue untuk menghabisi kalian. Jadi, kali ini kalian aman dan masih selamat," ucap Saka.
"Cih, bilang aja lo takut sama kita kan! Dasar vampire pengecut!" sentak Nur.
"Hah? Vampire?!" Azalia tiba-tiba muncul dan tersentak kaget mendengar perkataan Nur.
Seketika mereka semua panik, tidak ada yang sadar dengan kehadiran Azalia disana sehingga mereka masih terus berbincang sebelumnya.
"Maksud kamu bicara begitu apa Nur? Emangnya siapa yang vampire?" tanya Azalia heran.
"Eee i-itu..." Nur sangat gugup dan bingung harus menjelaskan apa pada Azalia.
"Si Nur cuma asal ngomong kok Lia, dia ngatain Saka vampire pengecut karena dia lagi kesel aja sama Saka. Lo gak perlu mikir aneh-aneh, gak mungkin ada vampire disini!" sela Sahira.
"Ohh, kirain si Saka ini emang vampire. Kalau beneran dia vampire, beuh pasti satu sekolah bakal heboh banget deh!" ujar Azalia.
"Hahaha, ya gak mungkin lah!" ucap Nur tertawa.
"Si Nur emang suka ngada-ngada kalo bicara, jadi wajarin aja ya Lia!" ucap Sahira.
"Iya iya, maaf ya aku udah salah paham tadi!" ucap Azalia sambil tersenyum.
"Gapapa Lia," ucap Sahira singkat.
Saka pun pergi begitu saja tanpa berbicara apapun, membuat mereka semua terkejut dan tak mengerti mengapa Saka tiba-tiba pergi.
"Eh Saka? Tunggu!" Raline berteriak lalu mengejar Saka pergi dari kelas itu.
Sementara Sahira dan yang lainnya masih tetap disana, mereka berdiam saja memperhatikan punggung Saka dan Raline yang menjauh.
"Ra, si Saka kenapa tuh tiba-tiba pergi? Perasaan tadi dia yang cegat kita," tanya Nur.
"Gak tahu, udah lah biarin aja dia mah gak jelas! Mending kita pulang yuk!" jawab Sahira.
"Oke!" ucap Nur singkat.
"Sahira, emangnya kamu itu ada masalah apa sih sama Saka itu? Perasaan dari kemarin kamu sering ribut deh sama dia," tanya Azalia heran.
"Gak ada kok, kita gak ada masalah. Kita cuma ngobrol biasa aja, bukan berantem. Kamu salah kira kali!" jawab Sahira.
"Masa sih?" tanya Azalia tak percaya.
•
•
Sementara itu, Raline berhasil menghentikan langkah Saka begitu mereka sampai di lorong sekolah.
Gadis itu mencekal lengan Saka, membuat Saka terpaksa berhenti dan menoleh ke arahnya dengan ekspresi kesal.
"Apa sih Raline? Lu ngapain cegat gue kayak gini?" tanya Saka geram.
"Gue heran sama lo Sak, kok lo malah pergi gitu aja tadi? Bukannya seharusnya lo terus ancam Sahira supaya dia sama teman-temannya balik ke nirwana?" ujar Raline.
"Lo buta apa gimana sih? Lo gak lihat ada manusia tadi disana? Kalau gue terus bicara begitu, yang ada tuh manusia bakal curiga sama kita!" sentak Saka.
"Oh iya ya, hehe sorry sorry gue lupa! Tapi, gue ngerasa heran deh sama tuh manusia," ujar Raline.
"Hah? Heran ngapa?" tanya Saka.
"Gue merasa kalau dia bukan manusia biasa, soalnya gue cium aroma lain dari dia. Kita harus waspada sama dia Sak!" jelas Raline.
"Apaan sih lu? Gausah ngaco deh jadi orang, dia cuma manusia gak perlu dicurigai!" ujar Saka.
"Tapi Sak, gue serius. Azalia itu bukan manusia, lu percaya deh sama gue!" tegas Raline.
"Terserah lu aja, sekarang kita cari dimana yang lain terus pulang!" ujar Saka.
"Loh kok pulang? Kenapa kita gak coba cari blue circle lagi sekarang?" tanya Raline.
"Kita pulang dulu, gue pengen bicara sesuatu sama kalian semua, terutama lu." jawab Saka sembari menggandeng tangan Raline.
"Hah? Bicara apa?" tanya Raline penasaran.
"Nanti aja di rumah," jawab Saka.
Tak lama, Irene beserta Gayle dan Pasya muncul mendekati mereka berdua.
"Hai Sak!" sapa Gayle.
"Eh, kalian muncul juga. Udah ayo kita langsung cabut sekarang!" ujar Saka.
"Eee cabut kemana Sak?" tanya Pasya.
"Ya ke rumah lah, ada yang mau gue obrolin sama kalian," jawab Saka.
"Oh oke!" ucap Pasya manggut-manggut.
"Itu leher lu kenapa Ren? Kok merah-merah begitu?" tanya Saka curiga.
"Eee i-ini..." Irene terlihat bingung saat Saka menanyakan mengenai tanda merah di lehernya.
"Biasalah Sak, si Pasya tuh yang bikin," sela Gayle.
"Hah??" kaget Saka.
Sementara Irene langsung mencubit pinggang Gayle dengan kesal.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
ilang Lucas dapet saka😭🤣