NovelToon NovelToon
It’S So Hurts

It’S So Hurts

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Selingkuh / Tamat
Popularitas:197.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Pengkhianatan, satu kata yang mempunyai kekuatan begitu dahsyat menghancurkan sebuah kehidupan yang sempuna.

Karena rasa bersalah akibat sebuah pengkhianataan yang tidak sengaja dia lakukan, Zein Alucas harus merasakan sakitnya kehilangan wanita yang sangat di cintainya.

Tersakiti atau melepaskan, hanya dua kata itu yang terus berada di dalam pikiranya, hingga akhirnya dia memilih untuk melepaskan Dara dan menikahi Tasya.

Apakah Zein akan bertahan dengan Tasya? Atau dia akan lebih memilih untuk mengkhinati pernikahaanya dan kembali bersama Dara?

Ikutin keseruannya yuk 😘

Dan jangan lupa untuk follow Ig Mimin fi @Andrieta_rendra ya, agar tidak ketinggalan untuk updatennya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memohon Kesempatan ke Dua

Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰

**Jangan sinder **😘😘

🌹 **Happy Reading **🌹

“Tante,”

“Bundaaaaa,” teriak Zein, ketika Valen berani menyakiti kekasihnya.

“Jika ada yang pantas di sebut wanita murahan itu adalah kamu, mantan wanita malam yang rela menyerahkan tubuhnya secara suka rela pada laki-laki yang baru menjadi kekasihmu,” hardik Valen dengan sinis kepada Dara.

Dara terdiam telak mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Valen, hingga Zein mendekati Dara dan memeluknya dengan erat. “Rasyiidddd,” teriaknya memanggil anak buahnya.

“Iya, Tuan, saya,” sahut anak buahnya yang terlihat berlari dari luar.

“Bawa wanita ini keluar dari rumahku! Dan pastikan dia lenyap malam ini juga,” perintah Zein tegas, namun Valen dengan cepat menghalanginya.

“Kamu harus tanggung jawab Zein, kamu sudah menghancurkan masa depan-nya,” tegas Valen, namun itu semakin memancing kemarahaan Zein, hingga dia beralih mengambil pisau yang ada di atas meja.

“Jika ada wanita yang pantas menikah denganku, itu hanya Dara. Jika Bunda ingin membawanya, silahkan saja, tapi jangan pernah meminta apalagi memaksaku untuk bertanggung jawab dengannya, atau nyawa dia akan hilang saat ini juga,” pungkas Zein,tidak bermain-main dengan kalimatnya.

Valen terdiam, dan langsung beralih pada Tasya, “Ayo cepat pakai kembali pakaianmu, dan ikut dengan saya pulang,” lirih Valen pulang, dengan rasa khawatir di hatinya jika Zein akan bertindak nekat.

Setelah Tasya kembali mengenakan pakaiannya, Valen menatap Zein dengan tajam lalu beralih menatap Dara yang berada di belakang Zein. “Ayo, Tasya,” ajaknya pada Tasya, dan segera melangkahkan kakinya pergi.

Selepas kepergian Valen dan Tasya, Zein terjatuh berlutut di kaki Dara, “Sayang,” lirihnya lembut, perlahan menyentuh tangan Dara.

Namun secepat mungkin Dara menepisnya, “Jangan sentuh aku menggunakan tanganmu yang menjijikkan itu,” ketus Dara, tetapi tidak ditanggapi oleh Zein.

Dia semakin menggengam tangan Dara dengan sangat kuat. “Aku bilang, lepasin. Aku nggak sudi berhubungan sama pria pengkhianat seperti kamu,” cerca Dara penuh dengan emosi.

Zein menggelengkan kepalanya kuat, memeluk tubuh pinggang Dara,seperti balita yang takut kehilangan ibunya.

“Sayang, maafin aku, semua ini di luar kendaliku, Sayang. Tadi aku mabuk dan--,”

“Dan apa? Apa jika kamu mabuk, kamu akan selalu mengkhianati aku seperti ini? Iya?” teriak Dara.

“Bukan begitu, Sayang. Please, dengarin aku dulu,” sahut Zein merasa frustasi dengan keadaan.

Dara terdiam menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh Zein. “Sayang, aku sama sekali tidak ada niat untuk menyakiti kamu, tapi aku sadar bahwa aku sudah melakukan kesalahan, dan ini sangat-sangat melukai hati kamu, tapi tidakkah kamu ingat, jika kita sama-sama mencintai.”

“Cinta,” sahut Dara dengan senyum sinisnya.

“Iya, cinta. Maafkan aku, Sayang. Aku janji tidak akan pernah melakukan kesalahan ini lagi, please,” mohonnya untuk mendapatkan sebuah kesempatan kedua.

Dara menggelengkan kepalanya kuat. “Kalau kamu cinta, kamu nggak akan mengkhianati aku, Zein, hiskk,,hiskk, kamu tidak mencintaiku, hiskk,hiskk jahat kamu Zein, kamu jahat sama aku,” tangis Dara yang terdengar sangat payuh.

Dia merasakan sesak di dadanya melihat pengkhianatan kekasihnya yang sangat dia cintai tepat berada di hadapannya, “Zein, benar kata Bunda kamu tadi, aku tidak pantas bersamamu Zein, please, aku tidak bisa hidup bersama dengan pria yang menyakiti aku, ini terlalu sakit buat aku,” balas Dara menolak memberikan kesempatan kedua untuk kekasihnya.

“Sayang please, aku memohon, kamu bisa melakukan apapun, kamu bisa pukul bahkan bunuh aku, tapi jangan tinggalin aku, Sayang, please, Dara, aku janji akan memperbaiki semuanya.” Zein benar-benar memohon pada Dara, menghilangkan semua harga dirinya demi mendapatkan sebuah kesemptaan kedua.

“Aku jijik denganmu Zein, aku jijik mengingat kamu yang sudah memakai wanita lain selain aku, aku merasa mau muntah mengingatnya, aku tidak mau,” tolaknya mentah-mentah.

Mendengar penolakaan itu Zein seketika emosi. “Jika begitu kamu memang harus hamil, Dara. Aku tidak ingin kamu tinggalkan, maka kamu harus mengandung buah cinta kita,” yakinnya langsung berdiri dan menindih tubuh Dara.

“Mau apa kamu, pinggir dari tubuhku!” bentak Dara yang meronta di bawah tubuh Zein. “Jika kamu merasa bahwa aku bekas wanita lain, maka hilangkan bekas itu segera agar kamu tidak jijik lagi padaku,” lirihnya pelan, lalu memaksa Dara untuk mau melayaninya.

Awalnya Dara menolak, namun Zein tidak memedulikannya, hingga keduanya sama-sama saling menikmati. Hingga mereka melakukannya berulang-ulang, sampai Zein merasa bahwa bekas hubungannya dengan Tasya tadi menghilang.

Dara mengatur napasnya yang kelelahan bercampur emosi yang masih tersisa. “Meskipun kamu menolak untuk memberikanku kesempatan, tetapi kamu tidak mempunyai pilihan selain memberikan kesempataan itu, kita akan menikah di akhir bulan Dara, persiapkan diri kamu,” ungkap Zein, sambil memeluk tubuh Dara yang polos itu dengan erat.

Dara hanya terdiam dan merasa enggan untuk menyahuti Zein, karena jujur di dalam hatinya masih terasa sangat sakit, bahkan dia kembali menangis mengingat pengkhiantaan yang dilakukan oleh Zein hari ini.

“Sayang, aku minta maaf, jika aku sudah membuatmu terluka dan menangis, aku tidak masalah jika kamu mau marah, kamu mau benci sama aku tidak apa, tapi aku hanya tidak mau kamu menyelesaikan hubungan kita, dan pergi meninggalkanku, Dara, maafkan aku,” pinta Zein dengan tulus, bahkan sekuat-kuatnya dia, kali ini dia menangis memohon sambil terus memeluk Dara dengan erat.

Dara bisa merasakan air mata Zein yang jatuh di punggungnya, namun dia masih enggan menyahuti Zein, dia masih butuh waktu untuk menerima semuanya.

“Sayang, kamu mau memaafkanku, kan?” tanya Zein lagi di sela tangisnya.

“Zein menangis, ya Tuhan, apa ini? Kenapa rasanya sakit sekali ? Kenapa harus berkhianat?" batinya yang tidak kuat untuk terus menerus seperti ini.

Merasa tidak mendapatkan jawaban apa- apa dari Dara, Zein memilih untuk diam dan terus menyesali perbuatannya. Dia sangat paham apa yang dirasakan oleh Dara. Dan tidak mungkin kekasihnya ini mau memaafkannya begitu saja.

“Aku butuh waktu, Zein,” ucap Dara singkat, dan membuat Zein memilih untuk setuju dan memberikan Dara waktu sebentar untuk menerima penyesalannya.

“Aku menyesal, Dara, aku sangat menyesal, dan berjanji akan memperbaiki kesalahaan aku ini,” ucapnya lagi, sebelum akhirnya dia melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Dara sendiri.

“Seandainya aku bisa mendapatkan sebuah kesempatan, akan aku perbaiki kesalahan dan penyesalanku dari luka sebuah pengkhiantaan yang kuberikan. Mungkin kesalahan terbesarku adalah sudah menghancurkan dinding kepercayaanmu dan merusak kesempurnaan bahagiamu, tapi jika bisa, maafkanlah aku dan beri aku kesempatan kembali, sungguh aku sangat mencintaimu, Andara,” serunya pelan pada Dara yang masih terus menenggelamkan wajahnya di bantal.

Setelah itu barulah dia benar-benar pergi dari hadapan Dara, dan tak lupa mengunci pintu kamar agar kekasihnya itu tidak kabur.

**To Be Continue. *

hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.

Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎

*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭

Terima kasih🙏🏻🙏🏻

1
Sulastri
membaca kisah Zain kok ngenes aku ,susuwai judul sesakit ini ,aku ikut sakiiiit banget
Wandi Kurniawan
sedih bnggttt baca kisah yg sand ending terus😭😭😭 , otor nya keren😍
good
Cute Cute88
aku hanya tdk rela kenapa zein hrs meninggal. hiks hiks
kartini
bqru nemi ceritanya yang siudah baca saya mau tanya atau authornya tolong jawar apa zein meninggal gak bersatu dengan dara?tolong di kawab thor
Uciha Rere: Iya kak Zeinnya udah meninggal kak 🙏🏻😭
total 1 replies
zahra ou
sukses trs buat othor
zahra ou
cerita yg penuh dgn prjuangan n air mata
zahra ou
mumet aku. terlalu banyak konflik dgn visual yg berbeda2. fokus utama sbenernya nih crita konfliknya siapa sih. afwan thor. aq bner dbuat pusing ama alur yg plot nya luar biasahhhh
Ismei Dhamayanti
😭😭😭😭😭😭,,, mengalir sudah air mata ku membacanya,,,,
Ismei Dhamayanti
Meleleh air mata ku sama jingga 😭😭😭
Ismei Dhamayanti
Astaga sport jantung aq bacanya
Ismei Dhamayanti
Jrengg,,, jreng,,, jreng🎸🎸🎸
Ismei Dhamayanti
Daebakkk,,,,
Nadira Widy
entah kenapa aku malah lebih simpati kepada tasya,,zain dan dara terlalu egois,,,,cinta ya cinta saja tidak perlu memisahkan seorang anak dari ibunya,,,zain dan dara bisa buat anak sediri sedangkan tasya dia hanya punya jingga,,tasya bahkan tidak mendapat kan kebahagiaan sedikit pun dan tidak ada satu orang pun yang peduli akan perasaannya,,dan semua penderitaan tasya berasal dari dara dan keluarga lesham
Nur wahyuni Wahyuni
Thor kisah orang tuanya kemana ya?
imam zulkifli
apakah ini ini lanjutan dari love my please my wife thor
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
👌👌👌👌👌
❄️ sin rui ❄️
di ending kita bisa lihat cinta siapa yg lebih besar ke zein, dara atau tasya
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Zein Alucas Maurice Di peran kan Oleh Gurmeet Choudry sedang kan Dara di perankan oleh Helly shah
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Zein Alucas Maurice Di peran kan Oleh Gurmeet Choudry Sedangkan Andara Queenzia Di peran Hellyshah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!