Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL 2 - Grateful!
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini
👇👇
0.*.*.*.0
Stefano merasakan sakit luar biasa pada dada kanan dan bahu kirinya. Dia terjatuh dari kapal pesiar dengan mata tertutup rapat. Ia menghalau luka Dnegan mata tertutup rapat. Stefano pasrah jika memang ini adalah akhir, tetapi maaf tidak semudah itu.
"Queen, aku sangat mencintaimu. Yakinlah aku akan kembali walau itu lama," gumam Stefano.
Byur
Stefano terjatuh di lautan kelam yang pastinya menelan tubuh. Air dingin menyelimuti tubuh kekarnya. Dia semakin tenggelam tanpa mau berenang ke atas. Tubuh penuh darah terasa kebas, apa lagi tidak ada niat untuk bangkit.
Mata Stefano terbuka dan lihat pancaran matanya begitu menakutkan. Dia menyeringai iblis menatap atas. Sepertinya si J itu bodoh tidak punya otak sampai tidak menyadari konspirasi.
Stefano memang sengaja menjatuhkan diri ke air laut. Dia membuat konspirasi agar J terkecoh bahwa ia mati. Senyum iblis menguar mengerikan ketika rencana licik berhasil.
Baginya luka tembakan ini tidak ada artinya. Stefano langsung membalik posisi menjadi tengkurap. Dia berenang meninggalkan tempat kejadian. Lalu untuk Kevin dan Vernon pasti anak itu mengamuk melihat dia jatuh di lautan lepas.
Walau rasanya begitu ngilu tetapi tidak masalah. Stefano berenang tanpa di ketahui oleh para musuh. Dia tidak habis pikir ternyata J begitu bidoh di kibuli.
"Aku akan membalas luka tembakan ini. Lalu kamu juga harus membayar amarahku karena telah membakar 3 Mafioso kebanggaanku. Terakhir kamu akan menerima kematian begitu sadis karena telah melukai dua Adikku. Br*ngs*k tidak berguna, mati saja!"
Jika kalian ingin tahu Stefano adalah perenang terbaik bahkan mampu berenang berjam-jam di danau. Pernah suatu ketika ingin melatih diri jika ada mara bahaya di kapal dengan berlatih keras. Maka akan memutuskan berenang di dalam air tanpa peduli lelah. Mereka para Mafia terlatih dengan kemampuan tidak main-main.
Lain sisi Kevin dan Vernon begitu marah sampai dengan sadis menghentak tangan sekuat tenaga sampai rantai terputus. Mereka mengambil senapan mesin dan hal mengerikan terjadi.
Kevin dan Vernon menembaki mereka tanpa ampun. Bersyukur saja tidak ada penjagaan untuk mereka. Dengan cepat mereka membunuh semua penghuni kapal. Walau ada perlawanan Kevin dan Vernon ahli dalam memainkan taktik menghindari serangan.
Kevin menembak bom berskala besar membuat ledalah begitu menakutkan. Dia meraih tangan Vernon untuk terjun ke laut. Tanpa babibu keduanya terjun ke laut lepas. Mereka bersumpah akan membunuh J.
Berani sekali membunuh Stefano di depan mata. Nyawa di balas nyawa. Kevin dan Vernon akan membumi hanguskan bisnis dan segala tentang J. Vernon tadi juga sudah membalas dengan keji menembak orang yang tega menembak Stefano. Sementara Kevin dalam mode bahaya tidak akan pernah mengampuni J.
Kevin dan Vernon berenang cepat untuk menggapai tepian. Tekad kuat membuat mereka nekad mencari jasad Stefano di bantu para Mafia pilihan mereka. Sebelum menyelam mereka menggunakan alat-alat diving.
Mereka terus mencari Stefano tanpa tahu yang di cari sudah sampai tepian. Mereka berjam-jam menyusuri dasar lautan agar bertamu Stefano. Karena lelah akhirnya memutuskan kembali ke permukaan laut.
Kapal pesiar mewah milik Kevin telah menanti. Mereka yang mencari Stefano memilih istirahat dulu. Mereka ganti di kabin dan istirahat sebelum melakukan pencarian.
Dokter datang mengobati luka Kevin dan Vernon, tetapi dua pria tangguh ini menolak keras. Mereka tidak mau di rawat sebelum Stefano di temukan.
Kalian juga kena tipu Stefano yang licik. Tahukah bahwasanya Kakak kalian sudah berada di dalam taxi siap pulang. Sementara Kevin dan Vernon tetap kukuh mau mencari orang licik itu.
0.*.*.*.0
Queenaia tidak tidur semalam suntuk. Sudah jam 8 pagi tetapi, Stefano tidak kunjung datang. Apa benar semalam adalah akhir dari segalanya?
Air mata terus berlinang tanpa mau berhenti. Queenaia bersandar dengan pandangan kosong. Dia meringkuk di sofa ruang tamu seolah menunggu pintu terbuka.
Hati wanita bak boneka ini tambah kalut memikirkan Stefano. Apa Suaminya baik-baik saja di luar sana? Queenaia tidak mampu menahan diri untuk meraung meminta pada Tuhan agar Stefano pulang hari ini.
Klise memori saat Stefano mengatakan jika dia tidak pulang hari ini maka kematian menyertai. Apa Queenaia siap kehilangan Stefano? Jawabannya tidak, pasalnya pria itu adalah orang yang sangat dicintai. Queenaia lebih baik menderita asal melihat Stefano dari pada tenang tanpa ada Suaminya.
di tempat lain Stefano memakai kaca mata hitam dengan topi menutupi sebagian wajah. Long coat warna hitam membungkus tubuhnya yang terluka.
Para penjaga apartemen menyengit melihat pria serba hitam itu. Siapa pria misterius itu? Apa seorang Mafia? Tetapi, bukan karena orang itu tampak biasa saja
Stefano membuka pintu rumah dengan santai. Setelah masuk dia buang topi dan kaca mata tanpa peduli harganya. Dirinya merenggangkan tubuh akibat rasa nyeri.
Queenaia langsung bangkit untuk melihat siapa yang datang. Matanya berkaca melihat Stefano telah pulang dengan selamat. Sontak dia berlari menghampiri Stefano untuk merengkuh erat. Saat dalam dekayerat ia merasa ada yang janggal pada Suaminya. Tunggu kenapa Queenaia mencium bau anyir?
Stefano terdiam ketika Queenaia merengkuh erat. Dia sedikit meringis merasakan kepala Queenaia menekan erat bahunya yang tertembak. Apa lagi dada kanannya juga semakin ngilu.
Queenaia langsung melepas pelukannya lalu mencopot coat panjang Stefano. Dia buka kemeja Suaminya dan alangkah terkejut melihat luka di dada dan bahu kiri Stefano. Tubuhnya bergetar menatap luka Suaminya masih terbuka.
"Aku kena tembak, rasanya biasa. Ayo obati aku dan jangan khawatir, pasalnya aku tidak mudah di bunuh. Luka begini sudah biasa untuk, Stefano. Maaf karena aku kembali itu artinya penderitaan kamu berlanjut."
Stefano menggenggam tangan mungil Queenaia menuju dapur. Karena kotak P3k ada di sana. Sejatinya tadi timah panas yang bersarang sudah di keluarkan.
Queenaia terdiam tidak ingin menjawab. Dia sudah sangat bersyukur Tuhan mengabulkan doanya. Tidak apa asal Stefano sudah ada di depanya. Maka penderitaan akan dia terima dengan lapang dada. Rasa khawatir menyerukan melihat dada kanan dan bahu kiri Stefano berlubang.
"Aku tidak di ajarkan untuk jadi pecundang. Luka seperti ini sudah biasa. Kamu bisa memperban lukaku. Kenapa diam saja? Ayo cepat lakukan!"
"Aku tahu kamu sangat kuat, tetapi bisakah kamu pahami luka yang kamu derita? Luka ini begitu dalam, kenapa tidak mengeluh? Aku bisa membalut luka ini, tetapi aku tidak bisa membalut luka hatiku."
Stefano mengusap pipi gembil Queenaia yang penuh air mata. Dia tahu Istrinya begitu takut kehilangan. Andai saja Queenaia tahu betapa Stefano sangat cinta padanya.
Queenaia terus mengobati luka Stefano. Setelah selesai dia menunduk dalam menyembunyikan wajah yang penuh air mata. Tubuh mungilnya menggigil ketakutan mengingat Stefano dalam bahaya. Dia begitu panik sampai lupa pada kondisinya.
Stefano membawa Queenaia dalam dekapan. Dia ciumi puncak kepala Istrinya agar lekas tenag. Semua akan berakhir manis karena Stefano ikhlas mati di tangan Queenaia. Bagi Stefano Istrinya adalah kekuatan. Wanita ini akan menjadi pelita hidup Stefano di kala redup.
Hanya Queenaia yang berhak atas nyawa Stefano. Makanya dia akan melawan muauh tanpa tergores.
"Lukaku tidak ada artinya dengan lukamu, Queen. Bukanya semua jelas bahwa aku kembali dalam keadaan terluka. Semua yang kuucapkan nyata, maka bersiaplah menerima sakit lagi. Kamu tahu menyakitimu adalah sesuatu paling menyedihkan. Aku sangat mencintaimu, sangat cinta. Tetapi, dendamku lebih besar. Kamu harus menjadi purnama yang tanggunh. Jangan diam saat aku tindas karena jika kamu diam kehancuran akan menghantam raga kita. Lihat aku sangat mencintaimu, walau itu menyakitkan."
Stefano menyatukan kening mereka. Dan cium bibir penuh Queenaia di iringi irama teratur. Dia tidak ingin Queenaia tersakiti akibat ciumannya.
Queenaia mengalungkan tangan di leher kokoh Suaminya. Dia membalas ciuman Stefano tidak kalah intens. Dadanya sesak mendengar semua perkataan Queenaia.
Cinta mereka sangatlah tulus, tetapi terhalang dendam. Mereka akan bersatu selamanya sampai ajal menjemput. Hati Queenaia begitu pilu memikirkan tentang Stefano. Ungkapkan cinta, perhatian dan semua itu terasa nyata.
Stefano menyudahi ciuman panas mereka. Dia merebahkan diri di sofa lalu menarik Queenaia pelan. Tangan kekarnya terus mengusap punggung Istrinya tanpa mau melepas.
"Kenapa harus begini, Stef? Tolong katakan padaku apa alasan dendam itu pada keluargaku? Aku tersiksa tanpa tahu cara bertahan, Stef. Aku sangat mencintaimu sepenuh hati. Tetapi, juga sangat beci karena kamu begitu jahat. Tolong jangan sembunyikan apa pun dari ku. Stef, lukaku memang sangat besar, tetapi aku kuat bertahan. Aku kuat jika kamu kembali menghancurkan hati."
Queenaia semakin erat menyamankan diri berada di atas Stefano. Dia bahkan tidak sungkan semakin menempelkan dadanya. Bisakah dia tahu rahasia Stefano walau sulit?
"Aku belum bisa katakan semua rahasia itu. Maka sinar sang surya kembali bersinar terang untuk rembulan. Jangan takut karena aku akan selalu ada di dekatmu. Mulai sekarang ayo kita baikan tanpa dendam. Hanya ada cinta kita dengan sejuta kebahagiaan. Mari buka lembaran baru hanya ada kamu dan aku untuk selamanya. Tidak ada dendam karena itu terhapus. Kita akan bersama dalam kebahagiaan ini. Maukah kamu menjadi rekan, teman, sahabat dan pemilik hati?"
Stefano akan melindungi Queenaia dari amukan keluarganya. Tidak masalah asal cintanya tetap berlayar. Untuk Evceen ia akan mengatakan bahwa Queenaia lebih berarti.
Semoga saja ini menjadi awal baru walau kedepanya tidak semanis ekspetasi. Tidak apa hanya sementara asalkan mereka bersama selamanya. Dia sangat bahagia akhirnya bisa bersama Queenaia tanpa beban.
Queenaia sangat terharu mendengar penuturan Stefano. Dia menangis tersedu karena sangat bahagia. Dia semakin erat mendekap Stefano dengan derai air mata.
"Aku mau, Stef."
Hanya tiga kata mejawab perkataan Stefano. Tetapi, itu cukup untuk menggambarkan betapa bahagia Queenaia. Dia sangat senang akhirnya bisa meraih kembali kebahagiaan.
Stefano tersenyum penuh hingga lesung pipi yang di warisi dari Ibunya membentuk manis. Dia sangat bahagia sampai tidak ada kata yang mampu menjabarkan segalanya.
"Queen, aku sangat bahagia."
"Aku juga sangat bahagia, Stef."
"Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama. Bahkan kita sudah pisah ranjang maka dari itu mau kembali tidur bersamaku? Ayo kita bercinta, aku rindu," bisik Stefano tanpa ada sensor.
Queenaia hanya mengaguk malu-malu tetapi mau. Wajahnya merona parah gara-gara ajakan hubungan intim. Dia tidak mampu menolak karena sangat rindu belaian Suaminya. Stefano berhasil membuat Queenaia tidak mampu berbuat apa-apa akan pesona. Maka yang bisa ia lakukan hanya menerima setiap tindakan sang Suami.
Stefano menggendong Queenaia menuju kamar. Mungkin saja malam ini akan jadi saksi bisu percintaan kembali. Namun, apa daya ini hanya manipulasi agr Istrinya tetap tajam. Dosa rasanya menyakiti wanitanya berulang kali. Hanya saja inilah misi harus terselesaikan. Mau tidak mau Stefano harus melakukan itu terhadap Queenaia.
0.*.*.*.*.0
Maaf ya baru bisa update Krena kemarin ko berat.
Maaf banget ini novel anti-mainstream.
Romance sedikit di dominasi dark, pembunuhan dan Action.
Jika mencari novel romance bisa balik ke mana saja.
Ingat ini novel ini Dark Romance!
sukses
semngt
mksh
keren