CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA, MAAF BILA ADA KESALAHAN WAKTU DAN TEMPAT.
Sequel dari DUKU MATENG
Latar tempat: Kashmir, India
Jakarta, Indonesia
Kecelekaan tragis yang menimpanya bersama Sang Suami tepat di hari pernikahan mereka, membuat statusnya sebagai istri berakhir.
Semua orang menyalahkannya, menganggapnya sebagai wanita pembawa sial. Dia di asingkan jauh oleh keluarganya, karena dianggap aib.
Semua warna yang ada didalam hidupnya sirna, berganti dengan Saree putih yang abadi. Sindur yang di dahinya ikut menghilang.
Tidak akan ada lagi pria yang mau menikahinya, sekalipun dirinya berstatus sebagai Janda Perawan.
Lalu apa yang akan terjadi, saat ada seorang pria datang dan menentang semua tradisi itu?
'PADA AKHIRNYA, HATIMU AKAN DI SEMBUHKAN OLEH SESEORANG YANG MEMILIHMU DALAM KONDISI APA PUN'
[NADARA NIKAM]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keyakinan Hati
Langit mulai menguning, sang surya perlahan mulai turun ke peraduannya. Suara burung senja yang hendak kembali pulang terdengar begitu merdu, semilir angin berhembus pelan- menyibakan beberapa anak rambut Aryan yang sudah memanjang.
Saat ini Sang Prince tengah mengawasi Rama yang tengah mengarahkan beberapa pegawai pria untuk lembur. Tidak hanya para pekerja pria, wanita pun sama- terutama para pekerja yang tidak memiliki kesibukan di rumah.
Sayangnya Salima tidak bisa lembur, dia bahkan memohon pada Rama dan Aryan agar tidak memasukan namanya. Salima khawatir pada Raviq yang sendirian di rumah, dan akhirnya tugas Salima diambil alih oleh Nadara. Yang artinya Nadara akan bekerja di dua tempat berbeda malam ini, di area perkebunan pisang dan area perkebunan sayur.
"Kalian sudah paham?" Rama kembali menginstruksi.
"Paham!"
"Bagus, jadi malam ini kita akan bekerja sampai semua buah pisang dan sayur terangkut. Karena kalau menunggu sampai besok, sayur itu tidak akan segar lagi, mohon kerja samanya. Tenang saja, boss besar akan membayar lembur kalian dengan sepadan!" tegasnya lagi.
Rama melirik kecil pada Aryan, kedua pria itu saling berbicara lewat tatapan. Aryan menatap satu persatu para pekerjanya, hingga kedua matanya berhenti pada satu titik dimana Nadara berada.
Disaat para rekannya berbisik membicarakan tentang bayaran mereka, Nadara justru sibuk dengan saree putih yang dia pakai. Wanita itu membelitkannya berkali kali, agar tidak menjuntai panjang hingga menghalangi pergerakannya.
"Baiklah, selepas sholat magrib kita mulai bekerja! sekarang kalian bisa menikmati makan malam terlebih dahulu!" kali ini Aryan ikut andil, pria itu menunjuk ke arah meja- disana sudah tersedia begitu banyak makanan.
Aryan sengaja menyiapkan untuk pekerjanya yang lembur, dan untuk dirinya serta Rama juga tentunya.
Aryan memperhatikan sekitar, malam mulai larut- kumandang adzan di lembah Kashmir mulai terdengar. Sang Prince melangkah pergi menyusuri remang malam menggunakan senter ponselnya. Aryan berjalan menuju sungai kecil dan jernih yang tidak jauh dari camp perkebunan untuk mengambil air wudhu.
Kepergian Aryan tidak lepas dari kedua mata Nadara. Wanita yang tengah duduk diatas batu itu terus saja memperhatikan kemana Aryan pergi. Bahkan Nadara terlihat bangkit, kala melihat Aryan berjalan menuju sungai.
"Mau kemana dia?" Nadara bergumam pelan.
Wanita itu melangkah perlahan, cahaya lampu emergency yang menerangi- hanya mampu menerangi area camp, tidak sampai ke arah sungai. Namun cahaya dari senter ponsel yang Aryan bawa, membuat Nadara tahu apa yang sedang Aryan lakukan saat ini.
Pria itu menggulung lengan kemejanya hingga siku, karena kaos yang tadi siang dia pakai sudah Aryan lepas. Perlahan Aryan membasahi wajahnya, berwudhu sebelum dia melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam.
Nadara yang melihat itu tertanam di tempat, kedua tangannya mencengkram erat saree yang dia pakai. Kedua matanya menatap tidak berkedip pada Aryan, pria yang pernah mengatakan hal bodoh padanya.
'Aku akan membuang nama Nikam dari belakang nama mu, dan menggantikannya dengan nama Dewangga!'
Nadara menghela napasnya kasar, perlahan senyuman mirisnya terbit. Kedua matanya menatap sendu pada punggung lebar dan kekar Aryan. Ucapan Aryan selalu terngiang di kepalanya, terdengar begitu serius namun sangat tidak mungkin.
Bukan hanya tradisi yang memisahkan mereka, tapi Tuhan ikut andil di dalamnya. Mungkin mereka mampu menentang tradisi, namun apakah mereka mampu untuk menentang Tuhan.
Nadara Hindu, sementara Aryan Islam!
"Aku yakin kau akan menemukan wanita yang baik, Tuan Aryan." lirihnya.
Nadara berbalik, wajah sayu serta sendunya dia sembunyikan. Wanita itu menunduk, berjalan pelan kembali ke area camp- meninggalkan Aryan yang terlihat tengah menatap ke arahnya.
Kedua mata pria itu sama sendunya, bahkan Aryan terlihat mengalihkan tatapannya ke arah lain- saat melihat Nadara mulai pergi menjauh.
"Aku yakin, kalau aku bisa dapetin kamu Nadara. Jangan panggil aku keturunan Duren Sawit, kalau sampai aku enggak bisa takhlukin hati kamu dan Tuhan!" gumamnya penuh keyakinan.
PELEPET TEROOOSS 😂😂
HOLLA MET SIANG EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE
akhirnya ada muka2 opa korea 😍😍😍
keluarga besar, jadi rumah harus besar, nampung banyak 🤭
nanti malah kena omel ya Ram 🤭🤣
dasar para manusia lucknut
pakai batubara sekalian aja lah