Alretta Gabriella Louse seorang gadis remaja berusia 16 tahun.
Afriel Agatha Manthorous seorang CEO muda sukses berusia 26 tahun.
Mereka dipertemukan karena hal sepele yang tidak begitu penting namun setelahnya membuat mereka saling terikat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Haii readers kita lanjut part berikutnya ya semoga kalian sukaa 🤗 oh iya jangan lupa vote, komen dan like nya ya.. 😇
Maaf kalo ada typo-typo nya😌
Love you all 😘
Happy reading ❤️
###
"Baiklah siapa nama nona?" ucap resepsionis itu.
"Alretta" jawab alretta singkat.
Setelah itu, resepsionis tadi menelpon seseorang entah siapa itu lalu berbincang agak lama.
"Silahkan nona tunggu saja di ruangan nya, bapak sedang ada meeting siang ini" ucap resepsionis itu.
"Baiklah terimakasih" ucap alretta sopan sembari tersenyum manis yang juga di balas senyuman oleh resepsionis itu.
Alretta tak segan menggunakan lift khusus CEO pasal nya tidak ada orang yang berani menggunakan lift itu terkecuali para j*lang yang selalu menggoda bos nya.
Semua mata tertuju pada alretta dengan tatapan tak percaya juga ada sebagian orang yang menggunjing kan nya.
Apa mungkin dia j*lang nya juga?
Apa selera bos sudah berubah?
Siapa gadis itu?
Berani sekali dia
Ya kira kira begitu lah bisik bisik para netizen tapi alretta tak menggubris nya, meskipun dalam hati nya sudah memanas karena mendengar ucapan para karyawan suami nya itu.
Sesampai nya di ruangan CEO, alretta langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena ia tahu suami nya tidak ada di dalam.
Alretta melangkah kan kaki nya menuju meja kerja suami nya. Setelah sampai ia terkejut karena tidak menyangka bahwa di meja kerja suami nya ada foto diri nya.
Tak urung juga alretta mengembangkan senyum nya, tidak berapa lama pintu pun terbuka. Afriel melihat alretta sedang memegang figura yang berisikan foto alretta yang sengaja ia ambil saat mereka sedang berbulan madu beberapa bulan lalu.
"Sayang.. Kau kesini?" ucap afriel membuyarkan aktivitas alretta.
"Ah.. Mas sudah selesai meeting nya?" ucap alretta lalu menghampiri afriel.
"Ini aku bawakan makan siang mas" tambah alretta sembari menyerahkan masakan nya.
"Makasih sayang.. Oh kenapa kau sudah pulang? Bukan kah ini masih siang? Biasa nya kau pulang sore" ucap afriel yang heran karena tidak biasa nya alretta pulang siang.
"Di sekolah ada rapat dadakan jadi semua di pulang kan" jelas alretta.
Setelah berbincang alretta pun menemani afriel menyelesaikan pekerjaan nya, ia juga tak lupa menyuapi suaminya itu dengan camilan yang ia bawa.
Tok.. Tok... Tok...
Ketukan itu membuat alretta berhenti menyuapi afriel dan memandang afriel dengan penuh tanya.
Yang di pandang hanya mengedik kan bahu nya lalu menyahut.
"Masuk" ucap afriel dingin dengan masih membiarkan alretta duduk di samping nya.
"Permisi pak" ucap orang itu lalu masuk dan menghadap pada afriel.
"Duduk" ucap afriel tanpa menoleh.
"Ini pak saya di suruh memberikan laporan keuangan bulan ini" ucap orang itu yang kemudian di sambut oleh afriel.
"Siapa kamu?" tanya afriel pada orang itu.
"Saya darren pak, karyawan magang" jawab orang itu.
Afriel tak menjawab lagi, ia terus berkutat dengan dokumen laporan itu sesekali dia menautkan alis nya heran, ia merasa ada kejanggalan dalam laporan itu.
"Siapa yang membuat laporan ini?" tanya afriel serius.
"Pak hadi yang membuat nya pak" ucap orang itu.
"Suruh dia menghadap saya dan kamu boleh keluar sekarang" ucap afriel dingin dan tegas membuat orang yang mendengar nya akan bergidik ngeri.
"Kenapa mas?" tanya alretta heran.
"Tidak ada sayang, kau ingin pulang sekarang atau menunggu mas?" tanya afriel mengalihkan pembicaraan.
"Aku menunggu mas saja lagian di rumah juga sepi" kata alretta sembari cemberut.
"Baiklah" jawab afriel sembari tersenyum hangat.
Tak lama setelah itu ketukan pintu pun membuat afriel menoleh kan pandangan nya ke arah sumber suara.
"Masuk" ucap afriel dingin.
"Permisi pak" ucap seorang karyawan yang alretta tidak ketahui nama nya.
"Duduk" suruh afriel lalu menatap tajam karyawan itu.
"Kamu yang membuat laporan ini?" ucap afriel seolah menusuk permukaan kulit saking tajam nya nada bicara nya.
"Be.. Benar pak, a.. Ada apa pak?" ucap karyawan itu tergagap.
"Ini apa!" ucap afriel menunjuk dokumen yang sudah di baca nya tadi.
"Itu pengeluaran bulan ini pak" ucap orang itu.
"Saya tau! Lihat itu, kenapa pengeluaran bulan ini begitu besar! Apa kau ingin menipu ku" bentak afriel masih di hadapan alretta.
Cukup lama afriel mengintrogasi karyawan nya itu hingga pada akhirnya karyawan itu mengakui semua nya dan membuat afriel geram karena tidak mungkin juga dia akan melepaskan orang yang telah menemani nya.
"Sudahlah sana pergi!" usir afriel pada karyawan itu.
Alretta yang melihat suami nya sudah tersulut emosi, mencoba menenangkan nya namun tak afriel gubris, afriel malah menyuruh alretta pulang duluan.
"Kau pulang saja terlebih dahulu, banyak urusan yang harus ku urus di sini" ucap afriel dingin. Karena alretta tak mau menjadi sasaran emosi suami nya, ia pun pergi dari hadapan afriel tanpa berbicara sedikit pun.
-see you next bab 🤗
Stay tune terus ya guys, thankU buat semua nya yang udah setia nungguin aku up.. 🤗❤️
Tinggalkan jejak kalian di komen, like dan vote nya ya... Love you all ❤️