NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru

Di Ujung Peluru

Status: tamat
Genre:Romantis / Fiksi Modern / Cinta pada Pandangan Pertama / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Beberapa bab akan mengandung konflik keras. Tidak diperkenankan berkomentar buruk dan sok tau sebelum membaca sampai bab terakhir. Yang tidak kuat harap SKIP.

Bukan aku tidak mencintai gadis impianku, Bukan tidak menyayangimu. Aku menjaga dirimu dan kehormatanmu. Memilihku adalah pilihan berat untukmu, Jika kamu sabar..tunggulah aku. Kulindungi wanita pilihanku, Karena aku mencintaimu selalu walau Nyawa ada di ujung peluru.

Aku Ardian Putranto, Lettu Ardi.. memilihmu dalam hatiku Adinda ku...

Bersama kisah Lettu Rama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Kulakukan apapun

Adinda sedang membersihkan kamar mandi belakang. Ia merasa lelah tapi tidak berani menolak keinginan ibu mertuanya.

Vania dan Bu Nuri sedari tadi hanya bercanda menyuruh Adinda melakukan ini dan itu, sedangkan Ardi ikut bapaknya mengambil ikan di empang.

"Dinda, jangan lambat kamu. Jangan mentang-mentang Ardi suka padamu terus kamu mau seenaknya" kata Bu Nuri memberi tumpukan pakaian kotor di hadapan Dinda.

"Iya ibu" Dinda mengerjakan seluruh pekerjaan itu tanpa mengeluh. Hingga saat ia menjemur pakaian. Kepalanya terasa sangat pusing, mual yang sempat ia tahan akhirnya pun tak bisa ia tahan.

Ardi pulang melihat istrinya sedang muntah di wastafel dekat tempat ia menjemur pakaian. Ibu dan Vania hanya cuek saja tanpa ada rasa belas kasihan dan perhatian sama sekali.

Ardi meletakan ember berisi ikan yang ia bawa. Lalu segera menolong istrinya, di pijatnya dengan lembut tengkuk Dinda, betapa kasihan ia melihat istrinya itu merasa tidak nyaman.

"Maafkan Abang ya. Abang mengajakmu jalan-jalan biar bisa menghiburmu, malah sekarang Abang jadi menyusahkan mu"

Adinda hanya menutup bibir Ardi dengan tangannya agar suaminya tidak bicara apapun lagi.

"Heh, buatkan aku minuman. Aku haus sekali!" perintah Vania dari dalam rumah.

Ardi geram sekali mendengar istrinya di perlakukan layaknya pembantu seperti itu.

"Kalau tanganmu tidak bermasalah, lebih baik kamu buat sendiri" tegur Ardi.

"Mas Ardi" senyum Vania terkembang, ia langsung bangkit dan memeluk Ardi tanpa memperhatikan perasaan Adinda.

"Lepas!!" perintah Ardi.

"Nggak mau" tolak Vania.

"Tolong hargai istri saya" ucapnya tegas. Vania terpaksa melepaskan pelukannya.

Adinda yang sudah tidak bisa menahan rasa lelahnya langsung pingsan.

"Dek.. sayang" Ardi panik langsung mengangkat Adinda ke dalam kamar.

"Dasar lemah, pemalas, pintar drama" kesal Bu Nuri.

"Iya, baru juga membersihkan kamar mandi, mencuci, menjemur dan memasak, sudah langsung tepar" gerutu Vania yang sebenarnya mencari pembenaran ucapannya.

"Apa????? Kalian menyuruhnya bekerja seperti itu??? Sebanyak itu????" kesal Ardi.

"Iya, itu khan sudah biasa. Dia lambat dan susah mengerjakan pekerjaan ringan itu. Kamu tinggalkan saja dia. Dinda tidak pantas untuk kamu" kata ibu Nuri dengan sombong.

"Keterlaluan" kesal Ardi

"Vania yang pantas untuk kamu, Dinda tidak pantas sama sekali. Tinggalkan dia sekarang juga" perintah ibu Nuri.

"Tidak bisa Bu" kata Ardi.

"Kamu pilih Dinda atau ibu???" tegas Ardi.

"Tolong lah Bu, anak ibu ini mencintai wanita yang ibu benci ini. Aku nggak akan bisa memilih ibu ataupun Dinda. Kalau ibu memaksa untuk memilih, Aku nggak akan sanggup, ibu dan Dinda sama-sama wanita yang aku sayang. Dinda nggak punya siapa-siapa lagi dan dia nggak lagi drama Bu. Dinda pasti lelah dan banyak pikiran"

"Wanita sekarang pandai akting mas, jangan percaya" ketus Vania.

"Diam kamu Vania!!!!! Jangan sok tau tentang apapun yang terjadi dalam rumah tangga ku juga istriku" bentak Ardi kuat. Ibunya pun sampai kaget mendengar ketegasan putranya.

"Jangan sekeras itu dengan Vania nak. Dia gadis yang baik" tegur ibu Nuri.

"Apa ibu mau bilang Adinda ini bukan gadis yang baik?? Dia pilihanku Bu, Istriku, menantu ibu. Kalau ibu memaksaku berpisah dengan Adinda.. lebih baik aku mati saja. Nyawaku sekarang bukan hanya Dinda, tapi juga anak ku yang ada dalam rahim Dinda Bu dan ibu sudah memperlakukan Dinda seperti itu" jengkel sekali rasa hati Ardi saat ini namun tidak mungkin Ardi akan meluapkan amarahnya pada ibu yang melahirkannya.

"Ayah.. Ardi pamit mau membawa Dinda pergi. Dinda tidak akan tenang kalau lebih lama tinggal disini" Ardi membereskan cepat pakaiannya juga Dinda lalu memapah pelan tubuh Dinda keluar dari rumah orang tuanya.

"Kalau kamu keluar, ibu tidak akan memaafkanmu" kata Bu Nuri.

"Silahkan Bu, seorang suami juga akan di laknat jika menyia-nyiakan istri nya terlebih istrinya sedang hamil" ucap Ardi lalu menutup pintu mobilnya

-_-_-_-

"Bang..ayo kembali ke rumah ibu!!"

"Abang tau sifat ibu. Biarkan ibu berpikir dulu. Kamu juga harus rileks, jangan banyak pikiran" senyum Ardi menenangkan Adinda.

"Sekarang kita mau kemana bang?"

"Abang ada dua tempat yang bisa kamu pilih. Pertama.. hotel di daerah pegunungan yang dingin, Kedua di tempat si mbah di kaki gunung. Nah.. kamu mau yang mana?" tanya Ardi.

"Hotel boleh bang?"

"Boleh donk sayang..yuk kita kesana" senyum Ardi menenangkan Adinda.

-_-_-_-_-

Ardi dan Dinda sudah masuk ke dalam kamar. Saat itu juga Dinda merebahkan badan dan langsung tidur.

Ardi menghela napas. Ia melepas sepatu Dinda, lalu menaikan kakinya di ranjang, melepas jilbab istrinya.

"Maafin Abang ya, kamu pasti lelah sekali disana" Ardi memijat istrinya, sesekali tangannya mengusap rata perut istrinya.

"Yang ini sakit bang" Dinda mengigau manja menunjukan punggungnya yang mengkin terasa pegal. Ardi tersenyum melihat tingkah istrinya.

"Maaf Bu, Dinda salah Bu" katanya kembali mengigau.

"Abang tidak akan sia-siakan kamu. Abang sayang kamu. Sayang anak kita" gumamnya sendu.

.

.

1
Lalu Awan
tapi pada akhirnya bercerai juga😭
NaraY_Kamanatha: Nara juga punya cerita di akun lain ya kak.

silakan mampir jika berkenan.

Bojone_Batman 🙏
total 1 replies
Rusma Yulida
kalo dgn ardi secara tidak langsing udah jatuh talak juga
Zulinatul Hidayah
Buruk
Wan Trado
terlalu banyak drama yg berulang, cerita perangnya pudar padahal judulnya di ujung peluru
Wan Trado: ke siipp... kita nikmati aja yah sambil rebahan dan ngopi-ngopi 👍
total 2 replies
Wan Trado
baru calon suami dah punya calon anak 👍
Wan Trado
rumah dinas di komplek itu dempetan lho yaa, teriak teriak masalah sensitif begituu...!!
Wan Trado
pengen tau, jika anak dinda dg Rama nikah dengan anak Ardi dg vania itu halal ga sih.. secara sebelumnya Ardi dan dinda juga punya anak.. 🤔
Wan Trado
😅😂🤣🤦‍♂️
Wan Trado
iya iyaa iyaaa 😁
Wan Trado
semangat terus Nara 💪 high support to you..
Wan Trado
alhamdulillah lanjutkan... 🤣
Wan Trado
iya juga kita yg tidak teliti baca suratnya Rama, jelas indikasinya dia masih hidup.. hehe author mmg paling.. 👍
Wan Trado
becandanya ga lucu yaa, tau istrinya hamil dan kondisinya lemah kok dikerjain sihh
Wan Trado
salah satu tokoh utama dihilangkan, hmmm cukup bikin kaget tapi okelah antimainstream dan jadi penasaran.. 👍
Wan Trado
pada ibu yg mana di kakinya terletak surga buat anaknya...??
kalau ibu yg seperti ini, hanya ada neraka bagi kehidupan anaknya... 😡
Wan Trado
sudah sangat hebat ya jadi anak lurah itu... 😂😂
Nuraisyah
yg d sebelah Rinto dan Mey anak Rama dg Dinda juga kn yaa
Nuraisyah
bang Ardi anake 3 pembarep Kabeh,/Grin/
Nur Hafizah
Luar biasa
siccasiccasic
Bu Ardi seharusnya thor, bukan "mbak". Kalo istri tentara emang dipanggil ibu+nama suaminya dikalangan mereka.
siccasiccasic: Ya sama emak aku juga istri TNI kak, akupun anak TNI. Ya maaf kalo salah, karna sebanyak yg saya tau tiap batalyon manggilnya emang gitu, ibu+nama suami.
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!