Diva Anastasya, gadis yg berumur 19 tahun. Diva menyembunyikan identitasnya dikarenakan kejadian yg menimpanya saat Diva berumur 15 tahun.
Diva adalah gadis yg hebat. Diva ingin mencari tahu mengapa keluarganya dan keluarga sahabatnya bisa meninggal di tahun, bulan, dan hari yg sama. Dan kejadian yg menurutnya tidak masuk akal. Oleh sebab itulah, Diva menyembunyikan identitasnya yg asli.
Bisakah Diva mencari tahu semua itu dengan kemampuannya? Yuk ikuti kisah Diva.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIVA | 20 : BERHASIL
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
⚘⚘⚘
Sementara di ketiga sejoli tersebut..
Ria dihukum oleh dokter Rosetta untuk membersihkan kamar mandi dua minggu berturut-turut dan diberi pengurangan gaji. Kedua sahabatnya Ria juga begitu. Mereka harus membersihkan kamar mandi yang berbeda dan denda sebanyak dua juta.
Benar-benar hukuman ringan, namun hal tersebut tidak bagi Ria dan kedua sahabatnya. Bagi mereka bertiga, hukuman seperti ini berat sekali. Padahal dokter Rosetta memberi hukuman kepada mereka bertiga yang cukup ringan, tidak berat.
Sedangkan suster kemarin yang memberitahu kejadian sebenarnya kepada dokter Rosetta dan menolong ketiga sejoli tersebut di beri bonus oleh dokter Rosetta. Nasib suster tersebut sangat beruntung sekali.
Namun, tidak dengan nasib Ria dan kedua sahabatnya. Berani berbuat, maka berani bertanggung jawab. Jangan pernah lari dari tanggung jawab kalian.
“Cih.. gara-gara kamu, Ri. Aku dan Shita pun jadi korban.” gerutu Clara kesal.
“Iya tuh. Kamu juga Clar, ngapain langsung mau aja tadi?” gerutu Deshita kesal kepada Clara dan juga Ria. Kesal kepada Clara karena Clara mau membantu Ria untuk membujuknya, dan kesal kepada Ria karena membuat rencana kon yol seperti ini.
Clara pun hanya terdiam ketika mendengar gerutuan Deshita. Yang dikatakan Deshita benar, ia juga salah di kasus kali ini walau tidak sepenuhnya. Jadi, Clara tidak bisa menyalahkan sembarangan. Toh, dirinya juga salah sama seperti Ria.
“Huh?” gerutu Ria.
“Ayo! Kerjakan tugas kalian! Ke enam suster ini akan mengawasi kalian saat mengerjakan hukuman kalian. Saya pergi dulu!” seru dokter Rosetta lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari ketiga sejoli tersebut.
“A—apa? Enam suster?” ucap Ria terkejut sembari melihat ke-enam suster yang diperintahkan Dokter Rosetta sudah berdiri di hadapan mereka.
“Hai! Perkenalkan saya— ucap suster tersebut terpotong oleh Deshita.
“Tidak perlu memperkenalkan diri kepada kami! Kerjakan saja tugas yang diperintahkan dokter Rosetta kepada kalian,” tukas Deshita memotong ucapan suster tadi.
Mereka bertiga pun menjalani hukuman di kamar mandi dengan tempat yang berbeda. Tidak lupa dengan kedua suster yang mengawasi mereka per orangnya. Karena ketiga sejoli tersebut tiga orang, maka jika di total kan maka enam suster yang akan mengawasi mereka.
Tidak lupa dengan ucapan yang keluar dari mulut pedas ketiga sejoli tersebut. Namun, suster yang mengawasi mereka tetap bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun membuat ketiga sejoli tersebut kesal.
Namun, meskipun di hari mereka bertiga sangat kesal dengan suster tersebut, mereka tetap menjalankan hukuman mereka. Meski hati tidak suka.
Suster tersebut tetap mengawasi. Dua suster untuk satu orang. Satu suster mengawasi dengan jarak dekat, sedangkan satu suster lagi mengawasi dengan jarak yang agak lumayan jauh.
⚘⚘⚘
Sementara di Sya..
Sya meminta dokter Rosetta untuk menemani Eca sebentar karena Sya ingin ke perusahaan.
Sya segera pergi ke perusahaan. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Sya sampai di perusahaan milik mendiang papanya.
Sebenarnya, bisa saja sih Sya melaporkan kepada pihak kepolisian mengenai kasus racun tersebut dan Eca yang tiba-tiba kritis akibat racun yang sama di rumah sakit melati. Hanya saja, Sya tidak mau nanti tiba-tiba ketiga sejoli tersebut kembali berulah. Menurut Sya, perusahaan adalah tempat yang aman baginya untuk melakukan sesuatu.
Sya langsung menuju ke ruangan nya. Setelah beberapa langkah dan menggunakan lift agar cepat sampai, akhirnya Sya sampai di ruangan nya. Sya langsung membuka pintu dan ponselnya.
Sya duduk di kursi miliknya tersebut. Ruangan ini memang milik Sya. Karena dulu Sya sering main ke perusahaan, jadi mendiang papa Sya membuatkan ruangan khusus untuk Sya.
Sya mulai menghubungi pihak kepolisian dengan menggunakan ponselnya.
“Halo!” ucap Sya.
“Halo, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?” tanya polisi tersebut.
“Saya ingin membuat suatu laporan,” jawab Sya.
“Baiklah, laporan tentang apa?”
Sya mulai menjelaskan laporannya kepada polisi tersebut dengan lancar. Polisi tersebut paham dengan ucapan Sya.
Usai menghubungi pihak kepolisian, akhirnya Sya pun berhasil untuk mengajukan laporan kepada pihak kepolisian tanpa diganggu orang lain lagi.
Sya pun mulai mengingat sesuatu sembari mengetuk meja nya dengan pelan. Ia mulai mengingat apa yang belum ia kerjakan. Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Sya mengingat pekerjaan yang belum sama sekali ia lakukan karena saat itu ia tunda.
Ya, itu adalah data keuangan rumah sakit milik mendiang mamanya. Sya mulai mencari data keuangan tersebut di laci meja nya.
Akhirnya Sya menemukannya. Sya mulai melihat perselisihan dari bulan Januari dan bulan Februari yang belum ia pecahkan. Mengapa perselisihan nya bisa sejauh begitu? Pendapatan rumah sakit di bulan Januari sebanyak tiga puluh milyar. Sedangkan pendapatan rumah sakit di bulan Februari sebanyak sepuluh milyar. Dua puluh milyar nya kemana?
Sya merasa ada yang tidak beres dengan masalah ini. Sya menduga jika ada koruptor. Sya mulai mencari tahu itu semua dengan mengehack. Pastinya menggunakan kemampuan hacker Sya.
Setelah beberapa menit mengehack,akhirnya Sya menemukan sang pelaku yang selama ini mengorupsi pendapatan rumah sakit. Ia sangat terkejut dengan hal ini. Karena orang tersebut adalah orang yang paling Sya kenali, namun ia berani berkhianat kepada nya. Sya tidak pernah menyangkanya, orang yang ia percayai selama ini berani mengkhianati dirinya?
Bahkan orang tersebut termasuk orang yang sangat dipercayai mendiang mama Sya dibandingkan pekerja lainnya. Jika seperti ini, bagaimana dengan nasib rumah sakit untuk kedepannya?
Pelakunya adalah Eric Satria. Eric Satria berumur 36 tahun, dia adalah paman Clara Adelya. Eric bekerja sebagai wakil direktur di rumah sakit milik mendiang mama Sya, jadi ia diangkat sebagai wakil direktur karena hasil kerjanya yang bagus. Namun, hari ini Sya mendapatkan kenyataan baru jika pria tersebut mengkhianati dirinya dan mendiang mamanya.
Sya mengecek gaji Eric. Gajinya ada sekitar 100 juta. Dan Eric justru lebih memilih korupsi sebanyak 10 milyar??
Sya mencoba mencari ulang. Namun, hasilnya tetap sama.
Sya mengumpulkan semua bukti yang bersangkutan dengan Eric.
Usai mengumpulkan semua bukti yang bersangkutan dengan Eric hingga tidak kurang satupun, Sya tidur sejenak di kursinya.
⚘⚘⚘
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Hai.. selamat malam. Maaf upload bab nya malam, hehe.. Author dari tadi pagi sibuk di novel “Lilyana Putri Amalia” buat ngejar target tiga bab. Author usahakan 30 April sudah update kembali ya di novel tersebut. Ditunggu aja ya.
Jangan lupa nih ya dukungan nya buat Author.
Pencet jempolnya untuk like bab ini dan love agar novel ini masuk ke daftar favorit buku baca kalian.
Thank's All. 🙏🏻💞
aq baru baca novel ini, 💪💪tuk trs berkarya.