NovelToon NovelToon
CUKUP SATU

CUKUP SATU

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Sebaiknya mampir dulu di OB MILIK CEO Sebab latar dan tokoh pada karya ini adalah kelanjutan dari kisah tersebut.

Ada tentang rumah tangga Gilang dan Gita.
Ada drama rumah tangga Kevin dan Muna.
Juga kisah cinta Asep dan Siska.

Ini lapak baru tapi pemain lama.
Nikmati keseruan, gombal, juga bucinnya.

Selamat membaca🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : EFEK JERA

Terpesona... aku terpesona. Memandang mandang wajahmu yang tampan.

Mungkin itu syair lagu yang tepat untuk mengartikan tatapan para emak rempong, saat melihat Kevin dengan tegas memberi perintah pada tim dekor juga pelayan cathering yang masih terlihat sibuk membereskan sisa makanan yang memang berlimpah ruah itu.

Yang lebih membuat mereka takjub adalah saat dengan hanya sekali panggilan terhadap mertua Gilang, wanita itu bahkan tak berkutik. Dan langsung meninggalkan mereka tanpa pesan bahkan senyuman.

O ... o ... siapa dia?

"Pap, kopinya sudah Muna buatkan, yuk masuk." Tampak seorang wanita cantik setengah bule dengan dress batik senada dengan yang di gunakan oleh Kevin, datang memeluk pinggang Kevin dari belakang. Siapa yang berani begitu manja dan mesra pada Kevin selain Muna, istrinya.

Mata mak emak ghibah squad hampir keluar karena melotot, melihat wanita muda cantik, bahkan begitu mesra pada lelaki yang masih mereka tak tau siapa tadi. Mau ghibah ga punya modal kan. Jadi memandang saja dulu.

Cup, pipi Muna sudah dapat serangan singkat dari sang suami bucin.

"Makasih sayang." Ucapnya berbalik memeluk pinggang Muna. Namun belum berniat untuk beranjak pergi dari tempatnya berdiri.

"Gita sama Gilang mana?" tanya Kevin lembut. Hilang meluap kemanakah suara tegas dan arogan pria tadi, setelah bertemu bidadarinya.

"Di dalam lah, abang mau bicara? ke dalam saja." Pinta Muna yang tau, urat saraf suaminya tadi agak kencang. Dengan sebab yang Muna belum tau alasannya.

"Bisa tolong panggilkan Mae? Ada yang perlu abang bilang ke mereka di sini." Pinta Kevin menatap serius ayah dari dua anaknya tersebut.

"Ok... wait my hubby." Muna meninggalkan Kevin yang masih berdiri memperhatikan beberapa orang yang masih fokus bekerja itu.

Sementara tim ghibah squad tampak sudah selesai memenuhi semua isi ransum yang mereka bawa tadi. Ingin beranjak pulang tapi bingung pamitnya sama siapa, sebab tak kenal dengan Kevin. Jadi hanya saling senggol, kode kodean satu sama lain. Agar ada salah satu dari mereka lebih dahulu pamit pulang.

"Tante A'ai pamit gih sama orang itu." Dorong mama Ucah pada bahu A'ai.

"Ga berani, kayaknya pemarah orangnya. Takut ah." Jawab tante A'ai segan.

"Ya udah mak Dinda saja. Yang luwes." Pinta bu Joyo.

"Iissh... yang paling deket itu kan mama Ucah." Tolak mak Dinda.

Sementara ke empatnya dorong dorongan. Saling tunjuk untuk pamit. Nampak Gita dan Gilang keluar bersamaan.

"Iya ada apa?" tanya Gilang kearah Kevin.

"Lang... kamu perhatikan dan ingat wajah 4 ibu ibu itu." tunjuk Gilang pada mak Ghinah squad. Yang di tunjuk malah senyum manis, merasa menjadi tranding.

"Iya ada apa dengan mereka?" penasaran Gilang bertanya.

"Jangan suka bergaul dengan mereka...! Kamu Git, ramah pada tetangga boleh. Tapi jangan yang tipe toxic seperti mereka...!!!" Kevin berbicara dengan suara nyaring tanpa senyum.

Tentu saja emak rempok itu dapat mendengar perkataan yang sengaja Kevin ucap dengan nada tinggi. Membuat wajah keempat ibu ibu itu seketika cemberut dan merah padam. Malu, kesal, sebal dengan orang yang asing bagi mereka.

"Iya kak Kevin." Gita memilih segera mengiyakan saran Kevin, agar perkataannya tak berubah jadi kemarahan, walaupun Gita bingung apa salah 4 ibu itu.

Telinga mak rempong juga dapat dengan jelas mendengar nama Kevin di sebut. Taulah mereka, jika itu adalah kakak Gita. Yang membiayai semua acara ini. Wajar saja ia sok perintah dan mengatur ini dan itu, di sini ia bosnya.

"Jangan lupa ingatkan juga ibu mu Lang, agar tidak usah bergaul apa lagi percaya dengan apapun yang mereka ucapkan. Hindari dari jangkauan ibumu, jika mau rumah tanggamu aman dan langgeng." Haiiiss si bapak ini tegesnya pake bingits deh.

Mematahkan keresahan para readers, takut ibunya Gilang termakan hasutan tetangga toxic tadi.

"Siap. Nanti Gilang ingatkan ibu. Terima kasih pak bos." Kebiasaan Gilang belum hilang, masih canggung menyebut nama Kevin di sertai kata kak di depannya.

Kevin mengangguk lalu berbalik akan meninggalkan tempatnya pidato... eh. Berorasi tadi.

"Gilang... kami permisi pulang. Makasih banyak paket tambahan dan makanannya. Semoga rumah tangganya langeng ya..." Buru buru mak Dinda pamit, ingin segera mandi kembang tujuh rupa untuk buang sial, setelah di sebut toxic tadi.

"Iya... saya juga permisi. Oh iya, besok saya akan suruh anak saya ke kantormu, antar berkas lamaran ya Lang." Ucap bu Joyo percaya diri.

"Apapun jenis bidang yang ada di kantor atau pabrik. Pastikan anak dari mereka tidak boleh di terima di perusahaanku." Eeh... buuussyeet. Kevin berbalik dan mendekati Gilang yang jaraknya hanya lima langkah dengan mak mak berdaster itu. Mampuus kan.

"Banyak sabar ya Lang. Ternyata kamu menikah dengan keluarga kaya yang sombong." Waaww... mak Dinda masih berani berkomentar.

"Sudah!! kita semua masuk saja, bukan kita yang minta makan dari mereka. Tapi seBaLIKnya...!!" Sindir Kevin tegas.

Ya Tuhan... kalo lupa minyak goreng mahal, sudah mereka balikin deh tu paket sembako. Tapi apalah daya aslinya mereka memang lebih butuh. Hanya cara mintanya saja yang tidak benar.

Kevin juga sebenarnya mana pernah se comel itu, mau menanggapi cibiran murahan. Bahkan berapapun sedekah yang pernah mereka berikan tak pernah ia hitungkan kembali. Tapi entah, kali ini Kevin merasa perlu untuk memberikan shock terapi untuk ibu ibu tadi sebagai pelajaran.

Bahkan Kevin lebih kejam dari Belanda, sensitif itu hingga anak anak dari mak rempong pun tidak ia terima bekerja di perusahaannya. Tapi mau bagaimana lagi, mulutmu harimaumu. Berpikirlah sebelum bicara.

Kevin sudah sangat tepat memberikan efek jera pada para tetangga toxic itu. Bukankah sejak awal keluarga Kevin tak pernah memikirkan status sosial seseorang, bahkan saat Muna tinggal di rumah sederhana waktu masih jadi anak babe Rojak dan nyak Time, Kevin tak pernah malu atau pilih pilih. Itu tandanya mereka bukanlah orang kaya yang sombong seperti yang di tuduhkan mak Dinda tadi.

"Entuh muka atau kertas kado? ke Lipet berapa gitu?" celetuk nyak Time yang baru saja lewat di depan Kevin yang baru masuk. Melihat wajah kesal Kevin.

"Tau tuh si abang, marah sama sape sih?" Muna menarik tangan suaminya untuk duduk mendekati meja dimana secangkir kopi sudah menunggunya.

"Duduk manis sehabis kerja,

Minum zamzam makan kurma.

Marah sih boleh saja,

Asal jangan lama-lama." Pantun babe sudah langsung keluar dong.

"Ga marah be. Hanya tadi lagi bicara dengan nyaring saja." Kevin mengambil cangkir kopinya dan mulai menyeruput kopi buatan Muna yang rasanya tak pernah berubah sejak dulu. Sama seperti rasa cintanya lada Muna. Selalu pas.

Bersambung...

Readers puas dong dengan keputusan babang Kevin?

Tetap pantengin part selanjutnya ya.

Cuma mau bilang, besok senin.

Makin di timpuk vote n hadiah.

Ajaib lhoooh.

Nyak makin seemangat nulisnya.

Makasih untuk semua❤️❤️

🌹🌹☕☕👍👍🙏🙏

1
bunda n3
hahaha, asep malah lebih parah dari Gilang ini
bunda n3
hahaha, nyak time menang tuuh
bunda n3
semoga diagnosa dokternya salah, dan ada keajaiban
bunda n3
kelakuan kevin emang diluar nurul
bunda n3
bukan motor aj yg di modifikasi hahaha
bunda n3
ternyata prediksi ami benar
bunda n3
jangan sampe ada OB di dalam wc wkwk
bunda n3
hahaha, jangan sampai Gita jadi wasit
bunda n3
hahaha, pantes aja lama
bunda n3
lah, itu siapa yg ngetok, kasian lagi nanggung
bunda n3
Gilang bijaksana banget
bunda n3
cucu sendiri ga diakui, sementara cucu orang lain yg blm jelas diakui, aneh
bunda n3
waduuh a'Gi aya aya wae,
bunda n3
hahaha, mending masuk liang aj deh muna sama kevin wkwk
bunda n3
ternyata Asep dah sering juga
bunda n3
waduh Asep ternyata...
bunda n3
gemes banget sama Asep nih
bunda n3
misi ambu berhasil
bunda n3
duuh si ambu
bunda n3
nah lho, malah bikin curiga wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!