NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:190.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AFI_18

"Bukankah poligami itu sunnah, kamu orang yang taat agama kan pasti juga tahu, apa kamu tidak ingin menjalankan sunnah yang satu ini?" ujar Ita pada sang suami

Ammar awalnya hanya ingin menolong seorang wanita namun sebuah kejadian yang tak terduga membuat orang lain salah paham dan bahkan istrinya sendiri tak mempercayainya

Bukan, bukan karena sepenuhnya kejadian itu yang membuat Ammar menikah lagi, tapi juga karena rumitnya rumah tangga yang saat ini ia jalankan bersama istri pertamanya karena sang istri masih terbelenggu oleh masa lalunya

"Kalian hanya ingin bermain rumah-rumahan kan, ok saya akan temani kalian bermain" ujar Zofa lantang

Namun ketika Zofa telah memasuki rumah tangga Ammar dan Ita maka saat itu pula hati Ita berubah, terombang-ambing mengikuti arus permainan. Dan kini Ita baru menyadari bahwa ia telah menaruh hati pada suaminya sendiri

____

Hay semua Jan lupa mampir ke novel saya ya, jika sudah mampir tolong tinggalkan jejak kalian baik berupa like, comment maupun vote, thanks a lot guys, ala kuli sukri askuruki

follow ig 👉 habr_zayf

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ihhh Sebelll Keselll

Deg

Jantung Ammar berpacu lebih cepat dari biasanya padahal ia tahu pasti bahwa Zofa sedang berbicara asal-asalan, apalagi melihat wajah wanita ini dengan jarak yang cukup dekat membuat jantungnya tak aman

Ammar memegang kedua bahu Zofa mendorongnya perlahan agar menjauh darinya, kemudian ia melanjutkan aktivitasnya mengoleskan selai coklat pada roti tawar, begitupula Zofa yang melanjutkan mencuci piring

"Ini rotinya udah siap"

Zofa mengangguk "Makasih" ia mengelap tangannya dan mengambil roti tersebut, baru saja ia membuka mulutnya roti tersebut sudah melayang ke atas

"Makan gak boleh sambil berdiri, harus duduk" tegur Ammar

"Iya iya, sini rotinya" Zofa merampas roti itu kembali kemudian ia duduk di kursi dan melahapnya, lagi dan lagi Ammar memandangnya dengan begitu intens sembari duduk di samping Zofa

"Heh kalau ada orang makan jangan dilihatin dong, bikin risih aja, rasanya tuh kayak aku yang pelit tau, kalau mau bilang" gerutu Zofa

"Saya mau" ujar Ammar

"Nah gitu dong nih aaaaa..." Zofa menyodorkan roti pinggiran ke mulut Ammar

Ammar membuka mulutnya dan menggigit roti itu dengan gigitan besar

"Issss jangan banyak-banyak makan yang bagian putihnya, kamu tuh makan yang pinggir aja" ujar Zofa kesal, padahal ia sengaja menyodorkan bagian pinggiran

Setelah Ammar menelan roti tersebut ia baru angkat bicara "Maaf, mau saya buatkan lagi"

"Gak perlu" ujar Zofa ketus

"Ya udah sini pinggiran rotinya saya yang makan" ujar Ammar lagi

"Beneran lo ya pinggirnya aja" ujar Zofa

Ammar mengangguk "Iya sini"

Zofa menyerahkan roti tersebut dan benar saja Ammar hanya memakan pinggirannya, kemudian ia menyerahkan roti itu lagi

Zofa tersenyum puas, karena sekarang ada orang yang mau di kasih pinggiran rotinya saja

"Besok-besok kamu makan pinggiran rotinya aja" ujar Zofa yang sudah asyik memakan rotinya

"Iya, gak masalah..... asal kamu juga gak masalah mau memakan bekas saya"

Ukkkhhh

Ammar mengatakan itu tepat setelah lahapan roti terakhir masuk ke dalam mulut Zofa

Zofa menatap wajah Ammar yang sudah tersenyum lebar tanda kemenangan lagi berpihak padanya, dengan pedenya Ammar berjalan meninggalkannya yang masih diam mematung

"Saya tunggu di kamar" ujarnya kemudian

Zofa lupa orang yang ada di hadapannya ini bukan Zen yang biasa berbagi makanan lewat gigitan

"Awasss kamuuuu" teriak Zofa kesal

"Gak pa pa bekas gigitan orang, anggap saja dia kak Zen, ya anggap aja dia kak Zen" ujar Zofa menenangkan diri

Zofa masuk ke dalam kamar, ia melihat Ammar sudah menaiki kasur dan memejamkan matanya

Namun wanita itu memilih membuka laptopnya dan menyalakan video nussa

Zofa mempause videonya kemudian ia mengikuti suara dari karakter yang bernama rarra

"Ihhhhh kesel, rarra keseeelll banget, sebellllll, rarra sebeelllll sama temen rarra"

Zofa memplay kembali, kemudian mempause lagi, bagitu seterusnya untuk melatih suaranya

"Temen rarra minta diajarin melipat kelinci, eh dia dapat nilai bagus tapi gak bilang makasih sama rarra"

"Dia malah bilang kelinci kamu jelek ra, padahal kan rarra yang buatin"

Ia melirik ke arah tempat tidur dan melihat Azril yang nampaknya tertidur lelap dan tak terusik sama sekali dari kegiatan Zofa

"Ihhhh kesel, aku keselllll bangetttt, sebelllll, aku sebellll sama bang Ammar dan mbak Ita"

"Mereka berdua minta aku buat main rumah-rumahan, eh mereka malah bermesraan tapi gak bilang makasih sama aku"

"Dia malah bilang Ita itu istri aku bukan pembantu kamu, padahal kan aku yang mancing mbak Ita agar mau memberikan jatah untuknya"

"Aku pula yang sengaja memanas-manasi mbak Ita agar minta di panggil sayang"

Ujar Zofa dengan nada khas rarra yang menggemaskan pada pemeran kartun nussa, begitulah kesehariannya terkadang ia melatih suaranya baik pada kartun, dubbing translate maupun suara-suara hantu lainnya

Setelah mengucapkan itu ia beralih pada video lain, yaitu kartun Spongebob

A few moment letter

Ammar membuka matanya, sedari tadi ia tidak bisa tidur karena mendengar kebisingan suara Zofa, tanpa Zofa sadari ia memperhatikan apa saja yang Zofa lakukan, dan mendengarkan apa saja yang Zofa katakan

Ia kagum karena ternyata Zofa pandai sekali menirukan suara di dalam kartun, namun ia merasa terkejut sekaligus bersalah kala mendengar curhatan istrinya dengan suara karakter dalam kartun

Ammar berdiri di samping Zofa yang tengah tertidur dengan posisi terduduk dan kepalanya berada di atas keyboard laptop

"Jadi karena kamu Ita meminta nafkah batinnya, dan karena kamu pula Ita meminta panggilan sayang, lantas bagaimana dengan kamu?" Ammar menyelipkan rambut Zofa ke belakang telinganya agar tidak menutupi wajah cantik nan manis

"Kenapa kamu menolakku? padahal aku hanya ingin berlaku adil terhadap kalian berdua"

Perlahan Ammar mengangkat tubuh Zofa dengan sangat hati-hati agar ia tak bangun dan merebahkan tubuh Zofa di atas kasur, tangannya meraih guling dan ditaruh tepat di samping Zofa dengan menindihi tangan Zofa agar tidur Zofa lebih nyenyak, benar saja tangan Zofa merespon, ia segera membalik badannya dan memeluk guling dengan erat, tak lupa Ammar menarik selimut untuk menutupi tubuh Zofa

Sejenak Ammar mengelus lembut rambut Zofa sembari berbisik "Maaf maaf maafkan saya"

***

Zofa sudah rapi dengan seragam kerjanya, ia akan mengundurkan diri sebagai guru SLB dan akan bekerja sebagai dubber di sebuah perusahaan channel tv

"Pagi mbak Ita, pagi bang Ammar" sapa Zofa ramah sembari menyiapkan sarapan di atas meja kala melihat dua orang itu hendak duduk di meja makan, hari ini giliran ia yang menyiapkan sarapan

"Pagi Zofa" balas Ita sembari tersenyum

"Kayaknya ada yang bahagia nih" lanjutnya

"Iya dong mbak, kan semalam habis di cas sama bang Ammar sampai dayanya 100%" ujar Zofa sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Ammar

Ammar membelalakkan matanya mendengar ucapan Zofa perasaannya berasa campur aduk, ia melirik ke arah Ita yang kini raut wajahnya sudah berubah

"Zofa jangan ngomong yang aneh-aneh" tegur Ammar, jujur ia tak mau menyakiti kedua wanita ini, ia baru dapat melihat sisi cemburu Ita kala Zofa memasuki rumah tangga mereka

"Iya iya ah elah, kamu juga menikmati kan" gerutu Zofa, ia sengaja berbicara ngelantur karena ingin melihat ekspresi Ita, dan benar saja wanita itu cemburu

"Zofa udah di bilang jangan bicara yang membuat orang lain salah paham" tegur Ammar lagi

"Bang aku ke kamar dulu, mau lihat Chaca" ujar Ita yang hendak pergi

"Ita" panggil Ammar sembari memegang pergelangan tangan Ita

"Gak pa pa bang, aku bener mau lihat Chaca kok" ujar Ita yang melepas tangan Ammar darinya dan ia bergegas naik ke atas

"Zofa kan sudah saya bilang jangan bicara kayak gitu, membuat orang lain salah paham aja" ujar Ammar kesal

"Apaan sih, dianya aja yang cemburuan" ujar Zofa cuek

"Zofa tolong jaga perasaannya Ita, hati Ita itu lembut dan agak sensitif, jangan berbicara seperti itu lagi" tegur Ammar tanpa meninggikan suaranya

"Iya hati dia itu lembut dan agak sensitif sedangkan aku hatinya keras dan mati bahkan aku tak memiliki perasaan jadi kalian gak mau menjaga perasaan aku, benar begitu bukan Muhammad Ammar Athallah?" ujar Zofa dingin

"Zofa bukan gitu maksudnya saya"

"Aku berangkat dulu, kalau kalian gak mau makan taruh di lemari aja biar nanti sore aku yang makan" ujar Zofa datar, ia segera pergi dari hadapan suaminya

***

Dasar Ammar kebingungan kan menanggapi sifat dua orang yang saling bertolak belakang, satu ceplas-ceplos satu pendiam malu malu

Jan lupa beri vote ya, tulis comment juga, dukung novel ini terus hingga tamat, see you next episode

1
Berlyan Syana
zofa selalu bahagia,sekolah ngak punya suami
Berlyan Syana
apa yang terjadi di kamar
Surati
semangat thor
Surati
bagus
Sri Wahyuni
s zopa emng ga mau ya punya rumah tangga yg baik klau gue mah ga mau jd janda
Gechabella
lucu and konyol padahal bertema poligami lho ini😁😁
Poppy Stellany
yg minta rumah sapa kok yg milih istri pertama
Hera sasuwe
sedihnya zofa buka kado dari iki n ternyataaa
Hanipah Fitri
kasihan Caca, merindukan kasih sayang ayah nya
Hanipah Fitri
Thor, jodohin Ita dgn laki laki yg baik, tapi jangan balikan lagi sama Amar
Hanipah Fitri
lama thor, baru up lagi hingga sdh lupa bahwa novelmu yg ini belum rampung
Wani Ikhwani
akhirnya up juga
Hera sasuwe
bener nyomplak nih si zofa
Hera sasuwe
ga dukung tuh perut zofa mo lanjutin debat 🤭😁
Hera sasuwe
panas kayaknya udah suasana gegara kekonyolan zofa
Hera sasuwe
lama2 bacanya senyum2 sendiri nih apalagi ama kelakuan zofa 🤭🤭😄
Suhartini Tien
Ada Apa Dengan Amar?
Hanipah Fitri
trims up nya thor 👃
Wani Ikhwani
kenapa tu Ammar?🤔🤔
Hanipah Fitri
thor, up lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!