NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

"Cie... Yang barusan ngedate" ledek Siska ketika Dinzy baru saja masukke dalam rumah.

 

"Astaga Mbak Siska, ngagetin aja"

"HAHAHAHA"

"Mbak Siska kenapa belum tidur?"

"Nungguin kamu, mau tahu aja ceritanya gimana"

 

Dinzy tersenyum antusias, kemudian duduk di samping Siska menceritakan kencan pertamanya dengan Luca malam ini.

 

"Semoga ada kencan-kencan berikutnya lalu ada hubungan yang jelas" ucap Siska

 

"Tapi Mbak, perbedaan kita sangat jauh"

"Din, meskipun begitu. Kalau dari pihak pria sudah setuju dan tidak keberatan, semua akan baik-baik saja. Power ada sama dia. Percaya sama aku"

"Aku takut Mbak"

"Selagi dia bukan suami orang, lanjut aja Din"

"Makasih ya Mbak"

"Sama-sama Dinzy"

 

Keduanya masih saling bicara di ruang tamu, Siska dan Dinzy saling bercerita satu sama lain hingga waktu menunjukan pukul 12 malam, mereka baru beranjak dari duduknya dan menuju kamar masing-masing.

 

.

.

 

"Mbak Siska, aku berangkat sama Pak Luca ya" ucap Dinzy

 

"Oke, have fun ya!" jawab Siska

 

Siska meninggalkan rumah Dinzy, ia mengemudikan mobilnya menuju ke kantor. Dalam perjalanannya, dia melihat mobil yang ia kenal.

 

Yaitu mobil kekasihnya yang sudah lama tidak ada kabar sejak kejadian Siska di serang oleh istri sahnya.

 

Perasaan rindu, dan kesal jadi satu. Namun Siska tidak bisa melakukan apapun karena memang Siska tidak memiliki hak untuk itu.

 

Mobil itu berbelok menuju sebuah gedung perkantoran, sementara Siska melanjutkan perjalanannya menuju kantor dimana ia bekerja.

 

Sementara Dinzy, dia sedang mengunci pintu rumahnya kemudian segera masuk ke dalam mobil Luca.

 

"Pagi Pak" ucap Dinzy

 

"Pagi Din. Gimana tidurnya, nyenyak?"

"Iya Pak. Pak Luca?"

"Sangat nyenyak. Mau sarapan dimana hari ini?"

"Saya bawa bekal ini untuk Pak Luca, dan ini untuk saya"

"Kamu masak sendiri?"

"Iya Pak"

"Oke, terimakasih sudah memasak untuk saya"

"Sama-sama Pak Luca"

 

Luca menatap kearah Dinzy dengan lembut, kemudian mengemudikan mobilnya menuju kantor Dinzy. Dalam perjalanan mereka, banyak hal yang mereka bahas tentang masa depan, bukan hanya karir tapi juga kehidupan pribadi.

 

"Pak Luca terimakasih banyak, sudah mengantarkan saya. Hati-hati ya Pak"

"Sama-sama Dinzy, terimakasih untuk masakannya"

"Kalau ada yang kurang cocok Pak Luca bilang ya"

"Iya... tapi sepertinya gak ada"

"Belum juga di coba"

 

Luca hanya menggelengkan kepalanya, mendengar kalimat Dinzy. Setelah Dinzy keluar dari mobil Luca, ia bergegas menuju ke kantornya.

 

Suasana hati Luca kali ini sangat terlihat sangat baik, bahkan Rosa merasa sedikit heran melihat bossnya yang biasanya tegas, hari ini terlihat santai.

 

"Pagi Pak Luca" sapa Rosa

 

"Pagi Rosa" jawabnya

 

Rosa menatap kotak makanan dari tangan Luca, kemudian ia tersenyum dan mengangguk perlahan seperti sudah mengerti apa yang membuat Luca bahagia hari ini.

 

"Dinzy" gumam Rosa lirih sambil tersenyum

 

Sementara diruangannya, Luca segera membuka kotak makan tersebut, aroma makanan yang di masak Dinzy begitu menggugah selera.

 

Luca mulai mencicipi masakan Dinzy, dan ternyata Luca begitu menyukai cita rasa makanan tersebut. Luca makan dengan menikmati setiap suap makanan yang masuk ke dalam mulutnya sampai habis tak tersisa.

 

"Cantik, mandiri, dan jago masak" gumam Luca

 

Setelah menikmati sarapan dari Dinzy, Luca mengambil ponsel lalu mengirimkan pesan kepada Dinzy, jika ia sudah menghabiskan makanannya.

 

"Thank you Dinzy, saya suka dengan masakan kamu" - Luca

"Sama-sama Pak Luca, mungkin ada koreksi tentang rasanya?" - Dinzy

"Perfect" - Luca

 

Dinzy tersenyum menatap pesan balasan Luca, ia tidak menyangka jika ada seseorang yang menyukai masakan sederhana yang ia buat.

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!