Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20. Bertemu dipengadilan
Flashback off
Setelah memikirkan dengan matang matang ditambah dengan perlakuan Dion selama ini tidak ada lagi alasan Vina untuk mempertahankan rumah tangganya. Niat Vina untuk bercerai sudah yakin tidak ingin dirinya terus disakiti.
Hari ini Vina mengajukan surat cerai ke pengadilan agama setempat. Satu minggu kemudian Vina dan Dion akan mendapatkan surat panggilan dari pengadilan.
Satu hari sebelum ke pengadilan Vina sudah mengajukan permohonan cuti pada perusahaan tempatnya bekerja.
Hari yang ditunggu tunggu Vina akhirnya tiba.
Dengan menggunakan celana jeans hitam baju singlet putih dan blezer pink diluar. Rambut brown color panjang dibiarkan terurai lengkap dengan riasan makeup tipis diwajah ditambah hiasan anting putih memancarkan aura kecantikan Vina.
Walau sudah mempunyai anak tapi kecantikan tetap nomor satu yang selalu dijaga Vina. Apa lagi sekarang Vina sudah bekerja jadi harus tetap menjaga kecantikan tubuhnya.
Ibu Riska sebenarnya ingin menemani Vina tapi dilarang oleh Vina karena tidak yang menjaga Dika dirumah.Vina berangkat ke pengadilan dengan menggunakan taxi. Sampai di pengadilan Vina langsung menuju lantai tiga. Dengan menggunakan lift Vina menuju lantai tiga. Di dalam lift Vina sibuk membalas chat dari teman temannya juga mamanya.
Tidak disangka Dion jiga berada di lift yang sama dengan Vina. Mereka tidak saling menyapa hanya sibuk dengan Hp masing masing. Ada rasa canggung yang diantara mereka, seakan akan mereka adalah orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu atau saling mengenal.
Pintu lift terbuka Dion memilih keluar dengan cepat sedangkan Vina menyusulnya dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu dekat.
Kini Dion maupun Vina sudah berada diruangan sidang. Mereka berdua duduk berdampingan dengan menghadap Hakim dan Jaksa. Didepan Hakim dan Jaksa Vina hanya duduk terdiam begitu juga dengan Dion sedikitpun mereka tidak saling memandang apa lagi saling berbicara.
Hakim memulai persidangan dengan membacakan tuntutan dari pelapor yang ditujukan pada terlapor tidak lain adalah Dion Saputra Wijaya.
Kemudian hakim bertanya pada Vina,
"Nyonya Ervinah Putri, apakah anda sudah yakin ingin bercerai dari Dion saputra wijaya suami anda ."
"Iya saya sudah yakin ." jawab Vina dengan lantang. Kemudian hakim bertanya lagi,
"Apakah keputusan tidak ada paksaan dari pihak manapun ." dengan lantang Vina menjawabnya,
"Tidak ada paksaan dari pihak manapun murni dari diri saya sendiri pak Hakim ."
"Apa alasan anda ingin bercerai dari suami anda bapak Dion Seputra Wijaya ?." pernyataan Hakim kali ini membuat Vina berpikir sejenak, kemudian hakim kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
Tampa menunggu lama Vina langsung menjawab dengan lantang,
"Dion Saputra Wijaya sudah berselingkuh dari saya pak Hakim ." hakim bertanya lagi kepada Vina,
"Apakah anda mempunyai bukti perselingkuhan suami anda ?." tampa menjawab Vina langsung mengeluarkan sebuah amplop putih dari dalam handbagnya kemudian menyerahkan pada Hakim.
Hakim membuka amplop itu sejenak memeriksanya, kemudian Hakim berkata,
"Baiklah nyonya Ervinah Putri bukti ini akan kami simpan sebagai bahan acuan ."
Walau ditanya berbagai macam pertanyaan Vina masih terlihat tenang tidak ada rasa gugul yang dirinya tunjukkan. Begitu juga dengan Dion, bahkan Dion sangat santai.
Kemudian Hakim kembali bertanya tapi kali ini pertanyaan untuk Dion.
"Bapak Dion Saputra Wijaya apakah anda merasa keberatan dengan gugutan cerai dari istri anda Ervinah Putri ?." dengan cepat Dion menjawab pertanyaan dari Hakim
"Sedikitpun saya tidak keberatan, karena semua ini sudah kami sepakati bersama sama ." jawab Dion dengan santai, lalu hakim kembali bertanya pada Vina,
"Nyonya Ervinah Putri apakah yang dikatakan suami anda betul ?."
"Iya betul pak Hakim ." jawab Vina dengan Santai. Hakim kembali mengajukan pertanyaan pada Dion,
"Bapak Dion Saputra wijaya apakah dituduhkan perselingkuhan yang dituduhkan istri anda benar adanya dan apakah ada keberatan dari diri anda selaku tergugat ? ." dengan santai tampa rasa bersalah Dion menjawab
"Iya benar adanya perselingkuhan itu dan sedikitpun saya tidak merasa keberatan pak Hakim ."
Suasana persidangan sesaat terasa hening ada ada suara yang kelaur.
sedangkan di atas meja Hakim terlihat mereka sedang berdiskusi.
Sekitar 10 menit berdiskusi akhirnya Hakim membaca keputusan untuk hari ini,
"Setelah menimbang berbagai hal dan aspek maka sidang kami putuskan lanjut minggu depan. tok.. tok.. tok... Sidang kami tutup sekian untuk hari ini terimah kasih ."
Bersambung
Aq mampir nih, Kak