Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh
Sudah satu bulan ini hubungan Naura dan Raffa tampak makin akrab. Setiap hari Raffa akan menjemput Naura untuk menemaninya dibengkel.
Raffa akan mengantar Naura pulang saat malam hari setelah ia pulang kerja.
Malam ini Reno meminta Raffa untuk makan malam di rumah. Ia akan membicarakan kelanjutan hubungan mereka.
Tepat jam tujuh malam Raffa datang bersama Naura. Mereka langsung menuju meja makan.
Ayah Reno dan Santi telah menunggu mereka di meja makan.
"Selamat malam om Reno, tante " ucap Raffa
"Selamat malam, Raffa. Duduklah , kita makan lagi. Om dan tante sengaja menunggu kamu dan Naura untuk makan bersama"
"Mas, jangan panggil aku tante. Kesannya tua banget. Aku dan Raffa paling seusia. Kamu panggil nama aja sama aku, Raffa" ucap Santi
"Nanti kesannya nggak sopan. Bukankah tante istrinya om Reno, jadi walau usia kita sama, sebaiknya aku memanggil tante aja"
"Betul yang Raffa katakan itu, sayang. Nanti orang yang mendengar Raffa memanggil kamu dengan nama saja, pasti kesannya tak sopan"
"Terserah ajalah" ucap Santi dengan cemberut.
Naura mencubit paha Raffa. Ia tau Raffa sengaja memanggil Santi tante, untuk membuat wanita itu kesal.
Raffa memandangi wajah Naura dengan tersenyum. Santi yang melihat itu semakin kesel. Ia lalu membanting sendok ke piring.
"Kenapa sayang" bisik Reno melihat istrinya yang kesal.
"Nggak ada, aku lagi kesal aja" ucap Santi dengan berbisik juga
"Kesel kenapa"
"Butikku lagi sepi" ucapnya mengalihkan pembicaraan.
"Nanti mas tambah uang belanja, jangan kamu pikirkan itu lagi. Nanti kalau kesel terus bisa sakit jadinya"
Naura dan Raffa saling memandang, melihat ayah dan ibu tirinya yang berbisik-bisik.
"Apa udah boleh makannya, Yah. Aku lapar" ujar Naura
"Oh iya, silakan."
Raffa mengambilkan nasi buat Naura dan juga lauknya.
"Seharusnya aku yang melakukan itu. Bukan pria " ucap Naura
"Pria, wanita sama aja. Aku malah senang melayanimu" gumam Raffa.
"Kamu memang pria yang perhatian. Apa kamu mau mas ambilkan juga, sayang" ucap Reno melihat Santi yang terus cemberut
"Aku bisa ambil sendiri. Aku bukan wanita manja" sindir Santi
"Tante salah, Naura bukannya manja tapi akulah yang ingin memanjakannya" ujar Raffa
"Semoga selamanya kamu terus perhatian dan dapat memanjakan Naura seperti ini" ucap Reno
"Terima kasih, ya" ujar Naura. Ia memberikan senyum terindahnya.
Santi tampaknya kurang berselera makan, ia hanya mengaduk nasinya tanpa ada yang masuk ke mulutnya.
Setelah menyelesaikan makan malam, ayah Reno mengajak semuanya untuk berbincang di ruang keluarga.
"Raffa, om sengaja mengundangmu makan malam untuk menanyakan kesiapan kamu dan Naura untuk melanjutkan hubungan kalian ke tahap yang lebih serius"
"Om, dari bulan kemarin aku juga telah siap. Tapi aku nggak tau, apakah Naura juga siap"
"Bagaimana Naura, apa sekarang kamu sudah dapat memutuskan kelanjutan dari hubungan kalian"
"Aku mau aja menikah denganmu, Raffa. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Aku nggak pintar masak, aku nggak bisa nyuci baju dan piring, aku juga nggak terlalu bisa membersihkan rumah" gumam Naura
"Naura, aku itu ingin menjadikan kamu istri, bukan pembantu. Jika kamu tak bisa melakukannya, kenapa harus dipaksakan. Aku bisa mengerjakan semuanya, dan aku juga bisa menggaji asisten rumah tangga "
"Kamu dengar , Naura. Ayah nanti yang akan mencari pekerja rumah tangga buat membantumu"
"Nggak perlu, om. Aku masih sanggup melakukan semua itu."
"Kalau kalian telah setuju, minggu depan kita adakan pertunangan dulu. Dan akad nikah serta resepsinya bisa kita lakukan bulan depan. Kalian setuju"
"Semua terserah om saja, aku ikut"
"Ayah, apa harus ada acara pesta"
"Kenapa.... "
"Aku tak bisa, ayah. Aku pasti akan ingat pada ibu. Setiap acara pesta ulang tahunku, ibu selalu ada. Lagi pula ibu baru saja meninggal, belum ada satu tahun. Aku tak mau pesta"
"Naura, ayah harus mengadakan pesta pernikahanmu. Ayah ingin semua rekan bisnis ayah mengenal Raffa. Jika nanti Raffa telah siap, ia yang akan menggantikan kedudukan ayah diperusahaan nantinya "
"Maaf, om. Bukannya aku tak menghargai om. Tapi aku rasa untuk saat ini aku belum berpikir untuk bergabung diperusahaan milik om. Aku masih ada usaha, walau kecil tapi aku yakin itu sudah bisa buat memenuhi kebutuhan hidup aku dan istriku kelak"
"Om mengerti, Raffa. Mungkin saat ini kamu belum ada minat, tapi bagaimanapun sebagai suami Naura kamu memang berhak atas jabatan yang om sandang sekarang "
"Maksud om apa, aku tak mengerti"
"Sebenarnya perusahaan yang om pimpin saat ini adalah milik Naura. Tapi Naura tidak ada minat untuk meneruskan. Jadi sebagai suaminya nanti, kamulah yang akan menggantikan posisi Naura"
"Tapi om masih bisa memimpin sampai kapanpun. Aku tak apa-apa. "
"Ayah, aku mau belajar nanti setelah aku menikah"
"Kamu serius, Naura"
"Iya, Yah. Aku ingin membantu keuangan suamiku" ucap Naura tersenyum pada Raffa
Raffa balas tersenyum dan menggenggam tangan Naura.
"Kalau begitu baiklah, dan besok ayah akan minta karyawan ayah untuk mengurus semua kebutuhan buat acara pertunangan kalian nantinya "
"Iya, yah" ujar Naura
"Ayah rasa tidak ada yang perlu diomongkan lagi. Ayah, pamit ke kamar dulu. Masih ada kerjaan yang harus ayah selesaikan "
"Baik, yah"
"Iya, om. " ujar Raffa.
"Sayang, mari kita masuk lagi. Siapa tau ada yang perlu mereka bahas berdua saja. Bukan begitu, Raffa " ucap Reno mengajak Santi
"Baiklah, aku pamit dulu"
Santi berdiri dan menghentakkan kakinya ke lantai.
Sampai di kamar , ia langsung membaringkan tubuhnya menghiraukan Reno.
Ia langsung memejamkan matanya berpura-pura tidur.
Kamu bisa saja bahagia saat ini, Naura. Tapi itu tak akan lama. Karena yang akulah yang seharusnya berada disamping Raffa bukan kamu. Aku yang seharusnya Raffa cintai dan manjakan.
Bersambung
****************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo