"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ucapan jahat ibu tiri
"Ma sudah cukup!"
"Bagaimana pun Adeline,itu bukan hak kita untuk menghina nya ma.Dan itu juga sudah menjadi masa lalunya,mungkin saja sekarang dia juga sudah memperbaiki diri"
Syakira terlihat begitu tidak enak dengan ucapan mama nya.
Dan hal itu terlihat oleh Helena, sehingga Ia tersenyum menatap wanita itu dengan lembut dan penuh kasih,Ia tau Syakira memang anak yang baik dan penurut sejak dulu,jadi tidak heran dia terlihat tidak senang seperti itu dengan ucapan ibunya.
Ia menghela nafas dan sesali tentang sesuatu yang tak bisa Ia ubah lagi."Andaikan dulu, Syakira tidak mengejar karir nya mungkin dia dengan Damar putra ku sudah hidup bahagia dan memberikan keturunan yang lucu-lucu,hahh tapi semuanya juga sudah terlanjur"
"Syakira sayang, tidak sepenuhnya salah mama kamu.Dia hanya mencoba agar kami tidak tertipu dengan sesuatu yang tidak kami ketahui"
"Benar jeng,maaf ya sebelumnya saya jadi terkesan seperti menjelekkan tapi ya begitulah aku hanya merasa kasihan dengan Damar pria yang seharusnya mendapatkan wanita yang pantas,tapi harus mendapatkan wanita seperti Adeline ini...,sungguh di sayangkan"
Adeline yang mendengar semua itu di telinganya secara langsung, benar-benar tidak habis pikir bagaimana ada orang seperti ibu tiri dan saudara tirinya itu.Ya, saudara tirinya itu tidak heran dia adalah seorang aktris tapi bagaimana dengan ibu tirinya itu?,dia benar-benar mengatakan semuanya tanpa hapalan.
Ia ingin menghampiri nya dan membantah semua tuduhan menjijikkan itu,sampai setiap kalimat-kalimat nya keluar benar-benar membuat dadanya naik turun dan tidak bisa mengontrol emosinya lagi,sampai ucapan terakhirnya itu membuatnya tak bisa menahan lagi dan akan bangkit tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti,sampai Ia yang sudah setengah berdiri terdiam saat suara Damar terdengar dan ucapannya membuatnya terhenyak."Kenapa dia membela ku?"
Saat yang sama,Damar yang sejak tadi diam,menatap wanita paruh usia yang sejak tadi terus berbicara itu dengan tatapan tajam dan tidak senang, hingga Ia dengan perasaan kesal membuang tisu tangannya yang sudah berkeringat ke depan wanita itu yang masih terus berbicara dengan begitu buruk.
Hal itu membuat ketiga wanita itu terkejut dan langsung menatap ke arahnya.
"Hentikan omong kosongmu!,apa kau sedang menghina keluarga Pradipta?!"
"Damar, sudah nak",Helena terkejut melihat putranya yang tiba-tiba begitu marah,hingga tatapan nya begitu tajam menatap calon besan nya itu,dan Ia khawatir sesuatu yang tidak Ia inginkan akan terjadi."Nak tenang"
Tapi Damar tentu saja tidak peduli,Ia masih tetap duduk dengan tenang di tempat duduknya,hanya wajah amarah saja yang membuat Syakira dan ibunya takut sekaligus khawatir.
"Apa kau pikir keluarga Pradipta akan menikahi wanita sembarangan seperti yang kau katakan?"
"Tekan kan ini baik-baik,setiap calon menantu keluarga Pradipta akan di cari tau masa lalunya sebelum Ia masuk ke keluarga kami"
"Dan kau sedang mempertanyakan keluarga kami?"
Helena berhenti menenangkan putranya itu karna percuma,dia juga tak bergerak dari tempatnya.Dan Ia juga kembali mengingat 4 tahun lalu kalau suaminya memang menyuruh seseorang untuk mencari tau sosok Adeline sebelum hari H pernikahan.
"Benar juga,aku juga tidak merasa kalau Adeline wanita seperti itu", pikir nya sedikit lega, setidaknya putranya tidak akan tertular penyakit apapun untuk kehidupan nya selanjutnya dengan Syakira.
Damar akhirnya bangkit,namun tatapan nya masih menatap wanita paruh baya yang tadinya seperti ahli bicara saat ini seperti seorang pencuri yang ketakutan.
"Tidak terkecuali Putri mu"
Ucapnya kemudian meninggalkan tempat itu,tanpa menoleh atau mengatakan hal lain lagi.
Syakira langsung terkesiap mendengar ucapan terakhir Damar."Apakah dia tidak yakin pada ku?", gumamnya dengan ekspresi wajah yang sulit di jelaskan.
Helena sendiri tidak enak setelah sikap Damar,dan segera meminta maaf pada ibu dan anak itu."Maaf ya jeng,putra sulung saya ini memang begitu pemarah dan berbicara tajam, tapi dia sebenarnya sangat baik dan perhatian"
"Tidak apa-apa jeng".
Wendy,ibu kandung Syakira wanita paruh usia berusia sekitar 54 tahun itu tersenyum namun sangat jelas senyuman nya terlihat paksa.
Sementara itu, Adeline masih terpaku di tempatnya menatap kepergian Damar dari celah yang Ia lihat."Kenapa dia membela ku?",pikir nya namun dengan bertanya-tanya, karna sejak dulu menikah dengan Damar, tidak pernah sekalipun pria itu membela nya di hadapan keluarga nya sehingga itu selalu membuat nya sedih.
"Tapi apapun itu,dia juga tau kebenaran nya karena itu mengatakan fakta nya",
**"
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..