NovelToon NovelToon
Always Love You

Always Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Abil Rahma

Kisah cinta tak akan selalu mulus jalannya, seperti yang Ayesha rasakan. Setelah lama hatinya kosong, tiba-tiba ada seseorang yang datang mengisi hari-harinya. Berpetualang bersama, mereka berdua memiliki mimpi membangun rumah tangga yang harmonis, tapi nasib berkata lain, setelah menikah sesuatu terjadi pada rumah tangga mereka. Ayesha harus melupakan mimpi-mimpi tersebut dengan mimpi yang lain yang belum pernah terfikirkan sebelumnya. Akankah Ayesha bisa melewati semuanya atau ia harus menyerah dengan semua yang terjadi di kehidupannya?


Angkasa sudah berhenti mencari tahu di mana keberadaan perempuan yang ia cintai sejak lama bahkan perempuan itu adalah cinta pertamanya. Semenjak gadis itu menghilang Angkasa selalu mencari di mana keberadaannya, namun selalu nihil hasilnya. Di saat sudah berhenti mencari informasi tentang gadis itu, saat itu ia justru mendapatkan alamat dimana gadis itu tinggal, tapi kenyataan membuatnya kecewa dan memilih untuk melupakan gadis pujaan hatinya. Tapi takdir berkehendak lain, saat ia sudah berhasil melupakannya. Takdir apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALY 20

Pandangan pertama yang di lihat oleh Yesha adalah wajah cerah Angkasa, tapi saat Rangga muncul di belakangnya, ia juga bisa melihat perubahan wajah Angkasa. Pemuda itu terkejut, sekaligus bertanya-tanya, tapi sepertinya belum berani bertanya. Ia merasa ritme detak jantungnya menjadi lebih cepat, apalagi saat menyadari raut wajah Angkasa yang menjadi datar, tak seperti pertama kali melihatnya. Sebisa mungkin mengatur nafas, supaya tidak terlihat grogi.

Yesha duduk di sofa sebelah Elsa, di susul Rangga juga ikut duduk di sebelah Yesha, membuat mereka bertiga berhimpit-himpitan. Akhirnya Elsa mengalah, ia berpamitan untuk masuk ke dalam, menyadari suasana terlihat canggung dan ia justru akan jadi pengganggu jika masih berada di sana.

"Apa kabar Kak Nevan sama Kak Angkasa? Kok bisa sampai sini, liburan ya?" Yesha mencairkan suasana, karena sejak kedatangannya mereka semua tampak membisu.

"Baik Dek, siapa dia?" tanya Nevan, sebenarnya ia sudah bisa menebak saat melihat mereka berdua masuk, apalagi lelaki yang datang bersama Yesha tersebut tampak tidak menyukai kehadiran dirinya dan Angkasa.

"Kenalin Kak...." Yesha menghentikan ucapannya karena Rangga lebih dulu menyela.

"Rangga, tunangannya Ayesha," Rangga lebih dulu menyalami Angkasa yang berada di hadapannya.

Deg

Tiba-tiba ada rasa sesak di dada saat mendengar ucapan pemuda yang ada di hadapannya. Ia berharap ini hanyalah mimpi. Jika benar mimpi, maka bangunkan dirinya, ia tidak mau terlarut dalam mimpi buruk.

Senggolan di bahunya membuat Angkasa tersadar, karena sejak tadi belum membalas uluran tangan pemuda yang mengaku bernama Rangga tersebut.

"Angkasa," ucapnya dengan singkat.

Setelah itu Rangga berjabat tangan dengan Nevan, ia baru tahu ternyata Nevan sepupu sang istri, membuatnya sedikit lega. Tadi sempat berfikir buruk tentang Nevan, karena cara memanggil Ayesha nya dengan sebutan 'Dik'.

"Kalian udah tunangan? Sejak kapan? Kenapa gue enggak di kasih tahu si?" tanya Nevan, ia tidak menyangka jika adik sepupunya itu sudah tunangan.

"Seminggu yang lalu Kak, hanya acara keluarga inti aja, sengaja karena kesibukan kami yang tidak memungkinkan buat acara," jawab Yesha.

"What? Baru seminggu? Yah, kalah cepet," setelah menyadari ucapannya, Nevan tiba-tiba membisu, sadar jika ia hampir saja keceplosan.

"Malah cepet apanya Kak?"

"Enggak, harusnya kita ke sini Minggu lalu, biar bisa lihat kalian tunangan, iya kan Ang?" kilahnya sambil melihat ke arah Angkasa, tapi sahabatnya itu hanya mengangguk tanpa mau menimpali ucapannya.

Mereka terlibat obrolan santai, mengabaikan Angkasa yang hanya diam membisu.

Melihat sang sahabat yang sedang menahan sesak di dada dan raut wajah yang menandakan sebuah kekecewaan, akhirnya Nevan pun berpamitan. Ia sempat menanyakan di mana hotel terdekat, mereka akan menginap di sana. Dan satu lagi, ia menyampaikan alasan datang ke Jerman karena ada urusan pekerjaan, bukan karena sengaja ingin bertemu dengan Yesha.

"Kak, please anterin Kak Nevan sama temennya ke hotel ya, kasian mereka belum tahu daerah sini," ucap Yesha pada Rangga saat Nevan baru saja ke luar dari apartemen.

Rangga menghela nafas, "Baiklah," ia pun meninggalkan Yesha dan segera menyusul Nevan dan Angkasa. Tidak enak juga dengan Nevan yang notabene masih saudara dengan Yesha, jika membiarkan mereka mencari tempat menginap sendiri.

*****

Setelah kepergian Rangga, Yesha menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Ia sepertinya bisa menebak kedatangan Angkasa dan Nevan. Menurut cerita dari Yasmin, sang sahabat yang berada di Indonesia, Angkasa masih saja mencari keberadaannya, mencintai dirinya tanpa batas. Tapi ia benar-benar tidak memiliki rasa apa pun terhadap Angkasa, ia menganggap Angkasa itu sama seperti Nevan, bahkan dua teman mereka yang lain juga ia anggap seperti Kakak, tidak lebih.

"Entahlah," gumamnya.

"Ki, itu yang namanya Angkasa yang sering di ceritain sama Yasmin ya?" suara Elsa membuatnya terkejut dan tersadar dari lamunan.

Elsa memang mengenal Yasmin, karena saking seringnya menelfon Yesha waktu mereka masih sibuk di kampus, tapi kini sudah jarang, mungkin karena Yasmin juga sibuk.

Yesha mengangguk, "Gue bingung El, harus jelasin gimana?" keluhnya.

"Emang dia belom tahu kalo Lo udah nikah?"

Lagi-lagi Yesha menggeleng, "Bahkan Kak Nevan aja kayaknya belum tahu, masak sih Om Enggar enggak ngasih tahu ya? Padahal Mamiku bilang, kalau semua keluarga besar udah tahu," jawabnya lesu, seperti tak memiliki tenaga.

"Menurut gue, Lo jelasin aja lah, dari pada dia ngarep eh ujung-ujungnya tetep enggak dapet, kan kasian Ki," tutur Elsa

"Masalahnya, ah gue juga sih yang salah. Gue bodoh banget sih, pergi gitu aja, enggak ngasih kepastian sama Kak Angkasa," Yesha merasa bersalah, telah membuat Angkasa berharap banyak pada dirinya.

"Emang dulu Angkasa pernah nembak Lo?" tanya Elsa dan jawabannya benar sekali.

"Pernah, tapi enggak gue jawab. Waktu itu pikiran gue kacau El, jadi gue rasa enggak tepat buat bahas hal kaya gitu. Apalagi perjalanan kita masih panjang, gue juga belum mikir buat nikah, entahlah gue bingung sendiri. Mau tidur aja gue El," Yesha bangkit dari duduknya menuju kamar dengan gontai.

"Ya pastilah dia mengharap sama Lo Ki, dan gue yakin dia kecewa banget sama kenyataan ini. Lo tetep punya salah di sini." Elsa mengikuti langkah Yesha yang masuk ke dalam kamar sambil mengomel.

"Bisa di bilang Lo pehapein dia Ki," tambahnya.

"Iya gue emang salah, gue sadar. Dah lah El, gue mau tidur aja, besok gue akan temuin mereka. Apa benar mereka ke sini hanya liburan atau ada hal lain," ucapnya, setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.

*****

Di sini lain, Rangga benar-benar mengantar dua pemuda itu ke hotel meskipun Nevan sempat menolak tapi ia tetep kukuh mengantarnya, bahkan ia juga yang memesankan kamar untuk mereka berdua. Hingga mereka masuk ke dalam kamar, setelah itu ia pun kembali ke apartemen.

Ia menyadari ada hal yang berbeda dari pemuda yang bernama Angkasa itu, apalagi sejak tadi pemuda itu membisu. Berbeda dengan Nevan yang banyak bicara, mengajak ia mengobrol sepanjang perjalanan menuju hotel. Tapi ia tak mau ambil pusing dengan semua itu, jika pun memang benar Angkasa menyukai istrinya, tak masalah selama Angkasa tidak berbuat yang tidak-tidak. Karena ia yakin Yesha hanya mencintainya, bukan orang lain apalagi Angkasa.

Ia langsung masuk ke dalam apartemen miliknya, tanpa mampir ke apartemen sang istri. Ia mengira Yesha kembali ke apartemennya, tapi ternyata tidak. Baru saja ingin menghubungi Yesha, ternyata ia melihat ponsel gadis itu ada di dalam kamarnya, akhirnya ia memilih untuk tidur karena waktu juga sudah malam.

Tengah malam ia terbangun, baru saja ia bermimpi buruk. Mengucapkan istighfar beberapa kali, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.

Setelah sholat, ia teringat akan sang istri. Ia pun meraih ponsel dan menghubungi seseorang.

"El, bukain pintu. Aku mau ke situ. Oh, oke kalau gitu. Maaf ganggu," setelah itu ia pun bergegas ke luar apartemen.

"Pasti dia terkejut pas bangun nanti," gumamnya sambil tersenyum. Ia melihat Yesha yang tidur dengan nyenyak bahkan tidak terusik saat dirinya mendaratkan kecupan di kening.

Setelah itu, ia pun ikut merebahkan diri di samping Yesha, sambil memeluk istrinya itu dengan erat.

1
Febby fadila
alhamdllah ya semua bahgia, terutama buat angkasa yg sellu setia menunggu cintax sama sang istri Ayesha 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Febby fadila
makax jova jangan sok kamu udah dihamilin gitu malah di campkan
Febby fadila
lanjut siapa ya🤔
Febby fadila
jangan tamat dulu ya kak, ada extra part nya kan
Febby fadila
semoga bumil sellu bahagia dan sehat sellu sampai lahiran
Febby fadila
makax bunda jangan main asal benci aja cari tau duluaslaahnua seperti apa
Febby fadila
ya elah aku kira aku doang yg tidur di bawah ketiak suami 🤣🤣🤣,,, jadi klw suami sdah dinas serasa rindu banget karena nggak bisa tidur
Febby fadila
Semoga nggak ada pelakor ya
Febby fadila
semoga aja Ayesha lagi hamil anakx angkasa
Febby fadila
gassss poooooollll ya angkasa jangan kasih kendor 🤣🤣🤣🤣 biar Fabian punya adik baru lagi
Febby fadila
tentang Aufa duku aja Thor tp di bikinseru ya
Febby fadila
Alhamdulillah semoga selalu bahagia terus ya moga aja Fabian akan punya Dede lagi
Febby fadila
lanjut biasanya dibcerita lain tu musti tunggu siap dulu baru mulai malam pertama nya
Febby fadila
sah selamat ya semoga kali ini samawa sampai til Jannah nya allah
Febby fadila
sedih aku tiap kali yesha mengingat rangga
Febby fadila
kangen Rangga juga ya, semoga tenang dan bahagia ya kamu Rangga 😭😭😭
Febby fadila
semoga ini awal untuk kebahagiaan kalian berdua
Febby fadila
sungguh kisah cintanya Ayesha sama angkasa nggak pernah mulus banget
Febby fadila
gimana reaksi bunda ayu ya, semoga bunda ayu nggak julid sama mantunya nanti
Febby fadila
waduuu Aufa kok suka sama sepupu sendiri siii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!