Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.
Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.
Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.
Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?
Akankah Seila membalas Cinta Bima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.MILIK KU AKAN TETAP MENJADI MILIKKU
Di tatapnya langkah Bima, dengan tatapan
sayu.Seila tidak pernah menyangka, jika Bima
benar benar tulus mencintai nya .
Merasa dirinya di pandang terus
Bima berucap.
"Kenapa menatapku begitu !"Aku mau
membuat kopi, apa kamu mau ?"
Seila mengelengkan kepala nya.
Bima tersenyum, tidak menunggu lama kopi pun sudah siap di nikmati.
Bima menyadarkan tubuh nya di kursi.
Seila yang belum bisa tidur turun dari Ranjang,
dan duduk di samping Bima.
" Kenapa kesini, Mau kopi !" Tanya Bima lembut.
"Ngak suka !"
"Lalu, kenapa kesini ?"
"Mau menemani Suami ku,"
Ucap Seila
Mendengar kalimat Suami, mata
Bima berbinar.
"Coba ulangi sekali lagi !"
Dengan malu malu, Seila menjawab .
"Mau menemani suamiku,"
Bima tersenyum, Bima membuka
kedua tangan nya.
Seila segera menengelam kan wajahnya di dalam pelukan Bima.
"Trimakasih, sudah menggakuiku sebagai Suami."
"Coba buka mulut nya ,cicipi kopi buatan ku
ini enak lho."
Seila melepaskan pelukan Bima.
"Ngak mau," itu ada rasa pahitnya .
" Sedikit saja, pahit ini justru menambah
nikmat nya,"
"Ngak mau..!'
Seila menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya, tak kala melihat Bima mengambil satu sendok kopi, di arahkan kepadanya .
Melihat Seila menutup mulutnya Bima merasa
gemas.
"Nih lihat, sudah ku minum sendiri, sekarang
buka tangan mu, jangan di tutup bibinya,"
Seila membuka telapak tangan nya .
"Stop..!jangan bergerak, diam begitu."
"Ada apa ?"
"Diam, ada kotoran yang nyangkut di bibirmu
jangan bergerak ya ?" biar ku ambil."
Wajah Bima mendekat dan lebih dekat ,
Membuat Seila memejamkan matanya.
Di sentuh nya bibir Seila dengan jari tangan tangannya, Awalnya hanya ingin menyentuh bibir Seila dengan tangan tapi gejolak hati Bima, menyuruhnya untuk berbuat lebih.
Bibir ranum itu sangat mengoda
imannya.
"Maaf..!" Ucap Bima lirih
Sebelum bibir Bima, ******* bibir Seila.
Seila yang tidak menyangka kalau Bima,
akan melahap bibir nya hanya bisa
membulatkan kedua bola matanya
dan pasrah. Untuk beberapa menit bibir
Seila di mainkan Bima.
Setelah merasa cukup Bima melepaskan
ciuman nya dan mengecup kening Seila.
" Trimakasih,"Aku boleh kan , jika meminta nya lagi ?
Dengan Wajah yang merah merona , Seila mengagguk.Bima tersenyum.
"Sudah, sana, tidur dulu nanti aku menyusul .
Kalau masih disini nanti ku lahap lagi mau ?
Mendengar ucapan Bima bola mata Seila melotot, sebelum beranjak pergi.
Bima menatap langkah Seila dengan tersenyum.
Di atas Ranjang Seila berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa, pikiran nya masih, teringat pada kelakuan Nekad Bima.
membuat pikiran nya kalut .
Saat membalikkan badan Seila terperanjat kaget, mendapati Bima sudah ada di sampingnya.
" Kau..?"Ucap Seila tergagap.
Bima mengkerut kan alis matanya , kenapa
terkejut. Seperti melihat hantu saja.
Bima merengang kan kedua tangan nya .
Mau tidur ,di pelukanku?"
Cepat cepat Seila mengelengkan kepalanya .
"Kalau tidak mau cepat tidur !"jangan khawatir
aku tidak akan berbuat yang aneh aneh .
tidur lah. Seila kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata.
Menjelang Subuh Bima sudah bangun sudah mandi dengan rambut yang basah.
Meskipun tidak melakukan hubungan bagi
Bima ciuman kemarin harus mandi dan mencuci rambutnya biar segar.
Di liriknya Seila yang masih tertidur di ranjangnya dia masih pulas.
"Aku tunggu beberapa menit saja,
Guman Bima.
Bima melangkah mendekati Ranjang Seila ,
di tatapnya lekat lekat gadis yang ada di depannya. Kau benar benar membuat ku
jatuh cinta. Aku tidak bisa kalau harus jauh
dan terpisah darimu,"
Seila membuka mata tak kala satu butir air menetes di pipinya. Ternyata Rambut basah Bima yang ada di depannya menetes jatuh
ke pipi nya.
"Sudah bagun sayang,"
Sapaan yang begitu lembut dan romantis keluar dari mulut Bima.
"Seila hanya mengagguk.
"Cepat ke kamar mandi kita sholat subuh bareng," Seru Bima.
" Kita sholat berjamaah ?
"Ya !"Apa kamu tidak mau sholat dengan
Suamimu."
" Mau..!"
" kalau begitu cepatlah nanti keburu habis, waktunya .
Hari ini Bima dan Seila melakukan sholat
berjamaah. Wajah Bima terlihat begitu bahagia .
Sedangkan Seila tersipu malu di buatnya.
Bima betul betul Romantis ,
tidak perlu di minta sudah dengan suka rela menyiapkan sarapan pagi.
"Duduklah ayo kita makan, Rencana kamu hari ini apa ?
" Aku mau ketemu Wina Dan pergi jalan jalan mau melihat lihat."
"Apa aku boleh ikut ..?
"Tidak boleh ini cewek semua masak mauikut
Sunggut Seila."
" Ya, baiklah ..!"
"Tidak masalah kalau tidak boleh ikut
tapi ada syaratnya ?
"Apa ..?"Tanya Seila ingin tau .
"kiss dulu disini, Bima menunjuk Bibirnya .
Membuat pipi Seila kembali merah merona .
Kalau tidak mau tidak boleh pergi.
Bima melangkah mendekati Seila Setelah dekat.
" Disini sayang..!"Bima menunjuk bibirnya.
Menunggu Bibir mungil Seila menyentuh nya .
Dengan sedikit ke cangungan Seila mendekatkan bibirnya.
"Cup..!"
Bibir Seila mengecup bibir Bima , Ketika Seila hendak menjauhkan bibir nya.
Bima melingkar kan tangan nya dan memeluk
tubuh Seila ******* dengan lahap bibir Seila.
Untuk kesekian kalinya lagi ,bibir Seila menjadi
santapan bibir Bima.
Setelah merasa cukup , Bima melepaskan ciumannya.
"Sekarang, pergilah !" Ingat jangan matikan ponsel nya dan jangan lama lama di luar,
cepat pulang,"
Seila mengagguk wajahnya benar benar
merah merona .
Bima membuatnya seperti kepiting rebus.
Melihat Seila diam Bima berucap.
"Jangan terlalu canggung begitu, nanti lama lama kamu juga akan terbiasa,"
Celetuk Bima membuat bola mata Seila membulat dengan sempurna .
Bima tersenyum melihat tingkah gadis nya.
Seila segera menenteng tas kecil dan hendak keluar.Tapi gengaman tangan Bima menghentikan nya lagi.
"Apa..!masih kurang ciuman nya,"Sunggut
Seila gusar takut bibirnya kecolongan lagi.
"Ambil uang ini, untuk beli apapun yang
kamu inginkan,"
Mata Seila berbinar senang.
"Hmmm giliran di kasih uang senangnya ,
cuma di cium saja cemberut,"Keluh Bima .
Seila tidak perduli dengan ucapan Bima,
diambilnya uang itu lalu pergi.
"Tunggu..!"kiss nya mana ?"
"Seila tertawa riang. Ogah tadi sudah.
Bima menatap kepergian Seila dengan mengelengkan kepalanya.
Merasa jenuh di dalam kamar Bima keluar
berjalan melihat suasana hotel di bawah.
****
Sementara Hendrato dan Robi
sedang berbincang di luar hotel.
"Apa kamu yakin, dia akan kesini dan mengambil syal ini ?"
"Tentu saja yakin, kan kemarin sudah telpon,
Saat kamu ada di kamar mandi."
"Aku, yang menerima telpon dan mereka mengatakan, akan kemari,"
Kalau begitu kita tunggu di sini saja .
Robi mengagguk. Hendrato dan Robi duduk, menanti kedatangan, orang yang akan mengambil syal, sambil menikmati makanan ringan yang mereka pesan.
Tak lama telpon Hendrato berbunyi.
"Rob !" ada telpon masuk, sebentar ya, aku angkat dulu, siapa tau mereka ,"
"Ok,"
Hendrato memilih tempat yang tidak bising ,
untuk menerima telpon.
Lima belas menit lamanya, Hendrato berbicara lewat telpon, Melihat Hendrato sudah kembali , Robi segera menghampiri.
"Bagaimana ?"
Sudah bicaraapa katanya .
"Yang telpon si bos .,!Aku harus ke lantai atas kamarnya, Bos memintaku mengambil beberapa dokumen untuk rapat pertemuan besok,"
"Kalau begitu pergilah biar aku disini ,
menunggu mereka.
" Baiklah aku pergi dulu,"Hendrato melangkah pergi.
" Tunggu..!" Syal nya , kamu tinggal disini saja.
Karena kalau mereka datang nanti aku tinggal
memberikan nya kepada mereka .
"Tidak usah" nanti biar aku sendiri yang memberikan nya aku tidak lama kok."
Robi hanya terpaku diam dia benar benar tidak mengerti , kenapa cuma memberikan syal saja
bersikeras ingin memberikan nya sendiri.
Bukan kah sama saja ,dia yang memberikan atau bukan, yang penting syal nya di kembalikan ke pemilik nya.
Hendrato dengan langkah cepat , sedikit berlari kecil , segera menuju ke kamar bos nya.
Karena langkahnya terburu buru Hendrato , tidak sengaja menabrak orang di depannya.
"Maaf ...!"Seru nya.
"Tidak apa apa."
Setelah mengucapkan kalimat maaf Hendrato ,
melangkah pergi.
Tapi langkah nya di halangi , orang yang tadinya dia tabrak.
" Tunggu !''Seperti nya aku pernah melihat mu tapi di mana ya,"
Hendrato menghentikan langkah nya ,dan berpaling menatap orang yang dia tabrak.
Saat wajah mereka saling bertatapan.
Hendrato berseru.
"Hey..!"Bukan kah kamu orang yang menolong ku waktu itu ?"
Laki laki di depan nya yang tak lain adalah Bima mengkerut kan keningnya.
"Kau ..?"
" Iya aku ", yang kamu tolong dulu ,
Seru laki laki di depan nya dengan wajah
riang Hendrato menggulurkan tangan nya .
"Aku, Hendrato ,kamu siapa namanya
Sungguh kebetulan ya kita bertemu disini.sya
Luapan kebahagiaan terpancar dari wajah Hendrato. Tapi lain halnya dengan raut wajah tampan Bima, wajahnya terlihat mendung .
Kenapa Hendrato ada disini apakah Hendrato dan Seila berjanji ketemuan disini."
Gumam Bima dalam hati.
"Hey..! kawan kenapa melamun,"
aku Hendrato," Ucap ulang Hendrato.
Bima yang dalam mode melamun pun tersadar dari lamunannya.
"Ya maaf..!" Namaku Bima.
"Maaf teman aku terburu buru ,aku tinggal
dulu nanti aku akan kesini lagi.
Boleh minta nomor telpon nya.
Dengan segera,
Bima menyebutkan nomor telpon nya.
Setelah mendapat kan nomor telpon Bima , Hendrato melangkah pergi.
Tinggal lah Bima dalam kekalutan hati nya.
Mengapa Hendrato ada disini ?
Mengapa Seila memilih liburan disini ,
Jangan jangan mereka berdua janji
bertemu disini. Jika itu benar sia sialah perjuangan ku selama ini.
Dan itu Artinya Seila masih mencintai ,mantan
kekasih nya itu. Apa yang menjadi miliku akan tetap menjadi miliku, tidak ada yang bisa merampas dariku," Ucap Bima dalam hati.
Dengan kasar Bima mengacak rambut nya
yang tidak gatal
Bima segera mengeluarkan ponselnya dari saku. Kemudian di hubungi nya nomor telpon
Seila.
"Kring....kring ...kring...!"
Tidak menunggu lama terdengar suara dari
sebrang.
"Halo..!"
"Seila," cepat pulang , sekarang."
"Aku belum selesai, nanti lah .kalau semua sudah beres.Ucap Seila menjelaskan.
" pokoknya pulang sekarang ?"
" Ya ..Sebentar lagi pulang .
Grutu Seila kesal.
Sembari menutup telponnya.
"Ada apa Seila ,!"kenapa wajahmu mayun begitu.
" Bima memintaku pulang Win ?
" Ya sudah pulang saja klo begitu , siapa tau
ada yang penting ,"aku baru ketemu istri tercintanya,"ledek Wina seraya tertawa.
"Lalu syal ku bagaimana ?
"Tenang , nanti biar aku yang ambilkan.
Mungkin Bima lagi kangen sama kamu tuh makanya diminta cepat pulang,"
Seila membulat kan bola matanya seraya ,
mencubit temannya Wina.
Membuat Wina menjerit kecil dan tertawa.
aku dkung kamu jd madu