Mengkisahkan seorang bernama Kikan yang wanita yang mencintai Pria Introvert,Tapi Cinta nya seperti bertepuk sebelah tangan,karena pria itu tidak menunjukan rasa suka dan ketertarikan pada Kikan.
Tapi sebuah kejadian membuat mereka akhirnya bersatu, tapi tentu saja tidak membuat Kikan merasa di cintai setelah memiliki nya,tapi ia merasa sangat jauh meski mereka sangat dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Berdansa
Kikan menghampiri Naura yang sejak tadi menunggu Ia turun.
"Maaf ya Ra, kelamaan."Ucap Kikan.
"Gak apa-apa Ki, tapi beneran Kak Jerry gak apa-apa?." Balas Naura.
"Belum tahu, setelah acara ini kami akan ke Rumah sakit."Balas Kikan.
"Kenapa harus Nunggu selesai, gak sekarang aja."Balas Naura terheran.
"kak Jerry sih gak mau ke dokter ,kata nya gak terlalu parah, tapi aku rasa harus bawa saja, kasian juga nanti mama papa khawatir."Balas Kikan.
"Oh gitu."
"Terus Nayla mana?." Tanya Naura dan Kikan yang mendapatkan pertanyaan itu pun tersenyum.
Kikan lalu membisikan di telinga sahabat nya itu, Naura yang mendengar sangat terkejut, ia bahkan menutup mulut nya yang terbuka. "Kau serius Ki?." Tanya Naura tersenyum tak percaya.
"Iya, aku bahkan tak tahu hubungan mereka."Balas Kikan.
"Semoga saja mereka bersama sampai menikah dan selama nya ya Ki, aku senang sekali mendengarnya, aku akan mengoda nya nanti."Balas Naura.
"Amin."
"Hm (Naura mendehem), Terus kau kapan?, kau juga gak pernah cerita siapa laki-laki yang kau suka." tanya Naura membuat Kikan salah tingkah.
"Aku, Aku akan menyusul setelah Nayla menikah dengan Kakak ku."Ucap Kikan gugup.
"Iya, sama siapa?." Balas Naura tersenyum.
"Nanti juga datang sendiri jodoh nya, kau jangan mengkhawatirkan ku, kau tak lihat, kalau aku sekarang sudah cantik seperti mu?."Ucap Kikan.
"Baiklah, aku percaya kau akan menemukan laki-laki yang baik."Ucap Naura dan Kikan tersenyum.
Lalu terdengar pembawa acara mengarahkan yang lain nya untuk berdansa. Tampak Pak Faris dan Bu Rina sedang berdansa dengan diiringi alunan music yang romantis.
Kikan tersenyum menatap Keromantisan Ibu dan ayah nya yang membuat iri para anak muda. tiba-tiba sebuah tangan mendekat di hadapan Kikan. Kikan mengangkat kepala nya melihat Aldo.
"Kikan, kau mau berdansa dengan ku?." Tanya Aldo.
Kikan menatap Naura ,Naura tersenyum mengangguk. Kikan pun menerima ajakan Aldo dan berjalan ke altar bergabung dengan yang lain nya. Sejenak Kikan melirik ke arah Evan yang tampak juga sedang menatap ke arah mereka.
Kikan lalu memegang dada Aldo kiri dan kanan, sementara Aldo memegang pinggang Kikan, menggoyangkan tubuh perlahan dan melangkah kan kaki kekiri dan ke kanan.
"Aku tak menyangka kau pandai berdansa."Ucap Aldo.
"Itu hal yang biasa."Balas Kikan. Aldo tersenyum menatap Kikan.
Kikan tampak menikmati nya, karena mereka berdansa berputar berganti pasangan setiap beberapa menit sekali.
Saat berdansa dengan Ayah nya ,Kikan menyandarkan kepala nya di dada sang ayah. "Sayang, Dimana kakak mu, seharus nya dia disini mengajak calon istri yang dia bilang ingin di kenalkan sama kita."Tanya Pak Faris.
"Kakak sedang bersama nya pa, Aku sudah mengenal nya, setelah acara ini kita akan bertemu dia."Ucap Kikan.
"Wah, Papa jadi penasaran siapa yang berhasil memenangkan hati anak papa."Ucap Pak Faris.
"Van, Dansa yuk?." Ajak Joan.
"Aku tidak bisa."Balas Evan.
"Udah, Nanti aku ajarin, sayang kan kita lewatkan."Ajak Joan menarik tangan Evan ke altar. Mata Kikan menjadi sendu menatap Evan berdansa tepat di samping nya bersama Joan.
Kikan membuang wajah untuk tak menatap Evan, namun Pria itu malah tak bisa melihat Joan, ia melirik menatap ke arah Kikan yang ada tepat di sebelah nya, dan Joan bisa merasakan nya.
Senyum Kikan yang tadi tersenyum dengan senang berubah seketika menjadi senyum terpaksa.
Hingga kembali berganti pasangan, Kikan berputar dan kini berpasangan dengan Evan, dengan ragu-ragu Kikan menyambut tangan Evan yang sudah ia buka untuk menerima Kikan, Kikan memegang pundak Evan dengan ragu-ragu, Kikan tak berani mengangkat kepala nya, hingga tiba-tiba tangan Evan memegang dagu nya dan mengangkat wajah Kikan untuk menatap nya, kedua nya saling bertatapan sembari mengerakkan kaki nya, sejenak kedua nya seperti terhipnotis tak melepaskan pandangan mereka beberapa saat. Hingga Music pun berhenti tanda dansa telah selesai. segera Kikan melepaskan tangan nya dari pundak Evan dan memandang ke arah lain dengan salah tingkah. Kikan berlalu pergi menghampiri ibu nya karena iantak ingin Evan melihat ia salah tingkah, Sementara Mata Evan menatap wanita itu berlalu pergi dari hadapan nya, hingga dimana Kikan kembali berhenti.
Aldo menepuk Pundak Evan mengagetkan laki-laki itu. "Kau pandai berdansa juga ternyata."Ucap Aldo tersenyum.
"Aku tak mau, tapi Joan memaksaku."Balas Evan.
Evan lalu mencari sosok Joan yang ternyata sudah kembali ke tempat duduk nya entah dari kapan, Joan tampak datar, tidak tahu apa yang di pikirkan wanita itu.
Jangan Lupa Vote ya.
hari minggu, Evan ke kantor ya?