NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Pagi itu... Rey sedang bersiap-siap akan berangkat ke kantor.Dan mendapati notifikasi pesan dari Arsyila kala pagi itu yang membuatnya sedikit heran.

"maaf Rey... Aku demam jadi tidak bisa masuk kerja hari ini.Tolong sampaikan ke ibu mu yah,"pesan singkat Arsyila kepada Rey.

"hah sakit ! Perasaan kemarin baik-baik saja,"gumam Rey pelan.

"kenapa Rey ? Siapa yang sakit?"Tanya nyonya Bella penasaran.

"Arsyila mah... Katanya demam dan tidak masuk hari ini,"jawab Rey sambil sedikit khawatir.

"jenguk dia !"Perintah mamahnya.

Namun Rey ada meeting pagi ini, paling tidak sore hari Rey baru bisa pergi untuk menjenguk Arsyila.Perasaan Rey jadi tidak enak,Rey merasa ada sesuatu yang menimpa Arsyila.

Karena semalam Melly terus menggoda nya lewat chat di aplikasi sosial media Rey,namun Rey sama sekali tidak menggubris nya.

"apa sebenernya yang terjadi pada kamu Syil,"gumamnya pelan.

Rey berangkat menuju ke kantor nya namun pikiran nya tidak tenang.Memikirkan Arsyila yang katanya sedang sakit hari ini.

...

Arsyila memang benar-benar sakit, jiwa nya yang masih tidak terima atas perlakuan keji semalam.Dan pikiran nya masih di bayang-bayang oleh wajah menjijikan dua orang laki-laki bejat yang terus muncul di pikiran nya.

Arsyila duduk dipojokan kamar,sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.Menjambak rambutnya sendiri,dan memukuli dinding kamar nya sampai tak mempedulikan tangan nya yang sudah bengkak.

"hiks... hiks,"Arsyila terus menangisi dirinya yang menyedihkan.

Ia mengambil ponsel dan memblokir nomor Melly, Arsyila suatu saat akan membalas dendam padanya.Arsyila frustasi,merasa dirinya kini sudah tidak berguna lagi.

Ketika ia sedang rapuh,ibunya malah teriak-teriak di depan kamarnya.Bertengkar hebat dengan Ayahnya,Arsyila dengar... Ayahnya ingin berpisah dengan ibunya karena tak sanggup lagi menafkahi keluarga.

"Kamu gak bisa pergi begitu saja... Mas !"Teriak Asih yang terdengar jelas dari kamar Arsyila.

"aku sudah tidak bisa menafkahi keluarga ini lagi.Aku ingin hidup sendiri,"Jawab Ayah sambil mengotot.

"Ah kenapa di saat aku lagi hancur mereka malah bertengkar.Siapa yang akan jadi tempat ku mengadu?"Rintih Arsyila pelan.

Arsyila keluar kamar,mencoba melerai kedua orang tuanya walaupun dirinya sedang tidak baik-baik saja.Lagi-lagi ia terkena lemparan piring Ayahnya yang akan mengenai ibunya,namun terkena Arsyila yang baru saja membuka pintu kamarnya.

'praaak !'

"aduh !"Piring itu mengenai jidat Arsyila hingga sedikit melukainya.

"Yah jangan tinggalin kami kumohon...,"Rintih Arsyila yang tersungkur di depan Ayahnya sambil memegang erat kedua tangan nya.

Sementara ibunya sedang menangis sesenggukan.Ayahnya melepas pegangan tangan Arsyila sampai Arsyila terjatuh ke lantai.Dan bilang kalau penyebab semua ini adalah dirinya.

"ini semua gara-gara kamu Syil, Sok-sokan kuliah yang hanya membuat hutang ibu menumpuk.Dan jadi apa kamu sekarang? Hanya jadi beban keluarga saja !"Lagi-lagi kata-kata itu terlontar dari mulut Ayah.

Malamnya ditimpa musibah,paginya ia ditambah lagi dengan kepedihan.Ingin sekali Arsyila teriak,marah dan menyalahkan Tuhan atas nasib yang menimpanya.Namun ia hanya bisa menangis dan terdiam.

Arsyila pergi ke kamar tanpa memperdulikan ibunya,ia memakai hodie hitam dan mengambil tas.Entah mau pergi kemana dalam kondisi hancur begitu.Langkahnya menuju tempat klub hiburan malam yang tak jauh dari rumahnya.

Padahal ia seringkali takut dengan godaan laki-laki hidung belang.Namun kini tidak ada ketakutan dalam dirinya karena ke-perawan nya sudah di renggut oleh laki-laki bejat suruhan Melly yang membuatnya frustasi.

Malam ini, dunia terasa seperti lelucon yang kejam bagi Arsyila. Di tengah bisingnya dentuman musik DJ di sudut remang sebuah klub malam, ia duduk sendirian di bar, menatap cairan bening di dalam gelasnya yang belum pernah ia minum sama sekali sebelumnya.Kejadian kemarin dan masalah orang tua nya yang menimpanya barusan sudah cukup menghancurkan fondasi hidupnya, namun pengkhianatan dari seseorang yang paling ia percaya—yang merenggut mahkota berharganya dengan paksa—telah meremukkan sisa kewarasannya.

Ia mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, menenggak habis vodka dingin itu hingga tenggorokannya terasa terbakar. Baginya, rasa perih di dada jauh lebih menyiksa daripada rasa panas alkohol yang menjalar di tubuhnya.

Di dalam keremangan klub malam, di antara kilatan lampu disko yang menyilaukan,Arsyila membiarkan dirinya tenggelam. Ia menertawakan takdirnya sendiri, membiarkan cairan keras itu merenggut kesadarannya perlahan-lahan. Malam ini, ia ingin melupakan segalanya,nama baik keluarganya yang hancur, harga dirinya yang terinjak, dan sosok polosnya yang telah direnggut paksa oleh kebiadaban. Di malam itu ia berharap bisa menenggelamkan semua mimpi buruk yang terus menghantuinya.

...****************...

Rey yang ingin menjenguk Arsyila,ia datang ke rumah dengan membawa bingkisan untuknya.Namun ia tidak ada di rumah,kata ibunya dia pergi dari sore.

Rey mencarinya hingga larut malam, khawatir sesuatu terjadi pada Arsyila.Hingga ia berfikir untuk mencarinya di sebuah klub malam tak jauh dari rumahnya.

Langkah kaki nya masuk ke dalam bar yang sudah biasa ia jajah.Matanya menelusuri satu per satu kerumunan orang-orang yang sedang berdansa santai akibat pengaruh alkohol.Terlihat wanita memakai hodie hitam yang tubuhnya mirip seperti Arsyila,kepalanya sedang tersungkur di atas meja bar karena mabuk berat.

Rey perlahan mendekati nya dan memberanikan diri melihat nya dari dekat.

"astaga Arsyila- apa yang telah kamu lakukan !"Rey memapah tubuhnya yang dalam pengaruh berat alkohol.

Rey membawanya ke dalam mobil,Arsyila yang pandangan nya kabur dan terlihat jelas sekali kalau ia sedang frustasi.

"apa yang membuat kamu begini Arsyila...,"Rey menatap wajah Arsyila penuh penyesalan,namun Arsyila hanya tertawa terbahak-bahak karena pengaruh alkohol.

Tidak mungkin Rey akan membawanya pulang dalam kondisi Arsyila yang mabuk berat.Rey membawanya ke salah satu tempat penginapan miliknya.Memapah Arsyila ke atas ranjang.

Tak sengaja Rey jatuh di pelukan Arsyila, rupanya Arsyila kelihatan lebih berani ketika dalam pengaruh minuman beralkohol.Dada Rey menyentuh sedikit buah dada Arsyila yang masih kencang.Rey berusaha melepaskan pelukan erat Arsyila namun Arsyila malah memeluknya lebih erat.

"jangan pergi kumohon !"Rintih Arsyila dengan suara lemah.

"kamu kelihatan berani kalau sedang mabuk begini Syil,"ujar Rey dalam hati.

"kamu jangan gegabah Arsyila.Kamu sedang tidak sadar dengan apa yang telah kamu lakukan!"Rey melepaskan pegangan erat tangan Arsyila.

Walaupun gairahnya sedikit memuncak,namun Rey masih bisa menahan dirinya karena ia akan menjaga Arsyila dengan baik sampai tersadar dari pengaruh alkohol.

Malam itu Rey menjaga tidur Arsyila sambil duduk menikmati kopi hangat dan menghisap roko di jemarinya.Ia menatap terus tubuh sexy Arsyila yang tak sengaja ia lihat malam ini.Entah apa respon Arsyila ketika ia sudah tersadar dari pengaruh alkohol besok pagi.

Rey telah membalut luka di jidat Arsyila dengan perban dan tangan nya yang bengkak sudah ia obati.Rey mengira Arsyila sedang ditimpa Masalah keluarga sampai ia mabuk berat seperti itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!