(Novel sedang dalam tahap perbaikan. Akan ada perbaikan kata dan perubahan bab. Maaf untuk Season 2 yang saya hapus)
Demi membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya, Hanan Kourosh, Seorang Ceo pemilik perusahaan terkenal ibukota.
Rela menikahi seorang gadis yang tak ia cintai dan tak sesuai standarnya, Zara Altair. Seorang gadis yatim piatu, putri dari pembunuh kedua orang tuanya. Dengan rupanya yang jauh dari kata cantik dan memiliki tompel besar di pipinya.
Pernikahan tanpa cinta pun dijalani, tak terlihat sedikitpun bahwa pernikahan hanya didasari pada balas dendam
Akankah Zara mendapat kebahagiaannya, atau....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kleo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 (MABUK)
Entah karna terbiasa, atau karna didikannya. Mereka menganggap sesuatu yang tidak masuk akal, sebagai kasih sayang. Padahal itu terlihat seperti penyiksaan dan kerja rodi bagiku. Zara
“Jahan, hari sudah hampir malam. Ayo, sekarang kita masuk!” Ajak Zara.
“Kazar duluan saja, aku masih ingin disini untuk beberapa saat” Jawab Jahan.
“Baiklah”
Zara lalu meninggalkan Jahan sendiri di sana, kala itu hari telah menjelang malam, dan lampu-lampu taman pun telah di nyalakan.
Untuk beberapa lama, Jahan berdiam diri sambil sesekali menyeruput tehnya. Hingga suara dering telepon memecah suasana.
“Halo Nyonya.., iya aku mendapatkan sedikit informasi di sana, tampaknya hanya sedikit karna orang-orang tidak tahu nama itu, iya baiklah aku akan ke sana nanti..”
Jahan mematikan telepon dan menghela nafas panjang setelahnya.
-Flashback On (Jahan)-
Hari itu, tepat ketika malam Zara dan Hanan bertengkar(Kebohongan Zara). Jahan yang baru saja datang dari luar negeri, langsung melajukan mobilnya menuju sebuah rumah mewah bertingkat di ujung kota. Ia masuk ke dalam rumah, dan ia dapat melihat seorang wanita paruh baya menunggunya.
“Bagaimana Jahan, apa kau mendapatkan informasi?”
“Aku menuju alamat yang Nyonya katakan, tapi rumah itu telah ditempati oleh orang lain, dan ia tidak tahu menahu tentang pemilik terdahulu. Aku juga menanyakan orang sekitar yang telah lama tinggal di wilayah itu, sedikit dari mereka tahu tentang pemilik rumah dan keluarganya. Tapi mereka tidak mengetahui ke mana keluarga itu pindah.”
“Kau sama sekali tidak menemukan apapun di sana?”
“Ada, aku menemukan seorang wanita yang dulunya bersahabat dengan anak keluarga itu, dia mengatakan bahwa keluarga itu kembali ke ibukota, mereka pindah ke sini dan ia mengatakan mereka pindah ke rumah sang nenek”
“Benarkah, lalu apa kau mendapatkan alamatnya!”
“Ya, Nyonya aku mendapatkan alamatnya, aku akan ke sana nanti”
“Ya, kau juga harus menyelesaikan misimu. Kuharap kau bisa mendapatkan informasinya dengan cepat dan mengetahui keberadaan keluarga itu”
-Flashback Off (Jahan)-
“Hah, kuharap aku bisa mendapatkan informasi tentang keluarga itu. Sehingga aku tidak lagi harus berakting seperti ini”
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Selepas mandi, Zara melangkah pergi menuju balkon, ia duduk sambil melihat bintang yang menabur malam. Kala itu Zara terlihat menggunakan piama putih dan sama sekali tidak mengoleskan abu hitam di wajah maupun sekujur tubuhnya.
“Malam ini, bulan benar-benar terlihat cerah. Tidak seperti malam sebelumnya.”
Beberapa saat setelahnya, ketika Zara benar-benar menikmati pemandangan malam, Ia dikejutkan dengan Arfan yang memapah Hanan di sampingnya.
“Paman? Apa yang terjadi dengannya?”
“Tuan sedang mabuk berat Nona, ia tidak sadar!”
“Kalau begitu, Paman kumohon tolong tuntun dia menuju tempat tidurnya!”
“Baik, Nona”
Arfan lalu menuntun Hanan menuju tempat tidur, dan merebahkannya di sana.
“Nona, Tuan terlihat kepanasan, apa perlu aku melepaskan jasnya?”
“Ya, lepaskan saja paman. Aku akan mengurusnya nanti!”
Setelah melepas Jas dan sepatu Hanan, Arfan berlalu pergi menuju lantai dasar, untuk mengambil jus lemon yang di pinta Zara.
“Paman, bolehkah paman mengambil jus lemon kemari? Itu bagus untuk meredakan mabuk seseorang”
“Iya, baiklah Nona, aku akan mengambilnya”
Ketika Arfan telah pergi, Zara mendekati Hanan untuk memeriksa suhu tubuhnya.
“Suhu tubuhnya normal, aku akan memberikannya jus lemonnya saja nanti”
Saat Zara hendak pergi menjauh, Hanan yang tak sadar menarik lengan Zara. Membuat Zara berputar dan terjatuh di atas dada bidang Hanan.
“Huaaa..!”
Braak...!
Hanan yang tak sadar lalu mendekap Zara di pelukannya seperti guling.
“Oh astaga, bagaimana bisa ia mabuk seperti ini”
Dengan sekuat tenaga, Zara mencoba melepaskan pelukannya, namun...
.
.
.
.
.
.
.
(Jangan lupa Vote, biar ko semangat nulis cerita, maaf kalo cerita agak gak nyambung, karna ini novel pertama koko)
keren ceritanya
semangat