NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendatangi Nana

Saat ini Zen berada di kota Semarang, mengunjungi kakaknya yang seorang janda. Dia menikmati waktu bermain bersama anak perempuan kakaknya yang bertingkah menggemaskan. Sebelum Ia teringat dengan Nana.

Dengan semua polah dan juga celotehan yang tiada henti membuat rasa lelah dan penat Zen mereda. Zen memandang Kiara yang berjalan sayuk-sayuk karna masih dalam tahap belajar. Tiba-tiba Nana melintas dalam benak Zen, menggodanya untuk tersenyum.

Mbak Nana...

Seperti apa ya anak kita kelak ? Kalau aku sih berharapnya kalau anak kita perempuan dia akan mirip kamu. Cantik... Mungkin efek usia, Zen langsung menghayalkan tentang anak.

Entahlah, ini bukan kebiasaan Zen yang suka berangan-angan apalagi berhayal tentang masa depan. Karna dia adalah seorang laki-laki dengan tipe yang menganggap kebahagian keluarga adalah segalanya.

Namun kali ini Zen tidak mampu lagi untuk membendung gejolak hati yang selama ini belum pernah Ia rasakan. Perasaan yang terus mengalir dan hanya bermuara pada satu nama, yaitu Nalal Muna. Perasaan yang memaksanya untuk menemui Nana, dengan dalil kerinduan sebagai dasarnya.

Pertanyaan : Bagaimana Zen bisa rindu? Padahal ngobrol aja nggak pernah.

Jawaban : Seorang jomblo aja bisa merindukan kekasih bayangannya. Apalagi Zen yang memiliki setatus calon suami, jadi sah-sah aja dia merasakan rindu terhadap calon istri yang pernah Ia lihat meski hanya sekali.

" Zen, ayo makan siang dulu." Kakak Zen menyiapkan makanan.

" Bentar, Mbak..."

Tut... tut... tut... " Nomor yang anda hubungi tidak menjawab cobalah beberapa saat lagi." Keterangan dari operator di ponsel milik Zen.

Kok nggak diangkat. Apa mbak Nananya lagi kuliah?

Zen mulai gusar. Sisi baiknya berkata jangan sampai mengganggu kegiatan Nana, kasihan. Sedang sisi egoisnya berkata kalau nggak ketemu sekarang mau kapan lagi? Mumpung lagi di Semarang juga. Kan cuma sekedar ketemu, dimana sih letak mengganggunya? Begitu kiranya perdebatan yang dialami hati dan pikiran Zen.

***

Jam 02.45 siang Zen sudah sampai didepan gerbang rumah kost Nana, berkat bimbingan Firman pastinya.

Klang... Suara pagar besi kost terbuka. Padahal Zen sama sekali tidak meyentuhya, apalagi memencet bel.

" Mau cari siapa, Mas?" Dian muncul dari balik pagar yang terbuka.

" Nananya ada, Mbak?" Zen melepas helm dari kepala lalu sedikit merapikan rambutnya. Kemudian tersenyum pada Dian.

Ala biyung.... seyumanmu itu lho, Mas. Nggak nguatin banget ! Dian berasa meleleh karna satu senyuman dari Zen yang memperlihatkan lesung dipipinya.

" Masih di kampus, Mas." Zen memperhatikan sepeda motor yang berada dihalaman Kost " Itu motor Nana dibawa Rena buat jemput aku." Dian menyadari Zen sedang memandangi sepeda motor yang digunakan Renata.

" Apa Nana masih ada jam kuliah, Mbak?" Zen mulai agak hawatir. Jika dia datang diwaktu yang tidak tepat.

" Nggk ada, Mas. Tadi dia bilang mau ke perpustakaan sebentar. Ini mau aku jemput. Mas nya tunggu aja di situ." Renata menunjuk ruang tamu dengan konsep terbuka.

" Iya, Mas. Motornya masukin aja biar gak halangin jalan." Dian membuka gerbang lebih lebar. " Nanti nyampe kampus kita bilangin ke Nana kalau di tunggu sama Masnya dikost." Lanjut Dian memberikan kepastian.

Tak selang lama dari Zen berjalan menuju ruang tamu yang ditunjukan Renata. Terdengar suara motor yang disusul suara heboh didepan gerbang yang belum sempat ditutup. Zen menoleh, mendapati Nana turun dari sepeda motor yang juga dinaiki seorang laki-laki. Terselip perasaan cemburu, karna dia yang adalah calon suami Nana belum pernah duduk berdua bersamanya. Apalagi membonceng dimotor sedekat itu.

" Ehmmm... Ehhmm..." Renata dan Dian menggoda pasangan yang baru saja datang.

Deegg Pyar. Perasaan cemburu Zen berubah menjadi keresahan saat memperhatikan gelagat Nana dan juga laki-laki yang bersamanya. Mereka tersenyum malu bagaikan sedang tertangkap basah.

" Ehhm... ehem... apaan? Bilangnya pulang bentar. Aku nunggu nyampe jamuran di kampus." Nana memukulkan buku yang dia pegang pada Renata.

" Hehehhe... ma'af deh! Aku khilaf..." Renata.

" Dek, kakak pulang ya?" Azam pamit pada Nana.

" Iya, kakak." Dian dan Rena cekikikan.

" Iya, kak." Nana. " Makasih ya udah mau nganterin."

Azam mengangguk, kemudian berlalu membawa senyuman yang masih menggantung dibibirnya.

" Na, itu ada tamu ..... kamu." Nana tidak begitu jelas mendengar kata-kata Dian yang sudah berlalu dibonceng Renata.

" Apa, Mbak?" Dian tidak mendengar ucapan Nana, malah melambaikan tangannya.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!