WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗
Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...
Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?
Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...
semoga sukaaa ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.19
Devano Pradipa Kalandra, seorang duda tampan keren dan dingin, memiliki satu orang putra yang bernama Derry Putra Kalandra.
Di umur nya yang baru 25 tahun dia sudah menjadi seorang duda, iya dulu dia menikah sewaktu masih Kuliah karena suatu kejadian, sampai akhir nya sang istri menghembuskan nafas terakhir nya sesaat setelah melahirkan anak pertama mereka karena pendarahan hebat.
Devano sangat terpukul dia baru saja ingin mencoba mencintai istri nya namun Tuhan berkehendak lain, yah dulu dia menikah karena Terpaksa, Devano selalu cuek dan dingin kepada istri nya meskipun istri nya selalu mencoba mendekati nya namun dia selalu menghindari nya.
8 bulan setelah menikah sang istri terjatuh dari tangga di depan mata nya sendiri dan mengakibatkan harus di operasi SC, disitu dia menyesal telah mengabaikan sang istri dan dia berjanji akan berubah dan menyayangi istri jya namun Naas setelah operasi SC pendarahan tak juga bisa di hentikan hingga merenggang nyawa nya.
Flashback on.
Di sebuah RS ruang ICU dengan langkah gemetar Devano memberanikan diri mendekati sang istri yang sangat lemah dan memprihatinkan, Dimana banyak selang selang medis menepel di tubuhnya.
"Sayang, kamu kuat, bertahan ya," Bisik Devano di telinga sang istri sambil meneteskan air mata.
"Ma maaf, maafkan aku selama ini sudah mengabaikan mu. aku mohon bertahanlah demi jagoan kita."
"Apa kamu tak mau melihatnya?"
Perlahan mata sang istri terbuka lalu menatap wajah Devano dengan tersenyum.
"Bo boleh kah, a aku mi minta sa satu permintaan," Ucapnya sambil terbata dan tersenggal.
"Apapun, apapun permintaan kamu aku kabulkan asal kamu bertahan," jawab Dave menggenggam tangan istrinya dengan erat.
"To tolong ra rawat an anak ku de dengan ba baik,"
"Sa sayang i di dia ja jangan a abaikan di dia a aku mo mohon," ucap istrinya dengan terbata.
"Aku pasti akan menyayangi anakku, terimakasih telah melahirkan malaikat kecil untukku, aku mohon kamu kuat dan bertahan yah, aku akan panggilkan dokter," kata Dave segera beranjak, namun saat Devano akan beranjak tangan nya di tahan sang istri.
"Bi bisakah ka kamu me mencium ku," pintanya, karena sedari awal mereka menikah Dave tidak pernah menyentuhnya sama sekali.
Devano mematung, lalu ditatap nya Mata indah sang istri dengan mata berkaca kaca dan penuh harap, Jujur hati nya sakit sekali melihat betapa rapuh nya sang istri, dia begitu menyesal karena selama ini telah mengabaikan nya, Dave pun mendekat dan mencium kening istrinya begitu lama dan tak terasa air mata nya menetes,
kemudian dia beralih membisikan kata ke telinga istrinya.
"I love you my wife, Please hold on for me and our child." Setelah membisikan kata itu dia kembali mencium kening istrinya kemudian beralih ke mata dan terakhir bibir nya.
Sang istri merasa terharu sampai meneteskan air mata bahagia,"Te terima ka kasih," Ucapnya sambil tersenyum kemudian menutup matanya dan
Tiiiiiiitttttttt .....
Suara pada mesin EKG itu membuat Dave begitu panik dengan segera dia menekan tombol darurat,
hingga tak berapa lama beberapa dokter dan suster datang dan memeriksa kondisi istrinya namun Tuhan berkehendak lain. Istri nya tak bisa di selamatkan karena pendarahan yang begitu hebat.
Dave merasa sangat hancur, disaat dia ingin memulai hidup baru malah tuhan tak menghendaki.
Hari hari dia lewati tanpa kehadiran sang istri yang biasanya selalu melayani kebutuhanya dan selalu menyambutnya saat pulang kerja dan selalu di abaikanya.
kini dia baru merasakan kehilangan saat orang itu tak ada, sebulan setelah kepergian sang istri Devano mulai bangkit dia tidsk boleh berlarut larut karena masih ada jagoan nya yang membutuhkanya.
Dia pun memutuskan untuk terjun ke perusahaan papa nya masih sambil kuliah dan mengurus anak nya.
Dia memutuskan tak ingin memakai jasa baby sister karena permintaan sang ibu, Ibu nya masih muda dan memang dia sangat suka anak kecil jadilah ibu nya yang menggantikan sosok ibu untuk anaknya.
Flashback off..
Hujan di pagi hari membuat orang enggan untuk meninggalkan Kasur, begitu pula dengan seorang dokter cantik yang saat ini masih bergelut di alam mimpi, masih enggan untuk beranjak beraktivitas, namun tuntutan pekerjaan membuat nya mau tak mau bangkit dan memulai hari.
30menit kemudian sang dokter cantik pun selesai mandi dan bersiap kini dia bergegas keluar apartemen nya dan menuju ke tempat kerja RS Citra Medika.
20 menit perjalanan dari apartemen menuju RS kini dia telah sampai dan bersamaan pula dengan kedatangan Bella.
"Tumben lo telat," Tanya Bella.
"Hehehe mager gegara ujan," jawab Arti,"Eh gue belom sarapan nih, kantin dulu yuk," sambung nya.
"Kuy lah," jawab Bella, lalu mereka berjalan berdua menuju kantin, namun saat masih berada di lobbi RS tiba tiba ada Ambulan datang dan membawa korban kecelakaan, Arti pun berhenti sejenak untuk melihat seberapa parah luka pasien itu, begitu pasien di letakkan di atas brankar dia terkejut melihat seorang Pria dengan berlumuran darah, bukan. bukan darah atau luka nya yang membuat nya terkejut tapi orang itu, iya orang yang menabrak nya di koridor RS tempo hari.
"Bell, gue nitip tas sama jaket gue tolong taruh ke ruangan gue, biar gue yang nangani itu pasien," ujar nya sembari membuka jaket nya dan memberikanya kepada bella, kemudian Arti pun segera berlari menyusul petugas medis lainya menuju UGD.
"panik banget sih tu anak, apa kenalanya? tapi siapa kok gue gak tau," Bella terus memikirkan siapa lelaki itu, merasa tak mendapatkan jawaban akhirnya dia pun berlalu menuju ruang kerja nya.
Ruang UGD.
Arti pun langsung masuk keruang UGD dan segera memakai pakaian dinas nya, dan mes sterilkan tanganya.
"Ini kenapa sus," tanya Arti kepada suster disana.
"Kecelakaan di jalan raya Dok, menghindari pejalan kaki dan tergelincir karena hujan," Ujar suster itu.
"Oh ok," jawab Arti, dan dengan cekatan dan konsentrasi dia mulai mengobati setiap luka di tubuh lelaki itu, meskipun ingin rasanya dia membejek bejek lelaki yang di depan nya ini karena tak memiliki sopan santun, tapi dia tetep bersikap Profesional.
1 jam kemudian dia selesai menangani pasien, dia segera keluar namun pas dia membuka pintu dia melihat Ibu paruh baya yang mengantarkan cucu nya kemaren berobat.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya," Tanya ibu itu dengan khawatir dan memegang pundak Arti.
"Ibu tenang saja, anak ibu baik baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan, saya sudah menjahit luka nya tapi.."
"Tapi apa dok, anak saya gak kenapa kenapa kan,"
"Ibu, ibu tenang dulu ya, anak ibu baik baik saja hanya saja luka di kaki nya sepertinya akan memakan waktu yang lumayan lama untuk penyembuhanya, karena kaki anak ibu seperti nya terhimpit badan mobil jadinya terjadi peretakan, Tapi tidak akan menyebabkan lumpuh kok bu hanya dengan terapi sebulan dua bulan anak ibu akan kembali berjalan normal," Terang Arti panjang lebar.
"Alhamdulilah,"
"Baiklah kalau begitu saya permisi ya bu, sebentar lagi anak ibu akan di pindahkan ke ruang rawat,"
"Iya iya dokter terimakasih,"
Arti pun melangkah kan kaki nya menuju ke ruanganya namun lagi lagi di hentikan Ibu tadi "Dokter cantik," panggilnya.
"Iya bu ada yang bisa saya bantu,"
ibu itu tampak tesenyum ramah, "Kamu yang kemarin memeriksa cucu saya kan, kenalkan saya Nita,"
"Oh iya bu rita saya Kartini panggil saja Arti."
"Ohh pantas ya kamu cantik, secantik nama nya, baik hati dan lembut,"
"Hehehe ibu rita bisa aja, baik lah terimakasih pujianya bu saya jadi GR di puji sama ibu,"
"Enggak enggak kamu beneran cantik kok pantes cucu saya gak berhenti cerita tentang kamu."
Arti pun tersenyum malu, " Ya sudah bu sekali lagi saya permisi ya."
"Ahhh iya iya, lain kali ketemu lagi ya, "
"Iya bu, mari,"
Ibu Nita tampak tersenyum penuh makna menatap kepergian dokter cantik itu.
.Bersambung***