NovelToon NovelToon
Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Novel ini hanya lucu di awal, semakin ke ujung ada sedikit bawang. Semoga suka.

*******

Mulutmu harimau-mu. Pepatah itu sering kita dengar. Tapi sering kita lupa. Sehingga sangat gampang berucap tanpa memikirkan dampak dari ucapan kita sendiri.

Aurelia Syafitri. Gadis cantik berumur 25 tahun, pribadi yang periang, suka bercanda dan gemar melancarkan jurus bucin. Bagi orang itulah yang menyenangkan bagi Syafi. Tapi, tidak berlaku bagi calon suaminya. Ucapan calon suaminya saat menjelang hari pernikahan bagaikan air yang melunturkan semua warna pada hidup Syafi. Bukan cuma ucapan itu yang menyakitkan bagi Syafi. Tapi di tinggal saat menjelang akad nikah. Menjadi tamparan keras di wajahnya. Duka menjelang hari pernikahan itu membuat Syafi kehilangan jati dirinya.

Bagaimana nasib Syafi yang di tinggal saat menjelang pernikahan? Atau akan ada keajaiban yang bisa membuat Syafi kembali menjadi pribadi yang ceria dan menyenangkan? ‘’


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19, Ada Gajah Dibalik Batu

🎶🎶🎶🎶🎶

Tangis bagai gerimis [ hati bak tasik pedih]

Cuba cari hakekat [temukan azimat]

Kasih gundah gerhana[diam tak berirama]

Gusar tambah gementar tak tertanggung rasa ….

Alunan musik semakin seru, terdengar suara riuh dan tepukkan tangan dari arah itu. Dirga tidak bisa mengalihkan pandangan matanya.

Dentuman irama lain juga menggelegar dalam diri Arnaff. Arnaff memandangi setiap wajah yang ada dalam ruangan itu, sesekali matanya memandang kearah foto dirinya dan foto Syafi. Rasa sesak menyelimuti hatinya.

“Assalamu’alaikum.” Suara salam itu memecah lamunan  Arnaff, terlihat empat gadis datang membawa barang yang mereka tenteng. Salah satunya adalah gadis yang dulunya dia kira Syafi ada di depan matanya.

“Wa’alaikumsalam,” jawab semua yang ada dalam ruangan.

“Paman, ini kiriman dari Barabai. Kak Erli mengirim semua ini, kata kak Erli, mereka datang nanti malam saja,” terang Mayfa.

Mata Arnaff masih memandang kearah Mayfa. Mayfa hanya memberikan senyuman pada Arnaff, tanpa memerdulikan tatapan itu, Mayfa meletakkan barang-barang yang dia bawa di dekat paman Ardhin. Mayfa mengambil ponselnya, lalu menghidupkan rekaman video pada ponselnya, merekam semua barang kiriman mantan Bos besarnya dulu.

“Wanita yang bernyanyi itu calon istri saya?” tanya Arnaff.

“Iya, dia Aurelia Syafitri, keponakan paman,” jawab Ardhin.

Anaff  terlihat sangat kecewa. “Maaf, saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini,” ucap Arnaff.

“Pasangan yang serasi, Syafi somplak, kak Arnaff juga suka bercanda,” ucap Mayfa. Mayfa masih fokus dengan kamera ponselnya.

“Saya tidak bercanda, saya tidak mau memiliki istri seperti wanita yang sedang bernyanyi itu.” Wajah Arnaff benar-benar serius, nada ucapannya juga sangat tegas. Mayfa tegang, dia lupa menghentikan rekaman video pada ponselnya.

“Jangan bercanda nak ….” Wajah Kamal terlihat cemas.

“Nak, kasian Syafi kalau nak Arnaff membatalkan pernikahan sekarang. Mau di taruh di mana wajah kami?” Ardhin terlihat sangat terpukul.

“Kehormatan?” Arnaff menatap sinis kearah Ardhin dan istri. “Sebelum saya menyetujui pernikahan ini, saya sudah menyelediki siapa calon istri saya. Hanya saja mata-mata yang saya sewa tidak prefesional, mereka tertukar dalam menyelediki. Intinya, saya sudah tau siapa Syafi, wanita yang bar-bar! Tidak punya harga diri! Lebay! Sangat mudah merayu orang. Itu hanya penyelidikan selama tiga hari, bagaimana kalau saya menyelidiki satu bulan? Pastinya dia bukan wanita yang baik.” Arnaff membuang begitu kasar napasnya.

“Nak, akad nikahnya tinggal besok, hancur harga diri Syafi, jika di tinggal menjelang akad nikah.” Kamal memohon agar Arnaff memikirkan dampak keputusannya sekarang.

“Mudah sekali kalian bicara harga diri. Keponakan kalian saja tidak bisa menjaga harga dirinya! Sebagai perempuan ... dia sudah merendahkan harga dirinya sendiri dengan perilaku anehnya,” ucap Arnaff.

“Nak … kasihani kami, kami orang miskin. Kalau Syafi batal menikah—”

“Harusnya Paman tau diri, kenapa paman menjodohkan Syafi dengan saya. Memangnya kalian siapa? Pede sekali ….” Arnaff membalas tatapan sendu dari sorot mata Ardhin dengan tatapan sinis. "Paman jangan takut, saya tidak akan meminta kembali uang yang sudah terkirim. Anggap saja itu ganti rugi."

Pak Said mengepal kedua tangannya, geram melihat pemuda yang banyak bicara di depannya ini. Rosalina sadar akan kemarahan suaminya. Dia memegangi bahu suaminya, agar suaminya tidak melepaskan kemarahannya.

Mayfa kesal. Dia merasa lebih mengenal Syafi, dia tidak terima temannya di hina seperti ini. Lupa akan kondisi ponselnya saat ini, Mayfa meletakkan ponselnya diatas lemari kecil yang ada di sampingnya. Lupa mematikan rekaman video yang terus berlangsung. “Kalau kamu belum mengenal siapa Syafi. Jangan berani menghinanya seperti ini!” kecam Mayfa.

“Saya tidak akan melanjutkan pernikahan ini! Saya sudah punya anak. Saya tidak bisa menikahi wanita alay lebay itu. Kalau dia jadi istri saya, bagaimana perkembangan anak saya nanti?” Arnaff memandang kearah Ardhin lagi. “Lebih baik saya kehilangan ratusan juta karena membiayai pernikahan yang batal ini. Daripada saya kehilangan harga diri saya, karena punya istri macam wanita dia. Yang terus bernyanyi itu.” Arnaff langsung pergi meninggalakan rumah Ardhin.

“Pak! Kita Kembali ke Hotel!” Arnaff berteriak pada sopir yang mengantarnya tadi. Dengan perasaan  kesal Arnaff berlalu meninggalakan rumah Ardhin bersama supirnya. Dirga sangat asyik menonton penampilan Syafi, sehingga dia tidak menyadari Arnaff melewati dirinya bersama sopir yang mengantar mereka tadi.

Ardhin memegangi dadanya yang terasa sesak. Ketakutannya selama ini terbukti. Seorang pemuda yang tidak bisa menerima Syafi dengan kebiasaan anehnya. Tubuh Ardhin seketika ambruk ke lantai.

“Paman!”

“Abah!”

“Pak Ardhin!”

Teriakan itu keluar bersamaan dari mulut Kamal, Pak Said, Rosalina, Mayfa, Eren, Asti, Marcelia, dan Shofia. Pak Said meminta bantuan pada warga yang ada di depan rumah untuk mengangkat tubuh Ardhin.

Kamal melangkah menuju kursi, rasa sakit itu sungguh membuat seluruh tubuhnya gemetaran. Kamal menghempaskan tubuhnya di kursi yang ada. “Syafiii ….” Rintihan itu lolos dari bibirnya.

Hatinya begitu sakit membayangkan nasib keponakannya. Rosalina dan Eren berusaha menenangkan Kamal. Sedang Mayfa langsung berlari menuju tempat acara. Syafi

masih asyik bernyanyi di sana.

Seorang perawat datang memeriksa keadaan Ardhin. “Tolong, langsung saja kita bawa ke Rumah Sakit terdekat,” ucapnya.

Di kursi sana, Kamal perlahan memejamkan matanya. Melihat mata Kamal terpejam membuat Rosalina khawatir. ”Ayah ….” Rosalina memanggil suaminya.

“Tolong periksa bu Kamal juga sekalian,” pinta Pak Said.

Perawat laki-laki itu segera memeriksa bu Kamal. Merasa aneh, dia mengambil alat untuk memeriksa tekanan darah, selesai menensi bu Kamal, dia membuang kasar napasnya. “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,” gumamnya.

Rosalina berusaha menahan tangisnya. Dia menenggelamkan wajahnya dalam pelukan suaminya. Keadaan di rumah itu seketika mencekam, di warnai dengan isak tangis mereka yang  ada di sana.

Saat yang sama, di tempat acara Bajapin berlangsung. Syafi masih kuat bernyanyi dan menari bersama penari Japin. Kali ini dia bernyanyi lagu ‘Ada Gajah Di Balik Batu’ dari group Bnad Wali.

🎶🎶🎶🎶

Eeee Aaaaa. Usaha sih boleh usaha …

Eeee Aaaaa. Tapi nggak gitu juga keles ….

Teng ngeteng teng teng teng … teng teng teng … teng teng teng ....

🎶🎶🎶🎶

Melihat Mayfa mendekat padanya, Syafi semakin semangat bernyanyi. Mayfa berbisik pada Syafi, sedang Syafi masih fokus dengan lagunya.

“Ada gajah di balik batu, batunya hilang gajahnya datang—”  Seketika Syafi mematung setelah mendengar

perkataan Mayfa. Air mata seketika mengalir deras di pipinya. Syafi memberikan mic pada salah satu penari, sedang dia langsung berlari kearah rumah pamannya. Melihat Syafi yang berlari cepat dengan keadaan menangis membuat warga yang melihat heran. Sedang Mayfa meminta pemain musik untuk menghentikan acaranya.

Berhentinya acara musik membuat warga yang tadi menikmati acara kebingungan, dan saling lempar pertanyaan dengan warga yang lain. Dirga tidak kalah cemas, melihat Syafi menangis seperti itu membuat dirinya memberanikan diri pada warga yang lewat di sampingnya. Tapi warga juga tidak tau.

Dirga berlari kearah Mayfa. “May … ada apa?”

“Paman Ardhin pingsan!” Hanya kata itu yang mampu Mayfa ucapkan, dia juga berlari untuk menyusul Syafi. Dirga mematung mendengar Paman kesayangannya pingsang. Dirga tahu, kalau Pamanya punya penyakit jantung.

Syafi baru sampai depan rumahnya, hatinya semakin hancur melihat warga menggotong pamannya yang tidak sadarkan diri. “Paman .…” Syafi begitu hancur melihat kondisi pamannya.

“Pamanmu, kami bawa ke Rumah Sakit. Kamu tolong kedalam lihat keadaan bibimu,” Pinta Pak Said.

Syafi segera memasuki rumah pamannya. Hatinya semakin hancur melihat bibinya sudah berbaring di lantai tertutup oleh kain. “Mamaaa!” Teriak Syafi. Syafi begitu hancur.

Mayfa tidak bisa berkata-kata, hatinya begitu sakit melihat kejadian yang ada di depan matanya. Dia menarik Syafi ke dalam pelukannya. Syafi menumpahkan tangisannya dalam pelukan Mayfa.

*Bersambung.

Hari ini aku up 3 Bab. Yang belum kasih bintang ke karya ini minta bantuannya ya kasih rate bintang 5, aku tau karyaku hanya remahan, tapi nggak ada ruginya kan kasih bintang 5. Rate karya ini dari bintang 5 anjlok ke 4,1

Mohon bantuannya ya sobat ...

Sekalian aku izin gak update besok, karena ada kesibukan lain. Mohon maaf ya .... 🙏🙏🙏

1
Dida Riyada
mangatoon
Yanti Yuli Anti
tengkiwww thor atas cerita nya..udh aku kasih hadiah yaa😘😘
Yanti Yuli Anti
sebel nya sam dirga...selalu menyerah sama keadaan..coba perjuangkan hati mu dirga..jangan lembek kayak tahu gitu ihh
Yanti Yuli Anti
harus nya dirga jujur sm syafi..pasti syafi mengerti dengan keadaan dirga..klo ga jujur ya syafi akn sakit hati terus
Yanti Yuli Anti
lha..kenapa jadi begini😭😭
Yanti Yuli Anti
terima kasih mba author karena sudah menyuguhkan cerita yg sangat bagus..tp aku berharap semoga ada kelanjutan nya d part 2...ngarep.com🤭
Yanti Yuli Anti
semoga yg ada d pikiran ku ga terjadi...Aamiin
Yanti Yuli Anti
kaka author berhasil bikin aku penasaran 🥴🥴
Yanti Yuli Anti
semangat Dirja semoga lelah mu menjadi lillah
Yanti Yuli Anti
semangat kk...
Yanti Yuli Anti
mantap samm....
Yanti Yuli Anti
aku jd terbawa suasana ..syafiii ohh syafii
Yanti Yuli Anti
cerita yg sungguh sangat sanagt luar biasa..👍
Yanti Yuli Anti
visual semua pemeran sangat cocok dengan karakter masing"...good job mba author
Yanti Yuli Anti
cerita nya sangat bagus...alur cerita mudah d pahami dan menghidupkan suasana
Yanti Yuli Anti
suka banget cerita nya...bikin hidup suasana
Yanti Yuli Anti
assalamualaikum...ikut manteng
Khairul Azam
aku gak respek banget sama si lala dan romi ini
Khairul Azam
lala sama romi ini model orang yg mementingkan dirinya sendiri.
Khairul Azam
nolong boleh baik boleh tp gak harus mengorbankan kluarga, diri sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!