NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Lampu indikator di dalam lift khusus area parkir bawah tanah penthouse menyala merah secara perlahan.

Ding.

Suara denting halus itu menandakan bahwa lift telah mencapai lantai paling atas.

Shopia Danica Whitmore melangkah keluar dari dalam kabin lift bersama Hanks dan Vane.

Langkah kakinya yang beralaskan sepatu hak datar melintasi lorong privat berlantai marmer hitam yang dingin.

Di sepanjang dinding, pendar lampu sorot temaram membingkai suasana yang begitu hening dan menegangkan, berbanding terbalik dengan kekacauan puluhan wartawan yang mengepung bagian depan gedung di bawah sana.

"Nona Shopia, tim keamanan di pintu utama penthouse baru saja dikonfirmasi oleh Asisten Mark," bisik Vane pelan di belakangnya, menyesuaikan earphone komunikasinya.

"Mereka telah mengunci seluruh sistem keamanan. Tidak ada media yang bisa menembus lantai ini, namun situasi di dalam tampaknya sedang mengalami krisis internal yang sangat tajam."

Shopia menatap pintu mahoni raksasa bersistem kunci biometrik di ujung lorong. "Buka pintunya, Vane. Aku tidak boleh membiarkan kembaranku menanggung ketakutan ini sendirian."

Sebelum Vane sempat melangkah maju untuk memproses akses pintu, suara pertengkaran yang membendung rasa cemas dan keputusasaan terdengar memantul samar dari dalam ruangan.

***

Di dalam ruang tengah penthouse yang luas dan megah, suasana terasa membeku bagaikan ruang sidang tanpa hakim.

Diedrick Ashford berdiri tegap di dekat meja bar, jemari tangannya mencengkeram tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih.

Kemeja hitam yang dikenakannya masih sedikit kusut, rahangnya mengetat kaku dengan sisa luka memar di sudut bibir.

Di layar televisi raksasa yang terpasang di dinding, siaran langsung siaran berita New York tanpa henti memutar rekaman foto ranjang privat mereka yang disebarkan oleh Arthur Bond.

Di sudut sofa, Rexana duduk meringkuk.

Kemeja oversized hitam milik Diedrick tenggelam di tubuh rampingnya, melapisi rasa dingin yang merayapi seluruh sel darahnya.

Jemari tangannya meremas lututnya sendiri yang gemetar, matanya yang redup dan sembab menatap kosong ke arah lantai marmer.

"Ini semua karena aku..." bisik Rexana dengan suara parau, hampir tak terdengar di antara desir angin luar yang menghantam kaca gedung.

"Foto itu... aku yang mengambilnya. Aku yang mengirimkannya pada Arthur."

Diedrick memutar tubuhnya seketika, melangkah lebar menghampiri sofa tempat Rexana terduduk.

Pria itu berlutut di hadapan Rexana, menangkap kedua tangan wanita itu yang dingin dan gemetar, lalu menggenggamnya kencang di atas dadanya sendiri.

"Dengar aku, Bellerina!" gertak Diedrick dengan nada suara berat yang sarat akan dominasi murni namun dipenuhi kelembutan yang dalam.

"Jangan pernah berani menyalahkan dirimu atas kebusukan Arthur Bond! Pria keparat itu yang memilih untuk menjual kehormatan istrinya sendiri! Dia yang menyebarkan foto itu, dan dia yang akan membayar setiap sen kehancuran ini dengan darahnya!"

"Tapi ibumu..." air mata Rexana kembali meluncur menembus pelipisnya, suaranya pecah menahan sesak.

"... keluargamu... mereka pasti sangat membenciku sekarang!"

"Tutup mulutmu, Rexana!" bentak Diedrick, menangkup wajah porselen Rexana dengan kedua tangannya, memutus keputusasaan wanita itu secara paksa.

Matanya menyala oleh binar cinta murni yang membius.

"Aku tidak peduli apa kata dunia! Aku tidak peduli jika seluruh media New York membakarku hidup-hidup! Kau milikku... sejak bertahun-tahun lalu, hari ini, dan sampai kapan pun! Jika namaku harus jatuh karena melindungimu, maka biar kuhancurkan seluruh kota ini bersamamu!"

Di tengah ikatan emosi yang begitu intens di antara mereka berdua, mekanisme kunci elektronik di pintu utama mendadak berbunyi nyaring.

BZZZZ... KLIK.

Pintu mahoni raksasa terdorong terbuka.

Diedrick berdiri secepat kilat, merentangkan tubuh tegapnya di depan Rexana secara refleks untuk melindunginya dari kemungkinan ancaman. Jemari tangannya secara naluriah bergerak menyambar gagang senjata di balik kemejanya.

"Siapa yang memberi kalian akses ke lantai ini?!" gertak Diedrick dengan suara menggelegar yang menggetarkan seluruh ruangan.

Namun, kalimat ancaman Diedrick mendadak terhenti di udara. Urat-urat di lehernya yang menegang melunak seketika.

Di ambang pintu, berdiri seorang gadis anggun.

Rambut panjangnya terurai halus di atas bahu, memancarkan aura lembut dan penuh kasih. Namun yang membuat napas Diedrick terhenti dan mata Rexana membelalak lebar adalah wajah gadis itu.

Garis rahangnya, mata bulat beningnya, hidung bangirnya, dan bentuk bibir porselennya... sangat, amat identik dengan wajah Rexana.

Satu-satunya perbedaan yang mencolok adalah gaya rambut panjang anggun milik gadis itu dan binar matanya yang hangat, berbanding terbalik dengan potongan rambut pendek kaku dan sorot mata redup milik Rexana.

"Kau..." gumam Diedrick tak percaya, matanya beralih secara bergantian menatap wanita di belakangnya dan gadis di pintu.

Rexana perlahan berdiri dari sofa.

Kakinya terasa lemas, tangannya yang memegang tepi sofa gemetar hebat.

Seluruh memorinya dari pertengkaran di meja makan keluarga Nycekerh tadi pagi bergema liar di kepala.

"Siapa... siapa kau?" bisik Rexana dengan suara bergetar parau, matanya menatap gadis berjas dokter itu dengan selaput air mata yang merebak luas.

Shopia melangkah masuk melewati Diedrick tanpa keraguan sedikit pun.

Dua pengawalnya, Hanks dan Vane, tetap berdiri sigap di luar pintu untuk menjaga area lorong.

Mata Shopia bertabrakan langsung dengan mata Rexana. Ikatan darah yang terpisah selama dua puluh enam tahun mendadak meledak di dalam dada Shopia.

Rasa haru, penyesalan, dan duka yang teramat sangat meluap hingga membuat air mata Shopia menetes melintasi pipi mulusnya.

"Rexana..." panggil Shopia dengan suara lembut yang begitu hangat, suara yang belum pernah dirasakan oleh Rexana seumur hidupnya dari seorang saudara.

Shopia mengikis sisa jarak di antara mereka, mengabaikan tatapan waspada dari Diedrick.

Gadis itu meraih kedua tangan Rexana yang kaku dan dingin, menangkupnya dengan kehangatan yang merengkuh seluruh jiwa.

"Aku Shopia..." bisik Shopia dengan tangis haru yang pecah. "Aku Shopia Danica Whitmore... kembaranmu, Rexana."

Deg.

Ruang tengah penthouse itu mendadak hening membeku.

Rexana menatap wajah Shopia yang amat serupa dengan dirinya.

Sentuhan tangan Shopia yang hangat, usapan lembut jemarinya di telapak tangan Rexana, dan cara gadis itu menatapnya penuh kasih... memberikan getaran insting yang tak mampu dibantah oleh logika. Ini bukan rekayasa keluarga Nycekerh, bukan pula kepalsuan Arthur Bond.

"Kembaranku...?" ulangi Rexana terbata-bata, napasnya tersengal-sengal menahan kejutan dahsyat yang menghantam dadanya.

"Tapi... aku tidak punya keluarga... mereka bilang ibuku adalah—"

"Itu bohong!" potong Shopia cepat dan tegas, menyapu air mata di wajah Rexana dengan kelembutan seorang saudari.

Perlahan, Rexana melepaskan pelukan Shopia, menatap mata kembarannya dengan binar keheranan dan rasa tidak percaya yang perlahan berubah menjadi rasa haru yang luar biasa.

Untuk pertama kalinya setelah empat tahun hidup dalam neraka manipulasi, Rexana merasakan bahwa dirinya memiliki tempat untuk bersandar—sebuah darah yang tidak mengkhianatinya.

Shopia memegang bahu Rexana, menatap kembarannya dengan senyum lembut namun sarat akan perlindungan yang kokoh.

"Kau tidak sendirian lagi, Rexana," ujar Shopia mantap, mengalihkan pandangannya pada Diedrick.

"Sebagai putri dari keluarga Whitmore, aku akan berdiri di sampingmu—di hadapan keluarga Ashford bersama-sama."

Diedrick menatap kedua wanita berwajah identik di hadapannya.

Sebuah senyum miring yang penuh keyakinan dan tekad membara terukir di bibirnya yang terluka.

1
Mei TResna Rahmatika
tenang sophia,jodohmu lagi di siapin sama author🤣
Mei TResna Rahmatika: karna di semua cerita author terkhusus keluarga ashford gak pernah ada ulet bulu nya🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
penasaran thor ada rahasia apa diedrick sama sophia
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗
winpar
smngt kk 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
terus semangat berkarya Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶 sehat selalu Dimana pun berada 😍
total 1 replies
Yusry Ajay
ya gpp thor dimaklumi 🤗🤗🤗
Yusry Ajay
up lg Thor kurang...
Rosdianah 🌷: huhu maafkan author 🙏🏻 beberapa hari ini author sibuk dunia nyata
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
ugal"an bangettt cinta nya pria ashford satu ini😍
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru kali ini keturunan asford jd gembel,, 😌
Rosdianah 🌷: ya Tuhan nggak jadi dramatis saya🤣🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
🤣 diedrick malang sekaliii
Rosdianah 🌷: author baru update 🤭🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
menegangkan thor bacanya 🤗🤗
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤣
Rosdianah 🌷: siap kak, Ma'aciww sudah stay baca cerita ku🌷
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh gercep ini sophi,pliss kak jangan pisahin rexana sama diedrick lagi kesian banget kisah mereka 😭
Mei TResna Rahmatika: keturunan ashford yg kisah cintanya gak banyak hura hara cuma leander sama pearl
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
dari berita ini semoga kembarannya rexana tau keberadaan rexana🤭
Mei TResna Rahmatika: udah mulai klimaks ini ceritanya, tambah penasaran apakah deidrick bakalan dapet bogeman dari kaetos🤭
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
ceritanya agak mirip sama kisahnya aurora,braxley sama jonathan bedanya disini ternyata Arthur terobsesi sama rexana, lanjut kak penasaran 🤭
Mei TResna Rahmatika: soalnya aku udah baca semua karya mu kak jadi inget🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
gak pernah gagal karya" mu kak
love sekebon
Rosdianah 🌷: Lopyuu Setaman kak🤭🌷
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
kisah cinta rexana dan diedrick kaya nya penuh liku nih kaya kisahnya emak bapaknya
Mei TResna Rahmatika: banyak bangett yg perlu di bahas di kisah mereka🤭selalu nunggu up nya kak😍
total 2 replies
Debu Nakal
bunga n like q kirimkan sebagai ucapan terimakasih krn dikau sdh mbuat karya yg woowwww
happy graduation eh happy birthday mksdnya
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii ma'aciww kak reader 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!