NovelToon NovelToon
OVER THE AGE

OVER THE AGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:339
Nilai: 5
Nama Author: siput

Namanya yang terkenal sebagai ketua geng Tunas Bangsa, Theo Bramansya cowok paling di takuti di wilayahnya,
Usia: 19 tahun
Tinggi: 190 cm
Berat: 82 kg

Penampilan: Tinggi, tegap, bahu lebar, kulit putih bersih, rahang tegas, hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dingin, rambut hitam sedikit berantakan. Tatapannya sering terlihat malas dan mengintimidasi. Memiliki tubuh atletis karena sering mengendarai motor dan berkelahi.

Kepribadian: Dingin, cuek, keras kepala, dominan, percaya diri, sulit didekati, dan tidak mudah menunjukkan emosi. Dia jarang tersenyum dan lebih sering menjawab singkat. Tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Dia adalah ketua geng motor yang cukup disegani. Berani, nekat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia tidak takut pada siapa pun dan tidak suka diperintah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1

Eca tidak sengaja bertemu Theo di sebuah minimarket malam hari. Theo baru saja turun dari motor bersama teman-teman gengnya. Tatapannya sempat berhenti pada eca, tetapi ia hanya tersenyum tipis sebelum berkata,

“Minggir. Lo berdiri di tempat gue.”

Lalu dia berjalan melewati eca tanpa menunggu respons.Theo

''Dih...sok keren" Sahut eca lirih

Langkah kaki theo terhenti tepat saat tangannya menyentuh daun pintu kaca yang dingin. Suara dengung lemari pendingin dari dalam minimarket terdengar samar, berpadu dengan deru knalpot anak-anak motor di pelataran parkir yang baru saja dimatikan. theo memutar tubuhnya perlahan, membiarkan jaket kulit hitamnya tersibak sedikit oleh angin malam yang menusuk tulang.

Tatapannya menghunus tajam, menelusuri raut wajah Eca dengan seringai tipis yang sarat arogansi.

Cowok bertubuh tegap itu memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana jins, berdiri menjulang sembari mengikis jarak di antara mereka. Sudut bibirnya terangkat meremehkan.

"Punya mulut juga ternyata,"

sahut theo pelan, nada bicaranya datar namun sarat provokasi.

Sepasang matanya menatap lekat-lekat, tak melepaskan ekspresi sang gadis sedikit pun.

...

...

"Gue kira lo cuma patung pajangan yang nyasar di depan pintu."

theo mengembuskan napas pendek, lalu melipat kedua lengannya di depan dada yang bidang. Ada kilat geli bercampur rasa penasaran yang tersembunyi di balik sikap acuhnya.

"Udah lama nggak ada yang berani nyolot ke gue di jalanan ini. Mau cari masalah, atau cuma pengin cari perhatian gue?"

"Harusnya ini jalan umum sih ya!

Sorry lo siapa ya? Gue nggak ngenalin lo" sahut Eca

theo mendengus geli, sebuah tawa hambar lolos begitu saja dari sela bibirnya. Menarik. Selama ini, hampir seisi kawasan tongkrongan Tunas Bangsa mengenal deru mesin dan jaket lambang serigala yang ia kenakan, namun gadis kecil ini justru menatapnya tanpa secuil pun rasa gentar atau rasa hormat.

Ia memajukan tubuhnya satu langkah, memperpendek jarak fisik di antara mereka hingga aroma maskulin berbaur tembakau tipis menguar di udara malam. Bayang-bayang tubuhnya yang jangkung menelan figur di hadapannya sepenuhnya.

"Nggak kenal?"

theo menyipitkan mata, suaranya terdengar berat dan teramat santai.

Ujung jarinya mengetuk ringan tali tas sandang miliknya sendiri.

"Bagus kalau gitu. Anggap aja gue orang yang paling pantas bikin lo minggir sekarang juga."

Dari arah belakang, beberapa anggota gengnya mulai bersiul heboh, tetapi theo hanya mengangkat satu tangan tanpa menoleh—sebuah gestur mutlak agar anak buahnya tutup mulut. Fokusnya sama sekali tak berpaling.

"Gue theo,"

lanjutnya dengan penekanan dingin yang menuntut ingatan sang gadis.

"Mengingat muka lo yang asing, mending lo simpan nama itu baik-baik di kepala lo."

..

..

"Nggak penting siapa lo, minggir gue lagi buru-buru, lo sama teman-teman lo mending pergi jauh-jauh dari hadapan gue!" Sahut eca kembali

Bukannya bergeser, theo justru sengaja memiringkan bahunya, mempersempit celah pintu kaca minimarket hingga mustahil dilewati tanpa bersenggolan dengannya.

Reaksi keras kepala perempuan itu malah memancing rasa tertantang dalam dirinya. Matanya berkilat tajam, menatap lurus ke dalam pupil mata sang gadis yang berapi-api.

"Buru-buru?"

bisik theo serak, kedua tangannya kini bertengger mantap di pinggul. Ia memiringkan kepala, sama sekali tidak terpengaruh oleh nada usiran barusan.

"Kelihatan jelas kalau lo belum tahu cara bertahan di sekitar sini. Semakin lo nyuruh gue cabut, semakin betah gue berdiri di sini."

Suara tawa tertahan anak-anak geng motor di pelataran parkir terdengar kian jelas, namun theo sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya. Ia justru condong ke depan, membiarkan ujung helai rambut hitamnya yang berantakan tertiup angin malam, menyapu tipis jarak di antara kening mereka.

"Gue nggak biasa diatur,"

ucap theo dengan nada suara rendah, tenang, namun menekan dengan keangkuhan mutlak.

"Dan pintu ini nggak bakal kebuka sampai gue yang mutusin lo boleh lewat."

1
Mawarresa
eca berani bangett🤣
Renjana
tinggalin jejak dulu,
hadir kak, mampir juga ya😊
Siput: thank u udh mampir kak
total 1 replies
atikah@72
sama-sama kak, sukses selalu🫰
atikah@72
ceritanya bagus lanjutkan Thor. jgn lupa mampir ya di aku buat silaturahmi. makasih 🫰
Siput: trimakasih kak support sistemnya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!