NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Casandra ngambek

Di dalam bath up, Bagas membantu Suzan menggosok punggungnya serta memijit badannya hingga rasa lelah yang ada di tubuh Suzan perlahan menghilang. Tak sampai di situ, Bagas melanjutkan aksinya dengan melakukan penyatuan tubuh mereka hingga Suzan tak kuasa untuk menolaknya. Walaupun hatinya masih dipenuhi rasa jengkel, tapi dengan perlakuan Bagas yang memabukkan, membuat Suzan tak kuasa dan hanya mampu menikmati perlakuan lembut sang suami.

Selesai mandi yang dibarengi dengan aktifitas panas, Bagas kembali membopong tubuh Suzan yang hanya berbalut handuk, ke dalam kamar, lalu membaringkan tubuh Suzan di atas tempat tidur.

Bagas terus memandang wajah cantik Suzan. Begitu juga dengan Suzan yang tak mampu mengalihkan pandangannya dari wajah Bagas. Apa yang telah di lakukan oleh sang suami di atas bath up tadi sungguh telah membuat hati Suzan terkesan hingga menghilangkan rasa jengkel di dalam hatinya.

Dan ternyata Bagas masih belum mau berhenti sampai di situ. Setelah membaringkan tubuh Suzan di atas tempat tidur, Bagas yang juga hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya, langsung memposisikan tubuhnya di atas tubuh sang istri. Dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi mereka berdua kembali melanjutkan aktifitas panasnya di atas tempat tidur hingga mereka berdua puas.

 🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Hari berlalu, Bagas terus memperlihatkan sisi romatisnya kepada Suzan seperti dulu. Di mana pun mereka berada, Bagas selalu memperlakukan Suzan dengan lembut dan penuh cinta. Suzan juga tidak pernah melihat Bagas pergi menemui klien selain bersama dengan Fikri sang asisten. Mereka juga selalu berangkat dan pulang kantor bersama. Dan ketika Suzan harus pulang malam karena pekerjaan atau bertemu klien, Bagas selalu menunggunya agar mereka selalu pulang bersama.

Dan setiap pagi mereka juga selalu mengantar Alvaro sebelum mereka berangkat ke kantor. Dan sikap Bagas tersebut membuat Suzan merasa bahwa dia telah salah sangka terhadap sang suami. Suzan merasa menyesal telah mencurigai suaminya telah berselingkuh di belakangnya.

"Aku benar- benar merasa bersalah pada mas Bagas, tidak seharusnya aku mencurigai dia ..." ucap Suzan sambil duduk di kursi meja kerjanya.

Sementara itu di depannya ada Alma selalu setia mendengarkan curhatan sahabat sekaligus bosnya.

Suzan menceritakan pada Alma tentang sikap manis dan lembut sang suami yang telah kembali seperti dulu. Dan Suzan tidak melihat gerak- gerik Bagas yang mencurigakan selama dua minggu terakhir ini karena Suzan tahu apa saja yang dilakukan olehnya.

"Ya... Baguslah beb kalau ternyata kecurigaan kamu terhadap suamimu itu tidak benar. Itu artinya rumah tangga kamu baik- baik saja dan akan selalu baik- baik saja selamanya..." ucap Alma yang tentunya sebagai sahabat ikut senang jika melihat Suzan selalu bahagia bersama keluarga kecilnya.

"Hah ..iya... Mungkin kemarin karena akunya aja yang terlalu over thinking, sehingga aku jadi mikir yang bukan- bukan tentang suamiku sendiri ..." sahut Suzan.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Sementara itu di ruang kerjanya, Bagas sedang sibuk dengan pekerjaan kantor. Dan tiba- tiba ponselnya berdering. Bagas pun segera mengangkat telpon yang ternyata dari Casandra.

"Babby...!!''

Bagas menjauhkan ponsel dari telinganya saat dari ujung telpon terdengar suara Casandra yang sepertinya sedang kesal padanya.

"Astaga babby... Ngapain kamu berteriak seperti itu, bikin aku kaget saja..." ucap Bagas.

"Mau sampai kapan kamu akan terus mengacuhkan aku dan nggak mau menemui aku, babby....!!!'' lagi- lagi suara Casandra terdengar kesal.

"Babby... Kamu yang sabar dong. Aku melakukan ini supaya Suzan tidak mencurigaiku lagi..." sahut Bagas mencoba memberi pengertian pada Casandra.

Iya, setelah Bagas tahu bahwa Suzan mulai curiga padanya dan berani mengecek ponsel serta memasang alat pelacak di ponselnya, Bagas sungguh khawatir jika perselingkuhannya dengan Casandra diketahui oleh Suzan. Oleh karena itu Bagas meminta pada Casandra agar jangan menghubunginya dulu untuk sementara waktu. Dan Bagas juga tidak akan menemui Casandra beberapa hari ke depan sampai Suzan benar- benar tidak curiga lagi padanya.

Bagas lalu kembali membangun image nya sebagai suami romantis dan ayah yang perhatian di depan Suzan dan Alvaro.Selain itu Bagas juga lebih sering bercumbu dengan Suzan. Hal yang selama bebeapa bulan terakhir ini jarang mereka lakukan. Dan ternyata usaha Bagas tidak sia- sia. Karena perlakuan manisnya tersebut, membuat Suzan yakin kalau sang suami tidak pernah berpaling darinya. Justru Suzan lah yang merasa bersalah karena pernah curiga pada Bagas.

Namun Bagas tidak menyangka bahwa di sisi lain, Casandra justru merasa diacuhkan. Karena selama dua minggu terakhir ini Bagas tidak pernah datang ke apartemennya dan bahkan menghubungi lewat telpon pun tidak. Jadi tak heran jika Casandra marah besar padanya.

"Babby ... Dengarkan aku... Aku nggak mau Suzan tahu tentang hubungan kita. Kalau Suzan tahu, otomatis dia pasti akan memberitahu papaku. Dan kalau mereka semua tahu, akan jadi masalah besar, babby..." ucap Bagas berusaha membuat Casandra mengerti akan posisinya saat ini.

"Jadi sekarang aku sedang membuat Suzan percaya padaku kalau aku tidak pernah menduakannya. Dan sekarang Suzan sudah mulai yakin padaku kalau aku tidak pernah main- main di belakangnya. Kamu harus sabar dong Babby, nanti kita pasti akan ketemu lagi. Yang penting sekarang, aku harus membuat Suzan percaya lagi padaku..." sambung Bagas

"Tapi ini sudah dua minggu babby...! Dua minggu... ! Aku nggak bisa babby... ! Aku nggak tahan kalau aku harus jauh- jauh dari kamu..." sahut Casandra di ujung telpon.

"Iya sabar babby... Sabar...nanti kalau sudah saatnya, kita pasti akan bertemu setiap hari seperti sebelumnya..." jawab Bagas.

"Nggak... ! Aku nggak mau nunggu lebih lama lagi...! Sekarang juga kamu harus menemui aku...!!" ucap Casandra yang sudah tidak bisa menahan sabar lagi.

"Iya babby tapi...

"Kalau kamu nggak mau menemui aku sekarang, aku yang akan datang ke kantor kamu. Dan aku akan bilang ke mbak Suzan kalau aku adalah selingkuhan kamu..." ancam Casandra.

"Tuuuuutt...." Casandra langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.

Dan tentu saja Bagas panik dibuatnya.

"Astaga...." ucap Bagas.

Bagas lalu menelpon balik Casandra, namun Casandra tidak juga mengangkat telpon darinya. Tentu saja Bagas dibuat semakin panik. Dengan cepat Bagas mengetik pesan kepada Casandra.

"Baiklah kita ketemuan, tapi setelah aku menemui klien. Kita ketemuan di Hotel Dahlia jam satu siang..." Bagas mengirim pesan teks kepada Casandra.

Dan tak lama kemudian Casandra membalas pesan dari Bagas.

"Nah gitu dong..." pesan balasan dari Casandra.

Bagas menghela nafas merasa lega. Iya, tentu saja Bagas tidak bisa membayangkan kalau Casandra beneran datang ke kantornya lalu memberitahu Suzan tentang hubungan gelap mereka . Bisa- bisa akan timbul masalah besar yang mengancam rumah tangganya dan juga membuat harga dirinya hancur.

"Permisi pak Bagas ..." Fikri masuk ke ruang kerja Bagas setelah sebelumnya dia ditelpon oleh Bagas untuk menemuinya di ruang kerja.

"Meeting dengan tuan Andrew bisa tidak dimajukan satu jam...?'' tanya Bagas.

"Memangnya kenapa pak...?'' Fikri balik bertanya.

"Ehm.... Saya ingin membeli sesuatu buat istriku, jadi saya mau pertemuan dengan tuan Andrew dimajukan..." jawab Bagas berbohong.

"Oh, baiklah pak, nanti saya akan hubungi tuan Andrew..." jawab Fikri.

Fikri lalu keluar dari ruang kerja Bagas kemudian dia menghubungi tuan Andrew. Dan tak lama kemudian Fikri kembali ke ruang kerja Bagas dan memberitahunya bahwa tuan Andrew bersedia untuk memajukan jadwal meetingnya.

"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang..." ucap Bagas.

"Baik pak..." jawab Fikri.

Mereka berdua pun segera turun ke lobby utama. Fikri mengambil mobil Bagas di tempat parkir dan mereka segera meluncur ke tempat di mana mereka akan meeting dengan tuan tuan Andrew.

Dan tentu saja Bagas sudah memberitahu Suzan lebih dulu bahwa dia dan Fikri akan meeting bersama tuan Andrew di tempat yang sudah mereka tentukan.

Sepuluh menit kemudian mereka tiba di gedung tempat di mana mereka akan meeting. Yaitu di sebuah mall mewah lantai sepuluh yang memang biasa digunakan untuk meeting.

Dan kebetulan sekali tuan Andrew dan asistennya datang tak lama setelah Bagas dan Fikri datang. Dan tanpa menunda waktu lagi, mereka pun langsung memulai meetingnya.

Selama kurang lebih satu jam akhirnya meeting selesai. Mereka berpamitan untuk kembali ke perusaahan masing- masing. Sebenarnya tuan Andrew sempat mengajak makan siang bersama, namun dengan berat hati Bagas menolaknya dengan alasan dia sudah membuat janji makan siang dengan sang istri.

"Fikri..." ucap Bagas begitu mereka sudah keluar dari ruang meeting.

"Iya pak Bagas..." jawab Fikri.

Bagas meminta Fikri agar dia pulang lebih dulu menggunakan taksi on line, dengan alasan Bagas akan membeli hadiah kejutan untuk Suzan.

"Wah pak Bagas ini memang suami idaman, suka sekali memberi hadiah kejutan buat bu Suzan. Saya yakin bu Suzan pasti sangat bahagia punya suami pak Bagas..." ucap Fikri.

"Kamu bisa saja..." sahut Bagas sedikit malu dipuji oleh asistennya.

"Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu..."ucap Fikri dengan sopan.

"Tunggu dulu..." sahut Bagas.

"Iya pak..."

"Nanti kalau kamu ketemu dengan istri saya, dan dia tanya saya di mana, kamu jangan kasih tahu dia kalau saya sedang membelikan hadiah kejutan buat dia. Ini kan hadiah kejutan, kalau kamu kasih tahu dia sekarang, itu namanya bukan kejutan lagi, nggak seru...." ucap Bagas mewanti- wanti Fikri.

"Siap pak Bagas... Saya tidak akan kasih bu Suzan kok, tenang saja..." sahut Fikri.

"Baguslah..." jawab Bagas.

Fikri lalu kembali ke perusahaan dengan naik taksi on line. Sedangkan Bagas menggunakan mobilnya menuju hotel Dahlia yang ada di sebrang mall, untuk menemui Casandra.

"Aku otw...." Bagas mengirim pesan ke nomor Casandra.

Dan tak berselang lama Casandra mengirimkan balasan ke nomor Bagas.

"Aku sudah ada di kamar 203..."

Dan tak berselang lama Casandra mengirim sebuah foto di mana dia yang sedang berbaring di atas tempat tidur kamar hotel dengan menggunakan lingeri yang sangat tipis dan transparan berwarna merah marun.

Bagas yang sedang mengemudi tersenyum melihat foto yang dikirim oleh Casandra. Iya, tidak dapat dipungkiri oleh Bagas bahwa dua minggu tidak bertemu dengan kekasih gelapnya, membuatnya merasakan rindu yang amat sangat. Bagas merasa ada yang kurang dalam hidupnya karena selama hampir tiga bulan belakangan ini dia selalu tidak pernah absen menemui Casandra di apartemennya dan berbagi peluh dengannya.

Namun karena dia harus membuktikan pada Suzan kalau dia tidak selingkuh, Bagas harus rela tidak bertemu Casandra selama dua minggu terakhir ini. Walaupun Bagas sudah mendapatkan kepuasan dari Suzan, namun di sisi lain, Bagas sudah kecanduan dengan tubuh Casandra. Jadi ketika dia tidak menyentuh tubuh Casandra, Bagas merasa ada yang kurang dalam dirinya.

Tidak sampai lima menit Bagas sudah sampai di tempat parkir hotel Dahlia, di mana dia dan Casandra akan bertemu. Karena tidak mau berlama- lama lagi, begitu sampai di lobby utama, Bagas segera naik ke lantai tujuh ke kamar 203.

Sampai di depan kamar , Bagas langsung mengetuk pintu kamar tersebut. Dan hanya dalam hitungan detik, Casandra langsung membuka pintu. Saking senangnya Bagas datang, Casandra yang nampak seksi dengan lingeri yang melekat di badan, dia langsung lompat ke pelukan Bagas, seolah tak sabar ingin mencurahkan rasa rindu padanya.

Mendapat perlakuan dari Casandra, Bagas pun tidak tahan untuk menahan hasratnya lagi. Bagas menempelkan bibirnya ke bibir seksi Casandra dan menyesapnya dengan rakus sambil tangannya mulai menanggalkan satu persatu kain yang melekat di tubuhnya dan melemparkannya ke lantai. Dan tentu saja untuk selanjutnya ruangan kamar hotel yang hening yang menjadi saksi akan aktifitas panas dua insan yang dimabuk cinta terlarang.

Bersambung...

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!