Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*
lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.
Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.
*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BINATANG BUAS MASUK DALAM KANDANG (HANS)
Pernikahan Hans dan Alea terlaksana dengan sempurna. Alea tidak menyadari, dia baru saja memasukkan binatang buas ke dalam kandangnya sendiri.
Di awal, rumah tangga milik Hans dan Alea terlihat sempurna. Hans tidak hanya menjadi pengawal pribadi Tuan Ajimo lagi, tetapi sekaligus menjadi adik ipar Tuan Ajimo.
Semua berjalan lancar dan sempurna sampai Hans mulai masuk ke radar bisnis Tuan Ajimo. Setiap gerak-gerik perusahaan, Hans ikut andil. Tuan Ajimo yang merasa Hans tidak pantas lagi untuk menjadi pengawalnya, memerintahkan Hans untuk menjadi manajer perusahaan.
Rencana Hans berjalan sempurna. Perlahan Hans mencari tahu tentang pemberkasan yang hanya Tuan Ajimo yang tahu. Hans menyusun strategi untuk membuat perusahaan menjadi tak terkendali dan harga saham menjadi turun. Para investor menarik aset mereka.
Tuan Ajimo Skyvi yang menjadi kacau sebagai pemimpin sekaligus pemilik perusahaan, melihat Hans seolah datang dengan sejuta solusi dan menjadi penyelamat dalam perusahaan YOY ENTERTAINMENT. Harga saham mulai kembali naik, para investor mulai berinvestasi lagi.
Para dewan direksi perusahaan mengusulkan Hans untuk menjadi pemimpin perusahaan, akan tetapi Hans menolak. Seolah-olah Tuan Ajimo Skyvi sangat beruntung memiliki adik ipar seperti Hans yang tidak haus akan kekuasaan.
Hans hanya memilih menjadi manajer perusahaan. Di balik topengnya, Hans perlahan mulai menguasai bagian dalam: keuangan, kontrak bisnis, hubungan dengan para investor, dan beberapa anak perusahaan.
Tanpa disadari Tuan Ajimo, orang-orang yang loyal kepada Hans semakin banyak. Tuan Ajimo masih terlihat sebagai pemilik perusahaan, namun kenyataannya Hans yang menentukan siapa yang naik, siapa yang jatuh, artis mana yang akan mendapatkan proyek, bahkan siapa yang harus disingkirkan dari perusahaan. Hans terlihat tidak merebut perusahaan secara terang-terangan.
Tuan Ajimo mulai menyadari ada yang aneh dengan perusahaannya. Bahkan sangat jarang mendapatkan laporan dari sekretaris pribadinya atau mendapatkan telepon dari para investor. Saat itu Alea sedang mengandung Velyn, anak dari Hans.
Tuan Ajimo perlahan menyelidiki tindak-tanduk Hans. Ia mencari tahu sendiri tanpa menyuruh pengawal atau anak buahnya. Tuan Ajimo tidak terlalu percaya dengan sembarang orang lagi, bahkan adik kandungnya sendiri, Alea, yang sudah menjadi istri Hans.
Hans menemui Mely di suatu kafe. Tuan Ajimo yang mengikuti Hans dari belakang duduk dengan wajah tertutup koran. Penyamaran Tuan Ajimo memakai topi koboi dan kacamata hitam serta jenggot dan kumis palsu. Pakaiannya pun dibuat menjadi lusuh agar tidak ketahuan Hans.
Tuan Ajimo duduk tidak jauh dari tempat Hans dan Mely. Suara obrolan Hans dan Mely bisa terdengar.
"Hans, bagaimana dengan perusahaan?" ujar Mely seraya memegang gelas wine.
"Aku mulai menguasai semua, tenang sayang, kau akan menjadi nyonya besar, dan usaha kotor kita akan tetap aman," ujar Hans seraya menghidupkan satu batang rokok dan mengisapnya.
Tuan Ajimo mendengar dengan saksama, namun Tuan Ajimo tidak berpikir untuk merekamnya.
"Bagaimana dengan istrimu, Alea? Dia sedang mengandung," tanya Mely kepada Hans.
"Aku tidak menginginkan anak itu, apalagi anak itu perempuan, tidak ada untungnya untukku," ujar Hans. Hans duduk menyandarkan tubuhnya di kursi kafe.
Tangan Tuan Ajimo Skyvi yang memegang koran mengepal. Koran lusuh itu remuk. Dia tidak merekam, tapi setiap kata Hans terpatri di kepalanya. Laki-laki yang dia angkat dari pengawal pribadi menjadi adik iparnya, ternyata serigala yang dia pelihara sendiri.
Malam itu juga Tuan Ajimo pulang. Dia tidak langsung mengamuk. Dia seorang pebisnis. Dia mengecek brankas, mengecek dokumen. Dan benar.
Semua aset atas nama YOY ENTERTAINMENT sudah bergeser. Hans dengan cerdik memakai tanda tangan Alea — istrinya — yang sedang hamil besar dan tidak mengerti bisnis, untuk mengalihkan 40% saham utama, 3 vila di Bali, dan 1 gedung kantor pusat ke perusahaan cangkang atas nama Mely.
Rencana Hans sempurna. Satu tanda tangan lagi dari Tuan Ajimo, maka YOY resmi jadi miliknya.
Tuan Ajimo memanggil Hans ke ruang kerjanya yang kedap suara di lantai 27.
"Serahkan kembali semua dokumen pengalihan itu, Hans. Kita selesaikan baik-baik. Kau keluar dari rumahku dan dari perusahaanku," kata Tuan Ajimo dengan suara berat menahan amarah.
Hans malah tertawa. Tawa yang tidak pernah Tuan Ajimo dengar selama lima tahun Hans jadi pengawalnya.
"Baik-baik? Kak Ajimo, kamu sudah bukan siapa-siapa. Coba lihat di luar. Semua dewan direksi, sekretaris pribadimu, bahkan investor, mereka teleponnya ke saya, bukan ke kamu."
Hans berdiri, mengunci pintu ruangan dari dalam.
"Kamu pikir kamu masih bos? Kamu itu tawanan di perusahaanmu sendiri."
Saat itu juga dua orang berbadan besar — bukan pengawal YOY, tapi orang-orang Mely — masuk. Tuan Ajimo yang sudah tidak percaya siapa pun dan datang tanpa pengawal, kalah tenaga. Dia disekap di ruangan itu. Ponsel, jam tangan, semua diambil. AC dimatikan. Lampu dibiarkan temaram.
"Kau akan tanda tangan surat pengunduran diri dan surat hibah saham besok pagi. Kalau tidak, jangan salahkan aku," bisik Hans di telinga Tuan Ajimo.
Tapi Hans tahu, Tuan Ajimo keras kepala. Dia butuh kunci lain.
Kunci itu adalah Alea.
Malam itu Hans pulang ke rumah. Alea sedang mengelus perutnya yang sudah tujuh bulan, menunggunya dengan sup hangat.
"Mas, Kak Ajimo kok nggak bisa dihubungi seharian? Aku khawatir," kata Alea lembut.
Hans tidak menjawab. Dia melempar sebuah map cokelat ke meja. Isinya foto Tuan Ajimo yang disekap di ruangannya sendiri, tangan terikat, mulut dilakban.
Alea menjerit dan langsung mual.
"ALEA!" Hans membentak, pertama kalinya dia membentak istrinya yang sedang hamil. Topengnya lepas sepenuhnya.
"Dengar ya. Kakakmu itu sekarang di tanganku. Kalau kamu mau dia tetap hidup dan anak yang di perutmu itu lahir dengan selamat, kamu ikuti semua kemauanku."
Hans mendekat, memegang dagu Alea yang bergetar.
"Besok kamu ikut aku ke notaris. Kamu akan tanda tangan sebagai saksi bahwa kakakmu memberikan semua hartanya kepadaku karena dia sakit dan sudah tidak sanggup memimpin. Kalau kamu menolak, aku pastikan Velyn — anak perempuan yang tidak berguna itu — tidak akan pernah melihat dunia. Dan kakakmu akan aku buat hilang seperti debu."
Alea jatuh terduduk. Air matanya tumpah. Laki-laki yang dia pikir adalah rumah teraman, ternyata adalah binatang buas yang baru saja dia masukkan sendiri ke dalam kandang pernikahannya.
Dia tidak menyadari, pernikahan sempurnanya adalah awal dari neraka.
*Bersambung..