NovelToon NovelToon
Kemelut Ego

Kemelut Ego

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:348
Nilai: 5
Nama Author: Pandutmia

Meski telah 10 tahun saling mengenal dan sempat hidup bersama dalam pernikahan, nyatanya Rastadira dan Farhan harus menyerah pada takdir perpisahan. Berbagai kemelut hadir sejak ia memutuskan pergi dari kehidupan Farhan dan keluarga. Namun, siapa yang menyangka banyaknya kemelut malah mengantarkannya pada kisah yang lebih hangat dan nyaris sempurna? Sanggupkah ia beralih rasa tanpa ada bayangan masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandutmia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontak Baru

Dan kini tibalah kami disini, di kedai salad buah favoritku. Sengaja aku meminta Mas Tomo menemaniku duduk kembali. Jika tadi ia menemaniku di Kafe Rima, maka sekarang kami duduk di kedai ini sambil menanti pesanan kami datang.

“Mbak Raras ngelamun?” Tanyanya sambil menggoyangkan telapak tangannya ke depan wajahku.

“Eh, iya Mas ada apa?” Aku terkejut dan kembali bertanya padanya.

“Mbak Raras kepikiran Mas yang tadi, ya?” Tebaknya. Aku hanya tersenyum tipis. Entah apa yang saat ini ada di pikiran Mas Tomo tentang aku dan Mas Fariq.

“Mas Tomo nggak penasaran kah sama Mas yang tadi?” Tanyaku asal.

“Apa Mas Fariq masa lalu Mbak Raras?”

“Kok Mas Tomo bisa ambil kesimpulan kayak gitu?”

“Soalnya Mas Fariq kayak bucin gitu ke Mbak Raras. Hapal kesukaan Mbak Raras, tadi juga nungguin Mbak Raras di toko. Mantan Mbak Raras, ya?” Mas Tomo memasang wajah penuh tanya.

“Dia kakak ipar saya, Mas.” Jawabku datar dan sukses membuat Mas Tomo semakin penasaran.

“Cinta segitiga?” Tanyanya. Aku menggeleng. Mungkin karena terbawa suasana akhirnya aku pun menceritakan semua kisah yang membuat Mas Fariq menemuiku sore ini. Mas Tomo terlihat menyimak dan sesekali memberikan tisu padaku yang mulai menitikkan air mata.

“Saya benci sekali melihat dia, Mas. Tapi saya juga sadar kalau ini murni kesalahan saya. Sampai akhirnya saya punya keberanian untuk menemui Mas Fariq kemarin, dan ternyata dia tidak seburuk yang saya kira. Selama ini dia juga mencari saya, sampai dia ke Madiun ke rumah orang tua saya. Berkali-kali juga dia menghubungi saya, entah apa yang ingin dia katakan tapi saya selalu berhasil memblokir nomernya. Dan tadi Mas Tomo lihat sendiri bagaimana usaha dia untuk menebus kesalahannya. Jujur saya risih kalau harus sering bertemu Mas Fariq, tapi saya juga sudah tidak bisa menolak niat baiknya karena ada calon anaknya disini.” Ucapku sambil menyentuh perutku. Mas Tomo ikut tertegun, mungkin bingung akan berpendapat seperti apa karena memang serumit itu posisiku.

“Saya turut prihatin atas semua yang terjadi pada Mbak Raras. Saya benar-benar nggak habis pikir, kenapa suami Mbak Raras setega dan sedangkal itu dalam mengambil keputusan. Tiba-tiba pergi, tiba-tiba menceraikan, dan tiba-tiba sudah memiliki pengganti. Jujur saya sebagai seorang lelaki juga muak dengan tipe pria yang seperti itu, Mbak.” Akhirnya Mas Tomo ikut merespon ceritaku, entah mengapa dari tanggapannya aku merasa dia memiliki kenangan yang cukup buruk tentang perceraian.

“Kedua orang tua saya dulu juga bercerai, Mbak. Itu karena Bapak menikah lagi dengan tetangga desa, alasannya kata Bapak karena Ibu terlalu sibuk bekerja. Sejak itu saya benci sekali dengan Bapak saya, Mbak. Menurut saya, ada kami anak-anaknya yang membutuhkan mereka secara utuh. Bisa-bisanya karena ego sesaat Bapak pada saat itu beliau mengorbankan pernikahan dan mental anak-anaknya. Juga yang lebih mengenaskan, Ibu saya jadi depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa selang beberapa bulan dari surat cerai itu turun, Mbak. Makanya saya salut sama Mbak Raras, banyaknya peristiwa yang menghantam ternyata nggak membuat Mbak Raras jatuh, apalagi dengan peristiwa traumatik yang dilakukan Mas Fariq. Saya nggak habis pikir kok bisa-bisanya Mbak bisa setegar ini.” Kata Mas Tomo panjang lebar. Benar dugaanku, ada kisah perceraian orangtua dibalik keceriaan Mas Tomo selama ini. Pantas saja dia seolah kontra dengan apa yang dilakukan Farhan terhadapku.

“Tentang Mas Fariq, saya tidak membenarkan tindakannya, Mbak. Tapi ya mungkin situasi saat itu benar-benar tidak dapat dihindari. Kalau saya dengar dari cerita Mbak Raras tadi sepertinya tidak ada kesengajaan dari Mas Fariq untuk berbuat kurang pantas pada Mbak Raras. Karena yang saya tahu pengaruh alkohol itu luar biasa memang, Mbak. Bisa membuat orang hilang kendali sama sekali. Saya tadi sempat menyimak pembicaraan kalian, sepertinya Mas Fariq benar-benar menyesal dan tulus ingin menebus kesalahannya, Mbak. Maaf kalau komentar saya ini tidak berkenan untuk Mbak Raras, tapi saya berbicara dari sudut pandang laki-laki.” Mas Tomo terlihat sungkan kali ini. Meski aku juga membenarkan kalimat yang dijabarkan Mas Tomo, tapi aku masih enggan berbaik sangka pada mantan iparku itu.

“Iya, Mas. Saya juga bingung dengan perasaan saya saat ini. Yang tadinya saya sangat membenci Mas Fariq, kini entah mengapa saya jadi mulai simpati sama dia. Betul apa yang dikatakan Mas Tomo, alkohol lah yang membuat Mas Fariq berbuat diluar batas. Dan setelahnya dia benar-benar menyesal, juga ingin menebus semua kesalahannya. Dia tidak sengaja menghancurkan kehidupan saya.” Runtutan kejadian kemarin hingga hari ini membuatku tersadar bahwa Mas Fariq tidak sepenuhnya salah. Pengakuan Farhan yang mengatakan Mas Fariq langsung ke Madiun setelah kejadian malam itu membuat seluruh prasangka burukku mulai sirna, apalagi ditambah pertemuan kami sore ini. Rasanya Mas Fariq memang benar-benar tulus ingin mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

“Oh iya, Mas Tomo tahu bidan atau dokter kandungan yang bagus daerah sini, nggak?” Mendadak aku teringat pertanyaan Mas Fariq saat di kafe.

“Ibunya Mbak Indah kan bidan, Mbak.” Jawab Mas Tomo sambil menyuap salad buah yang baru saja datang. Tadi dia beralasan puasa karena tidak ingin membuat Mas Fariq kecewa dengan penolakanku.

“Yang lain ada nggak, Mas?”

“Mmm coba nanti saya tanya ke tetangga saya ya, Mbak.” Aku mengangguk dan mulai ikut mengorek isi mangkukku.

Ting

Bunyi pesan masuk berbunyi nyaring, aku melirik sekilas ada satu notifikasi pesan dari sebuah nomor.

Ting

Lagi, ponsel yang kuletakkan di atas meja berbunyi dan menampilkan pesan dari nomor yang sama.

Sebenarnya aku sudah bisa menebak siapa yang mengirimkan pesan dan berniat untuk mengabaikannya saja dulu. Namun rasa penasaran ternyata muncul begitu saja dan membuatku mengulurkan tangan membuka pesan dari aplikasi hijau tersebut.

[Ra.. ]

[Terima kasih 😊]

Sudah kuduga, pesan itu dari Mas Fariq. Dan terima kasih yang ia maksud pasti karena aku sudah mau meluangkan waktu untuk menemuinya tadi.

[Semoga aku nggak beli kartu perdana lagi setelah ini. Hehe... ]

Dahiku mengkerut, mencoba mencerna kalimatnya. Oh, ya aku tahu maksudnya. Gegas aku menyentuh tiga titik di pojok kanan atas. Jika biasanya aku klik menu blokir, kali ini aku klik menu tambahkan kontak. Ya, mulai saat ini aku akan menyimpan nomor Mas Fariq.

Usai menyimpan nomornya, aku sedikit dibuat tertegun melihat foto profil yang otomatis muncul di kontak Mas Fariq. Secangkir teh lengkap dengan irisan lemon bulat mengapung di permukaan airnya. Entah mengapa aku jadi bertanya-tanya, apakah foto profil itu ada hubungannya denganku? Jika iya, darimana dia tahu minuman kesukaanku?

Tunggu, tadi pun dia juga memesankan teh lemon hangat di Kafe Rima. Seolah tahu bahwa aku tidak akan menolak minuman itu. Juga siomay dengan isian lengkap. Otak ini benar-benar kupaksa untuk mengingat kapan aku berinteraksi dengan Mas Fariq dan memberitahu semua kesukaanku itu.

Ting.

Bunyi pesan masuk terdengar kembali.

[Ra, terima kasih sudah berkenan menyimpan nomorku. Aku janji nggak akan bikin kamu sedih lagi. ]

Ya Tuhan, apa maksudnya?? Namun akhirnya pesan itu hanya kubaca, dan ponsel kembali kuletakkan asal. Entahlah, aku lelah. 

 

1
Desi
seru sekali kk
Pandutmia: terima kasih kak, ditunggu update bab selanjutnya ya kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!