NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Kring kring kring.

Suara alarm dari ponsel retak Galang berbunyi nyaring memecah kesunyian pagi.

Galang membuka matanya perlahan dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang sempat remuk semalam.

Berkat tidur yang cukup, tenaganya kini sudah kembali penuh seratus persen.

Ia melirik jam di layar ponsel yang menunjukkan pukul lima pagi tepat.

"Waktunya berburu bahan lagi sebelum pasar induk ramai," gumam Galang sambil bergegas menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian, Galang sudah memarkirkan motornya di area pasar induk yang becek.

Di kepalanya, ingatan tentang Resep Sup Ayam Penghangat Jiwa terputar sangat jelas layaknya sebuah video panduan.

Bahan-bahannya ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar membuat nasi goreng.

Galang harus mendatangi blok khusus penjualan daging unggas untuk mencari bahan utamanya.

"Bu, ayam kampung betina muda yang baru dipotong pagi ini ada?" tanya Galang pada seorang pedagang ayam.

"Ada Mas, mau berapa ekor? Ini dagingnya dijamin masih manis dan empuk," jawab ibu penjual sambil menunjuk deretan ayam potong gantung.

Galang membeli lima ekor ayam kampung muda sekaligus dengan harga yang lumayan menguras kantong.

Setelah itu, ia berpindah ke blok rempah-rempah untuk mencari kayu manis, kapulaga, cengkeh, dan jahe merah.

Semua bahan ia sortir dengan sangat teliti menggunakan pengetahuan resep dari sistem.

Ia tidak ingin mengambil resiko gagal dalam misi kali ini karena ancamannya adalah kehilangan indera pengecap.

Sesampainya di kosan, Galang langsung memulai proses memasak yang memakan waktu cukup lama.

Blup blup blup.

Air di dalam panci raksasanya mulai mendidih mengeluarkan gelembung-gelembung besar.

Galang memasukkan potongan ayam kampung yang sudah dibersihkan beserta semua racikan rempahnya.

Aroma kaldu ayam yang sangat jernih dan menyegarkan perlahan memenuhi udara kamar kosnya.

Tidak ada bau amis sama sekali berkat teknik perebusan ganda yang diajarkan oleh sistem.

"Baunya saja sudah bikin perasaanku jadi tenang begini," ucap Galang sambil menghirup aroma dari atas panci.

Setelah kaldu matang sempurna, Galang segera memindahkan panci besar itu ke dalam dimensi penyimpanannya.

Ia tidak ingin repot-repot membawa panci panas berisi kuah kaldu di atas motor gerobaknya.

Tepat pukul setengah delapan pagi, Galang sudah memarkirkan gerobaknya di bawah pohon rindang.

Lokasinya tepat di sebelah gerbang belakang Universitas Nusantara.

Kawasan itu sangat ramai dilalui oleh ribuan mahasiswa yang sedang berjalan kaki menuju kampus.

Galang mengambil spidol dan menuliskan menu di papan kardus bekas andalannya.

"Sup Ayam Penghangat Jiwa. Harga: Bayar Seikhlasnya Saja."

Ia menggantungkan papan kardus itu di depan etalase kacanya lalu mulai memanaskan ulang panci kaldunya di atas kompor.

Wusss.

Asap tipis beraroma rempah dan kaldu gurih perlahan menyebar tertiup angin pagi.

Beberapa mahasiswa yang lewat mulai menoleh dengan wajah penasaran.

Tiga orang mahasiswa pria dengan rambut agak gondrong dan kemeja flanel lusuh berhenti di depan gerobak Galang.

Mereka terlihat seperti mahasiswa tingkat akhir yang kurang tidur dan sangat tidak terurus.

"Bang, jualan sup ayam pagi-pagi begini?" tanya salah satu mahasiswa yang bernama Bima.

"Iya Mas, kebetulan baru matang, silakan mampir kalau belum sarapan," tawar Galang dengan senyum ramah.

Bima menyipitkan matanya membaca tulisan di kardus menu tersebut.

"Bayar seikhlasnya ini maksudnya gimana Bang? Kalau saya bayar dua ribu perak juga boleh?" tanya Bima dengan nada sedikit mengejek.

Teman-teman Bima ikut tertawa kecil mendengar pertanyaan konyol tersebut.

Galang mengangguk pelan tanpa mengubah senyumannya sedikit pun.

"Boleh Mas, mau bayar dua ribu, seribu, atau mau tukar pakai uang koin juga tidak apa-apa," jawab Galang tenang.

"Yang penting Mas makan sup saya sampai habis dan merasa kenyang."

Ketiga mahasiswa itu saling berpandangan dengan wajah penuh kemenangan.

Bagi mahasiswa kere yang uang bulanannya sudah menipis, tawaran ini ibarat durian runtuh.

"Wah, mantap nih Bang, kalau begitu kami pesan tiga mangkuk makan sini ya," putus Bima sambil menarik kursi plastik.

Galang segera mengambil tiga mangkuk beling bersih dari raknya.

Ia menata bihun jagung, suwiran daging ayam kampung muda, dan irisan daun seledri dengan sangat rapi.

Terakhir, ia menyiramkan kuah kaldu panas yang berwarna kekuningan jernih ke dalam mangkuk tersebut.

Syuuur.

Aroma kapulaga dan jahe merah langsung menguar kuat saat kuah panas itu menyentuh mangkuk.

"Silakan Mas, sup ayam penghangat jiwanya," ucap Galang menyajikan tiga mangkuk itu di meja kayu.

Bima dan teman-temannya menatap mangkuk sup itu dengan sedikit terkejut.

Tampilannya sangat bening dan bersih, tidak seperti sup ayam warung tegal yang biasanya berminyak tebal.

"Boleh juga penampilannya, tapi paling rasanya biasa saja," gumam Bima meraih sendok bebeknya.

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!