NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Malam semakin larut di sebuah kamar dengan cahaya temaram dari lampu di atas nakas.

Terdengar derit pintu kayu yang perlahan terbuka di kamar, Angga nampak melangkah masuk ke dalam kamar pribadinya setelah seharian dinas.

Tubuhnya terasa sangat lelah dan lunglai----setelah menyelesaikan dinas pelatihan taktis yang tentu selain menguras banyak tenaga, juga menguras energi batin.

Angga malam ini baru saja sampai di rumah, dan langsung terduduk lemas di tepi ranjang king size miliknya.

Tubuhnya masih terbalut seragam dinas lapangan TNI loreng-loreng lengkap, di punggungnya sebuah tas gemblok taktis berukuran besar warna hijau terpasang erat menekan bahunya.

Kepalanya terus memikirkan soal Asri Devantara, bayangannya di CCTV---saat dirinya menggendongnya selayaknya beban yang di pikul.

Terbayang akan ucapan Bima untuk menghancurkan barang bukti rekaman CCTV berputar liar di dalam kepalanya.

Angga langsung melihat ponselnya---dirinya melihat ada foto Asri, yang dirinya dapat dari rekaman CCTV itu.

"Cantik sih, tapi sayang kenapa ketemu aku harus terlambat...," pikirnya.

Kedua tangannya perlahan bergerak menyentuh sabuk pengaman tasnya, untuk di lepaskan----karena harus mandi agar menghilangkan bayangan Asri dari pikirannya.

Kamar tidur Angga memancarkan suasana yang sangat maskulin dan yang pasti sangat personal, dengan dinding kamar bagian atas sebelah kiri tepat pintu masuk kamar mandi-----terpajang sebuah poster besar pesepakbola legendaris Lionel Messi.

Lionel Messi di gambar itu mengenakan seragam Barcelona, lengkap dengan beberapa stiker dinding berbentuk bola di sekitarnya.

Di dalam kamar mandi yang terbuka, memperlihatkan wastafel putih.

Di samping pintu kamar mandi tengah berdiri sebuah lemari pakaian kayu jati, warna cokelat senada dengan ranjang kayu jat yang di dudukinya saat ini.

Sebelah kanan tempat tidurnya tepat di bawah lampu tidur meja nakas, terlihat berjejer rapi beberapa bingkai foto yang menampilkan momen membanggakan Angga.

Momen dimana Angga terlibat dalam latihan tempur bersama tentara Amerika Serikat, serta foto-foto dokumentasi penugasan di pedalaman Papua.

Setelah meletakkan tas gemblok militernya di sudut ruangan, tangannya segera menyambar handuk di gantungan lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Mandilah aku...daripada mikirin Asri mulu," ucap Angga.

Rupanya Angga sudah mengetahui nama wanita yang semalam dirinya nodai, untuk Asri sampai saat ini belum tahu siapa yang sudah menodainya.

Bahkan Asri berusaha untuk menjauh saja di kehidupan ini, dan berencana keluar negeri untuk melupakan semua traumanya.

Malam ini, Angga mengenakan kaos lengan pendek warna wood brown atau cokelat kayu, bawahnya mengenakan celana pendek bahan denim warna biru muda.

Angga merebahkan tubuh tegapnya di atas kasur warna beige itu, mencoba memejamkan mata untuk meredakan kepalanya yang berdenyut nyeri.

Pria itu mengira jika tidur bisa melupakan segala permasalahannya, sesuai yang di harapkan---namun kelopak matanya terpejam dalam kegelapan.

Lalu batinnya langsung merasakan gelisah, antara sadar dan tak sadar----Angga merasa napasnya mendadak sesak.

Aroma parfum sakura hanasui tercium di indra penciumannya, perlahan peluh keluar dari tubuhnya meski ruangan kamar menggunakan AC.

Tiba-tiba secara refleks Angga terduduk dan membuka matanya secara lebar, pria itu terduduk di atas ranjang dengan keringat membasahi baju dan tubuhnya.

"Ya ampun kenapa lagi, mimpi aneh banget...kebayang malam itu," ujarnya mengingat malam dirinya mabuk.

Napas Angga memburu saat menoleh ke belakang, malah mendapati seorang wanita di belakangnya mengenakan lingerie bahan satin warna merah menyala.

Asri Devantara.

Wanita ini yang beberapa hari ini telah mengunci kewarasannya dalam labirin rasa takut.

Sosok Asri wanita yang di acara kementerian kemarin, mengenakan kebaya warna violet---yang selalu membayangi pikirannya.

Kini, tubuhnya mengenakan lingerie bahan satin warna merah menyala. Bibirnya mengenakan lipstik warna merah menyala, dengan rambut tergerai indah.

Bibirnya menyunggingkan senyuman manis seolah merayunya.

Melihat kehadiran Asri yang begitu tiba-tiba di atas ranjang pribadinya, wajah Angga langsung berubah pucat pasi karena syok.

Matanya membulat dengan mulut sedikit terbuka, refleks memundurkan tubuhnya hampir jatuh ke ranjang.

"As-Asri...," ucap Angga dengan nada terputus-putus.

Rasa takut akan terbongkarnya kesalahan satu malam yang terasa nyata di depannya, jika nanti akan mempengaruhi karier militernya----di tambah pertunangannya dengan Alina.

Di balik rasa takut dan pucat itu, hatinya berdebar kencang saat melihat wanita di depannya ini.

Asri perlahan mencondongkan tubuhnya ke arah Angga, seketika membuat Angga menelan salivanya saat bagian depan wanita itu menyentuh dadanya.

Asri mendekati Angga dengan tatapan mata yang menyipit, penuh dengan godaan.

Sebuah hasrat birahi yang liar mendadak membangkitkan hasrat pria dalam dirinya, kulit eksotis dari wanita di depannya ini seolah membangkitkan nafsu tertahan dalam dirinya.

"Kamu mau ngapain?" tanya Angga dengan suara parau bergetar hebat.

Angga berusaha menahan mati-matian gejolak rasa hasrat yang menekan melanin, yang membangkitkan batang miliknya berdiri tegak, agar tak menyentuh wanita di depannya ini.

Namun, sosok Asri yang ini sangat liar antara sadar dan tak sadar---Asri dalam halusinasinya hanya tersenyum manis, lalu mendekatinya.

Tangannya menghapus peluh di kening Angga, lalu dengan berani duduk berhadapan di pangkuannya---kedua kakinya melingkar di pinggang Angga.

Lalu tangan Asri membelai lembut pipi Angga, hal aneh terjadi seolah Angga malah pasrah seakan tubuhnya membeku---antara rasa kagum atau memang ada hasrat yang mesti terpuaskan.

Di bawah temaram cahaya lampu kamar, Angga menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa benar-benar melarikan diri dari bayang-bayang Asri Devantara.

"Saya disini...karena untuk memuaskan kamu, kamu saat bersamaku dalam keadaan tak sadar 'kan?" tanya Asri yang dalam lucid dream Angga.

Angga masih terdiam, namun tangannya perlahan meraba paha Asri yang kulitnya sawo matang.

Jempolnya memegang bibir Angga mengusapnya dengan sensual, pria itu merasa batangnya sudah berdiri tegak----seolah sudah sangat ingin di tancapkan di patok dua buah pilar milik Asri.

Tangan yang tadi meraba paha, lalu menarik leher Asri lebih dekat, untuk menautkan bibirnya dengan milik Asri.

Keduanya menautkan bibir satu sama lain----bermain dengan lidah.

Angga merasakan manisnya ciuman dari bibir wanita yang menghabiskan malam bersamanya ini.

Angga dengan sensual, melepaskan tali lingerie di bahu Asri---lalu memperlihatkan dua buah gunung kembar yang padat.

Pria itu segera mendaki ke arah gunung itu, untuk merengkuh bunga kuncup yang semalam kemarin sangat di inginkannya.

Sampai Angga dengan rakus menidurkan tubuh itu di atas kasur, tak ada perlawanan dari Asri---jadi Angga tak perlu meninju wajahnya sampai pingsan.

Keduanya melakukan penyatuan yang mendamba kesempurnaan, seolah candu selayaknya obat-obatan. Angga menunggangi kuda di antara lembah tersembunyi milik Asri.

Hingga melakukan pelepasan, dan posisinya masih di atas tubuh itu.

Tiba-tiba Angga tersadar dari mimpinya, dan celana bagian dalamnya basah----tubuhnya penuh akan keringat.

"Cuman mimpi ternyata," gumam Angga yang terduduk di atas ranjang.

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!