NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 panatua Yan Feng di buat gentar.

​Jiun Yi menyipitkan matanya, mengunci pandangan pada pergerakan Yefan.

​"Hancurkan" teriak Yefan.

​BOOOOMMM!

​Bagai lukisan yang terukir di atas kertas, dunia yang telah memudar menjadi warna putih keabuan—mulai dari kapak darah, pepohonan, tebing gunung, hingga aliran sungai—seketika meledak hancur berkeping-keping! Guncangan dahsyat melanda seluruh penjuru wilayah.

​"Tidak, tidak! Tolong selamatkan aku!"

​"Aaghh!"

​Para kultivator di sekitar yang menyaksikan pertempuran dari jarak yang terlalu dekat langsung tersapu gelombang energi menakutkan itu. Tubuh mereka hancur lebur seketika, berubah menjadi abu yang melayang di udara.

​Sementara itu, Jiun Yi telah melarikan diri ke tempat yang sangat jauh sejak awal saat melihat fenomena aneh yang ditimbulkan oleh Kuas Bertinta Hitam milik Yefan.

​"Kuas jenis apa itu?! Bagaimana mungkin benda itu menunjukan kemampuan ajaib yang seteror sedahsyat ini?!" gumam Jiun Yi dengan tubuh bergetar ketakutan.

​Tepat setelah gelombang ledakan dahsyat perlahan mereda, para yang menyaksikan tersisa di buat bertanya tanya. Di balik gumpalan debu yang membubung tinggi, Kapak Darah milik Penatua Yan Feng tampak masih berdiri tegak—seolah-olah tak terhancurkan oleh kekuatan apa pun. Pemandangan di sekitarnya yang semula indah kini telah musnah tak berbekas.

​Namun, hal yang membuat mereka bertanya tanya adalah mengapa kapak tersebut tetap terdiam membeku di tempatnya, meski warna merah membara pada bilahnya telah kembali normal.

​"Bagus... kau anak pendosa!"

​BOOM!

​Sebuah suara sarat akan aura membunuh menggelegar dari balik reruntuhan yang meledak ke segala arah. Penatua Yan Feng muncul dengan penampilan acak-acakan; pakaiannya robek dan rambutnya tersangkut rumput-rumput liar.

​"Jika kau tidak menyerangku secara diam-diam saat aku belum bersiap, apa kau pikir bocah tengik sepertimu sanggup melukai tubuhku?!" geramnya seraya mengusap darah kental di sudut bibirnya.

​Cres!

​Dengan satu langkah ringan, Penatua Yan Feng melesat dan telah berdiri di hadapan Kapak Darah dengan aura membunuh yang makin beringas.

​"Artefak mu memang cukup sakti hingga mampu menghentikan Kapak Darahku," gumamnya dingin. "Namun kali ini, aku tak akan membiarkan hal serupa terulang kembali!"

​Tepat saat jemari Penatua Yan Feng menggenggam gagang kapak tersebut—

​KRAK!

​Bunyi nyaring memecahkan kesunyian, membuat jantung setiap orang yang bertanya tanya mengenai kapak itu berdegup kencang.

​Di hadapan pandangan mereka, tepat di atas bilah Kapak Darah, muncul sebuah retakan kecil. Retakan itu merambat cepat bagai sarang laba-laba yang menyebar ke seluruh permukaan.

​Tak butuh waktu lama—CRAKKK!

​Artefak Kapak Darah itu hancur berkeping-keping terjatuh berserakan di tanah menjadi serpihan tak berguna bagai rongsokan.

​"I-ini...!"

​Penatua Yan Feng terperanjat hebat melihat pemandangan di depan matanya. Bagi akal sehatnya, ini adalah hal yang mustahil! Kapak Darah miliknya berada di tingkat menengah. Bagaimana mungkin benda itu bisa hancur berantakan di tangan sebuah Kuas Bertinta Hitam yang berada di tingkat bawah?!

​Yefan, yang sedari awal berdiri terengah engah dengan wajah pucat pasi, ikut sedikit terkejut melihat dampak dari serangannya.

​Namun, ia segera menghilangkan keterkejutan itu. Di dalam rongga tulangnya saat ini hanya ada satu dorongan yang membakar: membunuh dan terus membunuh!

​Tanpa ragu, Yefan kembali memacu energi di dalam tubuhnya yang berwarna ungu kehitaman untuk mengaktifkan Kuas Bertinta Hitam. Dengan gerakan kilat, ia mengarahkan ujung mata kuas yang dikelilingi gambar tiga dimensi ke udara kosong, lalu mulai melukis wujud Penatua Yan Feng yang berdiri tak jauh darinya.

​Penatua Yan Feng, yang belum sepenuhnya pulih dari rasa terkejutnya, mendadak tersentak. Naluri nya memberi sinyal bahaya tingkat tinggi yang sedang mendekat deras.

​Ia segera mengalihkan pandangan ke arah Yefan yang sedang melukis wujud tubuhnya di udara. Rasa terkejut dan ketakutan hebat membayang seketika. Raut wajah Penatua Yan Feng yang sebelumnya dipenuhi ejekan dan penghinaan kini sirna, berganti dengan horor yang luar biasa.

​Ia tahu pasti: ia tidak akan bisa menghindar dari serangan ini, bahkan jika ia bersembunyi di balik kerak bumi sekalipun! Nalurinya menegaskan bahwa dirinya sedang dikunci oleh setengah wujud lukisan yang dibuat Yefan, dan kuncian itu tak akan pernah terlepas sebelum menghantam targetnya.

​Ketakutannya makin menjadi-jadi saat mengetahui hal itu. Pusaka Kapak Darah tingkat menengah miliknya saja hancur berkeping-keping oleh kuas aneh itu, apalagi tubuh daging miliknya? Jika terpukul secara langsung, meski ia tidak tewas, sudah dipastikan tubuhnya akan menderita luka luar biasa parah!

​Dengan tergesa-gesa, Penatua Yan Feng menoleh ke arah empat bawahan Yunan Zili yang berada di tahap menengah dan puncak Alam Transenden. Mereka adalah jajaran elit Keluarga Yujin yang memegang jabatan penting.

​"Bantu aku!" perintah Penatua Yan Feng keras.

​Meski dilanda keraguan dan ketakutan, para bawahan itu bergerak cepat menuruti perintah sang penatua.

​"Bentuk Formasi Keluarga Yujin!"

​Mereka mengambil posisi melingkar dengan Penatua Yan Feng berdiri di tengah sebagai inti formasi. Jemari mereka menari rumit, membentuk segel-segel kuno. Seketika, energi murni yang deras mengalir keluar dari segel tersebut, menembus dan menyatu ke dalam tubuh Penatua Yan Feng. Mereka menggabungkan seluruh kekuatan demi memperkuat sang penatua.

​BOOM!

​Aura yang terpancar dari tubuh Penatua Yan Feng meletus jauh lebih menakutkan dari sebelumnya. Tekanan itu terus melonjak naik hingga hampir menyamai tingkat kekuatan kultivator Alam Roh tahap menengah!

​"Bukankah itu... Formasi Nomor Satu Keluarga Yujin yang sanggup melipatgandakan kekuatan pengguna hingga mampu bertarung melompati satu tingkat?!" gumam Jiun Yi dari kejauhan. "Ia tak menduga bahwa panatua yanfeng akan menganggap yefan lawan yang sangat tangguh, dengan menggunakan kartu truf nya. Membuat jiun yi bertanya tanya, dari manakah yefan berasal.

​Di sisi lain, Yefan telah menyelesaikan lukisannya. Wajahnya makin pucat pasi bagai mayat; ia telah mengerahkan seluruh sisa kekuatan dan potensi tubuhnya demi memacu kemampuan maksimal Kuas Bertinta Hitam untuk memberikan pukulan telak pada panatua Yan Feng.

​Melihat lukisan wujudnya telah selesai dibuat oleh Yefan, Penatua Yan Feng sebagai inti formasi dengan cepat membentuk segel penutup.

​BOOOMMM!

​Energi yang meluap-luap dari tubuhnya membentuk perisai formasi bundar yang mengurung dirinya beserta empat bawahan Yunan Zili. Wajah para bawahan itu tampak pucat pasi akibat terkurasnya energi secara masif oleh formasi tersebut.

​DENG!

​Gambar tiga dimensi di ujung mata kuas bergetar hebat, mengeluarkan suara dengungan yang memekakkan telinga.

​Seketika, fenomena ajaib seperti sebelumnya kembali terjadi!

​Gunung, pepohonan, tebing, dan air yang mengalir mendadak membeku, warnanya memudar drastis menjadi putih keabuan—tak terkecuali formasi pelindung yang baru saja dibuat oleh Penatua Yan Feng.

​Namun kali ini dampaknya jauh lebih mengerikan. Karena Yefan mencurahkan seluruh kekuatannya secara penuh ke dalam Kuas Bertinta Hitam, jangkauan serangan itu meluas drastis hingga mencapai radius puluhan mil! Para yang menyaksikan di sekitar—meski sudah mundur berkali-kali—tetap tersapu gelombang putih keabuan tersebut. Hanya mereka yang telah berlari sangat jauh yang berhasil selamat.

​"Uhuk! Uhuk!"

​Di dalam formasi pelindung, empat bawahan beserta Penatua Yan Feng memuntahkan darah segar secara bersamaan.

​KRAK!

​Mendadak, dinding formasi melahirkan garis-garis retakan. Kepanikan tampak jelas di raut wajah mereka yang pucat,

​Penatua Yan Feng menggertakkan giginya rapat-rapat. Ia sadar betul formasi ini tidak akan bertahan lama dan akan segera hancur lebur.

​Dalam hitungan detik, Penatua Yan Feng mengambil keputusan dingin. Ia menatap keempat bawahannya. "Aku akan membalaskan dendam kalian suatu hari nanti..." gumam nya.

​Tanpa ragu, Penatua Yan Feng menyusutkan ukuran formasi secara mendadak, memusatkan seluruh daya pertahanan hanya untuk membungkus dirinya sendiri agar kekuatannya dapat bekerja maksimal tanpa beban tambahan.

​"Hah?! Tidak, Penatua! Tidak! Kami ingin hidup!" jerit para bawahan histeris.

​Namun sebelum mereka sempat berjuang di dalam keputusasaan, tubuh mereka telah berubah warna menjadi putih keabuan tanpa sanggup memberikan perlawanan sedikit pun. Penatua Yan Feng menatap pemandangan itu tanpa sedikit pun rasa bersalah, bagi nya mereka mengorbankan nyawa demi keselamatan seorang penatua keluarga yujin adalah sebuah kehormatan tertinggi bagi mereka.

​Bersamaan dengan hal itu, suara jeritan Yefan menggema kesegala arah.

​"Hancurkan"

​BOOOOMMM!

​Ledakan dahsyat meletus, menggetarkan seluruh penjuru daratan. Segala sesuatu yang tercakup dalam ruang lingkup putih keabuan hancur lebur tanpa terkecuali—termasuk keempat bawahan Penatua Yan Feng yang langsung musnah berubah menjadi abu di udara.

​(Bersambung)

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!