NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: PERANG DI ATAS KANAL

Atap kedai teh hancur berkeping-keping, melemparkan serpihan kayu dan genteng ke udara. Langit malam Kota Fengling yang tadinya dihiasi pendar ribuan lentera kini tertutup oleh gulungan awan merah kehitaman. Tetua Mu berdiri melayang di atas kereta gantung keagungan Paviliun Tianjian, dikelilingi oleh puluhan prajurit Pasukan Bayangan yang menghunus pedang dengan segel mantra menyala-nyala.

Hawa tekanan spiritual tingkat tinggi menindih seluruh area pelabuhan. Warga yang pingsan di sepanjang tepi kanal tak sadarkan diri dari bahaya besar yang mengintai di atas kepala mereka.

"Pilihan yang sangat bodoh, Shen Rui!" seru Tetua Mu, suaranya menggelegar menghancurkan sisa-sisa tiang kayu kedai. "Kau menukar kehormatan sekte dan takdir keabadian demi seekor siluman yang seharusnya sudah mati seribu tahun lalu!"

Tetua Mu mengibaskan lengan jubah emasnya. "Bumi hanguskan tempat ini! Bawa esensi inti jiwa ular putih itu!"

Wusss!

Belasan pemburu dari Pasukan Bayangan melompat turun dari udara secara serentak. Tebasan angin pedang berisikan qi pembunuh menyambar tajam dari segala arah, mengincar leher Lian Yue dan Qing Luo.

Shen Rui melangkah ke depan dalam satu gerakan cepat.

Cring-bbraakkk!

Pedang Zhaoyang di genggaman Shen Rui mengayun melingkar. Gelombang qi perunggu yang kini bercampur dengan pendar merah esensi jiwanya meledak dahsyat, menangkis belasan tebasan pedang pemburu dan menghempaskan mereka kembali ke udara. Hantaman energi itu menciptakan ledakan udara yang membelah permukaan air kanal di bawah mereka.

"Lian Yue, Qing Luo! Pergi ke dermaga timur sekarang!" seru Shen Rui tanpa menoleh, matanya terkunci pada Tetua Mu yang mulai mengumpulkan formasi mantra raksasa di atas langit.

"Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian!" bentak Lian Yue, mata peraknya menyala terang.

"Pergi!" tegass Shen Rui, suaranya memancar dengan keteguhan mutlak. "Aku harus menyelesaikan hutang darah ini dengan Paviliun Tianjian. Aku akan menyusul kalian!"

Qing Luo tidak membuang waktu. Ia menyambar lengan baju Lian Yue dan melompat menembus asap ledakan, melesat cepat menyusuri deretan atap bangunan di sepanjang kanal menuju arah dermaga.

"Jangan biarkan ular itu lolos!" bentak Tetua Mu murka. Ia melompat turun dari kereta gantung, memanggil bilah pedang raksasa bersurat mantra merah dan menancapkannya ke arah tempat Shen Rui berdiri.

Shen Rui menyambut serangan itu. Ia meloncat tinggi ke udara, mensejajarkan posisinya dengan Tetua Mu di atas permukaan air kanal.

Brakkk! Cringgg!

Benturan dua kekuatan besar meledak di tengah-tengah Jembatan Seratus Lentera. Lentera-lentera kertas yang berderet di sepanjang jembatan seketika hancur terbakar, menebarkan percikan api yang berjatuhan ke atas air bagaikan hujan bintang berdarah. Air kanal membubung tinggi membentuk gelombang raksasa akibat desakan qi spiritual kedua petarung.

Tetua Mu terdesak dua tindak di atas air, matanya terbelalak melihat kekuatan Shen Rui yang melonjak drastis. "Bagaimana mungkin... kekuatan pedangmu meningkat tanpa memotong esensi siluman itu?"

Shen Rui berdiri tegap di atas permukaan air kanal yang bergelombang. Pendar perunggu dan merah pada Pedang Zhaoyang kini menyatu sempurna, menyelimuti tubuh sang pemburu dalam aura keagungan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Kalian mengajarkanku bahwa pedang ini kuat karena membunuh," kata Shen Rui dengan suara rendah yang membekukan udara di sekelilingnya. "Tetapi malam ini aku sadar... pedang ini menjadi sempurna karena aku memiliki jiwa yang harus kupeluk dan kulindungi."

Shen Rui mengayunkan Pedang Zhaoyang lurus ke depan. Tebasan ombak angin pedang berdiameter belasan zhang membelah air kanal, merobohkan barikade Pasukan Bayangan dan membuka celah pelarian mutlak menuju dermaga timur—menegaskan pengkhianatan terbesarnya pada Paviliun Tianjian di bawah saksi kobaran api Kota Fengling.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!