NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 Lima Tahun Berlalu

5 Tahun Kemudian.

Wiu-wiu, wiu,wiu, wiu, wiu, wiu, wiu, wiu, wiu, wiu,

Mobil ambulance melaju kencang memasuki area rumah sakit, tepat berhenti di depan ruang IGD. Pintu belakang ambulans terbuka, tampak lompatan dua perawat pria yang segera menurunkan pasien yang berada di atas brankar dan langsung didorong memasuki ruangan IGD.

Keadaan darurat itu membuat beberapa perawat keluar dari ruang IGD, dengan membawa alat seadanya untuk memberikan pertolongan pertama.

Suara ambulans berikutnya terdengar, bukan satu mobil yang berhenti tetap beberapa mobil yang membuat rawat siap siaga jam malam yang seharusnya berada di atas ranjang dan tertidur nyenyak.

2 jam yang lalu terjadi kecelakaan beruntun, mengakibatkan banyak korban yang memasuki rumah sakit dan memenuhi ruang IGD.

"Cepat!" suara perawat terdengar tegas.

Saat roda brankar yang didorong terburu-buru bersahutan dengan teriakan perawat, bunyi alat monitor, dan suara keluarga pasien yang menangis dari balik pintu.

Korban kecelakaan beruntun itu terus berdatangan, secara bersamaan dan mungkin karena kejadiannya lebih dekat dari rumah sakit tersebut, jadi mau tidak mau pasien dilarikan ke rumah sakit Citra Medika.

Ruangan IGD begitu sesak dan sedikit berisik, dengan suara monitor yang terus saja terdengar, beberapa perawat harus menenangkan keluarga yang buru-buru ingin memasuki ruang IGD untuk melihat keluarga mereka, ini mengganggu kenyamanan para petugas medis dan juga mengganggu pasien yang lain.

"Dokter Aisyah tekanan darah pasien!" salah satu suster menangani pasien anak kecil yang mengalami penurunan pada kondisinya

Dokter Aisyah yang sejak tadi memeriksa keadaan pasien yang satu ke pasien yang lain dan kemudian berlari pada suster yang memanggil namanya.

"Periksa tekanan darahnya!" titah dokter berhijab itu yang berusaha untuk tenang dan profesional.

"Masih rendah, Dok!" jawab suster.

"Pantau terus, kamu panggil dokter berikutnya?" titah Aisyah yang juga harus menangani pasien yang lain.

Suster mengangguk dan langsung buru-buru.

Situasi menegangkan dengan kepanikan, kecepatan gerak tangan dan langkah kaki untuk menangani pasien yang terus masuk secara bergantian.

Belum lagi harus mendengarkan suara tangis keluarga pasien dengan keluarga mereka yang mengalami kecelakaan itu tidak dapat diselamatkan, bukan hanya 2, 3 dokter yang berada di dalam ruang IGD untuk menangani pasien-pasien kecelakaan, tetapi banyaknya dokter ikut menangani termasuk Aisyah.

******

Aisyah menghela nafas, baru saja keluar dari ruang IGD, berjalan di koridor rumah sakit yang tampak begitu lelah, beberapa kali membuang nafas perlahan ke depan.

Aisyah mendudukkan dirinya di salah satu kursi tinggi, bersandar pada dinding dengan sedikit mengangkat kepalanya.

Suara masjid sudah terdengar, menandakan adzan subuh sebentar lagi, tidak terasa ternyata sejak tadi dia berada di dalam ruang IGD, berurusan dengan darah, dengan banyaknya pasien yang datang, ada yang dapat diselamatkan ada yang tidak ada yang harus masuk icu dan ada yang sudah bisa masuk ke ruang rawat.

Benar-benar melelahkan, seorang dokter mungkin tidak akan mengenal rasa ngantuk, ketika sudah berurusan dengan pasien, maka jiwa profesional akan tiba terlupakan begitu saja.

Aisyah seketika tersentak kaget saat merasa dingin di pipinya dan benar saja sebuah botol mineral dingin menempel pada pipinya.

"Amira...." ucapnya dengan mengayun suaranya, terdengar sedikit kesal saat wanita yang memakai jubah dokter dengan kacamata dan rambut yang di ikat asal-asalan terkekeh karena kejahilannya berhasil membuat Aisyah kesal.

"Mara-mara mulu," ucap Amira

"Kamu sih jahil," sahut Aisyah dengan kesal membuat Amira membuka tutup botol air mineral tersebut dan memberikan kepada rekannya.

"Thank you," sahut Aisyah.

"Huhhhh, tanganku sudah begitu pegal sejak tadi memegang ini, itu, banyak sekali pasien malam ini, tidak terasa sudah subuh," keluh Amira.

"Entahlah, apakah harus disyukuri atau tidak, yang terpenting kita harus profesional," jawab Aisyah.

"Oh iya Aisyah, tadi aku mendengar kamu berbicara dengan salah satu keluarga pasien mengenai satu kondisi pasien yang mengalami kecelakaan parah sampai matanya tidak bisa melihat lagi," ucap Amira memulai obrolan serius.

"Benar! dia berteriak histeris, padahal tidak ada luka seriusan selain bermasalah pada mata, keluarganya juga sangat menyayangkan hal itu," jawab Aisyah.

"Lalu apa keluarganya akan mencari donor mata?" tanya Amira.

"Entahlah," sahut Aisyah mengangkat kedua barunya.

"Sungguh menyedihkan, semoga saja pasien kuat dan begitu juga dengan keluarganya," ucap Amira.

"Amin..." sahut Aisyah.

"Hmmmm, kalau begitu aku harus balik ke rumah," ucap Amira tiba-tiba pamit.

"Sekarang?" tanyanya

"Kak Kaivan akan tiba di bandara jam 07.00 pagi, dia bisa mengamuk jika aku tidak menjemputnya. Aku harus pulang dan siap-siap," ucap Amira.

"Ya sudah hati-hati," ucap Aisyah.

"Kamu tidak menitipkan salam kepada kakakku?" tanya Amira dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Apasih....." sahut Aisyah dengan mengayun suaranya saat temannya itu menggodanya.

"Biasa aja kali ekspresinya, nggak usah merah seperti itu wajahnya!" goda Amira.

"Sudah-sudah sana buruan pergi," ucap Aisyah sampai-sampai mendorong Amira yang terus saja menggodanya.

Amira akhirnya meninggalkan rekannya itu membuat Aisyah geleng-geleng kepala.

"Ada-ada saja," ucap Aisyah menghela nafas.

******

Setelah menyelesaikan tugasnya di rumah sakit shif-nya telah berakhir, Aisyah sebelum pulang ke rumahnya tidak lupa melaksanakan shalat subuh di rumah sakit.

Taxi yang ditumpangi Aisyah berhenti di lampu merah, wajahnya tetap saja terlihat begitu lelah, sedikit mengantuk, Aisyah menurunkan kaca jendela mobil, menghirup udara di pagi hari yang masih segar dan belum penuh polusi.

Tiba-tiba pandangannya tertuju pada mobil di sebelahnya yang searah dengannya, seorang pria menyetir sekitar berusia 40 tahunan keatas dengan seorang wanita berhijab sekitar berusia hampir sama dengannya yang bersandar pada bahu pria tersebut dengan wanita itu tampak menjadi memeluk lengannya.

Aisyah memencet kaca mobil sehingga kembali tertutup, memejamkan mata perasaannya hanya dia yang tahu apa yang saat ini dia pikirkan.

*********

"Assalamualaikum...." sapa Aisyah baru saja memasuki rumah.

"Walaikumsalam, Aisyah kamu sudah pulang!" Rahma ibunya yang memakai mukena menuruni anak tangga menghampiri putrinya yang sangat lelah.

Aisyah mencium punggung tangan wanita itu.

"Ibu siapkan air hangat untuk kamu, kamu bisa mandi dan setelah itu beristirahat," ucap Rahma.

"Ayah di mana?" tanyanya tiba-tiba.

"Bukankah kemarin Bunda mengatakan kepada kamu, bawa ayah sedang ada urusan di Singapura," ucap Rahma.

"Bunda mau sampai kapan terus berbohong kepada Aisyah," ucapnya tiba-tiba dengan wajahnya yang serius.

"Aisyah bukan anak kecil lagi, bukan anak remaja, Aisyah sudah dewasa, ayah tidak berada di Singapura, dia ada di Jakarta, dia bersama istri mudanya," ucap Aisyah.

Rahma seketika terdiam dengan kesulitan menelan ludah.

"Aisyah capek jika harus terus dibohongi Bunda. Aisyah sudah mengerti dan bisa berpikir!" ucap Aisyah.

Rahma tersenyum dengan memegang pipi Aisyah.

"Kamu benar, kamu sudah dewasa, kamu harus tahu pria yang memiliki istri 2 harus adil, jika tidak ada di rumah ini dan jangan bertanya lagi, dia juga memiliki kewajiban untuk hadir di tempat istri yang lain," ucap Rahma.

"Apa Bunda tidak capek dengan semua ini?" tanya Aisyah.

"Ayo sana masuk kamar dan langsung mandi!" Rahma tidak ingin memperpanjang pembicaraan itu.

Aisyah menghela nafas dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Rahma, menurutnya ibunya itu terlalu sabar.

Bersambung......

...Hay para pembaca saya kembali menyajikan karya terbaru untuk kalian semua. Besar harapan saya karya ini akan disukai, dicintai banyak para pembaca, sudah pasti untuk mencapai tahap itu sangat membutuhkan bantuan dari para pembaca, memberikan dukungan, dikit banyaknya dukungan dari kalian membuat saya semakin semangat untuk terus berkarya dan tidak akan berhenti ...

...Jangan lupa setiap membaca, tinggalkan jejak, like, komen, karena kritik dan saran dari kalian akan membangun karya saya menjadi lebih baik. ...

...Bismillah semoga kalian menyukainya, cinta dari saya author....

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!