Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Di sebuah pondok kediaman ketiga teman aulia.mereka masih menantikan kedatangan bu wida dan pak arman yang sudah 1jam tak kunjung kembali.
"udah jam 3 kita cuma punya waktu 2jam lagi"ucap dery yang tampak semakin gelisah.
"dery..duduk.kita tunggu aja kedatangan ki dajeng sama orang tua aulia..sini.."citra melambaikan tangannya ke laki laki itu.
Siapa sangka dery menganggukinya begitu saja.ia duduk di dekat citra membuat martin dan dinda saling melempar pandangan.
"tumben lu mau deket sama tu cewe"ujar martin.
"yeh emang kenapa?gue bukan demit kali!sirik aja lu"ucap citra.
Dinda tak menaruh curiga apapun untuk saat ini.mungkin pikiran laki laki itu sedikit kacau sampai tak menyadari duduk di dekat perempuan yang selama ini selalu ia hindari.
Masih di kediaman ki dajeng.bu wida dan pak arman masih membahas permasalahan dengan lastri.
"ceritakan dari awal!jangan ada lagi kebohongan!!"ujar bu wida dengan nada menekan.
Pak arman menunduk.
"20 tahun yang lalu papa sama keempat temen papa termasuk lastri liburan ke sini ma.kita camping persis di tempat aulia dan temannya mendirikan tenda..
"saat itu...
[kembali ke 20 tahun yang lalu]
"lastri..anak anak mau camp nih.kamu mau ikut gak?"tanya desi salah satu teman arman dan lastri saat itu.
"wah mau dong,kemana nih?"
"air terjun"
saat itu lastri menjadi gadis tercantik.tubuhnya yang tinggi,putih dan ramping.membuat siapapun menyukai dirinya.
Di antara laki laki yang selalu memintanya untuk menjadi kekasih mereka.lastri justru menyukai arman yang sangat sederhana di matanya.
"arman..."sahut gadis itu saat melihat arman tengah duduk di bangku taman.
Ia mendekat ke arahnya.
"kamu ikut camping gak?"tak ada jawaban.arman hanya mengangguk.ia masih fokus dengan buku bacaannya.merasa kesal dengan sikap arman,lastri merebut buku itu.
"apaan sih!"ujar arman terlihat kesal.
"kenapa sih kamu gak pernah mau mandang aku?gak kayak cowok lain?"tanya lastri dengan nada sedikit keras membuat desi menoleh ke arah mereka berdua.
"gak semua cowok suka sama kamu las,termasuk aku."
kata kata arman seolah membuat luka di hati gadis itu.lastri mengepalkan tangannya,melihat arman pergi begitu saja setelah berhasil merebut bukunya kembali.
"liat aja aku akan buat kamu jatuh ke pelukan aku arman"
"hus...udahh.gak baik ah kaya gitu"
Kekesalan lastri bertambah ketika desi ikut campur urusannya.ia pergi meningalkan desi sendiri di sana.
Memasuki jam pulang,lastri melihat arman tengah tersenyum dengan seorang wanita.hatinya merasa hancur,senyum itu bahkan tak pernah dilayangkan untuknya.
Semakin sakit lagi hatinya saat arman menggandeng tangan wanita yang sama sekali tak di kenalinya.
"heh,ngapain bengong.nanti malem kumpul sama anak anak mau bahas jam pergi besok"ucap desi dengan menepuk bahu lastri.
"ya nanti aku nyusul.yaudah aku pulang duluan ya"
Desi mengangguk.setelah kepergian temannya,ia menghampiri seorang laki laki.damar sang kekasihnya.mereka sudah menjalin percintaan 2tahun lamanya.setelah kuliah mereka selesai,damar berjanji akan segera menikahi desi secepatnya.
"lastri mana?"tanyanya.
"udah pulang barusan"
"yaudah yu kita pulang,aku anterin"ujar damar.
Desi pun mengiyakan ajakan kekasihnya.mereka berdua pergi meninggalkan kampus dengan tangan yang saling bergandengan.
Di sebuah taman..arman duduk dengan seorang wanita yang sempat di pergoki oleh lastri.
"wid..besok aku mau camping sama anak anak ke air terjun.ngerayain pertemanan aja,kamu mau ikut??"ucap arman kepada seorang wanita yang ternyata wida.
"ah nggak mas itukan acara mas arman sama temen temen mas"
"ya gapapa dong,sekalian mas kenalin kamu sama mereka.hubungan kita udah lumayan lama kan"
"malu lah mas.lain kali aja"
"emm yaudah..mas gak bisa maksa"ucapnya sambil mengelus lembut rambut milik gadis itu.
Hubungan mereka sengaja tidak terlalu di umbar,karena mereka ingin kabar pernikahan mereka berdua mengejutkan semua orang terdekat mereka.
"yaudah kita pulang yu..udah mau maghrib"
Kisah asmara itu bermula kala arman tengah sibuk membaca buku,tak sengaja menabrak gadis cantik nan mungil yang juga sedang membaca novel.
Rasa canggung menyelimuti mereka,hari demi hari arman mulai menyukai wida yang usianya terbilang jauh darinya.wida yang masih duduk di bangku SMA.
Laki laki itu sempat senang karena setelah kelulusan wida,mungkin wida akan kuliah di kampus yang sama dengannya.namun..nasib wida tak seberuntung dirinya,wida hidup sebatang kara.gadis itu dengan jelas mengatakan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah.
Dari situ arman mengambil kesimpulan.ia ingin membantu namun ia belum bekerja.tak mungkin meminta orang tuanya untuk ikut membiayai gadis yang tak dikenal oleh orang tuanya.
Arman mengerti..berbulan bulan bahkan sudah satu tahun dari perkenalan mereka.semakin dekat mereka sudah saling menyimpan rasa.arman tak ingin wida dimiliki laki laki lain.
Meskipun dirinya belum mempunyai pekerjaan,ia bertekad untuk mengajak wida menjalin sebuah hubungan.setelah gadis itu lulus sekolah,arman pun lulus dari kuliahnya.mereka akan melangsungkan pernikahan.
Laki laki itu berjanji akan memuliakan wida,memenuhi semua keinginannya,juga membahagiakannya.setelah mengenal wida hidup arman menjadi berwarna,mereka yang sama sama suka membaca merasa semakin serasi karena setiap bertemu mereka selalu bertukar cerita dari buku yang mereka baca.
Hingga saat ini..hubungan mereka yang sudah menginjak 2 tahun akan berakhir menjadi sebuah penantian yang mereka nanti nantikan.
Saat kelulusan nanti,arman akan bekerja di perusahaan milik orang tuanya.lalu segera meminang wida dan membawanya pindah ke rumah yang akan mereka tinggali berdua.
"mas pulang dulu ya"ucap arman yang masih duduk di motornya.
"iya mas..hati hati ya"
keduanya saling melempar senyum.seolah hubungan mereka benar benar bahagia.tak pernah ada keributan di dalamnya.
Hari sudah berganti malam.di rumahnya lastri sudah bersiap akan pergi menemui teman temannya.ia bersolek sangat cantik,berharap kali ini arman mau meliriknya.
Ponselnya berdering..panggilan masuk dari desi membuatnya berdecak.
"aku sama damar lagi jalan ke arah rumah kamu las.mau ikut gak?"ucapnya di seberang telpon.
"oh oke tunggu bentar ya.aku ke depan sekarang"
lastri berlari kecil keluar dari rumahnya.ia menenteng tas kecil yang membuat dirinya semakin indah di pandang.gadis itu menggunakan dress selutut berwarna putih.rambutnya di biarkan terurai bergitu saja.
mobil berhenti tepat di tempatnya berdiri.setelah melihat kedua temannya ada di dalam mobil itu,ia menghampiri dan masuk ke dalam.duduk sendiri di jok belakang,sedangkan desi duduk di depan menemani damar menyupir.
"las aku boleh gak ikut ke kamar mandi bentar aja,kebelet nih"
"ihh..bukannya dari tadi kek.yaudah sana,nih kuncinya"
sepergian desi ke rumah lastri.ia duduk dengan memain mainkan kukunya yang panjang.
"kamu cantik banget las malem ini"
Lirikan lastri tertuju ke wajah laki laki di depannya.
"cantikan mana sama pacar kamu?"godanya.
"kamu lah las,kalo kamu mau jadi pacar aku mah si desi aku putusin sekarang juga"ucap damar lagi.
"yakin??oke buktiin kalo bener putus aku mau jadi pacar kamu"
"hah serius las?aku gak mimpi kan?"
lastri tersenyum dan mengelengkan kepalanya.ia kembali duduk ke posisi semula karena menyadari desi sudah kembali.
"lama nunggu ya?"tanya gadis itu.
"nggak kok,santai"ujar lastri dengan senyum yang menyeringai.