NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa Ilusi

Sementara itu—di dalam kamarnya—Jia Li baru saja selesai membersihkan diri. Butiran air sisa mandi masih menempel di ujung rambutnya yang basah.

Namun, langkah kakinya yang hendak menuju ranjang mendadak terhenti. Sebuah suara mekanis yang dingin dan tak asing tiba-tiba menggema, memantul langsung di dalam dinding kepalanya.

Ding!

[Mendeteksi adanya serangan spiritual jarak jauh yang ditujukan langsung pada Putra Mahkota Yun Shadom dan Pangeran Yun Sharam.]

Mata Jia Li yang tadinya tenang, seketika berubah setajam mata elang yang siap merobek mangsa. Kilat dingin melintas di bola matanya.

Ding!

[Serangan berhasil dipatahkan sepenuhnya. Perisai otomatis tingkat tinggi telah aktif dan energi serangan kini telah berbalik seratus persen kepada sang pengirim.]

Mendengar laporan itu, Jia Li tidak panik. Ia justru melipat kedua tangan di dadanya, menyunggingkan senyuman tipis yang tenang.

Ia melangkah perlahan menuju cermin besar, menatap lurus pada pantulan dirinya sendiri yang tampak begitu tenang namun mematikan.

"Buka toko sistem." ucapnya dingin."Aku harus memberikan hadiah salam perkenalan untuknya."

Ding!

[Toko sistem berhasil terbuka—]

Dalam sekejap, sebuah layar hologram berwarna biru pudar membentang di hadapannya. Di sana, berbagai nama alat-alat gaib tingkat dewa beserta deskripsinya terpampang dengan sangat nyata, seolah mengejek hukum alam dunia modern ini. Netra Jia Li bergulir, lalu berhenti pada satu item khusus.

[Jiwa Ilusi. Deskripsi: Menciptakan replika ilusi jiwa seseorang secara sempurna untuk menyerang dan menghancurkan mental musuh. Harga: 40.000 koin emas.]

Jia Li tersenyum lebar. Tanpa ragu sedikit pun, jemari lentiknya bergerak maju dan menekan tombol 'beli' yang berkedip pada layar hologram di depannya. Permainan baru saja dimulai.

Sementara itu, di tempat Guru Bai yang tersembunyi jauh dari riuh kota.

Suasana di dalam ruangan itu jauh lebih mencekam. Udara terasa berat dan menyesakkan setelah kekalahan telak Guru Bai. Efek dari serangan jarak jauh yang ia kirimkan justru berbalik menghantam dirinya sendiri, menyisakan sisa-sisa energi hitam yang menguar kacau.

"Guru... apa... apa mereka benar-benar seberbahaya itu?" tanya Jia Ren dengan suara yang bergetar hebat. Wajahnya pucat pasi menatap sang guru yang tampak murka sekaligus terdesak.

Di sampingnya, Wang Len mengangguk pelan dengan tubuh kaku.

Guru Bai perlahan memejamkan matanya, mencoba menekan gejolak darah yang bergejolak di dadanya akibat hantaman balik serangannya sendiri.

"Bukan sekadar berbahaya..." desisnya dengan suara berat yang sarat akan kemarahan. "Tapi keberadaan mereka disini akan menjadi penghalang terbesar untuk seluruh rencana yang sudah kususun selama ini!"

Tiba-tiba—

DUARRRR!

Sebuah dentuman dahsyat mengguncang bumi. Gempa hebat mendadak melanda tempat itu tanpa peringatan apa pun. Tanah di bawah kaki mereka retak seribu, menjalar cepat seperti laba-laba yang mengepung mangsa. Dinding-dinding batu mulai retak dan menjatuhkan debu tebal.

Mata Jia Ren dan Wang Len melotot sempurna. Jantung mereka serasa melompat keluar dari rongganya.

"Gu—Guru... apa yang terjadi?! Kekuatan apa ini?!" tanya Jia Ren lagi dengan ketakutan yang kini menjadi nyata dan tak terbendung. Tubuhnya gemetar hebat hingga lemas.

Melihat situasi yang kacau, Wang Len yang didera kepanikan luar biasa langsung bergerak maju dan memeluk erat lengan suaminya, mencari perlindungan di tengah kekacauan yang tak masuk akal ini.

Tiba-tiba, di tengah guncangan yang belum mereda, derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar mendekat. Pintu ruangan dihentak kasar. Itu adalah salah satu anak buahnya. Wajahnya dipenuhi keringat, napasnya ngos-ngosan dan tersengal-sengal karena panik.

"Guru... Guru Bai! Ada... ada penyusup! Seseorang mendobrak perisai dan masuk!" katanya dengan sisa-sisa napas yang memburu.

Mendengar laporan itu, rahang Guru Bai mengeras. Ia mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, mengeluarkan aura membunuh yang pekat.

"Kurang ajar!" desisnya dengan penuh penekanan. "Mereka rupanya sudah bosan hidup dan datang ke sini hanya untuk mengantar nyawa!"

Tanpa membuang waktu lagi untuk melepaskan kata-kata, tubuh Guru Bai langsung melesat bak kilat. Dalam satu kedipan mata, wujudnya menghilang dari pandangan Jia Ren dan Wang Len.

Seketika itu juga, tubuhnya sudah berada di luar ruangan, berdiri di atas tanah yang retak.

Langit sore itu tampak menghitam pekat, digilas oleh kilatan petir yang menyambar-nyambar dengan suara menggelegar.

Di atas tanah yang basah dan berlumpur, pemandangan mengerikan tersaji: puluhan anak buahnya sudah terbaring kaku, nyawa mereka melayang dengan darah segar yang terus mengalir dari tubuh mereka, menyatu dengan sisa air hujan.

Sementara itu, di tengah-tengah kekacauan dan tumpukan mayat, tampak sesosok siluet berdiri tegak dengan sebilah pedang telanjang di tangannya. Darah menetes dari ujung bilah pedangnya.

Guru Bai menyipitkan matanya dengan penuh amarah. Namun, saat orang asing itu perlahan membalikkan badannya, mata Guru Bai seketika membelalak sempurna. Jantungnya seakan berhenti berdetak.

Di sana, di bawah temaram kilatan petir, berdiri seseorang yang memiliki wajah yang sangat identik dengan dirinya. Sosok itu menatapnya, lalu menyunggingkan sebuah senyum menyeringai yang dipenuhi aura kebencian.

"Ti-tidak mungkin..." Guru Bai refleks memundurkan langkahnya, akal sehatnya menolak apa yang sedang ia lihat.

Sementara dari arah belakang, langkah kaki yang terburu-buru terdengar mendekat. Jia Ren dan Wang Len tampak berlari mengikuti Guru Bai.

Namun, langkah mereka mendadak terhenti tepat di samping sang guru. Mata kedua orang itu ikut melotot, tubuh mereka gemetar hebat menyaksikan pemandangan janggal di depan mereka.

"Gu—Guru... di—dia—" Jia Ren terbata-bata, suaranya tercekat di tenggorokan.

Ketakutan yang besar membuat Jia Ren dan Wang Len langsung bergerak mundur, bersembunyi di balik punggung lebar sang guru yang kokoh.

Melihat sosok yang menyerupai dirinya berdiri angkuh, amarah Guru Bai membubung tinggi. "Kurang ajar! Siapa kau sebenarnya?!" teriaknya menggelegar, mencoba mengalahkan suara gemuruh petir.

Sosok yang menyerupai dirinya itu tidak langsung menjawab. Ia melangkah maju satu demi satu langkah dengan sangat tenang, membiarkan ujung pedangnya bergesekkan dengan tanah basah.

"Aku?" Sosok itu berhenti, lalu mengangkat ibu jarinya, menunjuk ke dada dirinya sendiri. "Aku adalah versi terbaik darimu... yang pastinya—aku jauh lebih kuat darimu," katanya dengan nada mengejek yang amat kental, memandang rendah Guru Bai yang asli.

Wajah Guru Bai seketika menggelap pekat dipenuhi murka. Tanpa banyak bicara lagi, ia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya, melesat maju bagaikan peluru kendali dengan niat penuh untuk menghancurkan sosok sialan di depannya.

Namun, sesuatu yang sangat mengejutkan dan di luar nalar terjadi.

DUAR!!!

Sosok misterius itu sama sekali tidak menghindar ataupun menangkis. Ia membiarkan tubuhnya menerima hantaman serangan telak dari Guru Bai.

Namun, efek benturan energi itu sungguh di luar dugaan. Bukan sosok tiruan itu yang hancur, melainkan Guru Bai yang asli justru terpental hebat. Tubuhnya melayang ke belakang dengan kasar hingga membentur tanah dengan keras.

Uhuk! Guru Bai memuntahkan darah segar.

Serangannya sendiri... justru berbalik menghantam dirinya dengan kekuatan dua kali lipat.

"GURU!" teriak Jia Ren dan Wang Len dengan nada penuh ketakutan. Mereka mundur, mencoba menjauh.

"Ba—bagaimana mungkin—" bisik Guru Bai lirih di tengah napasnya yang memburu, menatap tangannya yang bergetar.

Sosok gaib itu tidak memberikan jawaban yang pasti. Ia hanya tersenyum tipis, menatap dingin ke arah Guru Bai yang terkapar tak berdaya.

"Karena kau baru saja menyerang dirimu sendiri," katanya dengan suara yang menggema aneh di udara. Sosok itu menatap Guru Bai dengan dingin.

Lalu, dengan langkah pelan yang konstan, ia berjalan mendekat. Ia berjongkok tepat di depan wajah Guru Bai yang sudah tak berdaya.

Seringai dingin kembali terkembang di wajah tiruannya, memancarkan aura intimidasi yang begitu nyata hingga membuat seluruh tubuh Guru Bai bergetar hebat.

Untuk pertama kalinya di dalam hidupnya, rasa takut mulai menjalar dan melumpuhkan setiap jengkal keberanian yang selama ini ia banggakan.

"Ini adalah salam pengenalan dari kami... Nikmati sisa waktumu selagi bisa."

Tepat setelah kalimat mengerikan itu terucap, tubuh sosok misterius itu perlahan mengabur, menjadi transparan, dan menghilang sepenuhnya disapu angin badai, meninggalkan Guru Bai yang terpaku dalam misteri dan rasa sakit yang mendalam.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!