NovelToon NovelToon
Ditolak Selama Lima Tahun

Ditolak Selama Lima Tahun

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Selama lima tahun, Vincent Huang tidak pernah berhenti mengejar Stella Mo.
Namun, Stella selalu menolaknya dan memilih menjaga jarak tanpa pernah menjelaskan alasannya.

Ketika rahasia masa lalu Stella akhirnya terungkap, Vincent harus menghadapi pilihan sulit. Tetap menggenggam tangan wanita yang dicintainya, atau menjauh setelah mengetahui luka yang selama ini Stella sembunyikan.

Apakah cinta Vincent cukup kuat untuk menerima seluruh masa lalu Stella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Malam hari.

Stella yang baru keluar dari apartemen berpapasan dengan Vincent yang kebetulan juga ingin keluar. Keduanya saling menatap dan terdiam sesaat.

"Sudah malam, ingin ke mana?" tanya Vincent.

"Ingin membeli sesuatu," jawab Stella dengan senyum tipis, lalu berjalan menuju lift

***

Setelah berada di luar gedung, langkah Stella tiba-tiba dihentikan oleh seseorang.

"Stella."

Suara itu membuat Stella menghentikan langkah.

Ia menoleh dan melihat Steve berdiri tidak jauh darinya.

"Kenapa kau ada di sini?" tanya Stella.

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," jawab Steve.

Sementara itu, Vincent yang sudah berjalan menuju pintu gedung apartemen tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Stella sedang berbicara dengan seorang pria.

Tatapannya langsung berubah.

Vincent mengenali pria itu.

Steve.

Mantan kekasih Stella.

Raut wajah Vincent seketika menjadi dingin. Ia berdiri tidak jauh dari mereka sambil menahan rasa cemburu yang perlahan muncul.

"Di antara kita tidak ada yang harus dibicarakan," kata Stella.

"Stella, aku baru tahu kalau kau telah mengundurkan diri dari Ming Yuan. Dan kali ini aku ingin menawarkan kau untuk bekerja sama denganku," ucap Steve.

"Terima kasih atas tawarannya, tapi untuk sementara ini aku ingin istirahat panjang. Aku tidak ingin terlibat dengan perusahaan mana pun," jawab Stella.

Di sisi lain, Willy yang berada di dalam mobil tiba-tiba menerima sebuah pesan.

Matanya membulat setelah membaca laporan yang baru saja diterimanya.

"Apa? Ternyata tidak ada hubungan dengan dia. Aku harus memberitahu Tuan," ucap Willy.

Ia segera mengirimkan pesan kepada Vincent.

Sementara itu, Vincent yang masih berdiri di sana memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Tatapannya tetap tertuju pada Stella dan Steve.

"Steve dan Stella telah memiliki anak sebelumnya. Kalau bukan karena mereka berpisah, maka anak mereka pasti sudah besar," batin Vincent.

Tiba-tiba ponsel Vincent bergetar.

Vincent segera mengeluarkannya dari saku dan melihat pesan dari Willy.

Ia membuka pesan tersebut.

"Tuan, informasi yang teman saya dapatkan, kehamilan Nona Mo tidak ada hubungannya dengan Steve Lu. Dokter yang menangani Nona Mo sendiri yang mengatakannya. Ayah dari anak tersebut adalah orang terdekat Nona Mo."

"Tidak ada hubungan dengan Steve Lu? Lalu anak siapa yang dia kandung?" gumam Vincent. "Orang terdekat? Siapa dia?"

Sementara itu, Steve masih berbicara dengan Stella.

"Stella, aku menghargaimu sebagai arsitek terkenal. Karena itu, aku ingin bekerja sama denganmu. Tapi aku berharap kau tidak menolak niat baikku," ucap Steve.

"Kau sedang memaksaku?" tanya Stella.

"Aku tidak berniat memaksamu. Aku hanya ingin bekerja sama dan mendapatkan keuntungan bersama. Terlebih, kalau kau bisa mendekati Vincent Huang, maka ini akan jauh lebih baik," jawab Steve.

"Steve, dengar baik-baik. Aku tidak berminat bergabung dengan perusahaan mana pun saat ini. Aku hanya ingin beristirahat. Dan jangan menemuiku lagi," kata Stella yang hendak beranjak dari sana.

"Stella, apakah kau masih ingat penyebab aku memutuskanmu?" tanya Steve, membuat langkah Stella terhenti.

"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Stella tanpa menoleh.

Steve menatap punggung Stella. Tanpa mereka sadari, Vincent masih berada tidak jauh dari sana dan mendengar percakapan mereka.

"Aku rasa kau masih ingat, bukan? Kemarin kau menemui dokter kandungan karena kau melakukan aborsi. Kalau aku tidak salah menghitung, anak itu adalah anak dari pria itu," jawab Steve.

Stella mengepalkan tangannya. Matanya mulai memerah.

"Kau menyelidikiku?" tanya Stella sambil menoleh ke arahnya.

"Aku juga tidak ingin melakukannya, tapi aku hanya penasaran. Di mata banyak orang, kau adalah seorang arsitek yang luar biasa. Kalau ada yang tahu masa lalumu, apa yang akan terjadi? Apakah mereka masih akan mengagumimu?" tanya Steve.

Stella menatapnya dengan penuh kemarahan.

Tanpa ragu, ia mengangkat tangannya.

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Steve.

"Kau tidak tahu malu sampai mengungkit masalahku!" bentak Stella. "Kita sudah berpisah dan tidak memiliki hubungan apa pun lagi. Jadi, jangan pernah ikut campur dalam hidupku!"

Steve mengusap sudut bibirnya yang terasa perih akibat tamparan itu.

"Aku hanya mengatakan kenyataan."

"Kau sengaja mengungkit masa laluku untuk mengancamku. Apakah kau masih bisa disebut manusia? Steve Lu, aku baru sadar bahwa kau tidak memiliki sedikit pun rasa simpati!" kata Stella dengan suara bergetar menahan amarah.

"Aku mengetahui semua yang terjadi padamu, Stella. Aku masih menghargaimu karena hubungan kita di masa lalu. Tapi kau tetap bersikap sombong kepadaku, sehingga aku hanya bisa menggunakan cara ini."

Steve menatap Stella dengan tatapan penuh tekanan.

"Aku bisa memberitahukan semuanya kepada publik. Menurutmu, bagaimana pandangan mereka terhadapmu setelah mengetahui masa lalumu?"

Stella terdiam.

Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya. Namun, bukannya takut, Stella justru tertawa kecil.

"Apa yang kau tertawakan?" tanya Steve dengan wajah kesal.

Stella mengangkat wajahnya dan menatap Steve dengan tenang.

"Steve Lu, kau menggunakan masa laluku untuk mengancamku?"

Sudut bibir Stella terangkat tipis.

"Aku bisa menuntutmu. Negara kita memiliki undang-undang. Kalau kau ingin melakukan pencemaran nama baik atau menyebarkan informasi pribadiku kepada publik, silakan."

Tatapan Stella menjadi semakin tajam.

"Lakukan saja."

Ia melangkah mendekati Steve.

"Aku akan menemanimu bermain sampai akhir."

Steve terdiam.

Ia tidak menyangka Stella akan sama sekali tidak takut dengan ancamannya.

"Kau tidak takut namamu akan hancur?" tanya Steve.

"Hanya sebuah nama saja, sedangkan dirimu satu perusahaan. Dan ... kalau aku memang melaporkanmu maka akan melibatkan beberapa orang yang ikut terlibat. Aku sudah siap!" ucap Stella.

1
Dian Fitriana
update kelanjutan mnjelang pernikahan ny thor
Dian Fitriana
terima y ...persatukan mereka y thor buat akhir ceritanya Stella dn Vincent bersatu dn bahagia
Kinara Widya
terimalah Stella...Vincent tulus mencintaimu
Kinara Widya
emang sdh d rencanakan sama Vincent sepertinya
Dian Fitriana
update
Maria Mariati
pasti stela mau menerima dirimu Vincent, hanya saja butuh waktu, karena trauma itu masih sakitt di hati stela
Kinara Widya
Frank yg perkosa stella
Dian Fitriana
double up thor...SDH lama nich nunggu up ny
Kinara Widya
lanjut...makin seru
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
bagus kak
Kinara Widya
ada Vincent yg akan membantu Stella diam2..
Maria Mariati
yakin Steve lu, penasaran gimana nasib nya nantii, bodo
Dian Fitriana
double up donk thor
Dian Fitriana
update lg
Dian Fitriana
update
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
gilaaa steve manfaatin stella, ohh tidak bisa
Kinara Widya
apa yg akan d lakukan stella
Dian Fitriana
update
Dian Fitriana
kpn thor update ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!