NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

Ruang persidangan, pengadilan negeri. 

Freya tidak henti-hentinya menangis hingga matanya bengkak. Aamon hanya terdiam menatap hakim yang akan membacakan putusan pengadilan atas kasus anaknya yang terbunuh, karena seorang anak tidak sengaja memanah rumahnya dengan ketapel. 

Putusan sudah dibacakan, anak itu dinyatakan tidak bersalah karena tidak tahu apa-apa, terlebih dia terlalu kecil untuk memahami beberapa hal yang berbahaya. Hakim malah menghukum Freya sang ibu bayi, karena dinilai lalai menjaga anaknya. 

“ATAS DASAR APA!” Raung Freya setelah mendengar putusan hakim.

“Atas dasar apa anak itu dinyatakan tidak bersalah?” Tanya Freya meraung marah tidak terima dengan keputusan hakim. 

“Dia terlalu kecil?” Tanya Freya menunjuk pelaku yang menampilkan wajah polos dan didampingi keluarganya.

“Bibi aku minta maaf. Aku tidak sengaja.” Ucap bocah polos, namun bagi Freya bocah itu mengejeknya. 

“DIA BERUSIA 7 TAHUN!!!” Raung Freya hingga urat lehernya menonjol.

“Dia bukan anak kecil lagi! Dia sudah mengerti beberapa hal tentang bahaya. Lagipula aku telah memperingatinya untuk jangan bermain di halaman rumahku, bahkan aku juga memberitahu orang tuanya yang bodoh itu. Tapi dia tetap saja bermain di halaman rumahku, dan tragedi itu terjadi. Seharusnya dia DIHUKUM MATI!!!” Jelas Freya dalam kemarahan dan mata memerah, lalu menuntut hukuman mati. 

“DIA HARUS DIHUKUM MATI!!!” Pekik Freya berdiri dan menunjuk sang anak yang menatap datar dirinya. 

“Bibi aku minta maaf.” Ucap pelaku menundukkan kepala. 

“Freya dia masih anak kecil. Apakah kamu tidak punya hati?” Ucap ibu pelaku dengan ekspresi sedih. 

“Atas dasar apa dia dinyatakan tidak bersalah! Dia harus dihukum mati, orang tuanya juga harus dihukum mati!” Raung Freya semakin marah dan benci melihat senyuman hina satu keluarga tersebut. 

“Mereka harus dihukum mati!!!” Raung Freya berusaha menyerang.

Aamon memeluk dan menghentikan Freya yang kehilangan kendali. Sementara keluarga pelaku semakin menunjukkan senyuman menghina, membuat Freya semakin marah dan ingin membunuh. 

“Sudahlah Freya!!! Putusan hakim sudah sangat adil! Kita harus menerimanya!” Aamon memeluk dan memaksa Freya kembali duduk di kursi. 

Freya seketika berbalik menatap marah Aamon, suaminya sendiri. 

“Kau… kau mengatakan hal itu?” Tanya Freya tidak percaya dan merasa telinganya salah mendengar. 

“Itu adalah keputusan yang adil.” Aamon menghela nafas dan berkata dengan wajah datar tanpa ekspresi. 

“KAU… SUAMI BODOH! AYAH YANG BURUK! Aku menyesal menikah denganmu! Bajingan!!! Pergi kau bajingan!!!” Raung Freya mengusir  Aamon. 

“Pergi kau bajingan!!!” Freya meraung dan mendorong Aamon. 

“Bukankah ini sejalan dengan jawabanmu dalam ujian warisan dewa aturan?” Pekik Aamon marah, lalu menenangkan diri dan menunjukkan ekspresi datar. 

“Kau ingat? Apakah kau mengingatnya?” Ucap Aamon mengingatkan. 

Freya terdiam, lalu jatuh terduduk di kursi pengadilan, dan mengingat kenangan yang tidak pernah ada namun sebenarnya disembunyikan roh penjaga senjata dewa sekaligus penguji pewaris dewa aturan. Freya linglung dan tiba-tiba mendengar suara lembut dan agung di kepalanya. 

“Benar-benar menyedihkan. Kamu dengan penuh keyakinan menjawab “Aku tidak akan memberikan hukuman kepada anak itu. Dia tidak tahu apapun mengenai resiko setiap tindakannya, dia masih terlalu kecil memahami kesalahannya. Yang seharusnya dihukum adalah orang tua si bayi, karena meninggalkan anaknya seorang diri di teras rumah.” Namun ketika mengalaminya sendiri, kamu adalah orang pertama yang menginginkan anak itu dihukum mati. Kamu gagal dalam ujian. Kamu tidak layak menjadi dewa aturan yang baru!!!”

Kesadaran Freya tiba-tiba kembali ke istana kuno dan melihat pertanyaan yang mengambang di aula istana. Wanita itu dengan linglung mencoba mencerna apa yang terjadi. 

CROTT! 

CROTT! 

CROTT!

Tiba-tiba ratusan tombak energi menusuk tubuhnya yang rapuh. 

Terlihat tubuh Freya yang rapuh penuh dengan puluhan tombak energi. Freya merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, terutama di mata dan mulutnya yang ditembus tombak energi spiritual. 

Freya linglung dan menahan sakit, namun menolak untuk kalah dan terbunuh dalam ujian dewa. 

“Kau masih hidup? Tekad yang sangat kuat!” Ucap suara agung. 

Freya berbalik ke belakang dan samar-samar melihat sebuah buku yang bercahaya. Sekali lihat, Freya tahu buku itu adalah roh penghuni buku 1001 kisah dewa aturan, sekaligus penguji para pewaris dewa aturan. 

“Berikan… berikan aku… kesempatan.” Mohon Freya dengan susah payah. 

Roh itu semakin bercahaya.

“Baiklah! Karena kamu memiliki tekad yang sangat kuat, maka aku akan memberimu kesempatan kedua.” Ucap roh semakin bercahaya, orang dapat merasakan senyumannya. 

Tiba-tiba empat gumpalan energi keemasan muncul dan mengepung Freya dari empat mata angin. Gumpalan energi keemasan itu memancarkan sinar yang sangat terang dan terang. Empat gumpalan energi keemasan itu terus membesar dan membesar hingga membentuk manusia energi spiritual. Tangan, kaki, kepala, hingga senjata energi mulai muncul dan membuat gumpalan energi itu benar-benar menjadi manusia energi seutuhnya. 

Roh keemasan yang berbentuk buku tampak lebih bercahaya, seakan-akan melihat Freya lebih dalam. 

“Mereka adalah prajurit hukum. Kamu harus menaklukkan mereka jika ingin lulus dari remedial ujian kedua ini.” Ucap roh penjaga warisan dewa aturan tersebut. 

Kita sebut saja roh aturan. 

Roh aturan yang berbentuk buku bercahaya keemasan itu melayang tinggi. 

“Waktumu 1 jam dari sekarang.” Ucap Roh aturan memulai ujian remedial. 

Prajurit cahaya 1 yang menggunakan pistol langsung melepaskan tembakan, memaksa Freya melompat menghindar ke samping. Freya menatap semua prajurit cahaya dan menganalisis kekuatan masing-masing prajurit cahaya tersebut. 

Prajurit 2 menciptakan sihir petir keemasan dengan tongkatnya. 

“Sihir dilarang disini!” Pekik Freya membuat aturan, mencoba mencegah prajurit 2 yang menggunakan tongkat sihir melepaskan sihir. 

Prajurit 2 tetap saja berhasil melepaskan tembakan petir yang langsung menyerang Freya. Freya yang mencoba menciptakan dinding tanah, malah tidak bisa menciptakan dinding tanah karena aturan yang dia buat sendiri. 

BUSH! 

Freya reflek melindungi kepalanya dengan kedua tangannya disaat-saat terakhir. Tangan Freya melepuh dan hangus akibat kuatnya tembakan petir tersebut. Prajurit 1 melepaskan tembakan, memaksa Freya menghindar menjauh. Prajurit 3 yang menggunakan pedang bergerak cepat dan melancarkan tebasan ke leher Freya, lalu melepaskan tebasan energi. 

BANG! 

Freya menghindar dengan melompat ke atas, namun prajurit 4 sudah di atas dan memukulnya dengan palu besar hingga menghancurkan lantai istana kuno. Freya hanya bisa menahan sakit tangannya yang remuk sembari menghindari tembakan prajurit 1, sihir prajurit 2, tebasan pedang prajurit 3, dan pukulan palu prajurit 4.

Freya yang hanya bisa menghindar dan menghindar menenggak ramuan penyembuh untuk memulihkan diri. 

“Efek ramuan dilarang disini!” Prajurit 2 membuat aturan dengan nada suara datar. 

Freya yang baru minum ramuan penyembuh harus rela kehilangan efek ramuan tersebut. Tangannya yang hancur tidak jadi sembuh karena aturan sang prajurit 2.

“Apa? Itu curang!” Freya kaget dan menunduk menghindari tebasan pedang, namun wajahnya langsung dihantam palu energi yang sangat kuat. 

BANG! 

Freya terhempas ke atas dan menerima beberapa tembakan, dan diakhiri tusukan pedang mematikan di jantung. 

“Apakah dia kalah?” Roh aturan melihat Freya yang terpojok dan kehilangan beberapa gigi akibat palu besar menghantam wajahnya, serta tusukan pedang mematikan di jantung.  

“Dia benar-benar tidak layak!” Roh aturan berkata dengan lembut dan berwibawa. 

Freya dengan tangan gemetar menahan sakit mengarahkan dan melepaskan tembakan pistol ke kepala prajurit 3. Tembakan itu menghancurkan kepala prajurit cahaya 3 tersebut. Freya mundur menjaga jarak dan melepas pedang energi yang menusuk jantungnya. 

Freya dihantam sihir petir keemasan yang berbentuk kepala Naga. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!