Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
Pagi ini lumayan kacau,insomnia semalam membuatnya terlambat bekerja hari ini.Tanpa menyetrika pakaian,dan berdandan dengan gugup juga melewatkan waktu sarapan.
Dengan perut yang berbunyi ia tergesa-gesa pergi ke tempat kerja nya dengan mengayuh sepeda milik toko yang ia bawa pulang semalam.
Jam setengah sembilan,ia baru sampai di tempat kerja.Masuk dalam keadaan toko yang sudah ramai pembeli,pandangan nya menunduk sembari berjalan masuk.
Teman-teman nya memperhatikan nya dengan heran,baru kali ini seorang Arsyila si karyawan teladan telat masuk kerja.Namun bos nya terlihat biasa saja,karena Arsyila sudah mengirimnya pesan singkat tadi pagi.
"kenapa kamu bisa terlambat... Syil,"Tanya putri.
"semalam aku insomnia.Subuh baru bisa tidur... Jadi aku bangun kesiangan,"gumam Arsyila pelan.
Memang bisa di tebak,raut wajahnya yang teramat sangat lelah.Tak heran jika dia tidak bisa tidur malam dengan nyenyak seperti orang lain.
Hari ini tepat jam istirahat makan siang,Arsyila memberitahu tentang teman masa kuliahnya dan menunjukan fotonya di sosial media nya.
"lihat ini put... Temenku waktu kuliah dia broken home tapi kehidupannya berubah dan punya banyak uang,"Arsyila menunjukan foto Melly di ponselnya.
"ah pasti dia kerja ga bener jadi simpanan om-om,"Celetuk Putri.
Deg... Arsyila baru kepikiran,mungkin saja Melly menjadi wanita malam atau semacamnya.
"ah aku jangan negatif thinking dulu.Aku belum bertemu secara langsung dengan orangnya,"gumam Arsyila dalam hati.
Besok kebetulan hari Minggu,Arsyila sudah membuat perjanjian akan bertemu dengan Melly.Tak peduli apa yang putri bilang tentang nya,yang Arsyila harap adalah bergabung dengan dunia Melly yang terlihat mengasyikan.
Keesokan harinya...
Hari Minggu yang harusnya jadi waktu istirahat bagi Arsyila.Yang bekerja dari hari Senin sampai Sabtu.Harusnya ia bisa tidur panjang di hari Minggu,namun memilih keluar rumah menemui Melly.
Hari sudah lumayan siang,ia menanti kedatangan Melly yang menjemput nya kerumah,supaya Ayah nya tidak memarahi nya.Kalau Arsyila pergi keluar sendiri tanpa alasan yang jelas,pasti sudah kena amukan dari Ayahnya.Bahkan... Gelas yang di pegangnya pun bisa melayang ke kepala Arsyila.
"mau pergi kemana kamu !"Tanya Ayah Arsyila dengan wajah sinis.
"nungguin temen yah.Arsyila janji gak akan lama,"jawabnya dengan menunduk.
"anak ga tau diri,kerjanya cuma bisa keluyuran.Jangan Sampai sama seperti ibu mu,"Ayah marah memarahi Arsyila.
Padahal Arsyila setiap hari bekerja,tapi selalu salah di mata Ayah sekarang.Yang ada di fikiran nya adalah menghakimi ibu tanpa mau mendengar penjelasan dari nya
Suara mobil Innova terparkir di halaman rumah Arsyila,dari dalam mobil... Turun seorang wanita berpakaian tank top dan menggunakan celana panjang.
"Melly ! Beda banget kamu sekarang,"celetuk Arsyila.
Melly bersalaman dengan Ayah Arsyila,Ayah Arsyila yang tadinya galak menjadi ramah di depan Melly.
"giliran melihat wanita cantik saja langsung berlagak ramah...Huh,"gumam Arsyila pelan.
Arsyila disetujui keluar bersama Melly.Arsyila kagum dengan perubahan Melly yang drastis.Sekarang dia punya mobil sendiri,cantik dan punya banyak uang.
"sebenernya kamu kerja apa sih... Mel,"Tanya Arsyila di dalam mobil.
"yang terpenting gak jual diri,"jawabnya dengan singkat.
"kalau kamu gak keberatan,bilang sama bosmu.Aku mau gabung,"ujar Arsyila dengan nada polos.
"syil... Syil... Pantesan kamu gini-gini aja hidupnya.Orang kamu terlalu polos,"jawabnya dengan menertawakan Arsyila.
Arsyila menceritakan semua masalah di keluarga nya.Melly pun menjadi sedih,karena dia juga hidup berpisah dengan orang tuanya.Memilih jalan hidupnya sendiri.
Melly ingin sekali menawarkan pekerjaan yang menurut orang lain terlalu naif,tapi baginya yang terpenting bukan jual diri.Yah Melly adalah Seorang LC Yang menemani pria-pria hidung belang menyanyi sambil minum-minuman keras.Tidak mungkin kalau Arsyila akan suka pekerjaan itu.
"aku bingung mau mulai ngomong dari mana,gini deh gimana kalau kamu... Aku ajak ke tempat karaoke.Buat ngilangin stres Ya kan ?"celetuk Melly.
"aku tidak pernah masuk ke tempat karaoke sih,"ujarnya pelan.
"sudah tidak apa-apa,kita have fun malam ini.Aku jamin kamu akan lupa dengan masalah di rumah,"Melly mencoba menghasut Arsyila.
Arsyila akhirnya menyetujui ajakan Melly,ini adalah awal dari semuanya.Kehidupan Arsyila yang akan menjadi nyaman sebagai Bad girl di luar rumah.Bukan karena keinginan nya,karena keadaan yang memaksa nya.
Melly dan Arsyila tiba di tempat karaoke,dari luar memang terlihat sepi.Namun ketika Melangkah melewati pintu berat berlapis peredam, udara seketika berubah menjadi dingin, beraroma campuran parfum manis dan sisa-sisa asap rokok. Di dalam ruangan bernomor tujuh ini, hiruk-pikuk dunia luar seolah lenyap, digantikan oleh dunia baru yang dikuasai oleh permainan cahaya dan suara.
Lampu disko di langit-langit berputar pelan,Di tengah ruangan, sebuah layar televisi besar terpancar terang, menampilkan teks lirik lagu yang bergulir mengikuti alunan melodi. Di bawahnya, dua mikrofon tergeletak di atas meja kaca, siap menjadi saksi bisu dari luapan emosi bagi Arsyila malam ini.
Saat dentuman bass dari lagu mulai dimainkan, getarannya merambat melalui lantai, menyatu dengan detak jantung. Di sudut ruangan, sofa berbentuk L yang sedikit usang namun nyaman, menjadi tempat bersandar bagi tawa yang terlepas bebas. Di ruangan ini, di balik tirai-tirai tebal yang menutupi jendela, setiap orang bisa menjadi bintang panggung tanpa harus takut dinilai.
"wah ternyata nyaman juga yah,"ujar Arsyila.
"aku juga sama bilang apa.Kamu pasti betah disini."ujar Melly.
Melly kemudian memesan minuman berkadar alkohol rendah untuk mereka berdua.Arsryila keasyikan bernyanyi dengan suaranya yang lumayan bagus.Saat ini ia lupa akan masalahnya di rumah.
Sampai Arsyila tak sadar,sudah jam sebelas malam.
"haduh... Gawat ini.Ayahku bisa mengamuk,"ujar Arsyila ketakutan.
"udah santai aja... Hadapi apa yang Ayahmu katakan.Jangan takut !"Melly mencoba memberitahu Arsyila supaya jadi anak yang pemberani.
Malam itu pengalaman pertama Arsyila,ternyata dunia malam mengasyikan baginya.Arsyila belum tau kalau banyak bahaya yang bersembunyi di dalamnya.
Melly kemudian mengantar Arsyila pulang,dengan kepala yang sedikit pusing karena Arsyila pertama kalinya minum-minuman beralkohol.Ia takut Ayahnya akan memarahinya.
Setelah sampai dirumah.Ayah dan Ibu Arsyila sedang menunggu anaknya pulang.Di meja makan dengan wajah yang menyeramkan.
Ceklek... Arsyila membuka pintu dengan pelan-pelan.
Arsyila mendapati Ayah dan Ibunya tengah menunggu nya di meja makan.
"darimana saja kamu.Mulai berani jadi anak bandel.Prak...,"Tamparan mendarat di pipi Arsyila.
"Ayah jahat !"Arsyila memegang pipinya yang terasa sakit sambil berlari menuju kamarnya.
Pertengkaran terjadi di depan kamar Arsyila.
"itu hasil didikan kamu,"Ayah Arsyila menyalahkan Ibunya.
"kamu yang salah mas... Kenapa tidak tanya dulu anak kita habis kemana ?"jawab ibu Arsyila dengan nada marah.
Arsyila memang anak kandung yang tidak di anggap.Seperti bukan anak mereka,setiap hari selalu di hakimi dan di adili.