NovelToon NovelToon
DiBuang Suami Di Pungut Om

DiBuang Suami Di Pungut Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: AmeeraKa94

Namaku Kimira Janetha Usia 32 tahun. aku seorang Aktris sekaligus seorang ibu. dari Seorang putri yang bernama Quensha Almahira yang biasa kami panggil Queen..

selama lima tahun aku percaya pada satu hal. yaitu Tentang kesetiaan. setia pada Keenan Jeremi. Suamiku. pernikahan yang ku bangun dari nol ternyata kesetiaan itu hanya milikku sendiri.

malam itu harusnya jadi malam kepulangan yang indah bagiku. aku pulang lebih cepat dari lokasi syuting sambil membawa kue ulang tahun pernikahan kami yang ke-5 tahun. namun yang ku temukan bukan pelukan atau senyuman. dua tubuh telanjang bulat diatas ranjangku. ya mereka adalah Keenan Jeremi suamiku, dan Clara Adellia Sahabatku.

seketika darahku langsung mendidih. tanpa pikir panjang aku langsung jambak rambut panjang Clara. hingga dia terjungkal.

plak
plak
plak

"Dasar pelacur murahan! beraninya Kamu mengotori ranjangku! " teriaku murka, marah.

pisau lancip dari sakuku langsung melayang. dan menggores pipi Clara.

Cring

Zzzzzrrkkk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmeeraKa94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 CEO VS Wartawan

Jam 07.00. Yudhistira Tower Lantai 1, Jakarta.

Lobi udah kayak pasar malam. Wartawan dari TV nasional, YouTube gosip, media online, semua nongkrong dari subuh.

Mic, kamera, boom, tripod. Berisik banget.

Satpam udah keringetan. “Maaf, Pak Arsen belum datang. Hari ini nggak ada jumpa pers.”

Tapi nggak ada yang bubar. Semua nunggu.

Karena bocoran grup WhatsApp wartawan: Arsen mau buka suara soal skandal Keenan & Clara.

---

Jam 07.30 wib

Mobil Alphard hitam masuk pelan. Gerbang kebuka.

Arsenio Bagas Yudhistira 40th turun. Jas abu-abu. Wajah datar. Aura CEO yang bikin orang otomatis minggir.

Dimas, asistennya, jalan 2 langkah di belakang.

Wartawan langsung ngejar. Berkerumun kayak zombie.

“Pak Arsen! Pak Arsen! Bener nggak Keenan selingkuh?”

“Pak Arsen! Clara Adellia hamil beneran nggak?”

“Pak Arsen! Netha korban atau pelakor?”

Arsen berhenti. Nggak masuk. Satpam dan bodyguard bikin pagar betis.

Arsen lepas kacamata hitam. Natap kamera satu-satu. Lobi langsung hening.

“Dengerin baik-baik,” kata Arsen. Suaranya pelan. Tapi nusuk ke semua mic.

“Saya Arsenio Bagas Yudhistira. CEO Yudhistira Group. Pewaris tunggal perusahaan ini. Anak kandung Larita Kusuma.”

Wartawan diem. Semua rekam.

“Keenan Jeremi keponakan saya. Umur 33 tahun. Dia selingkuh selamq 6 bulan terakhir.Dan Dia juga hamilin seorang model bernama Clara Adellia 25 tahun. Dia fitnah istri sahnya, Kimira Janetha 32 tahun,” kata Arsen. Jelas. Tanpa ragu.

Lobi langsung heboh. Kamera flash nyala lagi.

“Keenan sudah saya bekukan kontraknya dari Yudhistira Management. Dia bukan lagi bagian dari keluarga bisnis kami,” lanjut Arsen.

“Pak Arsen! Clara bilang dia hamil 7 bulan! apa itu benar anak Keenan?” teriak wartawan.

Arsen senyum tipis. Dingin. “apa ada bukti? Nggak ada. USG yang dia sebar di IG itu editan. Legal team kami udah cek ke 3 rumah sakit besar di Jakarta. Nggak ada nama Clara Adellia sebagai pasien.”

Wartawan langsung ribut.

“Terus fitnah Mbak Netha itu gimana, Pak?”

Arsen narik napas. “Netha itu korban. Titik!. Dia istri sah Keenan. Nikah secara sah Islam. Akad di depan Allah. Dan Keenan berkhianat. Dia langgar sumpahnya sendiri” jawab Arsen tegas

“Pak Arsen akan lapor polisi?”

Arsen noleh ke kamera. Matanya tajam. “Sudah. Saya Laporan pencemaran nama baik dan fitnah sudah masuk ke Polda Metro Jaya jam 06.00 pagi tadi. Nama terlapor: Clara Adellia.”

Langsung Heboh lagi.

“Pak Arsen! Tapi Keenan anak keluarga anda! Kasihan dong!” teriak wartawan cewek.

Arsen diem 2 detik. “Kasihan? Keenan nggak kasihan sama Netha waktu dia selingkuh 6 bulan. Keenan nggak kasihan sama anaknya, Quesnsha Almahira 4 tahun, waktu dia bikin rumah tangga hancur. Jadi jangan minta saya untuk kasihan.”

Lobi langsung diem lagi.

“Satu lagi,” kata Arsen. “Yudhistira Group blacklist Clara Adellia. Semua brand di bawah kami cabut endorsement. Siapa pun yang masih kerja sama dengan dia, tanggung risiko sendiri. Kita nggak main-main sama etika.” ucap Arsen lagi dengan tegas

Terus Arsen jalan lagi. Masuk lift. Pintu ketutup.

Wartawan cuma bisa liat punggungnya.

---

Jam 08.30. Ruang meeting Lantai 47.

Kimira Janetha duduk kaku. Tangan dingin. Dimas di samping.

Arsen masuk. Duduk di kepala meja.

“Pagi, Netha,” kata Arsen.

Netha angguk. “Pagi, Om.”

Arsen buka laptop. “Mulai hari ini, kamu nggak perlu klarifikasi ke media. Semua harus lewat saya. Kamu fokus kerja. Syuting. Sama Queen.”

Netha kaget. “Tapi Om... saya nggak mau ngerepotin Om terus. Saya Udah terlalu banyak ngeropotin om .”

Arsen nutup laptop. Tatap Netha.dengan tatapan dalam “Kamu bukan ngerepotin. Kamu sekarang tanggung jawab saya. Jadi Inget? Sejak Keenan milih ninggalin kamu, sejak itu pula kamu di bawah naunganku!” balas Arsen dengan tegas

Netha diem. Nggak bisa jawab. Dadanya sesek.

“Legal team udah pegang semua bukti chat Keenan-Clara. Video live Clara. Edit USG. Cukup buat pidana 4 tahun,” kata Arsen.

Netha manggut pelan. “Makasih, Om.”

Arsen berdiri. “pekerjanmu harus tetap jalan. Tapi kalau ada wartawan kejar, tunjuk ke saya. Jangan jawab.”

Netha mengangguk. "Baik Om. "

---

Jam 10.00. MNC Studios, Jakarta Barat.

Netha baru kelar take 1 scene drama.

Inka, bestie-nya, lari lagi. Napas ngos-ngosan. “Netha! Jumpa pers Om Arsen viral! 2 juta view 1 jam!”

Netha liat HP. Video Arsen di lobi Tower udah dipotong-potong TikTok.

Caption: “CEO YUDHISTIRA HABISIN CLARA DI DEPAN PUBLIK”

Komentar:

@tim_netha: MERDEKA! CEO GAS TERUS! HANCURIN PELAKOR!

@netizen_bingung: Lah ternyata Clara bohong? Kasian Netha

@tim_clara: ...kita dibohongin 2 minggu. Unfollow Clara

Inka senyum lebar. “Giliran Clara yang diserang netizen sekarang. Karma.”

Netha diem. “Bagus.” Tapi mukanya datar.

---

Jam 11.00. Apartemen Senopati, Jakarta Selatan.

Clara Adellia lempar remote ke TV. Pecah.

“GILA! GILA! GILA!” teriak Clara.

Manajernya duduk di sofa. Wajah pucat. “Clara... brand udah cabut semua. 12 endorsement hilang. Yudhistira blacklist kamu. Karier kamu...”

“DIAM!” bentak Clara. “Aku nggak salah! Aku korban! Netha yang pelakor! Dia yang ngerebut Keenan dari aku!”

Manajer geleng. “Netizen udah berbalik. Mereka bilang kamu edit USG. Kamu bohong. Kamu manfaatin kehamilan palsu.”

Clara nangis histeris. “Netha! Perempuan tua 32 tahun! Kamu udah hancurin aku! Kamu cemburu sama aku!baiklah mulai sekarang perang kita mulai Netha kita lihat saja nanti siapa tang menang. "

HP Clara bunyi. Notifikasi: “Akun @yudhistira_group laporkan akun kamu ke Instagram.”

Clara banting HP ke dinding. Retak.

---

Jam 12.00. Kos Cengkareng. Kamar 3x3. Pengap.

Keenan Jeremi liat jumpa pers Arsen di YouTube.

Dia duduk di lantai. Kepala dipegang.

“Oma... Om... aku udah nggak ada tempat pulang,” bisiknya.

HP bunyi. Nomor Oma Rita.

Keenan angkat. Suaranya serak. “Oma...”

“Keenan. Kamu dengerin Oma baik-baik,” kata Larita Kusuma 75th. Suaranya tegas tapi lelah. “Datang ke rumah Oma sekarang. Kita bicara. 4 mata.”

Keenan diem. “apa Oma bakal marah? Oma bakal usir aku?”

“Oma kecewa. Tapi Oma tetap Nenekmu.didalam darahmu mengalih Darah opamu Yudhistira maka oma minta kamu Datang,sekarang! " kata Oma Rita. Tegas lalu mematikan sambungan telepon

Tut.

---

Jam 13.00. Rumah Oma Rita, Menteng.

Keenan masuk. Jalan pelan. Kepala nunduk. Kayak anak kecil.

Oma Rita duduk di sofa. Arsen duduk di samping ibunya.

Keenan langsung sujud di kaki Oma Rita. “Oma... maafin aku... aku bodoh...”

Oma Rita diem 5 detik. Terus pegang kepala Keenan. “Nak... kenapa kamu lakuin ini? Kamu hancurin nama keluarga. Kamu hancurin Netha. Kamu hancurin Queen.”

Keenan nangis. “Aku bodoh, Oma. Aku khilaf. Aku nyesel. Aku setan.”

Arsen natap Keenan. Tatapannya dingin. Nggak ada iba. “Nyesel? 6 bulan nyeselnya di mana, Keenan? Waktu kamu tidur sama Clara? Waktu kamu bohongin Netha?”

Keenan noleh ke Arsen. “Om... aku salah. Aku mau tebus. Aku mau minta maaf ke Netha. Ke Queen.”

Arsen geleng. “Telat, Keenan. Netha udah nggak butuh maaf kamu. Dia butuh ketenangan. Queen butuh aman.”

Keenan diem. Bahunya turun.

Oma Rita angkat tangan. “Cukup. Keenan, mulai sekarang kamu harus mandiri. Mungkankerja serabutan.asal bisa memenuhi kebutuhanmu saja. Kamu nggak boleh pake nama Yudhistira lagi. Kamu harus hidup dari nol. Tanpa privilege.”

Keenan mengangguk. “Iya, Oma.”

Arsen berdiri. “Dan kamu nggak boleh ketemu Queen tanpa izin Netha. Kalau maksa, polisi yang urus. Itu hak asuh.”

Keenan manggut. Air matanya jatuh lagi.

---

Jam 15.00. Yudhistira Tower.

Arsen lagi meeting sama legal team & PR.

Dimas masuk buru-buru. “Pak, Clara posting lagi. Live IG nangis. Bilang mau bunuh diri. Pegang silet.”

Arsen liat layar. Clara nangis, pegang silet ke leher.

“Viewer 200rb,” kata Dimas.

Arsen diem 3 detik. Terus bilang, “Lapor polisi sekarang. Biar dia ditangkap di live-nya sendiri. Dia main psikopat buat cari simpati. Kita nggak bisa diam.”

Dimas kaget. “Langsung, Pak? Nggak kasih waktu?”

“Langsung. Sekarang. Sebelum dia nyakitin diri atau nyalahin orang lain,” perintah Arsen.

---

Jam 15.30. Apartemen Senopati.

Polisi dobrak pintu. 5 orang.

Clara kaget. Silet jatuh ke kasur.

“Mbak Clara Adellia, kami dari Polda Metro Jaya. Ada laporan fitnah, pencemaran nama baik, dan percobaan bunuh diri untuk menarik simpati publik,” kata polisi.

Clara nangis. “Aku nggak salah! Aku korban! Netha yang pelakor!”

Polisi nggak denger. Langsung borgol tangan Clara.

Viewer live langsung 500rb.

Komentar: “Kena batunya” “Akhirnya ketangkep” “Kasian Netha” “Good job Pak Arsen”

---

Jam 16.00. MNC Studios.

Inka teriak. “Netha! Clara ditangkap live! Polisi borgol dia! Viral 1 juta view!”

Netha kaget. Langsung liat HP.

Beneran. Video Clara diborgol viral di mana-mana.

Netha diem lama. Terus tarik napas panjang."Akhirnya juga Ka...” gumamnya.

Tapi mukanya nggak senang. Kosong. Hampa.

Inka liat. “Kenapa, Netha? Bukannya kamu senang? Musuh kamu kalah.”

Netha geleng. “Senang? Nggak, Ka. Capek. Capek drama terus. Capek jadi bahan gosip.”

Inka pegang bahu Netha. “Udah, Netha. Ini awal kamu bebas. Kamu bisa mulai baru.”

Netha senyum tipis. Tapi matanya masih kosong.

---

Jam 18.00. Rumah Kebayoran Baru.

Netha pulang. Quesnsha Almahira langsung lari dari dalam.

“Ma! Ma! Tadi di TV ada Om Polisi tangkep tante Clara!” kata Queen 4th semangat.

Netha jongkok. Peluk Queen kenceng. “Iya, sayang.”

“Ma... Papa kemana? Kok nggak pulang pulang ? Papa jahat ya?” tanya Queen polos.

Netha diem 3 detik. Jantungnya sakit. “Papa lagi kerja jauh, sayang. Ke luar kota.”

Queen diem. Terus bilang, “Queen lagi kangen Papa. Kangen main kejar-kejaran.”

Netha pegang pipi Queen. “Iya, Mama juga... Sayang sabar ya mama jugakangen.” "Bohong lagi. Tapi buat Queen.

---

Jam 19.00.

Arsen datang. Bawa tas kertas coklat.

“Netha,” panggil Arsen.

Netha noleh. “Om?”

Arsen kasih tas itu. “Ini buat kamu. Dokumen rumah ini. SHM. Atas nama kamu dan Quesnsha. 100%. Nggak ada nama Keenan. Nggak bisa dia ganggu.”

Netha kaget. Mundur selangkah. “Om... aku nggak bisa terima... ini terlalu besar.”

“Kamu bisa. Kamu korban. Dan rumah ini hasil kerja kamu juga. Kamu berhak,” kata Arsen.

Netha nangis. Akhirnya nangis. Beneran. Isak.

“Makasih, Om... makasih banget...”

Arsen diem. Terus bilang, “Jangan bilang makasih. Lakuin yang terbaik buat Queen. Itu aja.”

---

Jam 21.00.

Netha buka dokumen itu di kamar.

Sertifikat rumah. SHM. Nama: Kimira Janetha & Quesnsha Almahira.

Netha pegang dada. Napasnya sesek.

“Ya Allah... terima kasih. Terima kasih udah ngirim Om Arsen,” bisiknya.

---

Jam 22.00.

Arsen di mobil. Jalan pulang.

Dimas nyetir. “Pak, wartawan masih nunggu di lobi Tower. Nggak mau pulang.”

Arsen geleng. “Biarin. Besok kita bikin konferensi pers lagi. Habisin Clara sampai ke akar. Biar jera.”

Dimas angguk.

Arsen liat ke luar jendela. Jakarta malam. Lampu kota.

“Keenan... kamu yang pilih jalan ini. Jangan salahkan siapa-siapa,” gumam Arsen.

---

Jam 23.30. Netha belum tidur. Lampu kamar masih nyala.

Dia buka chat Keenan. Terakhir 2 hari lalu.

Jari di atas keyboard. Gemetar.

Terus ketik: “Rumah ini udah jadi nama aku dan Queen. Silakan kamu urus hidup kamu. Jangan ganggu kami lagi.”

Kirim.

5 menit. Nggak dibales. Centang 1.

Netha senyum kecil. Lega.

Dia tutup HP. Tarik selimut. Tidur.

Untuk pertama kalinya dalam 6 bulan... tanpa takut mimpi buruk.

TBC

1
Anwar Ghazi
bagus cerita nya
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!