Bercerita tentang CEO dingin yang menikahi gadis cantik 19 tahun. Awal pernikahan yang tak diinginkan, karena pernikahan yang hanya sebuah tuntutan dari ibu Kenan. Ya dia adalah Kenan Adnanjaya, pengusaha muda yang sukses dan seorang king mafia. Seiring berjalannya waktu mereka saling mencintai. Dan konflik mulai terjadi diantara keduanya, tiba-tiba musuh Kenan yang sesama anggota mafia mulai melakukan penyerangan dan masa lalu Kenan mulai hadir kembali membawa kisah lama mereka.
Kenan akan dihadapkan dengan musuh dan kisah masa lalu.
sanggupkah Kenan memilih? bertahan atau meninggalkan.
jangan lupa like dan coment guys!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hera Hera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Setelah memberikan kartu namanya Kenan bergegas meninggalkan toko itu dengan di gendongan ala bridal style istrinya yang terlihat kelelahan.
“sayang turunkan aku” kata Rara malu mencoba turun dari gendongan Kenan
“jangan bergerak sayang nanti jatuh” kata Kenan lagi
Disisi lain ada sepasang mata yang melihat interaksi keduanya. Kenan merasakan ada yang memperhatikan mereka dari tadi. Kenan mencoba melihat di sekelilingnya tapi tidak ada siapa – siapa.
“sayang kamu cari apa?” tanya Rara
“eh.. enggak kok sayang”
“mungkin hanya perasaan ku saja” ucap Kenan dalam hatinya
Kenan terus menggendong Rara hingga sampailah mereka di mobil dan langsung pulang.
“bos.. wanita itu adalah istrinya” lapor seseorang di seberang sana.
Tut...
Sambungan telepon itu dimatikan.
“akhirnya aku menemukan kelemahanmu Kenan. Kita lihat sampai mana kau bertahan”
“ha ha ha ha...” tawa seseorang terdengar sangat menyeramkan di seberang sana.
Dia adalah salah satu musuh Kenan tepatnya musuh di dunia mafia. Ya Kenan merupakan mafia terkuat di bawah tanah. Black Hunter adalah nama organisasi yang didirikan Kenan. Organisasi bergerak sebagai penyelundupan senjata dan transaksi ilegal lainnya kecuali perdagangan organ dan tubuh wanita.
Saat ini organisasi yang didirikan Kenan sedang menghadapi ancaman. Ada beberapa organisasi lain yang mengincar untuk menghancurkan organisasi Black Hunter ini.
Kembali lagi ke Kenan dan Rara
Saat ini mereka telah sampai di mansion. Kenan menoleh ke samping dan didapati istrinya yang tengah tertidur itu. Ia memandang wajah damai Rara yang sangat imut ketika tidur.
Setelah memandang wajah cantik itu ia bergegas membuka pintu mobilnya. Ia mengitari mobil dan pelan – pelan membuka pintu lainnya. Pelan sangat pelan ia tidak mau kalau sampai Rara terjatuh.
Kenan menggendong Rara masuk. Saat pelayan ingin mengucapkan selamat datang kepada tuannya Kenan menggelengkan kepalanya.
Ia berlalu ke atas sambil masih menggendong Rara dan menuju kamar mereka.
“tidurlah kelinci kecilku, aku akan menjagamu”
Cup...
Kenan mengecup kening Rara dengan sayang. Setelah itu ia bergegas menelpon seseorang.
Kenan menelpon di ruang kerjanya agar tidak mengganggu tidur Rara.
“tadi aku rasa aku di ikuti seseorang saat kami jalan-jalan ke mall” Kenan mulai menjelaskan apa yang dirasakan tadi sewaktu di mall.
“baiklah saya akan mencari tahu tuan” ucap asisten Hen. Ya Kenan menghubungi asistennya untuk menyelidiki siapa yang telah berani menguntitnya tadi.
Kenan memejamkan matanya sambil tangannya menggenggam erat sampai terlihat kukunya memutih.
“siapa kau” mata tegas Kenan menatap nyalang keluar jendela seakan ia sedang menatap musuhnya saat ini.
“berani sekali kau mengusikku, ku rasa nyalimu cukup besar berani mengusik seorang Kenan” senyum smirk Kenan
“siapapun kau ku pastikan kau akan menjemput aja*mu!!” ucap kenan lagi
Kenan mencoba mengontrol emosinya sekarang ia tidak mau jika tiba-tiba istrinya bangun dan melihat wajah istrinya. Bagaimanapun Kenan tidak mau membuat istrinya khawatir.
Huph...
Kenan menghela nafasnya panjang. Setelah itu ia keluar dari ruangan kerjanya dan menuju kamar mereka untuk tidur bersama istrinya itu.
Ia melihat kelinci kecilnya sedang tidur sambil menekuk terlihat sangat menggemaskan. Kenan segera saja bergabung dengan istrinya. Sambil memeluk istrinya dari belakang dan meletakan kepalanya di ceruk leher istrinya. Baginya ini adalah tempat ternyaman.
“selamat mimpi aku sayang” kata Kenan berbisik lirih di telinga istring
Uuuuh...
Rara hanya melenguh dia merasa terusik tapi itu tidak membangunkannya.
“menggemaskan” Kenan tersenyum dengan tingkah Rara
Mereka tidur dengan posisi saling menghangatkan.
Pagi hari, Rara bangun dan menatap wajah tampan di hadapannya ini. Rara membelai wajah itu sambil senyum terus terlihat di bibirnya saat ini. Dia menjamah wajah tampan itu mulai dari kening turun dan semakin turun ke bi**r nakal yang kerap kali membuatnya merona itu.
Cup..
Tiba-tiba saja Kenan mencium bi**r Kenan. Kenan yang merasa ada yang menci**m bibirnya sontak membuka mata.
Rara yang melihat Kenan membuka matanya kaget. Mau tau dimana mukanya berani mencium saat suaminya sedang tidur.
“ternyata ada pencuri kecil”ucap Kenan sambil memandang istrinya yang menutup mukanya karena malu
“bukan aku” Rara spontan menjawab
“hey.. aku tidak mengatakan kau pencurinya” Kenan tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.
“astaga.. aku bo*oh sekali, itu sama saja aku mengaku sendiri” Rara berkata dalam hatinya sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut.
“hey.. kenapa sembunyi pencuri” Kenan menggoyang – goyangkan selimut yang menutupi wajah istrinya itu.
“kau harus bertanggung jawab pencuri kecil” Kenan menarik kuat selimut itu hingga terhempas ke lantai .
“aaa.. dapat” sontak saja Rara terkejut karena kenan tiba – tiba saja menarik selimutnya dengan kuat. Rara mencoba untuk kabur tapi percuman Kenan sudah mengukung tubuh mungilnya.
“rasakan ini” Kenan menggelitik perut Rara. sontak saja Rara tertawa terbahak – bahak atas tingkah suaminya.
“haa.ha...ha... tolo..ng hent..ikan ini suamiku” Rara berucap dengan nada terputus- putus karena tertawa.
“mengaku dulu”
“mengaku apa, aku tidak melakukan apapun?” elak Rara
“masih mau berbohong ternyata ya” Kenan semakin gencar saja menggelitik Rara.
“ya ya aku mengaku... hahahah” Rara akhirnya mengaku juga.
Hos..hos..
Terdengar suara Rara yang terdengar lelah karena ulah Kenan.
“aku mau mandi, awas” Rara mencoba menyingkirkan Kenan dari atas tubuhnya itu
“nanti” Kenan bukannya menyingkir malah makin menempel saja
“awas, kamu be...rat” Rara mulai merasa ada beban besar yang menimpa tubuhnya saat ini.
“nanti sayang, aku masih mau gini” kata Kenan mempererat pelukannya
“aku susah nafas sayang” kata Rara
“baiklah” Kenan bangkit dari atas tubuh mungil itu
“kamu mau kemana?” tanya Kenan saat melihat Rara bangkit
“mandi” ketus Rara
“ikut” tiba – tiba saja kenan langsung menyusul Rara ke kamar mandi mereka.
Dan terjadilah adegan 21+++ di kamar mandi
BAYANGIN AJA YA GUYS TAPI JANGAN DI PRAKTEKIN KALAU BELUM ADA LABEL HALALNYA
HIHIHIHI...
Setelah acara mandi plus plusnya. Rara membantu Kenan berpakaian. Hari ini Kenan akan ke kantor.
“sayang..” kata Kenan sambil memeluk posesif pinggang Rara. saat ini Rara sedang memasang dasinya.
“kenapa sayang?” tanya Rara.
“nanti siang ke kantor ya” pinta Kenan.
Alis Rara menyerngit, apa maksud suaminya ini menyuruh ia ke kantor.
“ada apa sayang?” tanya Rara.
“anterin aku makan siang ya” Kenan mulai merengek.
“baiklah suamiku” Rara mengiyakan permintaan Kenan.
Setelah itu mereka bergegas ke bawah untuk sarapan. Rara terlihat cekatan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah sarapan Rara mengantarkan suaminya ke depan untuk berangkat ke kantornya.
Kenan mencium kening istrinya itu.
“aku berangkat sayang, hati-hati di rumah ya” Kata Kenan.
“ya sayang, semangat ya kerjanya” Rara menyalim tangan Kenan.
“ingat nanti siang ke kantor minta antar mang ujang” Kenan mengingatkan istrinya.
“iya” Rara melambaikan tangannya saat dilihatnya Kenan sudah berjalan ke arah mobil.
Dah....
Lambaian tangan Rara, Kenan yang melihatnya hanya tersenyum.
TBC///
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA GUYS
yg sabar yah Ra.
qu pada mu ...😊😊😊
lagi seru" nya nih.
pasti Rara sedih,karna suaminya lupa sama Rara.😭
tapi gk bisa harus nunggu episode 11 doloe ..
semangat kk yaa ..