NovelToon NovelToon
Ibu Susu untuk Putra CEO

Ibu Susu untuk Putra CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Pengasuh
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Di malam persalinannya, Aisha diusir oleh suami dan mertuanya yang kejam setelah bayinya dinyatakan meninggal. Luntang-lantung di tengah hujan dengan dada yang sesak karena terus memproduksi ASI, Aisha pingsan di jalanan.

Di sisi lain, Adrian—seorang CEO dingin—sedang frustrasi karena bayinya yang baru lahir kritis dan menolak semua susu formula.

Takdir mempertemukan mereka. Saat bayi Adrian didekap oleh Aisha, sang bayi langsung tenang dan mau menyusu. Adrian akhirnya mempekerjakan Aisha sebagai ibu susu rahasia lewat kontrak ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, Aisha mulai menyadari sebuah rahasia kelam: bayi yang ia susui memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mirip dengan darah dagingnya sendiri yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gesekan Pertama di Lantai Atas

Hari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Arkan Group tiba. Ruang rapat utama di lantai teratas gedung Arkan Group Tower, yang biasanya bernuansa formal dan sunyi, kini dipenuhi atmosfer ketegangan yang pekat.

Jajaran direksi, komisaris, dan pemegang saham minoritas telah duduk rapi mengitari meja oval marmer hitam yang sangat besar.

Pintu ganda ruang rapat terbuka lebar. Adrian Arkan melangkah masuk dengan setelan jas hitam double-breasted yang memancarkan aura dominasi mutlak. Langkah kakinya yang mantap terdengar bergaung di atas lantai granit.

Ia mengambil posisi di kursi utama selaku CEO dan pemegang saham pengendali terbesar. Di sebelah kirinya, Hendra berdiri tegak dengan tatapan waspada.

Tepat sebelum rapat dimulai, pintu kembali terbuka. Gavin Dirgantara melangkah masuk dengan gaya yang teramat santai.

Ia mengenakan jas biru dongker tanpa dasi, memancarkan arogansi modern yang kontras dengan kedisiplinan kaku ruangan tersebut. Ia menarik kursi di ujung meja, tepat berhadapan langsung dengan visi mata elang Adrian.

"Maaf saya sedikit terlambat, Saudara Adrian," ucap Gavin dengan senyuman miring yang provokatif. Ia menggeser sebuah dokumen legalitas ke tengah meja.

"Surat kuasa mutlak atas sisa saham milik Nyonya Farida Arkan telah dialihkan sepenuhnya atas namaku. Mulai detik ini, aku resmi menjadi bagian dari meja ini."

Beberapa jajaran direksi tampak saling berbisik, sementara Adrian tetap bergeming. Wajah tegasnya datar seperti es kutub, tidak menampilkan riak emosi sedikit pun.

"Kita mulai rapatnya," suara bariton Adrian menggelegar tenang, seketika membungkam seluruh bisik-bisik di dalam ruangan.

"Agenda pertama adalah laporan ekspansi pelabuhan internasional. Hendra, silakan."

Rapat berjalan dengan tensi tinggi selama dua jam. Setiap kali tim direksi mengajukan rencana strategis, Gavin selalu mencari celah untuk menyela dan mempertanyakan kalkulasi keuntungan dengan nada yang meremehkan, mencoba menguji batas kesabaran Adrian di depan para pemegang saham lain.

Namun, Adrian dengan kecerdasan bisnisnya yang tak tertandingi selalu mematahkan argumen Gavin dalam satu kalimat tajam yang telak.

"Argumenmu terlalu teoritis untuk pasar Asia Tenggara, Tuan Gavin," ucap Adrian dingin, menutup berkas di depannya dengan ketukan pelan.

"Jika kamu hanya membawa modal tanpa pemahaman lapangan, sebaiknya kamu duduk dan menikmati dividen mu tanpa banyak bicara."

Gavin mengepalkan tangannya di bawah meja, namun senyuman liciknya tidak memudar. Ia condong ke depan, menatap Adrian dengan pandangan menusuk.

"Ah, gaya kepemimpinan mu memang sangat otoriter, Adrian. Sama seperti caramu memimpin rumah tanggamu. Kudengar... istrimu sangat menyukai suasana taman di Senopati. Sayang sekali kemarin obrolan kami terputus terlalu cepat."

*Brak!'

Hendra yang berada di belakang Adrian refleks mengambil setengah langkah maju, sementara atmosfer di dalam ruang rapat mendadak turun hingga ke titik beku.

Jajaran direksi menahan napas mereka mereka tahu bahwa membawa masalah pribadi, terutama menyangkut Nyonya Besar Arkan yang baru, ke hadapan Adrian adalah tindakan bunuh diri.

Adrian perlahan menegakkan punggungnya. Mata elangnya mengunci manik mata Gavin dengan tatapan yang begitu gelap dan mematikan.

"Rapat hari ini selesai," ujar Adrian dengan nada suara yang merendah, namun getaran intimidasinya membuat beberapa komisaris tua merinding.

"Semua orang silakan keluar. Kecuali Tuan Gavin."

Dalam hitungan detik, ruang rapat raksasa itu kosong melompong. Hanya menyisakan Adrian dan Gavin yang saling melempar tatapan penuh permusuhan dari ujung ke ujung meja, sementara Hendra berjaga di depan pintu yang tertutup rapat.

Adrian berdiri dari kursinya, berjalan perlahan mengitari meja marmer hingga ia berdiri tepat di samping kursi Gavin.

Ia menundukkan tubuhnya, memberikan tekanan psikologis yang luar biasa.

"Dengar baik-baik, Gavin," bisik Adrian tepat di samping telinga pria itu, suaranya sedingin malaikat pencabut nyawa.

"Kamu boleh mencoba bermain-main dengan saham ibumu di perusahaan ku. Tapi jika kamu berani melangkah satu jengkal saja mendekati Aisha atau anak-anakku lagi... aku tidak akan menjebloskan mu ke penjara seperti yang kulakukan pada Taufik.

Aku akan memastikan namamu dan seluruh bisnis Vortex Holdings mu lenyap dari muka bumi ini sebelum matahari terbit besok pagi. Jangan pernah menguji batas naluri seorang ayah dan suami."

Gavin menelan ludahnya yang mendadak terasa kesat. Untuk pertama kalinya, ia merasakan aura membunuh yang nyata dari sang CEO dingin.

Namun, rasa iri dan dendam masa lalu keluarganya membuat Gavin menolak untuk tunduk.

Setelah melemparkan ancaman mutlak itu, Adrian berbalik dan melangkah keluar dari ruang rapat, meninggalkan Gavin yang kini mencengkeram pinggiran meja dengan rahang yang mengeras sempurna.

Perang kasta dan harta telah resmi bergeser menjadi pertempuran harga diri yang siap membakar segalanya.

---

Bersambung~

1
Erna Riyanto
anak Aisha cewe apa cowo yaa...
Erna Riyanto
kok aneh ..sdh diusir .. diceraikan...skrg dicari lagi...pik..topik
Erna Riyanto
hp baru disediakan pihak Adrian..kok BS si topik kirim pesan ke nomer aisa...
Anonim
😍😍😍
Anonim
🤭🤭🤭
Anonim
😭😭😭
Anonim
😭😭
Anonim
Mantap
Anonim
❤️❤️
Anonim
Aku suka 😍😍
Anonim
❤️❤️
Anonim
😍😍
Sumining 123
luar BB biasa
Aera_yong
Wah gays terimakasih udah baca karya aku yang ini ya gays udah nembus 3k hehheeh😍😍🥳🥳
Sumining 123
lanjutkan cerita nya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!